header marita’s palace

Kenali Gejala Kanker Hati, Penyakit yang Diidap Gary Iskak

Konten [Tampil]
gejala kanker hati gary iskak
Buat pecinta layar lebar Indonesia tahun 2000an, nama Gary Iskak tentunya tak asing lagi. Pernah berjaya di beberapa film dan bahkan sempat masuk nominasi Most Favorite Actor di ajang MTV Indonesia Movie Award 2007 lewat film D’BIJIS. Kini kondisi suami dari RIcha Novisha ini sedang tidak baik-baik saja. Yuk kenali gejala kanker hati, penyakit yang diidap oleh aktor film yang kini sudah berhijrah tersebut.

Biodata Gary Iskak dan Lika-liku Hidupnya

Namun sebelum kita kupas tuntas tentang kanker hati beserta gejala dan cara pengobatannya. Aku akan mengajak teman-teman kongkow untuk sedikit napak tilas mengingat siapa sih Gary Iskak.

Jika mendengar namanya, aku langsung teringat sebuah judul film yang rilis pada 2006; JATUH CINTA LAGI. Sebuah film yang sempat tenar pada masanya, karena pemeran utamanya adalah sang diva Indonesia, Krisdayanti (KD). Gary berperan sebagai pengacara sekaligus kekasih KD.

Namun nama Gary Iskak memang baru melejit di film D’BIJIS pada 2007. Bersama Indra Birowo dan Tora Sudiro, Gary bermain apik sebagai banci dengan pengarahan dari sutradara ternama, Rako Prijanto.

Setelah kesuksesan film tersebut, Rako kembali menggaetnya menjadi pemeran utama dalam film MERAH ITU CINTA. Karena film ini, Gary berhasil meraih penghargaan Best Actor. Ya, karir Gary sempat sangat melejit pada masanya.Tidak hanya film, Gary pun juga bermain banyak sinetron stripping.
kenal dekat dengan gary iskak
Sayang kesuksesannya di layar kaca tak sejalan dengan kehidupan rumah tangganya. Sebelum tenar, ia sempat menikah dengan perempuan bernama Sabrina R Bonita dan dikaruniai seorang anak. Namun pernikahan ini harus berakhir karena Gary kedapatan bermesraan dengan sesama pemain film, yang juga sahabat dari sang istri.

Sang istri pun meminta cerai. Di tengah proses perceraian, Gary ditangkap karena ketahuan memiliki 0,3 gram shabu-shabu. Ia pun dipenjara selama kurang lebih satu tahun. Akhir 2008, ia keluar dari bui dan kembali menekuni dunia keartisan.

Tak hanya itu, ia pun dipertemukan dengan perempuan baru yang kemudian menjadi tambatan hatinya, Richa Novisha. Perempuan cantik ini yang kini tetap setia mendampingi sang aktor. Bahkan meski beberapa kali tersandung kasus perselingkuhan, Richa tetap berdiri tegak di samping Gary. Sempat hampir bercerai, pada akhirnya keduanya masih bertahan hingga sekarang melawan segala badai yang menggempur.

Namun Allah memang Maha Pembolak-balik Hati, Gary kini tak lagi bad boy. Pria berusia 47 tahun ini telah memutuskan berhijrah sejak 2013. Tak hanya mengubah penampilan dengan lebih sering mengenakan pakaian berlengan panjang untuk menutupi tato-tatonya, Gary juga mempelajari ilmu agama lebih dalam. Semua ini tentu saja juga berkat doa sang istri yang tak henti-hentinya.

Penyakit kanker hati yang kini diidapnya disebut-sebut sebagai akibat gaya hidupnya yang lama. Apapun itu sebagai manusia kita tak berhak menghakiminya. Setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing. Kita hanya bisa mendukung dan mendoakannya agar senantiasa istiqomah. Semoga Gary bisa mendapat kesembuhan dan kembali berkumpul dengan keluarganya. Aamiin.

Mengenal Penyakit Kanker Hati

Nah, ngobrolin kanker hati, sebenarnya penyakit macam apa sih ini? Kalau aku tahunya kanker hati itu sirosis. Itu juga gara-gara film Heart yang dibintangi Acha, Irwansyah dan Nirina Zubir, wkwk. Eh ternyata kurang tepat, sirosis hanya salah satu penyakit hati, tapi tidak bisa disebut dengan kanker hati itu sendiri.
Dilansir dari Alodokter, kanker hati adalah penyakit kanker yang awalnya ditemukan di organ hati lalu perlahan menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi tersebut bisa terjadi saat sel-sel yang ada di dalam hati bermutasi, yang kemudian membentuk tumor.
Sebagai organ yang cupu vital di dalam tubuh, wajar saja jika kita terkena penyakit kanker hati dampaknya bisa sangat mengkhawatirkan. Bahkan menurut WHO, kanker ini menyebabkan 700ribu kematian dari 9juta kematian setiap tahunnya.

Nah, apa saja gejala kanker hati dan bagaimana cara pencegahan agar organ hati kita bisa tetap berfungsi secara optimal untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, seperti alkohol dan obat-obatan? Yuk kepoin lebih lanjut!
infografis kanker hati
infografis by tirto.id

Gejala Kanker Hati

Memang yang terbaik adalah mencegah daripada mengobati, apalagi kanker hati biasanya hanya akan muncul gejala ketika sudah masuk stadium lanjut. Awalnya tubuh kita mungkin tidak terlalu merasakan adanya perubahan. Baru ketika sel kanker menuju stadium lanjut, beberapa gejala yang akan muncul secara umum, antara lain:
  • Nyeri di perut bagian kanan atas.
  • Perut terasa penuh meski hanya makan sedikit.
  • Nafsu makan perlahan menghilang.
  • Berat badan menurun tapi tidak diketahui penyababnya.
  • Gangguan kesadaran
  • Demam berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Gatal di seluruh tubuh.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mata dan kulit terlihat kuning (jaundice).
  • Pembesaran limpa.
  • Penumpukan cairan dalam perut (asites).
  • Tinja berwarna putih seperti kapur.
  • Tubuh mudah lelah, lemas, seringkali juga mengalami memar dan pendarahan.
  • Ukuran hati membesar.
Kanker hati bisa menyerang siapa saja, namun para penderita HIV/ AIDS dan mereka yang sudah memiliki penyakit hati sebelumnya lebih memiliki risiko tinggi. Selain itu mereka yang sering terpapar zat kimia atau sedang mengalami terapi radiasi juga beresiko tinggi terkena kanker hati.

Jenis-jenis Kanker Hati

Jenis kanker hati dibagi menjadi dua, yaitu;

Kanker Hati Primer

Kanker hati yang berawal dari organ hati. Hepatocellular carcinoma adalah kanker hati primer yang paling sering terjadi. Biasanya terjadi karena adanya komplikasi dari penyakit hati, seperti hepatitis dan sirosis.

Selain itu ada pula kanker hati lainnya yang disebut hepatoblastoma. Kanker ini hanya menyerang anak-anak. Lalu ada juga angiosarcoma. Kanker yang tumbuh di dalam sel-sel pembuluh darah organ hati. Ada pula yang disebut dengan cholangiocarcinoma, kanker hati yang menyerang saluran empedu. Namun ketiga jenis kanker tersebut cukup langka dan jarang terjadi.

Kanker Hati Sekunder

Kanker yang awalnya ditemukan di organ lain, lalu perlahan menyebar hingga ke hati, disebut juga dengan metastasis. Kanker yang paling sering menyebar ke hati antara lain kanker payudara, kanker usus, kanker paru-paru dan kanker lambung.

Stadium Kanker Hati

Tak jauh berbeda dengan jenis kanker lain. Setelah gejala kanker hati dirasakan dan kemudian muncul diagnosa dari dokter, dokter akan menentukan stadium dari jenis kanker tersebut. Stadium adalah penggolongan kanker berdasarkan ukuran dan tahapan penyebaran sel kanker. Semakin tinggi stadium, artinya makin luas pula penyebaran kanker dalam tubuh seseorang.
stadium kanker hati dari A - D
Stadium kanker hati terdiri dari 4 tahapan;
  • Stadium A: Biasanya ditemukan adanya satu buah tumor dengan ukuran kurang dari 5cm. Atau ditemukan 2-3 tumor dengan ukuran yang lebih kecil, kurang lebih 3cm. Meski begitu fungsi hati biasanya masih normal, ataupun hanya mengalami gangguan minor.
  • Stadium B: Ditemukan adanya beberapa tumor besar di dalam hati, tetapi fungsi hati masih belum terganggu. Kondisi pasien juga masih cukup baik.
  • Stadium C: Pada tahapan ini, sel kanker biasanya sudah mulai menyebar ke pembuluh darah, kelenjar getah bening, atau organ tubuh lain.Fungsi hati masih berfungsi, tetapi kondisi pasien mulai menurun.
  • Stadium D: Ini adalah tahapan tertingi. Kondisi fisik pasien biasanya akan melemah, organ hati tak lagi berfungsi dengan baik. Jika sudah sampai titik ini, ukuran tumor tak lagi bisa menjadi acuan.

Cara Pengobatan Kanker Hati

Pengobatan pada kanker hati harus dilihat dari ukuran tumornya. Jika ukuran tumornya masih kecil, biasanya akan dilakukan pengangkatan tumor. Dalam kasus-kasus tertentu bisa juga dilakukan transplantasi hati. Namun mencari donor hati yang sesuai juga tidak bisa sembarangan.

Apabila ukuran tumor sudah terlalu besar, biasanya akan dilakukan kemoterapi dan terapi radiasi. Tujuannya adalah untuk mencegah ukuran tumor membesar, mengecilkan ukuran tumor dan mengurangi gejala yang dialami pasien. Namun tidak bisa menghilangkan tumor sepenuhnya.

Penyebab dan Pencegahan Kanker Hati

Kanker hati secara umum disebabkan mutasi alias perubahan sel-sel di dalam organ hati. Mutasi itu mengakibatkan pertumbuhan sel yang tak bisa dikendalikan, hingga kemudian tumbuh tumor. Sayangnya penyebab dari mutasi itu sendiri belum diketahui secara pasti.

Namun para ahli kesehatan telah menganjurkan bahwasanya kita bisa melakukan pencegahan agar tidak terkena kanker hati. Caranya yaitu dengan menjaga gaya hidup yang sehat, antara lain:
  • Tidak mengonsumsi alkohol dan NAPZA,
  • Tidak berhubungan intim dengan sembarang orang, lakukan hanya dengan pasangan halal,
  • Gunakan alat pelindung diri apabila pekerjaan kita banyak terpapar bahan kimia.
  • Jaga berat badan agar tetap di angka ideal.
  • Melakukan vaksin hepatitis B.
Dari lika-liku kehidupan seorang Gary Iskak, kita bisa belajar banyak bahwasanya perjalanan hidup selalu menuai jejak-jejak yang tak bisa dihapus. Apa yang bisa kita lakukan saat ini bukanlah menyesali, namun melakukan pertobatan sebaik-baiknya. Semoga Gary diberi kesembuhan dan keistiqomahan dalam berhijrah hingga akhir hayatnya.

Semoga informasi terkait gejala kanker hati dan informasi terkait penyakit ini bisa bermanfaat buat teman-teman kongkow. Semoga kita bisa dijauhkan dari segala macam penyakit, selalu sehat dan kuat. Aamiin. Terus jaga protokol kesehatan ya, pals. Semangaaat!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment