Emak-emak Zaman Now Wajib Tahu Sejarah, Program dan Manfaat PKK

sejarah, program dan manfaat PKK

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hayo ngaku siapa sahabat Marita’s Palace yang suka ogah-ogahan datang ke PKK? Aku mau survey ah kira-kira ada berapa orang ya yang aktif menjadi pengurus PKK atau setidaknya setiap bulan selalu menyempatkan hadir ke pertemuan bulanan PKK? Alhamdulillah kalau ternyata yang jadi pengurus PKK atau pun setidaknya aktif menghadiri pertemuan PKK lebih banyak dari yang tidak.

Jujur, aku termasuk golongan yang awalnya malas ikut PKK. Buatku dulu ikut PKK itu nggak asyik, kuno dan nggak ada manfaatnya. Namun perlahan stigma itu memudar. Semakin bertambah usia, aku semakin paham manfaat ikut PKK. Meski kuakui sampai detik ini pun masih nggak rajin sih berangkat pertemuan PKK, padahal didapuk jadi pengurus RT. Jangan ditiru ya, pals.

Sebenarnya waktu awal pergantian pengurus, aku cukup excited diajak kembali oleh bu RT menjadi bagian dari kepengurusan baru. Namun di tengah perjalanan, jadwal pertemuan bulanan PKK RT bentrok dengan jadwal kegiatan komunitas. Pada akhirnya memang aku lebih berat kepada jadwal komunitas. Padahal harusnya lingkungan terdekat lebih diutamakan ya? Duh, jewer kuping sendiri. Apalagi selain didapuk jadi pengurus salah satu pokja (kelompok kerja), aku juga dipilih jadi ketua dawis (dasa wisma).

belajar mengenal PKK lebih dekat

Namun ya gitu deh… tahu sendiri di komunitas pun seringnya yang bisa hadir dan menggerakkan acara kan 4L juga. Alias lu lagi lu lagi. Kadang nggak tega saja kalau harus nggak hadir di acara komunitas. Sementara di PKK RT kan, ada nggak ada aku toh pertemuan tetap akan jalan. Gara-gara sering bolos saat pertemuan PKK, aku jadi mulai kehilangan gairah dalam menjalankan tugasku sebagai pengurus POKJA 1 dan 2.

Beberapa agenda yang sudah kusiapkan melayang ke udara karena gairah menghilang. Hingga hari ini aku merasa harus kembali menumbuhkan semangat dalam menjalani amanah ini. Aku mulai dari belajar lebih dalam tentang PKK. Mulai dari sejarah hingga manfaat yang bisa kudapat. Dari proses belajar tersebut, jujur aku jadi jatuh cinta pada PKK. Ternyata organisasi ini luar biasa lo dampaknya kalau semua ibu dan perempuan di Indonesia mau all out dalam berperan.

Sejarah PKK dan Program Pokoknya


Kalau ngobrolin PKK, setelah kupikir-pikir kenapa dulunya aku alergi banget sama kegiatan ini. Ternyata bermula sejak di tempat tinggalku sebelumnya, PKK hanya sekedar rutinitas tanpa makna. Bacain notulen, dengerin ketua PKK membagikan hasil pertemuan RW yang kadang juga di-skip karena ketuanya nggak hadir, dan yang paling dinanti-nanti mengocok arisan. Masih nggak masalah sih untuk hal-hal ini. Namun yang paling aku nggak suka saat itu adalah sesi di mana anggota PKK dipaksa berhutang!

Ya, di lingkunganku sebelumnya, ada unit simpan pinjamnya. Masalahnya biar adil, siapa yang pinjam juga dikocok layaknya arisan. Buatku ini nggak masuk akal. Lah hutang kok dipaksa. Sedang aku saja menghindari berhutang, eh ini di PKK malah mau nggak mau harus berhutang kalau namanya keluar saat dikocok. Dari situlah aku jadi malas berangkat PKK. Belum lagi saat itu banyak orang-orang tua nyentrik yang senioritasnya tinggi gitu deh, aku jadi ilfil saja, hehe.


Pindah ke lingkungan baru yang sampai sekarang kutempati, alhamdulillah cukup nyaman kecuali kasus tetangga depan yang sedikit bikin stress. Di sini sebagian penghuninya masih muda-muda, jadi cukup asyik sih. Apalagi bu RT yang sekarang adalah kepala sekolah SD, jadi wawasannya luas dan bisa menggerakkan para ibu untuk aktif terlibat.

Selama menikah hampir 12 tahun, jujur aku belum hafal dengan mars PKK. Padahal aku sering mendengarnya sejak kecil, karena ibuku aktif jadi pengurus PKK bahkan sampai tingkat RW. Biar kita nggak lupa sama liriknya, yuk hafalin bareng-bareng:

Sejarah PKK


PKK ini sebenarnya sebuah kegiatan yang positif. Dari informasi yang aku baca, ide mengenai PKK sendiri muncul sejak tahun 1957, tepatnya saat seminar Home Economic yang berlangsung di Bogor. Sebagai hasil dari seminar tersebut, pemerintah membuat pelajaran PKK di sekolah-sekolah. Saat itu PKK memiliki kepanjangan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. PKK ini menitikberatkan pada 10 segi kehidupan keluarga yang menjadi rintisan 10 program pokok PKK nantinya. Hmm, apakah sekarang PKK masih ada? Padahal bagus nih kalau di sekolah-sekolah masih disisipkan hal ini. Bisa jadi pondasi untuk menyiapkan orangtua-orangtua tangguh ke depannya.

sejarah PKK

Sejarah PKK tidak berhenti sampai di situ. Selain menjadi sebuah mata pelajaran, PKK mulai berkembang menjadi sebuah gerakan masyarakat pada 1962. Di Desa Salaman, Magelang berdiri Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM) yang bertujuan menyebarluaskan 10 Segi Kehidupan Keluarga. Hingga pada 1967, masyarakat Jawa Tengah, khususnya di wilayah Dieng, Wonosobo terjadi busung lapar. Kondisi ini melahirkan keprihatinan dari Ibu Isriati Moenadi yang merupakan istri dari Gubernur Jawa Tengah saat itu.

Keprihatinan inilah yang membuahkan gerakan PKK. Ibu Isriati segera membentuk PKK di Jawa Tengah. Bertujuan agar ibu-ibu lebih melek tentang informasi kesehatan dan bagaimana menanganinya. Ternyata gerakan tersebut mendapat respon yang baik dari presiden Indonesia, dan kemudian meminta meminta Mendagri untuk membentuk PKK di seluruh Indonesia. Hingga pada akhirnya Menteri Dalam Negeri pada 27 Desember 1972 meresmikan gerakan PKK dan memberikan kepanjangan baru yaitu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sejak saat itu, 27 Desember diperingati sebagai hari kesatuan gerak PKK.

hari kesatuan gerak PKK

Pada masa reformasi, pengurus PKK pusat mengadakan rakernas pada tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di Bandung. Hasil dari rakernas PKK tersebut menjadi dasar perumusan keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 53 Tahun 2000, salah satunya tentang perubahan nama panjang PKK yang berganti menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Kepanjangan inilah yang digunakan hingga sekarang.

Sejarah PKK masih belum usai. Pada 2005, ada perubahan-perubahan baru. Salah satunya yaitu perubahan Hari Kesatuan Gerak PKK yang awalnya 27 Desember menjadi 4 Maret.


10 Program Pokok PKK


Untuk mencapai tujuan mulia dari PKK sebagai wadah pembinaan bagi keluarga-keluarga, gerakan ini memiliki 10 program pokok. Biasanya kita sering melihatnya di pojok taman RT atau RW, kalau sekarang masih banyak nggak ya yang tahu tentang program pokok berikut ini:

10 program pokok PKK

1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
2. Gotong Royong
3. Pangan
4. Sandang
5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
6. Pendidikan dan Keterampilan
7. Kesehatan
8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
10. Perencanaan Sehat

Visi Misi PKK


Hampir 12 tahun menjadi anggota PKK dan aku baru tahu kalau ternyata PKK memiliki visi misi semulia ini. Btw, kalau kalian sudah tahu belum, pals?

visi misi PKK

Visi:

Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera lahir dan batin.

Misi:

1. Meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui penghayatan, pengamalan pancasila, kegotong royongan serta kesetaraan dan keadilan gender.
2. Meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya keterampilan dan pengembangan koperasi.
3. Meningkatkan Ketahanan Keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan sehat dan layak huni.
4. Meningkatkan derajat kesehatan keluarga, kelestarian lingkungan hidup serta perencanaan sehat.
5. Meningkatkan pengelolaan Gerakan PKK meliputi kegiatan pengorganisasian dan peningkatan Sumberdaya Manusia.

4 Pokja dan Program Unggulan PKK


Ngobrolin soal Pokja PKK, selama ini aku tahunya ada 4 Pokja, yaitu pokja 1 yang merupakan bidang kerohanian, pokja 2 yang merupakan bidang pendidikan, pokja 3 yang merupakan bidang ketrampilan dan pokja 4 yang mengurusi hal-hal terkait posyandu.

pokja PKK

Baru kutahu sekarang, ternyata tidak sesederhana itu. Pada Rakernas VIII Tahun 2015 ditetapkan bahwa Pokja PKK meliputi:

Pokja I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga
Pokja II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga
Pokja III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga
Pokja IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan

Melihat nama pokja dan tanggungjawab di bawahnya ngeri-ngeri sedap. Terlihat cukup berat tugasnya ya. Apalagi saking susahnya nyari orang yang mau jadi pengurus, ketua pokja di PKK RT-ku digabung euy. Jadi ketua pokja 1 digabung dengan pokja 2, dan ketua pokja 3 digabung dengan pokja 4. Beneran kalau dibuat spaneng mikirin amanah yang sudah diberikan, kayanya mau bikin program saja pusing nih kepala.

Dari rasa pusing ini, aku kemudian menggali lebih dalam, ternyata tim penggerak pusat PKK sudah merumuskan program unggulan untuk setiap Pokja. Setelah baca program unggulan ini, aku jadi lebih paham tugas-tugas setiap pokja. Mau tahu apa saja program unggulan tersebut?

program unggulan PKK

Program Unggulan merupakan ciri khas Gerakan PKK untuk mencapai visi dan misinya. Program Unggulan ini dikategorikan sebagai program prioritas untuk tiap-tiap pokja. Program Unggulan yang dimaksud yaitu:
  • Pola Asuh Anak dan Remaja dengan penuh cinta dan kasih sayang dalam keluarga, yang merupakan program unggulan Pokja 1.
  • Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, yang merupakan program unggulan Pokja 2.
  • Pemanfaatan lahan melalui Program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK, yang merupakan program unggulan Pokja 3.
  • Hidup Bersih Sehat di dalam Keluarga dan Lingkungan dengan PHBS dan perilaku Cerdik (cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress), yang merupakan program unggulan Pokja 4.
posyandu sebagai sinergi semua pokja di PKK

Membaca ini aku jadi punya bayangan hal-hal apa saja yang bisa aku lakukan dan bagikan terkait dengan amanahku sebagai kader PKK untuk pokja 1 dan pokja 2. Dari sini aku juga baru tahu kalau ternyata Posyandu itu bukan ranahnya Pokja 4 saja. Posyandu yang merupakan kepanjangan dari Pos Pelayanan Terpadu seharusnya menjadi sinergi Pokja 1, 2, 3 dan 4. Maka dari itu dalam kegiatan Posyandu seharusnya bukan hanya ada kegiatan menimbang berat badan balita dan lansia, namun juga ada pembagian informasi terkait kesehatan, parenting, lingkungan hidup dan pengembangan ketrampilan terkait ekonomi keluarga.

Manfaat PKK untuk Emak Zaman Now


Setelah mempelajari sejarah, program dan visi misi PKK, aku jadi sadar bahwa sebenarnya PKK memiliki banyak manfaat untuk emak zaman now, antara lain:

Sebagai Sarana Silaturahmi

PKK sebagai sarana silaturahmi

Sadar atau nggak sadar emang generasi emak-emak zaman now cenderung kurang sosialisasi. Apalagi dengan kesibukan bekerja di ranah publik yang sangat menyita waktu. Biasanya di hari Minggu saat ada jadwal pertemuan PKK, ibu-ibu muda ini memilih pergi bersama keluarga untuk refreshing. Saking nggak pernah hadir pertemuan, banyak yang kurang mengenal tetangganya. Bahkan kalau ditanya satu per satu nama tetangga mungkin nggak hafal. Hehe, dan aku termasuk di dalamnya.

Mana aku memang tipe orang yang susah hafal nama. Ditambah jarang datang ke pertemuan PKK, jadi semakin lama hafal nama-nama tetangga. Butuh bertahun-tahun buatku hafal nama para tetangga sekaligus rumahnya. Itu juga yang gang belakang aku masih belum hafal rumahnya lo.

Pertemuan PKK menjadi sarana silaturahmi. Namun sayangnya sebulan sekali saja masih terasa berat untuk meluangkan waktu. Padahal kalau nggak pertemuan juga bakal jarang ketemu. Berbagai cara sudah dilakukan untuk meningkatkan prosentase kehadiran para ibu, namun biasanya nggak pernah lebih dari separuh yang hadir. Beberapa yang nggak hadir lebih memilih kena denda, toh nominalnya nggak seberapa. Termasuk aku nih yang suka begini. Hmm, memang harus sering-sering mengingat bahwa silaturahmi memiliki banyak manfaat, biar semangat hadir ke PKK ya.

Sebagai Sarana Belajar

PKK sebagai sarana belajar

Selain sebagai sarana silaturahmi, PKK juga bisa menjadi sarana belajar lo. Saat ini tim penggerak PKK sudah diisi oleh perempuan-perempuan cerdas, bahkan ada tim ahli di setiap pokjanya. Jadi sebenarnya ada banyak informasi dan wawasan yang bakal dibagikan setiap bulannya. Hanya saja seringkali informasi-informasi di pusat nggak turun secara menyeluruh hingga ke daerah. Namun tetap saja sekarang PKK sudah nggak jadi arisan semata kok, pals. Ada banyak informasi yang bisa kita dapatkan dan pelajari dari kegiatan ini.

Sebagai Sarana Berbagi Informasi

PKK sebagai sarana berbagi informasi

Banyak dari teman-teman komunitas sering berkeluh kesah betapa susahnya untuk mengajak tetangganya memiliki kesadaran tentang parenting dan wawasan-wawasan lainnya. Lalu kalau aku tanya, apakah hadir PKK? Hampir sebagian besar menjawab tidak. Padahal PKK adalah sarana yang tepat untuk berbagi informasi dan pengetahuan yang kita miliki. Namun tentu saja tidak bisa sekonyong-konyong membagikan apa yang kita tahu di pertemuan pertama. Kita harus kenalan dulu, tahu bagaimana karakter tetangga, dan tunjukkan kalau mau terlibat secara aktif.

Di awal bisa jadi hanya satu dua yang mau mendengarkan kita. Apalagi kalau kita termasuk generasi muda, yang dinilai belum punya banyak pengalaman. Seringnya akan dianggap sok tahu. Namun jangan berkecil hati, terus berbagi saja. Suatu saat akan tiba masanya mereka tahu manfaat dari informasi yang kita bagikan.

optimalkan peran diri lewat PKK

So, buat teman-teman yang merasa selama ini susah menggerakkan tetangga untuk lebih aware tentang lingkungan, parenting, dan kesehatan, mungkin salah satunya karena kita belum menjiwai PKK secara sepenuhnya. Padahal kalau kita mau aktif sebagai member atau malah menjadi pengurus PKK, insya Allah kita bisa perlahan menggerakkan masyarakat di lingkungan terdekat. Yuk, mulai bulan depan kita janjian berangkat ke pertemuan PKK ya…

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Sumber referensi:

  • https://tppkk-pusat.org/tentangkami/
  • https://www.masihsaja.com/2015/06/daftar-10-program-pokok-pkk-dan.html

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Mba ini materi pas sama buat edukasi pkk ntar sore mba....boleh tak bagi2 ilnunya mba....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com

Subscribe Our Newsletter