-->

Jurnal ke-1 Tahap Kupu-kupu: Berkenalan dengan Mentor dan 5 Mentee


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Akhirnya setelah terseok-seok di tahap kepompong, alhamdulillah bisa masuk juga ke tahap kupu-kupu. Padahal awalnya aku nggak yakin lo bisa bergabung dengan segerombolan kupu-kupu cantik yang sayapnya luar biasa indahnya. Aku mungkin salah satu kupu-kupu yang sayapnya belum terwujud sempurna, gara-gara tahap puasa tidak sempurna kujalani.

Memasuki tahap kupu-kupu pun bukan tanpa tantangan. Baru saja mau menikmati fitur mentorship yang ada di Facebook Group Bunda Cekatan, asam lambungku naik, aktivitasku sangat terganggu. Bahkan sampai detik terakhir pengumpulan jurnal, aku tak bisa berkutik. Untung sebelumnya aku sudah meminta izin kepada Kahima Semarang untuk setor terlambat jurnal pekan ke-1. Aku izin untuk setor berbarengan dengan jurnal pekan ke-2 karena jurnal pekan pertama belum selesai kususun. Sementara tubuhku semakin nggak bisa diajak kompromi.

Bukan kali pertama maagku kumat sampai asam lambung naik. Namun baru kali ini tubuhku sampai panas tinggi hingga berhari-hari, badan rasanya sakit semua, kepala migrain tak bisa kompromi. Pekerjaan yang harusnya kujalani mulai pekan ini pun dengan terpaksa kutolak. Untung kliennya baik banget.

Beberapa agenda mentorship pun terbengkalai. Padahal sebenarnya aku sudah mau mempersiapkan beberapa materi untuk kuterbitkan di Blogspedia, namun kondisi yang sungguh entah, membuatku harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Beruntung sebelum kondisi ambruk seperti itu, aku sudah sempat berkenalan dengan mentor dan 5 mentee-ku. Mau kenal juga dengan mereka?

Kenalan dengan Mbak Puji, Mentor Manajemen Emosiku


Berbeda saat menemukan mentee, yang sampai harus menolak beberapa nama karena sudah kelebihan kuota. Proses menemukan mentor adalah perjalanan yang tak mudah. Awalnya aku bingung mau fokus belajar apa di mentorship ini. Apakah meneruskan belajar SEO, ada satu mentor yang menarik untuk kugali ilmunya. Blogger dari Singapore yang setelah kutengok blognya… uwow banget. DA nya 29 gaesss! Pastinya sangat SEO banget karena memang pilihan nichenya sangat spesifik, kayanya wajib banget berguru kepadanya.

Namun setelah kupikir-pikir, kok aku mulai rada mual dari kemarin ngobrolin SEO. Jadilah kukesampingkan sejenak keinginan untuk belajar lebih dalam kepada mentor impian tersebut. Lalu aku kembali pada salah satu akar dalam mindmap-ku yang akhirnya belum tersentuh; manajemen emosi. Meski beberapa kelas kudapatkan di luar buncek, namun saat di buncek malah belum kusentuh sama sekali. 

Ditambah saat ini kurasakan betapa emosiku lagi acak adut. Kepalaku makin sering nyut-nyutan mendengar tetangga depan yang semakin sering ribut tak karuan setiap pagi, siang dan malam. Aku butuh teman ngobrol yang bisa memberikan kacamata baru, selain mentor dan konselor yang sudah kumiliki selama ini.

Sebelum melamar mbak Puji sebagai mentor, aku sempat melamar dua nama. Namun oleh nama pertama aku ditolak karena ternyata beliau sudah mendapatkan mentee. Nama kedua entah kenapa selalu gagal saat mau kukirimi pesan. Hingga akhirnya jodoh mempertemukanku dengan mbak Puji Febriani, seorang bunda cekatan yang tinggal di Bandung. Wah wah wah, sepertinya sedang sering berjodoh dengan Tetehs Bandung. Setelah Bunsay kemarin jadi fasilnya tetehs Bandung, kini ketemu mentor juga orang Bandung.

Dari sesi perkenalan, yang kurasakan mbak Puji seorang pendengar yang sangat baik. Beliau membiarkanku meluapkan semua yang ada di hati, kepala dan jari-jemariku. Tak pernah sedikit pun mbak Puji nge-cut ‘curhatan’ku. Senangnya ketika bisa meluapkan apa yang ada di hati dan kepala, ternyata sejarahku dan mbak Puji hampir sama. Jadilah rasanya semakin klik. Aaah, sudah nggak sabar untuk menjalani mentorship bersama mentor yang begitu lembut dan berhati luas ini.

Kenalan dengan 5 Mentee Bloggingku


Sebenarnya aku galau, mau menerima berapa mentee. Pada akhirnya aku stop di angka lima. Kupikir ini angka yang pas. Nggak terlalu banyak, juga nggak terlalu sedikit. Mementori blogger pemula juga bukanlah hal pertama buatku, karena sebelumnya pernah menjadi mentor untuk kelas blogging di Pejuang Literasi. 

finally, TLD juga nih Blogspedia!

Namun mentorship di Bunda Cekatan ini berbeda. Ada rasa deg-degan berkali lipat. Namun yang lebih menyenangkan, aku merayakan semangatku menjadi mentor blogging untuk pemula dengan membelikan TLD untuk Blogspedia. Yipiiee… sekarang udah nggak bersubdomain blogspot lagi nih si Blogspedia, hehe. Sengaja belinya yang murmer, jadi kalau updatenya belum bisa konsisten nggak sayang ngeluarin duitnya, wkwk.

Yuk, kenalan dengan 5 orang mentee kerenku dulu!

1. Tantri Mega Sanjaya

Bunda Cekatan dari IP regional Banten ini pengen belajar agar bisa konsisten dan bisa menjaga semangat untuk bisa terus menulis. Sudah pernah punya blog beberapa kali, tapi kemudian merasa isinya terlalu alay dan dihapus. Lalu banting setir microblogging di instagram. Sekarang ini sudah punya blog dengan nama Tantri Mega bisa diakses di tantrimegasanjaya.blogspot.com.

2. Nila

Kalau mbak Tantri dari Banten, maka selanjutnya ada mbak Nila dari IP Kediri Raya. Beliau tinggal di Blitar, tepatnya di perbatasan dengan Kediri. Karena seringnya ada di wilayah Kediri dan dulu juga tinggal di Kediri, mbak Nila mengaku lebih suka menyatakan dirinya sebagai orang Kediri.
Mbak Nila termasuk pengurus Manmedkom HIMA Kediri Raya. Tertarik dengan blogging, karena salah satu keinginannya adalah bisa menulis dengan baik.

Beliau bercerita sangat suka mencoret-coret, jadi ke mana-mana selalu bawa catatan dan bolpen. Ketika gabut sukanya bikin tulisan. Nah dulu itu pingin tulisan tersbeut terdokumentasi dan punya benang merah, biar tidak hilang dan tidak mencar-mencar. Namun karena berbagai hal akhirnya blog hanya menjadi sarana untuk mengerjakan tugas-tugas di Ibu Profesional.

Karena itu mbak Nila memilih mentorship menulis agar salah satu keinginan di mind map bisa tercapai. Blognya berjudul Langit Biru Nila, bisa dikunjungi di http://langitbiroekoe.blogspot.com/

3. Wiwit Widiastuti

Mbak Wiwit berasal dari IP Pekanbaru, tapi sebenarnya berasal dari Sragen. Profesi sebenarnya adalah dokter umum, tapi mbak Wiwit juga sangat suka menulis. Beliau sudah mulai menjadi content writer sejak tahun lalu. Mbak Wiwit juga sudah menerima artikel pesanan, menjadi content writer di salah satu akun parenting, dan nulis di IDN Times juga. Namun sekarang saat ini sedang pengen bikin blog sendiri. Blognya berjudul Serendipity, dan bisa diakses di www.serendipity.my.id.

4. Aprilia Hatni

Mbak April aslinya dari Jawa Timur, namun saat ini tinggal di Qatar. Mbak Lia berkata kalau tujuannya belajar di sini agar bisa menjaga konsistensi dan semangat dalam menulis. Karena ternyata dengan menulis membuat saya lebih bahagia dan bermakna, ea.. Blognya sendiri bisa diintip aprilhatni.blogspot.com.

5. Riny Nur Asia

Saat pertama kali bergabung dengan grup mentorship blogging, mbak Riny dari IP Bekasi ini mengaku kalau belum punya blog, meski suka menulis. Saat ini aktivitasnya adalah sebagai mompreneur. Namun alhamdulillah sekarang mbak Riny sudah punya blog berjudul Ruang Berkarya Bunda Riny yang bisa diakses di rinynurasia.blogspot.com. Mbak Riny juga sedang menyelesaikan proyek antologinya yang kedua lo.

Demikianlah sedikit perkenalan singkat bersama mbak mentor dan mbak-mbak mentee. Semoga ke depannya kami bisa semakin kompak untuk belajar bersama. Doakan juga aku segera sembuh dan bisa beraktivitas lagi seperti semula ya, pals.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter