header marita’s palace

Naik Kelas Saat Pandemi? Bisa Banget Bersama ASUS VivoBook 14 A416

1 comment
Konten [Tampil]
belajar dan bekerja bersama asus vivobook 14 a416
ASUS VivoBook 14 A416 mengingatkanku akan sebuah mimpi yang sempat terkubur dalam-dalam di masa pandemi. Di masa yang nggak mudah ini, jangankan memimpikan punya laptop baru, bisa tetap makan tiga kali sehari sudah syukur alhamdulillah.

Pandemi covid-19 memang telah meluluhlantakkan banyak rencana. Mimpi demi mimpi berguguran. Harapan yang terus digaungkan setiap harinya hanyalah bisa tetap sehat wal’afiat seluruh keluarga dan pandemi ini segera berlalu. Asam lambungku bahkan sempat naik berkali-kali hingga membuatku mengalami gangguan kecemasan.

Aku yang tahun lalu sempat bertekad untuk mengembangkan sayap lebih lebar dari seorang momblogger menjadi content creator, pada akhirnya justru memilih berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia maya. Rasanya lelah bertubi-tubi. 
covid dan dampaknya pada kehidupan
Tak bisa dipungkiri sebagai seorang ibu, rasa-rasanya energiku habis untuk menemani anak belajar di rumah. Sungguh menjadi guru tidaklah mudah. Aku butuh kondisi fisik dan psikis yang baik agar anakku nyaman belajar bersamaku. Sekalinya fisik dan psikisku terganggu, bisa dipastikan jadwal belajar anakku pun ambyar.

Aku yang terbiasa ngeblog ataupun menulis artikel pesanan untuk klien pada dini hari, selama pandemi justru sering gagal bangun di ‘jam-jam kerja tersebut.’ Energiku benar-benar sudah habis dirampas di jam-jam sekolah anakku. Yang biasanya siang hari saat kakak sekolah, aku bisa santuy rebahan sambil mengawasi adik bermain. Selama pembelajaran jarak-jauh (PJJ) berlangsung, konsentrasiku terpusat menjadi guru bagi kakak.

Ketika membersamai kakak belajar, tak jarang adiknya merasa dicuekin. Lalu mulailah dia mencari cara menggoda kakak dan bundanya. Akhirnya drama-drama kecil pun dimulai. Saat psikis sedang tak oke, dijamin kepala emak pun mendadak bertanduk dua.

Kadang kala aku memaksakan diri tetap terbangun pada dini hari untuk mengeksekusi beberapa tulisan. Lalu pagi hingga siang, kuhabiskan waktu bersama anak-anak. Setelah jam sekolah usai, aku baru bisa menyentuh urusan domestik. Hasilnya?

Sehari dua hari sih tak masalah, tapi kalau setiap hari ternyata berdampak tak oke di tubuhku. Aku jadi rentan sakit. Bersyukur punya partner in crime (baca: suami) yang super duper helpful dan suabar banget. Nggak pernah komplain kalau rumah berantakan atau istrinya nggak sempat masak. Namun tetap saja jika terus-terusan seperti itu, lama-lama aku merasa nggak becus saja sebagai istri dan ibu.
celoteh maritaningtyas
Begitulah secuil drama PJJ yang kualami. Bersyukur, kini aku sudah mulai bisa beradaptasi. Apalagi jika mendengar banyak cerita dari sesama ibu yang juga mengalami hal sama, aku merasa tak sendiri melalui kesulitan ini. PR saat ini adalah kembali pada jalur mimpi yang sudah kugambar dalam life mapping-ku tahun lalu.

Tak apalah beberapa bulan lalu aku sempat mundur sejenak. Bukankah sesekali kita memang perlu mundur sejenak untuk melompat lebih tinggi? Dan sepertinya ASUS VivoBook A416 akan bisa menjadi sahabatku untuk naik kelas dengan mulus.

Naik Kelas di Masa Pandemi, Bisa Nggak Ya?

Pasti teman-teman kongkow bertanya-tanya ya apa maksud naik kelas yang kusebut sejak dari awal postingan? Bersamaan dengan kakak memasuki semester kedua di sekolahnya, aku pun harus merancang kembali jadwal kegiatan di rumah agar tak bentrok dengan beberapa aktivitasku.

Aku tak mau lagi asam lambung kambuh dan gangguan kecemasan menghampiri. Aku ingin bisa kembali produktif sebagai seorang ibu sekaligus blogger, tanpa harus mengorbankan salah satunya. Prioritas pasti ada, tapi aku yakin dengan manajemen waktu yang baik, menjadi istri, ibu, guru dan blogger bukannya hal yang tak mungkin.

Angin segar sempat diembuskan oleh Pak Nadiem Makarim, sang menteri pendidikan. Pembelajaran tatap muka di sekolah boleh dilakukan mulai semester ini. Namun sayang, kabar tersebut tidak seiring sejalan dengan fakta yang ada di lapangan.

Kurva covid-19 meningkat, bahkan lingkup kecamatan tempatku tinggal menjadi salah satu kecamatan dengan kasus covid tertinggi. Maka sudah bisa dipastikan kalau sekolah harus kembali dilakukan secara daring.
ketika laptop asus rusak
Bukannya aku tak bersiap dengan kemungkinan ini. Karena suamiku bekerja di salah satu rumah sakit milik pemerintah pastinya aku sedikit tahu bagaimana kondisinya. Hanya saja ada satu hal yang membuatku ketar-ketir.

ASUS VivoBook A407M yang 2 tahunan ini menemaniku bekerja mulai memberikan sinyal-sinyal kelelahan. Aah, ternyata bukan cuma pemiliknya yang mulai error.

Nggak heran sih kalau laptop kesayanganku ini mulai memberikan tanda-tanda ketidakberesan. Jika sebelum pandemi hanya kupakai saat dini hari hingga subuh menjelang. Sejak pandemi laptop tersebut dipaksa bekerja lebih keras.

Pagi sampai siang harus membantu si kakak sekolah daring. Kadang setelah kakak daring, aku menggunakannya untuk mengolah konten video. Tentu saja agar dini hari aku bisa fokus untuk menyelesaikan tulisan.
laptop asus baru
Masalahnya, laptop A407M memiliki spesifikasi yang kurang tepat untuk video editing. Akhirnya seluruh hardware yang dimilikinya terpaksa bekerja super keras. Tak jarang laptopku itu tiba-tiba ngelag selama beberapa menit. Namun masih saja kupaksakan untuk melakukan pekerjaan yang bukan bidangnya. Duh, sungguh aku pemilik yang sangat egois ya, pals?

Karena speknya tak cocok untuk video editing, akhirnya pemrosesan video pun membutuhkan waktu yang lebih lama. Apalagi kalau durasi videonya cukup panjang. Itu belum waktu yang digunakan untuk mengunggahnya ke YouTube. Alhasil, A407M-ku sering menyala hampir 24 jam.

Muncul layar biru saat sedang digunakan adalah penyakit terbaru yang sekarang ini sering mendatangi laptop berwarna abu-abu tersebut. Makanya saat sekolah kakak memasuki semester kedua ini, aku sungguh semakin ketar-ketir. 
cara beli laptop baru
Iya sih, kakak masih bisa menggunakan HP untuk sekolah daringnya. Namun layar HP yang tak terlalu lebar, membuat kakak sering melihat terlalu dekat. Aku tak mau matanya bermasalah karena hal itu.

Makanya kini aku memberanikan diri untuk kembali bermimpi; 
bisa naik kelas bersama VivoBook 14 A416!
Dengan A416, aku yakin kakak bisa lebih nyaman sekolah daringnya sehingga nanti bisa naik kelas dengan lebih lancar. Aku juga bisa bekerja lebih optimal menggunakan laptop yang memiliki spesifikasi mumpuni.

Kenapa Harus ASUS VivoBook 14 A416?

Pasti teman-teman kongkow bertanya-tanya ya, kenapa harus VivoBook 14 A416? Kan banyak tipe ASUS lainnya? Atau malah brand laptop lainnya? 
alasan membeli asus
Sini deh aku bisikin kenapa menjatuhkan pilihan pada laptop yang memiliki 2 pilihan warna elegan ini.

1. Because It’s ASUS!

Dengan pengalamanku menggunakan A407M selama 2 tahunan, ditambah beberapa bulan ini kadang dipinjami ASUS VivoBook A442U milik suami, aku bisa pastikan bahwa ASUS memiliki performa terbaik.

A407M-ku yang speknya tak terlalu tinggi saja sudah cukup kencang performanya untuk beberapa pekerjaan standar, seperti mengetik dan browsing. Begitu merasakan VivoBook A442U yang dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 generasi kedelapan, aduuuh mak wuzzz, pals.
asus best brand
Lalu pikiranku pun melayang, kalau generasi kedelapan saja sekeren ini, VivoBook A416 terus sekeren apa dong?

Selain pengalaman pribadi yang kumiliki, siapa sih yang nggak kenal ASUS? Brand yang dulunya dikenal sebagai produsen motherboard berkualitas tinggi ini telah bertransformasi menjadi pembuat laptop berkelas. Bahkan dari 2018 sudah sering mendapatkan award atas kualitas produknya yang memang jempolan. Dengan semua fakta ini, mana mungkin ku pindah ke lain hati kan?

2. Super Cepat dan Efisien

VivoBook A416 hadir dalam beragam tipe. Spek yang ditawarkan mulai dari Intel Celeron N4020 sampai Intel® Core™ i5 generasi ke-10! Dari yang dipersenjatai dengan Intel UHD Graphics hingga dan diskrit NVIDIA® MX330!
Review Asus VivoBook dengan Intel Generasi 10
Varian komplit yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Tentu saja melongok kebutuhanku yang kini tak hanya menjadi blogger dan content writer, aku mengincar ASUS VivoBook 14 A416 dengan spek tertinggi; prosessor Core i5, grafis NVIDIA GeForce MX330. DDR RAM 4GB, Hardisk 1TB HDD + 256GB PCIe SSD. Dengan spek tersebut, aku sudah membayangkan betapa sekolah daring kakak dan pekerjaan harianku akan bisa dijalani dengan lebih cepat dan efisien.

Bahkan jika nanti diperlukan, DDR RAM-nya masih bisa ditambah up to 12 GB lo. Waaah, kalau RAM-nya segini sih yang ada nanti dihakmilik sama suami, wkwk.

3. Windows 10 Home Pre Installed

sistem operasi windows
Nggak perlu repot-repot installing sistem operasi sendiri. Ya, meski suami bisa diandalkan untuk urusan beginian, tapi mendapatkan sistem operasi Windows yang berlisensi kan nggak murah. Makanya selalu happy kalau bisa beli laptop yang didalamnya sudah dilengkapi dengan sistem operasi. Jadi tinggal pakai saja deh! 

4. Penyimpanan Super Longgar

Tipe yang kuincar dari ASUS VivoBook seri terbaru ini adalah tipe dengan dual storage. Artinya, selain memiliki 1 TB Hardisk, dilengkapi juga dengan 256 PCle SSD. 

Pengalamanku mengoperasikan laptop ber-SSD, kinerjanya jauh lebih cepat dan jarang ngelag. Hanya saja SSD biasanya hadir dengan ruang yang tak terlalu besar, A407M-ku hanya dilengkapi SSD 128 MB, jadilah ruang penyimpanan internalku cepat penuh. Harus sering menghapus data yang sudah tak diperlukan. Nggak bisa lagi menyimpan banyak film dan drakor favorit, hehe.
dual storage vivobook asus a416
Nah, kalau ada dua tipe penyimpanan di sebuah laptop, pastinya bakal menunjang kebutuhan banget kan?

SSD bisa digunakan untuk instal aplikasi agar respon dan waktu load-nya lebih cepat. Sementara untuk menyimpan data dan file berukuran besar, gunakan saja HDD. Nggak perlu bingung lagi pilih-pilih file mana yang harus dihapus. Senangnya hatiku…

5. Tampilan Layar dengan Sistem NanoEdge

Kalau poin ini sih sudah tak diragukan lagi. Layar NanoEdge pada setiap seri ASUS memberikan area layar yang luas sehingga mampu menghadirkan pengalaman bekerja dan sekolah daring yang lebih nyaman. Pilihan panelnya bisa mencapai resolusi Full HD dengan sudut pandang lebar. Selain itu juga memiliki lapisan anti-silau sehingga gangguan yang tidak diinginkan bisa dihalau. 
nano edge display dari asus
Aah, pasti kakak jadi lebih semangat sekolahnya kalau layar laptopnya nyaman di mata. Aku pun bisa lebih betah berlama-lama menatap layar laptop untuk ngeblog dan editing beragam konten.

6. Menjadikan Hidupku Lebih Dinamis

Aku adalah typical orang yang terencana, tapi juga suka kejutan. Dan ASUS VivoBook 14 A416 adalah paket lengkap untuk memenuhi kebutuhanku tersebut. Berat laptop ini hanya 1,6 kg! Jika nanti pandemi sudah usai dan aku harus ke lokasi event yang diharuskan membawa laptop, punggungku tak akan kesakitan. Maklum sudah makin berumur nih, wkwk.

Karena laptop ini enteng, aku juga nggak perlu khawatir membiarkan kakak membawa laptop ini sendirian. Jadi, saat si adik lagi drama, dan aku harus menenangkannya, kakak bisa dengan mudah mengangkat laptop ini ke ruang belajar. 
dua warna asus
Tak hanya itu, dua warnanya yang elegan semakin membuat hidupku terasa lebih modern dan dinamis. Hmm, enaknya pilih yang Transparent Silver atau Slate Grey ya, pals? Kasih sarannya dong.

7. Fingerprint Sensor

Sebagai orang yang sering lupa password, aku kadang gemes sendiri kalau mau buka laptop. Berkali-kali isi password, eeeh zonk. Alias salah terus. Iya sih, ada hint yang diberikan untuk membantu kita mengingat password log in
sensor fingerprint fron windows hello
Namun kalau lagi butuh kerja cepat, terkendala lupa password itu sungguh menjengkelkan. Nah, A416 bakal menyempurnakan kinerjaku dengan sensor sidik jarinya. Jadi, kalau lagi butuh cepat log in, cukup satu sentuhan… dan voila… selamat datang di ruang kerja!

8. NumberPad

Waktu kenalan sama ASUS ZenBook Pro 15 UX580, aku selalu bermimpi punya laptop yang touchpad nya ada fitur NumberPad-nya gitu. Dan VivoBook A416 punya dong fitur ini. Siapa yang nggak tambah semangat pengen segera meminangnya?

ASUS NumberPad membuat semua pekerjaan yang butuh ketik-ketik angka jadi jauh lebih mudah. Kebetulan aku sering merekap data fee tim penulis konten di Google Sheet yang membuatku harus sering menekan tombol angka. Nah, dengan NumberPad, aku hanya perlu ketuk ikon panel sentuh untuk mengubah panel sentuh menjadi panel angka.

Asyiknya lagi, NumberPad ini diterangi LED. Seru dan canggih kan, pals?
numberpad dan keyboard yang nyaman

9. Keyboard yang Nyaman Banget

Karena pekerjaanku lebih banyak dengan ketik-mengetik, maka laptop yang memiliki keyboard nyaman adalah kebutuhan utama! Syukurnya A416 diperkuat dengan keyboard full-size yang kokoh dan memiliki key travel berukuran 1,4 mm. Dijamin kegiatan mengetikku pasti jadi lebih mengasyikkan.

Hal lain yang membuatku happy adalah keyboardnya sudah dilengkapi dengan backlit. Pas banget buatku yang sering mengetik pada dini hari dan suka nggak tega menghidupkan lampu. Maklum ngetik di kamar ataupun di ruang tamu, bakal ada yang terganggu kalau lampu dihidupkan. Dengan adanya backlit, aku pasti sangat terbantu. 

Aku nggak perlu mengetik gelap-gelapan, anak-anak dan suami tetap bisa tidur lelap. Jadinya minus mataku bisa nggak nambah lagi deh. 

10. Konektivitas Mumpuni

konektivitas asus mumpuni
Untuk urusan konektivitas, aku nggak perlu meragukan ASUS. Dari yang kubaca, ASUS VivoBook 14 A416 sudah dilengkapi dengan port USB-C® 3.2, yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10x lebih cepat dari koneksi USB 2.0.

Jangan khawatir, port tersebut sudah mencakup port USB 3.2 Tipe-A dan USB 2.0, output HDMI, dan microSD reader. Mau menghubungkan laptop ke TV, layar, proyektor ataupun periferal lainnya, dijamin lancar.

11. Proteksi Tambahan yang Daebak!

Sepertinya sih baru di seri ini, ASUS menghadirkan fitur peredam getaran HDD E-A-R® untuk melindungi data yang kita miliki dari setiap benturan. Selain itu ada fitur sasis yang diperkuat untuk meningkatkan pengalaman mengetik dan memungkinkan cover dapat dibuka-tutup dengan satu gerakan yang mulus. Inovasi ASUS memang tiada duanya ya?

Berikut ini penjelasan lebih lengkap terkait beberapa ekstra proteksi yang dibenamkan pada VivoBook 14 A416:
extra protection from ASUS Vivobook A416

A. E-A-R® HDD protection

HDD laptop umumnya lebih rentan terhadap kerusakan fisik dibandingkan dengan SSD. HDD yang digunakan pada ASUS VivoBook 14 A416 sekarang memiliki fitur peredam guncangan yang memiliki julukan HDD E-A-R®. Fungsinya yaitu untuk melindungi data dari benturan fisik.

Perlindungan pada hard drive ini secara aktif dan otomatis mampu mendeteksi guncangan dan getaran di ketiga sumbu. Alhasil, efektif bisa mengurangi kemungkinan kerusakan yang terjadi pada HDD.

Aku jadi bisa tenang saat laptop dibawa ke sana ke mari sama kakak. Maklum namanya anak-anak suka gonta-ganti posisi belajar. Bosan di kamar pindah ke ruang tamu, terus nanti pindah lagi ke posisi lain. Aku sering menegurnya kalau terlalu sering membawa laptop pindah lokasi, takutnya berdampak pada hard drive laptopnya. Kalau ada sistem proteksi ini di VivoBook A416, nggak perlu khawatir deh.

B. Reinforced Lid

Bagian penutup laptop ini memiliki desain yang diperkuat. Tentu ada alasan di baliknya dong, yaitu berfungsi seperti pelindung benturan pada bagian sisi mobil. Desain ini memberikan dukungan struktural untuk cover, layar, dan engsel. Urusan buka-tutup laptop jadi lebih mudah, nyaman dan tetap bikin hati tenang.

C. Reinforced Chassis

Chassis alias sassis merupakan bagian penahan logam yang terletak di bawah keyboard. Sassis yang ada pada ASUS VivoBook 14 A416 ini memberikan platform yang jauh lebih stabil saat mengetik dan menggunakan touchpad. Selain memberikan struktur desain yang lebih kaku tapi tetap nyaman dioperasikan, sassis ini juga memperkuat engsel dan melindungi komponen internal.

12. MyASUS

Bukan laptop ASUS kalau tak punya MyASUS. Fitur ini adalah salah satu unggulan yang dimiliki laptop ASUS. Karena dengan fitur ini, lebih mudah untuk mengakses serangkaian aplikasi ASUS yang membantu kita memaksimalkan laptop. Kita bisa menghubungkan laptop dengan smartphone. Kinerja laptop bisa diatur melalui fitur ini dan ada banyak dukungan purna jual yang tersedia. Pokoknya laptop ASUS tanpa MyASUS bagaikan sayur kurang garam deh.

6 Rencana Besar Bersama VivoBook A416

Sekarang sudah tahu kan kenapa aku yang sempat nglokro bisa kembali semangat melihat kehadiran ASUS VivoBook 14 A416? Setidaknya ada 12 keunggulan yang bisa memaksimalkan kinerjaku dan membantu anakku bersekolah daring dengan lebih nyaman.

Bahkan aku sudah menyusun beberapa rencana bersama A416, mau tahu?
asus vivobook dan mimpi momblogger

1. Blogger Naik Kelas

Satu hal yang membuatku semangat selama masa pandemi ini adalah banyaknya kelas blogging bertebaran pada pertengahan hingga akhir tahun lalu. Mengikuti kelas blogging menjadi penawar di saat pandemi menghimpit.

Sayangnya dengan keterbatasan fisik dari laptop kesayanganku yang mulai uzur, aku mulai kesusahan saat harus membuka banyak tab di Google Chrome. Apalagi ditambah membuka Zoom saat mengikuti kelas blogging. Semakin dipaksa, semakin aku mengasihani laptop abu tuaku itu.

Spek terbatas pada laptop tersebut seharusnya memang tidak menjadi alasanku untuk mengembangkan diri. Lha wong banyak blogger yang berkembang hanya dengan menggunakan HP. Namun untukku yang sudah terbiasa berkreativitas dengan laptop, rasa-rasanya melelahkan jika harus bekerja dengan laptop yang ngos-ngosan. 

Maka cita-cita pertamaku saat sudah memiliki laptop VivoBook A416 yang speknya lebih mumpuni, aku akan lebih sering mengikuti kelas-kelas blogging. Kemarin banyak sekali kelas blogging yang kulewatkan karena laptop yang tiba-tiba ngadat. Aku berharap dengan memiliki laptop berspek kece, kegiatan belajarku juga jadi lebih optimal.

Masih ada banyak kelas blogging yang kuikuti, terutama terkait SEO. Dengan laptop yang lebih nyaman pastinya belajar SEO bisa lebih hebring. Aku juga ingin aktif kembali mengikuti berbagai kontes blogging, syukur-syukur bisa menjuarainya. 

2. Mengembangkan Blogspedia Group

Hal berikutnya yang ingin kulakukan bersama ASUS A416 yaitu mengembangkan Blogspedia Group dengan lebih optimal. Di trimester akhir tahun lalu, aku nekat membuka kelas blogging untuk pemula yang kuberi nama Blogspedia Coaching for Newbies. Alhamdulillah senang rasanya bisa membantu teman-teman yang ingin belajar ngeblog dari nol. 

Berhubung grup Whatsapp-nya nggak mau dibubarkan, grup yang tadinya untuk sharing materi-materi terkait ngeblog, kuoptimalkan menjadi grup blogwalking. Teman-teman yang punya materi baik terkait blogging ataupun di luar blogging, boleh berbagi di grup itu. 

Tak jarang beberapa teman membutuhkan tutorial tentang beberapa teknik blogging. Dengan laptop yang lebih mumpuni, aku bisa menyediakan tutorial dengan lebih ciamik.

Selain itu, Blogspedia juga kujadikan branding sebagai agensi kepenulisanku. Sejak 2012, aku memang sudah menggeluti dunia penulisan konten. Namun baru pada akhir 2020, aku berani merekrut beberapa  teman untuk kujadikan timku. 

Ya, aku mulai kewalahan menulis sendiri. Namun menolak job dari klien yang sudah berlangganan kok ya sayang. Maka dengan membangun Blogspedia Group, aku harapkan bisa membantu menyenangkan klien sekaligus berbagi sedikit rezeki untuk teman-teman.

Meski sudah punya tim, bukan berarti pekerjaanku lebih ringan. Ya, aku memang menulis artikel lebih sedikit. Namun aku tetap harus bertanggungjawab pada kualitas artikelnya. Aku harus mengecek artikel-artikel yang dibuat timku, baik dari segi kualitas tulisan, juga apakah ada plagiasi di dalamnya. selain itu aku juga merekap hasil tulisan beserta fee yang mereka dapat.

Maklum belum kuat menggaji admin, jadi urusan tersebut masih harus kupegang sendiri. Nah, untuk melakukan tugas-tugas tersebut, rasanya panas dingin kalau pakai laptop yang sudah mulai lemot. Kuharap dengan memiliki VivoBook A416, aku bisa bekerja dengan lebih maksimal. Nggak ada alasan lagi untuk malas karena laptop yang suka ngelag.

3. Menciptakan Sekolah Daring yang Lebih Berkesan

Bagi kakak yang seorang introvert sama seperti emaknya, bertatap muka lewat aplikasi Zoom atau sejenisnya saat sekolah daring adalah tantangan terbesar. Saat sudah mulai beradaptasi dengan keadaan, eh tiba-tiba laptopnya ngadat dan muncul layar biru, jadilah mood si kakak drop. Sebagai ibu aku merasa sedih.

Sementara laptop suami pun jarang ditinggal di rumah, karena ia membutuhkannya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di kantor. Harapanku dengan adanya laptop ASUS A416 yang layarnya sudah FHD dan NanoEdge Display, kakak bisa lebih semangat belajar daringnya. Aku juga berencana akan mengajaknya untuk mengikuti beberapa playdate online sesuai dengan bakat minatnya.

4. Belajar Desain Grafis bersama Kakak

Sebagaimana impianku di pertengahan tahun lalu, aku ingin mengembangkan diri tidak hanya sebagai blogger, tetapi juga sebagai content creator. Maka aku perlu belajar beberapa hal yang dibutuhkan untuk menjadi content creator yang berkualitas.

Salah satunya yaitu belajar desain grafis dengan lebih memadai. Selama ini pengen banget bisa belajar Adobe Photoshop, Corel Draw, Medibang dan beberapa aplikasi sejenis, tetapi aplikasi tersebut membutuhkan spek laptop yang mumpuni. Dengan laptopku yang ada sekarang, rasanya masih kurang nendang gitu.

Nah, A416 yang sudah dipersenjatai dengan NVIDIA grafis pastinya bakal membantu sekali saat belajar grafis. Kebetulan si kakak juga mulai menunjukkan kesukaannya pada desain grafis, kayanya seru ya belajar bareng anak yang mulai beranjak gede ini.

5. Belajar Video Editing Lebih Profesional

Selain desain grafis untuk microblogging di media sosial, aku juga ingin mengembangkan skill di bidang video editing. Kalau laptopnya udah dibekali prosesor Intel generasi 10, kartu grafis yang nggak main-main dan ruang penyimpanan yang super longgar, belajar video editing bakal lebih nyaman kan? Siap buat install dan belajar aplikasi video editing yang lebih mumpuni dong!

6. Fokus Membesarkan Channel YouTube

Selain ngeblog, aku suka berbagi cerita lewat video. Sayangnya beberapa bulan ini aku mandheg update konten karena ngos-ngosan saat proses mengedit video. Maklum, laptopku nggak didedikasikan untuk pekerjaan seberat itu. 

Proses rendering dengan laptop low end benar-benar seperti kerja rodi. Bahkan beberapa kali muncul warning box dari aplikasi yang kugunakan bahwa spek laptop tidak sesuai dengan persyaratannya. Tapi masa iya mau ngedit video aja harus nungguin dipinjami laptop suami? Bisa nggak kelar-kelar kan kerjaannya. 

Apalagi kalau ada artikel yang memang membutuhkan tambahan video sebagai footage-nya. Duh sediih banget deh melihat laptopku yang ngos-ngosan. Harapanku setelah VivoBook A416 ada di tangan, aku bisa lebih konsisten membesarkan channel YouTube. 
harga asus vivobook 14 a416
Baru menuliskan agenda-agenda impian bareng ASUS VivoBook 14 A416 saja aku sudah sangat berbinar-binar, apalagi kalau benar-benar memilikinya. Doakan aku semoga cita-citaku untuk naik kelas bersama laptop keren ini terwujud ya, pals! Tetap semangat meski kaki-kaki covid di tanah air belum juga terangkat! Stay healthy, stay safe and stay productive!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Keren ya, apalagi touchpadnya ada kalkulatornya, kayak zenbook. Padahal harganya jauh dibawah zenbook

    ReplyDelete

Post a Comment