6 Cara Mensyukuri Ukhuwah, Sudahkah Kita Praktekkan?

Konten [Tampil]
6 cara mensyukuri persaudaraan
Cara mensyukuri ukhuwah adalah hal yang hampir tidak pernah dibahas. Padahal di antara banyak hal dalam hidup yang harus disyukuri, ukhuwah atau persaudaraan adalah salah satu yang wajib kita syukuri. Apa jadinya kalau kita hidup sendirian di muka bumi? Pasti terasa sepi dan melelahkan bukan?

Bahkan meski kita termasuk sosok yang introvert sekalipun, kita pasti membutuhkan orang lain untuk bekerjasama, belajar dan bertumbuh bersama. Karena fitrahnya, manusia adalah makhluk sosial yang didesain sedemikian rupa untuk hidup secara berkelompok.

Bersyukur adalah sesuatu yang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan ilmu dalam memraktekkannya. Aku pernah menuliskan resume kajian bertemakan syukur pada bulan Agustus 2020. Dari situlah kemudian aku ingat bahwa masih memiliki resume kajian bertemakan ukhuwafillah yang belum sempat kuunggah. Dari resume tersebutlah, postingan hari ini hadir menyapa teman-teman kongkow.

Mengenal Ukhuwafillah

Tema ini kudapatkan dari kajian Sapa Pagi tertanggal 29 Juli 2020. Disampaikan oleh Ustaz Iwan Setiawan, Lc. Banyak hal penting yang beliau sampaikan dalam kajiannya. Membuat kita bisa lebih menghargai arti ukhuwafillah dan mensyukuri setiap perjalanannya.
Jika kita berukhuwah dengan baik, maka kita bisa saling mengingatkan dan mendukung proses tazkiyah/ penyucian jiwa.
Ukhuwah adalah nikmat dan karunia dari Allah kepada orang-orang yang IA kehendaki. Tidak semua orang bisa berukhuwah. Belum tentu orang yang punya banyak harta bisa membangun ukhuwah. Ukhuwah juga tidak bisa datang dengan bujuk rayu dan canda tawa.

Allah yang menyatukan ukhuwah. Menyatukan yang dekat ataupun menyatukan yang belum pernah saling bertemu sama sekali. Jika kita telah menyadari bahwa ukhuwah adalah nikmat dari Allah, maka harus kita jaga dan syukuri sebaik-baiknya.

Cara paling sederhana yaitu;
Apabila kita menyadari bahwa ukhuwah mulai longgar ikatannya, maka PR kita adalah mengencangkan kembali ikatannya.
Mengenai Ukhuwafillah termaktub dalam QS Al Anfal: 63;
Al Quran Surat Al Anfal ayat 63
Jika Allah sudah mengikat hati-hati hambaNya, maka tidak akan ada yang mampu mengguncangnya.
Ukhuwafillah adalah bentuk ikatan persatuan yang paling kuat. Bisa terbentuk karena;
  1. Nasab
  2. Harta/ bisnis/ kerjasama
  3. Hobi
  4. Profesi
Ikatan-ikatan selain karena Allah adalah ikatan yang rapuh. Bahkan ikatan nasionalisme jika bukan karena Allah maka hanya akan menjadi ikatan yang rapuh. Maka sudah sepatutnya kita menguatkan ikatan persaudaraan karena Allah, sehingga ukhuwah akan lebih punya ruh untuk senantiasa dalam kebaikan.

Maka tak heran jika setan senang mengganggu ikatan persaudaraan sesama muslim. Setan tentu tak senang melihat muslim yang saling mengasihi, maka mereka selalu mencari cara untuk memutuskan ikatan tersebut. Jika menengok kondisi umat muslim saat ini, lihat kan bagaimana sesama muslim saling mengafirkan, saling menuduh satu sama lain dan bukannya saling merangkul?

Ukhuwafillah juga disampaikan lewat Al Quran Surat Ali Imran ayat 103;
Al Quran Surat Ali Imran ayat 103
Pondasi ukhuwafillah saling terhubung karena ruh. Ruh yang saling mengenal akan saling bertaut. Ruh yang tidak saling mengenal akan saling terpecah-belah.

Jika kita lebih dekat dengan ruh orang-orang beriman, maka insya Allah kita juga akan diberikan dengan keimanan. Jika kita lebih dekat dengan ruh orang-orang yang suka berbuat keburukan, maka buruklah ruh kita.

Ukhuwahfillah merupakan buah dari keimanan. Iman mengalami pasang surut, begitu pula dengan ukhuwah kita. Jika iman bertambah, ketaatan kita pada Allah juga akan bertambah, ruh juga akan menjauhi kemaksiatan, ukhuwahfillah pun semakin erat dengan sesama muslim. Sebaliknya, ketika iman kita berkurang, maka ukhuwahfillah dengan sesama muslim juga semakin longgar.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik;
Tidaklah dua orang yang berkasih sayang di jalan Allah, kecuali orang yang paling cinta Allah diantara keduanya itu lebih cinta kepada saudaranya.
Ukhuwafillah merupakan salah satu kenikmatan dari Allah yang akan diabadikan di surga. Orang-orang mukmin yang saling bersaudara di dunia, kelak akan dipertemukan di surga. Penawar kesedihan adalah berjumpa dengan saudara seiman.

Dalam Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Anas bin Malik lainnya, diceritakan;
Ada seseorang bertanya, “Ya Rasulullah kapankah datangnya hari kiamat?
Rasulullah menjawab, “Apa yang sudah kau siapkan untuk menghadapi hari kiamat.”
Orang tersebut menjawab, “Ya Rasulullah, aku tidak memiliki amalan sholat dan shaum. Tapi aku menyiapkan kiamatku dengan mencintai Allah dan Rasulullah.”
Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya kelak orang yang saling mencintai akan dipertemukan dan dipersatukan di surga.”
Orang-orang yang saling mencintai karena Allah, meski tak punya hubungan rahim, atau kepentingan bisnis akan menjadi orang-orang paling bahagia. Orang yang saling mencintai karena Allah, akan diberikan naungan oleh Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali dariNya.

Jika seseorang menempuh perjalanan untuk bertemu saudaranya, maka malaikat akan menerangi jalannya. Allah akan memberikan kecintaan kepada seseorang yang menempuh perjalanan untuk bertemu saudaranya disebabkan karena kecintaannya kepada Allah.

Masya Allah ada banyak nikmat dan kecintaan yang Allah berikan kepada kita jika mampu menjaga ukhuwah. Tentu sudah pasti kita harus mensyukurinya dengan cara yang tepat.

Syarat Ukhuwahfillah

Tidak semua persaudaraan itu baik di mata Allah, berikut ini adalah syarat-syarat sebuah hubungan yang layak disebut sebagai ukhuwahfillah:
  1. Ukhuwah murni karena Allah SWT, bukan karena dunia atau takut ketertinggalan dunia.
  2. Ukhuwah diiringi iman dan taqwa.
  3. Prinsip ukhuwah harus saling nasehat-menasehati.
  4. Ukhuwah diwujudkan dalam taawun (tolong-menolong).
Sebagaimana iman, ukhuwahfillah pun bisa mengalami pasang surut. Oleh karenanya ada 2 hal yang tak boleh kita lupakan untuk membuat ukhuwah menjadi lebih erat. 2 hal tersebut yaitu;
  • Saling berkabar akan kecintaan kita pada sesama muslim.
  • Doakan saudara kita saat fisik terpisah jarak, ketika bertemu saling ucapkan salam.
mensyukuri persaudaraan dengan memenuhi hak sesama muslim

6 Cara Mensyukuri Ukhuwah

Kini tibalah saatnya kita mencari tahu bagaimana mensyukuri ukhuwahfillah. Sebenarnya cara-cara ini sudah kita ketahui, tetapi mungkin tak menyadari bahwa hal tersebut adalah bentuk kesyukuran terhadap nikmat ukhuwah yang Allah berikan.

Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairoh, Rasulullah SAW bersabda: "Hak Muslim kepada muslim yang lain ada 6, yaitu:
  1. Jika berjumpa hendaklah saling mengucapkan salam.
  2. Jika diundang, hendaklah memenuhi undangannya.
  3. Jika diminta pertolongan, maka tolonglah.
  4. Jika saudaramu bersin lalu kemudian memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), maka doakanlah (ucapkan Yarhamukallah).
  5. Jika dia sakit, maka kunjungilah.
  6. Jika meninggal maka ikutilah (antarlah) jenazahnya hingga ke pemakaman.
Pasti teman-teman kongkow sudah tak asing bukan dengan 6 hak muslim tersebut? Dengan memenuhi 6 hak tersebut, maka sejatinya kita sedang mensyukuri ukhuwahfillah. Mengabaikan hak-hak tersebut, sama saja kita sedang kufur atas nikmat yang Allah berikan dalam bentuk persaudaraan.

Demikianlah hal yang bisa kubagikan mengenai cara mensyukuri ukhuwah. Ambil baiknya, buang buruknya ya. Jika ada kesalahan dalam menuliskan resume kajian ini, maka murni kesalahanku yang mungkin kurang tepat dalam memahami isi kajian. Semoga bermanfaat, pals.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment