CTMP; Cara Memutihkan Wajah Sekaligus Meningkatkan Bonding dengan Suami



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Berawal dari kesadaran diri sendiri ketika menatap wajah di cermin, aku melihat sosok yang kumal, kusam dan mengerikan. Asli, aku lihat diriku sendiri aja malas dan eneg hingga akhirnya malas ngaca, apalah lagi suamiku, pikirku saat itu. Memang sejak resign dari kerjaan tujuh tahun lalu, perawatan wajah adalah hal yang paling tidak pernah kuperhatikan.

Beberapa kali sempat beli paket perawatan wajah, namun berakhir dengan produk-produk yang expired karena aku tak konsisten memakainya. Hingga kemudian merasa rendah diri ketika kumpul sama teman-teman blogger yang wajahnya terawat, bersih… duh berasa remahan rengginang di kaleng khong guan.

sebelum kenal CTMP setahunan lalu, kusam banget wajahnya
Tiga bulan yang lalu aku berniat sepenuh hati untuk lebih concern pada perawatan wajah. Niat pertama lillahi ta’ala untuk menjaga apa yang sudah Allah anugerahkan kepadaku. Masa udah dikasih wajah nggak pernah dirawat? Niat kedua membahagiakan diri sendiri. Sebagai seorang ibu aku harus bahagia, ibu yang bahagia adalah senyumnya sebuah rumah. Bayangkan kalau rumah selalu penuh senyum, pasti anak-anak dan suami pun juga happy kan? Niat ketiga, aku anggap sebagai bonus jika nantinya suami pun mengapresiasi apa yang aku lakukan.

Sebenarnya tujuan awalku melakukan perawatan bukan untuk mencari cara memutihkan wajah, karena aku sadar semua orang punya warna kulit yang berbeda-beda, dan lucu aja kan kalau wajahku putih sementara badannya sawo matang. Aku lebih fokus untuk mengembalikan warna kulit wajahku ke warna asli, karena sejak nggak pernah makai apapun, wajahku kusam, banyak bintik hitam plus belang! Jadi begitu buka kerudung, belangnya keliatan banget.. asli bikin nggak percaya diri.

Aku mulai dong cari-cari produk apa ya yang cocok untuk wajahku. Sebelumnya sih aku sudah pernah memakai produk dari Wardah saat aku jerawatan beberapa tahun lalu, dan alhamdulillah saat rutin memakainya masalah jerawatku teratasi. Terus aku beralih ke Lightening Series dan White Secret Series, tapi belum pernah pakai paket komplit dan makainya masih asal. Karena tidak konsisten, akhirnya berhenti di tengah jalan dan berujung dengan tidak pakai apa-apa.
7 hari setelah pakai krim paketan yang bikin semakin nggak pede keluar rumah karena pengelupasan
Aku dapat info sebuah produk kecantikan dari akun olshop tempat aku biasa beli gamis. Karena melihat testimoninya, aku tertarik untuk membeli. Waktu itu aku ditawari dua jenis paket; cleanser atau toner. Katanya kalau mau yang cepat hasilnya pilih saja yang paket toner. Bismillah, aku pun akhirnya beli yang toner. Minggu-minggu pertama bukannya tambah bener, wajahku malah tambah acak adut. Bener-bener parah! Sampai malu keluar rumah.

Tonernya ternyata tajam banget di wajah. Sepertinya kandungan alkoholnya tinggi banget. Kulit wajahku sampai mengelupas. Periiiih. Wajah jadi merah-merah. Wis pokoknya ndak banget. Aku coba konsultasi dengan penjualnya, katanya ndak apa-apa, itu reaksi yang lumrah. Duh, aku jadi takut kalau ini produk abal-abal. Nggak biasanya aku mudah tergiur, ini kok ya sampai beli!

Akhirnya karena merasa sayang sudah mengeluarkan uang tiga ratus ribu, aku lanjutkan saja pemakaian produk tersebut. Sebulan pemakaian sepertinya wajahku sudah mulai adaptasi sama tonernya, sudah nggak perih. Berhubung aku nggak berani lihat wajahku sejak efek mengelupas dan merah-merah, aku woles sajalah. Kalau ada perubahan alhamdulillah, niatnya mau menghabiskan satu paket saja. Nggak terasa sampai akhirnya aku sudah memakai produknya selama dua bulan, day cream dan tonernya sudah habis. Mau beli lagi kok mikir-mikir. Meski pada akhirnya ada perubahan di wajah, kulit menjadi lebih cerah, halus dan warnanya merata. Bahkan suami pun bilang, “kok tambah cantik sih Bun, mau dong dipakaiin juga.” Tapi aku merasa ragu, takut efek ke depannya nggak baik, mau beralih ke produk yang jelas saja deh.

setelah sebulanan pakai krim paketan sudah tidak pengelupasan, warna kulit sudah cerah tapi belum rata

Saat lagi galau dan ragu untuk meneruskan perawatan wajah, nggak sengaja aku membaca postingan dari salah satu teman book advisor, namanya mbak Ofa Sarir. Di situ dia membagikan kisah suksesnya hingga akhirnya bisa memiliki kulit wajah yang cerah, halus dan merata tanpa pakai krim dokter dan krim pemutih yang banyak dijual di pasaran. Aku penasaran dong. Sejak hari itu aku selalu mengikuti postingan mbak Ofa. Saat mbak Ofa membuat grup tentang perawatan wajah, aku langsung gabung biar lebih jelas tentang step-stepnya.

Berkenalan dengan CTMP


CTMP sebenarnya adalah hal yang sangat mendasar dalam perawatan wajah, namun selama ini kita seringnya fokus cari cara memutihkan wajah dengan cepat dan malas menjalani prosesnya. Setelah belajar soal CTMP ini aku jadi tahu bahwa memilih produk yang tepat itu memang perlu, karena setiap individu punya karakter kulit yang berbeda-beda, namun lebih dari itu cara perawatan dan langkah-langkahnya juga harus tepat, nggak boleh asal.

CTMP merupakan kepanjangan dari;

C = Cleansing
T = Toning
M = Moisturizing
P = Protecting


Nah, untuk bisa mendapatkan wajah yang bersih, sehat, dan cerah, 4 langkah tersebut harus sesuai dan tidak boleh dilompati. Di sini aku jadi semakin yakin untuk menyudahi pemakaian produk paketan yang kubeli sebelumnya, karena ada step yang dilompati di paket tersebut.

1. Cleansing

Kita mulai bahasa satu per satu ya, pals. Informasi ini aku dapatkan dari grup belajar CTMP bersama mbak Ofa. Pertama, Cleansing. Apa itu Cleansing?

produk cleanser yang sekarang ini kupakai, facial wash nya masih menghabiskan paketan biar nggak mubazir

Cleansing adalah membersihkan. Wajah bukan hanya butuh day/night cream, tapi langkah awal dan KUNCI awal perawatan wajah justru pada langkah pertama ini, yaitu pembersihan. Cleansing ada dua jenis, yaitu first cleansing dan second cleansing.

First cleanser contohnya banyak, ada yang berupa milk cleanser, micellar water dan sebagainya. Saat itu mbak Ofa menyarankan biar gampang pakai milk cleanser saja. Second cleanser yaitu memakai facial foam. Facial foam sebaiknya dipakai tidak lebih dari dua kali dalam sehari karena bisa membuat kulit wajah jadi kering. Untuk produknya, sesuaikan dengan jenis kulit dan budget yang kita punya. Ternyata baru sampai tahap pertama saja aku sudah salah kaprah. Selama ini aku pikir kalau sudah pakai facial foam ya pasti sudah bersih, jarang pakai first cleanser.

Terus apakah first cleanser dan second cleanser ini dipakai bersamaan? Ternyata tidak, pals. Di pagi hari, karena aktivitas yang padat, disarankan kita hanya cukup pakai second cleanser saja. Baru di malam hari setelah rangkaian rutinitas harian, bahkan tak jarang kita memakai make up tebal, bertemu dengan debu dan sebagainya, malamnya kita WAJIB pakai first cleanser dan second cleanser secara berurutan. Ini yang dinamakan dengan double cleansing.
Kenapa harus double cleansing? Agar kotoran benar-benar terangkat secara keseluruhan. Kotoran yang tidak terangkat secara keseluruhan lama-lama akan menumpuk di kulit wajah, yang akhirnya menyebabkan jerawat dan juga warna kulit menjadi kusam.

2. Toning

produk toner yang kupakai, exfoliating toner dari Wardah dan hydrating toner dari Pixy
Lanjut langkah kedua, yaitu toning. Toning pun ternyata dibagi menjadi dua jenis; exfoliating toner dan hydrating toner. Kenapa harus dua? Karena fungsinya tidak bisa saling menggantikan, alias keduanya mempunyai fungsi yang berbeda.

Mbak Ofa saat itu memberikan contoh exfoliating toner brand lokal, ada wardah white secret exfoliating lotion dan Inez exfoliating lotion. Untuk merk lain, teman-teman bisa googling sendiri ya.

Fungsi dari exfoliating toner yaitu untuk mengangkat sel kulit mati dan meregenerasi terbentuknya sel kulit yang baru, sehingga diharapkan dengan terangkatnya sel kulit mati, wajah terlihat makin bersih dan tidak kusam.

Kandungan dalam exfoliating toner terdiri dari AHA/BHA atau bahkan keduanya. Perlu diingat, untuk pemula, TIDAK DISARANKAN memakai exfoliating toner setiap hari yaa.. jadi digunakan bertahap, 1x seminggu. Jika tidak ada iritasi, bisa lanjut 2-3x seminggu.

Jenis toner yang kedua yaitu hydrating toner. Setelah memakai facial foam atau exfoliating toner, biasanya wajah akan kering, maka dari itu, perlu menggunakan hydrating toner. Kekurangan hidrasi pada kulit dapat menimbulkan banyak masalah. Maka, jangan sampai dilewatkan hydrating toner.

Brand lokal untuk toner jenis ini sangat banyak yaa. Dijelaskan oleh mbak Ofa, Wardah punya beberapa hydrating toner, contohnya wardah seaweed hydrating booster. Ini katanya recommended banget, sayang aku pas kemarin mau beli, lagi kosong.

Cara pemakaiannya gimana?

Kalau pagi setelah memakai second cleaser/ facial foam, lanjut dengan pemakaian hydrating toner. Sedangkan di malam hari setelah kita melakukan double cleansing, untuk pemula bisa langsung memakai hydrating toner. Jika sudah rutin CTMP setidaknya dua minggu, setelah double cleansing, lanjut memakai exfoliating toner, baru kemudian lanjut pemakaian hydrating toner.

3. Moisturizing

day cream dan sunscreen Wardah, Night cream dari paketan yang belum habis
Langkah ketiga dalam perawatan wajah yaitu moisturizing. Moisturizing biasa kita kenal sebagai proses melembabkan. Produknya berupa pelembab, biasanya dikemas dalam bentuk day cream dan night cream. Untuk langkah ini tidak perlu penjelasan lebar ya, yang pasti pilihlah moisturizer sesuai jenis kulit teman-teman. Produk yang cocok di wajahku belum tentu cocok di wajah teman-teman, jadi memang harus melakukan pencarian hingga ketemu yang benar-benar klik. Oya, untuk pelembab pakainya tipis-tipis saja ya. Diaplikasikan setelah proses toning.

4. Protecting

Langkah terakhir dalam rangkaian dasar perawatan wajah yaitu protecting. Protecting adalah proses memberikan perlindungan kepada wajah. Produknya berupa sunblock atau sunscreen. Apa bedanya sunblock dan sunscreen?


Menurut artikel di idntimes.com, sunscreen adalah lotion pelindung dari sinar matahari yang menyerap ke dalam lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah sempat masuk ke dalam kulit. Biasanya, sunscreen dapat melindungi kulit dari sinar UVB saja. Sinar UVB ini dapat menyebabkan kulit terbakar dan perih. Namun, saat ini sudah banyak sunscreen memilki kandungan yang dapat melindungi kulit dari sinar UVA, yang dapat menyebabkan keriput, penuaan dini, dan flek hitam pada wajah. Bahkan jika terlalu banyak terkena paparan sinar UVA tanpa perlindungan dapat menyebabkan kanker kulit. Sementara, sunblock langsung melindungi kulit dari paparan sinar matahari, ia akan melindungi kulit sebelum sinar matahari terserap ke dalam kulit kita. Hampir semua sunblock dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

SUNSCREEN IS THE THE BEST ANTI AGING AND BRIGHTENING. Bisa dibilang sunscreen adalah kunci dari semuanya. Walaupun dari cleanser hingga moisturizer menggunakan brand mahal, namun tidak diakhiri dengan sunscreen, maka semuanya akan SIA-SIA. Sunscreen adalah kunci dari skincare. Tanpa perlindungan khusus terhadap matahari, kulit mudah diserang jahatnya efek UVA dan UVB.

Aku pernah bertanya ke mbak Ofa, “Kalau day cream yang kita pakai udah ada SPF-nya, apa masih perlu pake sunscreen?” Ternyata jawabannya, WAJIB. SPF dalam day cream, tentu kandungannya sudah tercampur dengan bahan lain. Namun, SPF dalam sunscreen sendiri adalah murni untuk perlindungan.

Pertanyaan lain menyangkut sunscreen yang sering ditanyakan adalah, “Aku kan nggak kerja, cuma di rumah saja, apa perlu pakai sunscreen?” Jawabannya, WAJIB. Sinar UV bisa menembus kaca lho. Bahkan panasnya kompor bisa merusak kulit kita.


Untuk pemakaian sunscreen, usahakan sebisa mungkin re-apply sunscreen tiap 2-3 jam sekali. Pagi setelah melakukan cleansing, mandi, dilanjut toning, moisturizing lalu akhiri dengan protecting dengan sunscreen. Siang setelah sholat dzuhur, suncscreen bisa langsung dipakai lagi. Atau jika mau wajah bisa dibersihkan dulu memakai micellar water, tidak pun tak masalah karena kita sudah berwudu. Pemakaian berikutnya yaitu sore setelah sholat Ashar. Oya, jangan lupa ingat salam dua jari saat memakai sunscreen.

Selama masih ada matahari, selama itu pula kulit harus dilindungi dengan sunscreen. Meskipun cuaca mendung, sunscreen tetap perlu. Brand lokal ada punya wardah, emina, dll. Silakan teman-teman sesuaikan saja yang cocok dengan kulit wajah dan kantongnya masing-masing.

Manfaat CTMP yang Kurasakan

Alhamdulillah kurang lebih sudah 1 bulanan ini rajin CTMP, setelah dua bulan sebelumnya memulai perawatan wajah hanya CTM, itupun tahap cleansing dan toning nggak pernah sampai di tahap double cleansing dan toning. Wajah pun jadi lebih bersih dan sehat. Aku juga sekarang kalau keluar-keluar nggak pernah pakai bedak lagi, cukup pakai day cream + sunscreen + lipstick sudah pede. Bonusnya suami jadi lebih betah di rumah, eaaaa. Bahkan doi jadi pengen ikutan juga merawat wajah lo. Kata doi, “masa wajahmu cerah, wajahku kusam, Bun… ntar kita kaya zebra dong, black and white wkwk.”

sekarang pergi tanpa bedak dan take a picture tanpa kamera jahat pun hayuk sajaaah

Awalnya sih doi bergantung padaku untuk urusan CTMP-nya. Ternyata CTMP bisa jadi sarana untuk meningkatkan bonding sama suami. Sambil bersihin wajah, ngolesin pelembab dan sunscreen, sambil ngobrol apa saja. Kadang sudah selesai CTMP saja, doi maunya dilama-lamain. Katany, “Enak bun, dielus-elus wajahnya.” Makanya, buat yang masih susah komunikasi sama suami, mungkin suaminya perlu di-CTMP-in, dijamin bisa meningkatkan romantisme, hehe.

Namun karena akhir-akhir ini Affan tidurnya hampir dini hari terus, dan pagi saat suami siap-siap kerja aku masih tepar, suami mulai mandiri melakukan CTMP sendiri. Meski tetap, masih lebih seneng dielus-elus sama istrinya, hehe.

Untuk produknya pun aku beli sesuai kantongku yang memang terbatas, ambil dari sisa-sisa uang belanja. Alhamdulillah sekarang terbantu karena suami mulai sadar pentingnya merawat wajah.. jadi kalau ada produk yang habis, nodong doi jadi gampang, wkwk.

Produk yang kupakai saat ini:


First cleanser: White Secret Brightening Cleanser
Second cleanser: KF skin facial foam (menghabiskan paketan yang sebelumnya, later mau lanjut White Secret Facial Foam)
Exfoliating Toner: White Secret Exfoliating Lotion
Hydrating Toner: Pixy Refreshing Toner (asal ambil karena nyari Wardah Seaweed Hydrating Booster lagi habis)
Moisturizer: Pagi - Day Cream White Secret, Malam - KF Skin (menghabiskan paketan sebelumnya, next mau lanjut night creamnya dari White Secret juga)
Protection: Sunscreen dari Wardah.

Sedangkan produk yang dipakai suami sih sama, soalnya kan makainya barengan. Cuma beda di second cleanser, suami pakai Gatsby facial foam dan day creamnya doi pakai Pond’s for Men.


Itulah sekelumit cara memutihkan wajah ala aku dan suami, yang akhirnya mendapat bonus jadi semakin lengket dan romantis. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang kemarin pengen tahu apa rahasianya wajahku yang sekarang jadi lebih bersih dan cerah dari sebelum-sebelumnya. Terima kasih mbak Ofa Sarir yang sudah bikin aku mantap berhenti dari krim yang belum tentu aman. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Post a Comment

1 Comments

  1. Mbaknya bisa berhasil dg perawatan ini berapa lama ?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com