Menjaga Hati Ternyata Mudah Lo! Coba Saja 3 Langkah Ini!

  • Wednesday, October 17, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 1 Comments




Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati, lentera hidup ini

Loh kok malah nyanyi? Hihi, judul artikelnya agak ambigu ya… jaga hati yang mana ini maksudnya?

Kali ini aku sedang tidak ingin ngobrolin tentang jiwa kok, pals. Hati yang kumaksud yaitu salah satu organ paling vital di dalam tubuh kita. Biasa juga disebut dengan liver. Kalau saat pelajaran biologi waktu sekolah dulu kita cukup memerhatikan penjelasan guru tentang anatomi tubuh, pastinya sedikit banyak masih ingat dong fungsi penting hati untuk kesehatan kita secara keseluruhan?

Hati merupakan organ vital tubuh yang paling besar ukurannya. Beratnya mencapai 1,5 kg dan terletak di rongga perut kanan bagian atas. Selain otak, jantung dan ginjal, hati adalah organ tubuh yang paling sibuk. Bayangkan saja hati punya kurang lebih 100 fungsi penting untuk mengatur keseimbangan di dalam tubuh. Fungsi-fungsi tersebut juga berkaitan dengan organ-organ tubuh yang lainnya.



Berkenalan dengan Fungsi Utama Hati


Dari fakta tersebut, maka sudah sepantasnya kan kalau kita menjaga hati sebaik-baiknya? Biar kita semakin paham bagaimana menjaga hati dengan tepat, penting bagi kita untuk mengetahui fungsi-fungsi utama hati.

Fungsi yang pertama yaitu sebagai pelindung tubuh dan mesin detoksifikasi. Hati ini layaknya a guardian angel bagi tubuh kita. Semua zat-zat berbahaya yang diproduksi oleh tubuh, misal racun dari makanan yang kita makan, sisa obat, dan alkohol, akan diubah menjadi zat-zat yang bersifat netral oleh hati.

Setelah dinetralkan, zat-zat itu akan disekresi dalam empedu dan urin. Hati juga akan membersihkan darah sebelum zat-zat berbahaya itu mencapai organ yang sensitif. Nantinya zat-zat yang telah melewati proses detoksifikasi di dalam hati akan dibuang lewat ginjal dan usus.

Obat-obatan juga akan dicerna lebih dahulu di dalam hati sebelum manfaatnya diedarkan ke seluruh tubuh. Maka jangan heran kalau sebelum memberi obat, dokter biasanya mengecek kondisi hati pasien.



Selain sebagai guardian angel, hati juga berfungsi sebagai pabrik palugada alias pabrik dengan cita rasa warung kelontong. Ya, di dalam hati, semua zat-zat penting untuk keseimbangan tubuh diproduksi. Zat-zat itu antara lain bahan baku empedu dan protein.

Bahan baku empedu dihasilkan dari sel darah merah yang telah tua. Sel darah merah yang usianya sudah 120 hari pasti akan menuju hati untuk meleburkan diri karena sudah tidak berfungsi dengan baik. Oleh hati, sel darah merah ini akan dipecah lalu diambil hemoglobinnya untuk diubah menjadi bahan baku empedu. Empedu sendiri dihasilkan di dalam hati sebanyak kurang lebih 1 liter per hari. Saat dibutuhkan, usus akan mengeluarkan empedu untuk membantu proses penyerapan lemak dan vitamin.

Selain menghasilkan empedu, hati juga membantu metabolisme protein di dalam tubuh. Tubuh membutuhkan 22 macam asam amino, namun asam amino ini hanya bisa diperoleh lewat makanan. Nah, agar asam amino bisa berubah menjadi bentuk-bentuk lain yang bisa digunakan tubuh, mereka membutuhkan enzim-enzim khusus, terutama enzim yang terdapat pada sel hati.

Fungsi berikutnya dari hati yaitu menjadi polisi lalu lintas bagi tubuh. Hati bertugas untuk memproduksi, menyimpan dan mengedarkan glukosa ke seluruh tubuh. Di dalam hati, glukosa tersimpan sebagai glikogen. Hati mengatur glikogen agar keluar ke jaringan yang membutuhkan pada saat dan prosi yang tepat. Selain mengatur glikogen, hati juga mengatur kadar kolesterol di dalam darah. Hati mengolah dan memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan tubuh.

Fungsi utama hati yang terakhir yaitu sebagai chef pengolah vitamin dan imunitas tubuh. Bersama ginjal, hati melakukan pengolahan vitamin D. Selain itu hati juga memiliki sel yang bernama sel Kuppfer, fungsinya sebagai sentra imunitas tubuh. Sel ini penting dalam melawan bakteri, virus dan terjadinya infeksi.

Kebiasan Burukku yang Bisa Mengganggu Fungsi Hati


Pasti teman-teman heran ya kok aku tiba-tiba concern dengan masalah hati. Nggak ada asap kalau nggak ada api kan? Jadi akhir-akhir ini aku memang sedang mencoba lebih memahami kebutuhan tubuhku. Mengingat aku sering banget menggunakan tubuhku secara asal, aku merasa harus lebih perhatian dan care pada tubuhku.



Apalagi sesudah berkepala tiga, semakin merasa penting untuk lebih aware pada alarm tubuh. Sebagai seorang content writer yang sering bersahabat dengan deadline ketat, aku hampir bisa dipastikan sering bergadang. Meski sudah tidak sesering waktu masih kuliah dan belum punya anak, namun saat to do list mengular dan deadline semakin dekat, maka mau tidak mau aku harus rela bergadang agar semua pekerjaan selesai tepat waktu.

Biasanya agar kuat melek semalaman, aku akan minum segelas kopi sebagai dopping. Bahkan kadang segelas saja tidak cukup, ketika pekerjaan belum kelar, tubuhku seakan nagih untuk meminta asupan caffeine ditambah. Jelas bukan sebuah kebiasaan yang baik kan?

Belum lagi kalau sudah ngopi, aku langsung semangat kerja bagaikan qudha yang lupa waktu dan lupa makan. Boro-boro mikirin asupan nutrisi yang masuk ke tubuh, minum air putih saja kadang aku suka kelupaan kalau nggak ditanyain suami.

Sedangkan sebagian besar waktuku pun kuhabiskan lebih banyak di depan laptop, nggak banyak bergerak. Jadi bisa dibayangkan jika itu berlangsung dalam waktu lama? Alarm tubuh pun semakin menyala dengan kerasnya. Tubuh jadi gampang capek, sering nyeri di beberapa bagian tubuh, berat badan turun dan jadi sakit-sakitan.

Migren adalah salah satu hal yang sering menggangguku. Biasanya untuk mengatasinya, aku memilih untuk tidur. Namun seringkali serangannya terlalu kuat, dan terpaksa aku ambil obat sakit kepala apa saja yang bisa kudapatkan di pasaran.

Karena alarm tubuh yang semakin sering meraung, aku jadi tertarik dengan artikel-artikel kesehatan. Hingga aku membaca sebuah artikel yang berisi tentang kebiasaan-kebiasaan buruk pengganggu fungsi hati. Ternyata semua kebiasaan buruk yang kuceritakan di atas tercantum dengan lengkap di artikel tersebut. Duh mak, aku langsung ingat suami dan anak-anak yang masih kecil. Sepertinya aku harus lebih aware tentang kesehatan tubuh nih.

3 Langkah Menjaga Hati


Lakukan Gaya Hidup Sehat

Sudah saatnya untuk merevisi gaya hidupku yang asal-asalan. Kebiasaan bergadang, ngopi nggak aturan, makan kurang sayur dan buah, kurang minum air putih dan jarang olahraga adalah hal-hal yang harus mulai diperbaiki. Demi tidak bergadang dan pekerjaan tetap berjalan sesuai track-nya, maka aku harus tidur malam lebih awal dari biasanya.

Aku juga mulai membatasi minum kopi cukup segelas dalam sehari. Air putih yang masuk ke dalam tubuh juga mulai aku hitung dengan benar, minimal 3 liter sehari harus menjadi standar. Menjaga makan dengan asupan nutrisi yang benar juga menjadi PR besarku.

Menjadwalkan untuk kembali rutin senam aerobik juga sudah masuk ke daftar to do list-ku. Pokoknya aku ingin hidup lebih sehat demi bisa bersama anak-anak dan suami lebih lama.

 
Gunakan Obat secara Bijak

Aku termasuk tipe orang yang sangat menghindari obat, kecuali saat benar-benar tidak kuat, misal seperti kena serangan migren yang aku ceritakan di atas. Setelah tahu efek samping beberapa jenis obat untuk fungsi hati, aku akan semakin menjaga untuk tidak menggunakan obat secara ngawur dan asal. Harus sesuai dengan petunjuk dokter dan dosis yang sesuai.


#KembaliAlami

Cara yang ketiga, untuk membantu menjaga vitalitas tubuh dan kerja hati lebih optimal, aku merasa butuh suplemen. Tapi aku nggak mau suplemen yang kimawi gitu, lebih suka yang terbuat dari bahan alami. Aku paling seneng minum jamu-jamu tradisional, macam beras kencur, kunyit asam, jahe, wedang uwuh… di badan rasanya enak.

Masalahnya sekarang nyari yang jual jamu-jamu tradisional dengan citarasa terjaga kok susah banget ya. Beberapa kali aku menemukan penjual jamu tradisional, campuran airnya lebih banyak dari rempah-rempahnya, jadi deh rasa jahe, beras kencur atau kunir asamnya lebih hambar. Bikin patah hati.

Dulu punya teman yang meneruskan usaha jamu milik ibunya, aku biasa pesan jamu kunyit asam padanya, tapi entah kenapa sekarang usaha tersebut tidak diteruskannya. Jadilah aku kembali patah hati.



Alhamdulillah kemudian aku mengenal Herbadrink. Herbadrink merupakan produk minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia. Nggak tanggung-tanggung, sekarang sudah ada 12 varian dari Herbadrink. 8 varian pertamanya yaitu Sari Jahe, Sari Temulawak, Chrysanthemum, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Beras Kencur, Kopi Ginseng dan Wedang Uwuh.

Sementara 4 varian lainnya masuk dalam kategori Sugar Free. Varian ini sengaja dibuat untuk yang sedang mengurangi konsumsi gula karena alasan kesehatan atau sedang berdiet rendah gula. Varian sugar free terdiri dari  Sari Jahe Sugar Free, Sari Temulawak Sugar Free, Chrysanthemum Sugar Free dan Lidah Buaya Sugar Free.



Di rumah aku selalu mencoba sedia Herbadrink, khususnya yang Sari Jahe, Sari Temulawak dan Lidah Buaya. Soalnya ketiga varian itu cocok banget dengan kebutuhanku. Jahe pas banget diminum saat malam hari biar badan hangat, dan menjadi alternatif agar aku tidak terlalu addict to coffee. Kalau Lidah Buaya pas banget untuk mengatasi pencernaan suami yang sering bermasalah dan sembelit. Namun yang paling favorit memang varian Sari Temulawak sih.




Rasanya hampir mirip seperti Kunyit Asam tapi lebih segar, apalagi kalau disajikan dingin pas siang hari. Enaaak banget. Selain karena rasanya yang enak, khasiat dari temulawak ini oks banget. Sari temulawak sejak dulu dikenal bermanfaat untuk memelihara fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh serta memperbaiki fungsi pencernaan. Pas banget untuk aku yang sering capek karena kejar-kejaran dengan si deadline. Di beberapa penelitian juga disebutkan, temulawak bermanfaat untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah, bahkan bisa memperlancar ASI.



Selain manfaatnya yang oke punya, hal yang aku suka dari Herbadrink adalah cara buatnya yang mudah. Cukup diseduh dengan air panas atau dingin 150 ml, jadi deh. Karena diproses dengan teknologi modern, hasil seduhannya tanpa endapan. Meski instan, herbadrink tetap sehat, bersih dan tanpa pengawet. Ternyata jaga hati bisa semudah ini ya, pals? Salam sehat selalu!



Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Menjaga Hati Ternyata Mudah Lo! Coba Saja 3 Langkah Ini!. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

1 comments

  1. Di tempatku herbadrink juga banyak, ada banyak varian yang tersedia, bahkan wedang uwuh pun ada.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com