Jangan Berani-berani Punya 7 Hantu di ODOP, Kecuali Kamu Punya 7 Hal Ini!



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Memasuki pekan keenam One Day One Post batch #7, aku mulai merasa keteteran. Setelah minggu keenam, aku masih menyisakan hutang dua postingan. Sejak awal pekan ke enam, aku didera kelelahan maha dahsyat yang menyerang tidak hanya fisikku, tetapi juga psikisku. Hampir saja aku menyerah, namun kukembali menengok niat awal mengikuti kelas ini. Lalu ingatanku juga melayang pada sebuah wejangan dari salah satu blogger senior tentang konsisten ngeblog. “Aaah, aku tidak boleh kalah dengan kondisi! Bismillah, bangkit lagi!”

Sebenarnya di awal pekan ke enam, aku sudah menyusun sebuah postingan. Namun saking exhausted-nya, aku tak segera menyetorkan artikel tersebut ke group sharing. Gara-gara telat sharing link, aku malah semakin ‘malas’ dan memilih menyepi dari jagad setor-menyetor. Ditambah lagi dua pekan ini aku memang lagi banyak agenda ke luar rumah, ditambah aktivitas di dunia maya yang juga nggak kalah ribetnya, sampai rasanya so fulll dan bingung make a list of priority. 

Karena kemrungsung, aku beberapa kali telat makan yang akhirnya ngefek dengan kesehatan fisikku. Ketika fisik nggak okay, hal-hal negatif di sekitar rumah yang tadinya nggak terlihat jadi terpampang nyata di depan mata, yang pada akhirnya semakin menambah sumpek pikiran. Pokoknya rungsing banget laaah! Alhamdulillah setelah dua kali hadir di kajian Akademi Keluarga - Parenting Nabawiyah, semua kesumpekan pikiran itu lenyap sudah. Siap untuk kembali beraktivitas secara maksimal, insya Allah.

Rasanya Punya 7 Hantu di ODOP


Oh ya, buat yang kepo apa maksudnya hantu di ODOP, apakah sosok warna putih yang biasanya muncul di film-film horor dan suka menakuti orang-orang? Tentu tidaaak! Hantu adalah istilah di komunitas ODOP yang mengacu pada sebuah peristiwa ketika seorang peserta ODOP telat menyetor link postingan.




Untuk bisa lolos ke pekan selanjutnya, peserta ODOP harus setor tantangan di pekan tersebut dan tidak boleh punya hantu lebih dari dua. Pada pekan ke lima aku sempat punya empat hantu kalau nggak salah, termasuk salah satunya postingan tantangan. Akhirnya, di akhir pekan ke lima, aku hanya bisa menyelesaikan dua postingan, dan menyisakan dua hantu yang harus diakumulasikan di pekan ke enam. Uwoww.

Jangan ditanya rasanya seperti apa! Mungkin sama seremnya saat dikejar hantu beneran. Jantung seperti melompat melihat waktu yang terus berdetak. Menghitung setiap menitnya, berapa lama lagi waktu yang aku punya? Duh duh duh, menyesakkan! Bulir-bulir keringat keluar satu per satu, namun otak dan tangan harus tetap waspada. Mau nggak mau harus kompromi, kolaborasi dan bekerjasama untuk memusnahkan hantu-hantu tersebut.

Pokoknya, jangan pernah coba-coba punya hantu di ODOP, apalagi lebih dari dua, kecuali teman-teman punya 7 hal ini! Mau tahu?

7 Hal Pemusnah Hantu di ODOP




Wokay deh, sepertinya banyak yang kepo nih dengan mantra pemusnah hantu di ODOP, wkwk. Baiklah, aku bagikan buat teman-teman. Tapi janji yaaa, don’t try to have some ghosts in ODOP, kamu nggak akan kuat… cukup aku saja, hahaha.

1. Bank Tema


Salah satu kekuatanku kenapa bisa mengejar hantu karena aku sudah punya bank tema sejak awal ODOP dimulai. Aku sudah punya tema dan calon-calon judul yang akan kutuliskan. Sampai detik ini, aku sudah menyiapkan sekitar 60an judul. Nggak kebayang deh kalau punya lebih dari 5 hantu tapi aku masih blank harus nulis apa.


penampakan bank tema dan jadwal postingku

2. Jadwal Posting


Dalam bank tema yang kubuat, aku bahkan sudah menyusun kapan postingan tersebut harusnya tayang. Jadi meski harinya sudah terlewat, aku tetap punya catatan kemarin harusnya posting apa, besok harusnya posting apa. Dengan hal ini, mudah juga buatku untuk bongkar pasang jadwal postingan. Misal kok ternyata tema C jauh lebih mudah dan cepat kutulis demi memusnahkan hantu sesuai jadwal, ya sudah tema A kugeser dulu untuk posting di pekan berikutnya. 

3. Catatan Manual


Selain punya bank tema dan jadwal posting, kekuatanku lainnya hingga berani memusnahkan hantu ODOP berhari-hari adalah aku sudah punya catatan manual. Buku catatan yang selalu kubawa ke mana-mana di dalam tas ini adalah sumber inspirasi dan data-data penting untuk menyusun postingan blog lebih cepat. Ada beberapa catatan di buku tersebut yang belum sempat kudokumentasikan dalam bentuk digital, bahkan usianya bisa jadi berbulan-bulan dan bertahun-tahun yang lalu. Catatan-catatan inilah yang menjadi sumber penyusunan bank tema dan jadwal posting serta panduan bagiku menuliskan artikel dengan lebih cepat dan terstruktur. Tentu saja dengan sedikit berpikir menebak-nebak tulisan tangan yang kadang aku sudah nggak sanggup membacanya, saking sudah lewat beberapa waktu lamanya, wkwk. 



4. Didukung Suami/ Pasangan


Membayar hutang postingan tentu saja membutuhkan waktu yang tak sedikit. Jika misal dikalkulasi satu artikel butuh sejam untuk proses postingnya, meliputi menulis + menyiapkan infografis + posting, maka aku butuh sekitar 7 jam untuk memusnahkan 7 hantu di ODOP. Jelas aku butuh izin dan dukungan dari suami untuk merelakanku fokus di depan lappy tanpa berkedip, kecuali saat azan memanggil-manggil. Bahkan saking mendukungnya, doi pula yang menyuapiku sambil aku tetap menatap layar laptop. Duh, duh, duh… nikmat Allah mana lagi yang harus aku dustakan?

5. Canggih Ngeblog


Jangan berani hutang banyak-banyak kalau kalian belum paham fitur-fitur yang ada di blog secara maksimal. Apalagi ketika di tantangan pekan ini ada anjuran untuk melengkapi artikelnya dengan dokumentasi yang mendukung, artinya harus bisa menyisipkan gambar atau video di artikelnya. Nah loo, kalau kalian sebelumnya nggak pernah memasukkkan gambar di postingan blog, bisa dipastikan keringat dingin deh sambil mengejar hantu, sambil nyari fitur mana untuk nyisipin gambar atau video, hehe. 

That’s why, kalau sudah mulai belajar ngeblog, jangan lupa untuk kenalan lebih dalam tentang fitur-fitur di dalamnya yaa. Bagaimana cara menyisipkan gambar, menambahkan video dari YouTube, membuat quote tag, membuat sub judul, menyiapkan infografis dan sebagainya. Ada yang butuh dibisikkan caranya? Japri aja ya, wkwk.

6. Biasa Nulis Cepat


Jika kalian pernah merasakan menjadi seorang content writer yang sehari diminta untuk bisa posting 5 - 10 artikel 500an kata, memusnahkan 7 hantu di ODOP insya Allah bukan hal yang susah, selama Allah ridha. Alhamdulillah karena background-ku yang pernah menjadi content writer sejak 2012 inilah cukup membantuku untuk berlarian mengejar bus kota, eh maksudnya berlarian menjadi pembasmi hantu, hehe.


7. Biasa Kejar Deadline


Selain alasan ke enam, alasan ke-7 ini juga yang membuat jari-jariku sudah terlatih mengetik dengan cepat di atas laptop kesayangan. Yess, kebiasaan buruk yang berkali-kali berulang ini memang cukup membantu di saat-saat mendesak seperti ini. Tapi pleaseeee, jangan ditiru! 

Why? Karena kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi sedetik kemudian di depan sana. Gimana kalau tiba-tiba mati lampu? Wifi off? Mau seberapa cepat pun dikejar kalau sudah ketemu kondisi begini, mau apa? Protes sama siapa? Salah sendiri kan suka ngumpulin hantu?

Belum lagi kalau tiba-tiba laptop ngadat, atau saking groginya tulisan belum ke save malah hilang musnah tidak diketemukan. Nah looo… rasanya.. nano-nano! Ini baru urusan teknis, gimana kalau urusannya nyawa? Gimana kalau hutang kita belum kelar dan tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawa kita? Duh, kok sampai sini yaa... 😓😓😓



Intinya, jangan berani berhantu di ODOP. Asli mengerikan. Mending gunakan waktu sebaik-baiknya, lawan rasa malas kita dan setorlah sesuai jadwal! Disiplin dan konsisten itu wajib untuk seorang blogger profesional! 

Dan sejatinya ikut ODOP itu melatih kita untuk lebih menghargai waktu. 

So, selamat berlarian di detik-detik yang tersisa buat kalian para pembasmi hantu sepertiku! Semoga selesai tepat pada waktunya, gaesss.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Post a Comment

0 Comments