header marita’s palace

Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak, Sudah Tahu Kah?

22 comments
cara mengatasi alergi makanan pada anak
Alergi makanan adalah salah satu hal yang kutakutkan terjadi pada anak-anakku. Qodarullah aku menikah dengan seorang lelaki yang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, yaitu seafood.

Aku juga pernah melihat dengan kepala mata sendiri bagaimana tersiksanya suami saat alergi makanannya kambuh. Duh, rasanya sedih banget. Karena itulah aku berharap anak-anakku nggak ada yang mengalaminya.

Latar belakang ini pula yang membuatku mencari tahu cara mengatasi alergi makanan pada anak. In case, anak-anak ada yang mengalami, aku sudah tahu ilmunya.

Ciri-ciri Alergi Makanan

Dari beberapa referensi yang kubaca, ciri-ciri alias gejala alergi makanan bisa terjadi beberapa saat setelah anak-anak selesai mengonsumsi makanan pemicunya. Beberapa jenis makanan yang biasa menyebabkan alergi antara lain; kacang-kacangan, ikan laut, udang, kerang, gandum, telur, dan kedelai.

Selain itu alergi susu sapi juga diketahui menjadi salah satu jenis alergi makanan yang paling banyak ditemukan pada anak balita.

Adapun ciri-ciri alergi makanan yang bisa dilihat dengan jelas, yaitu munculnya gatal-gatal pada tubuh, muncul ruam dan kemerahan di badan, hingga terjadinya pembengkakan di area wajah, bibir ataupun lidah.

Selain itu, anak-anak yang mengalami alergi makanan juga bisa mengalami muntah-muntah, batuk, diare, sesak napas dan bahkan bisa menyebabkan hilang kesadaran. Duh, bikin deg-degan gak sih kalau anak-anak mengalaminya?

Penyebab Alergi Makanan pada Anak

Sampai detik ini, belum ada penelitian yang mampu mengungkap dengan pasti apa penyebab terjadinya alergi makanan. Namun beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa beberapa faktor yang bisa memicu munculnya alergi pada anak, antara lain:
penyebab alergi makanan

1. Genetik

Apabila salah satu atau kedua orang tua mengalami alergi makanan, maka kemungkinan besar anak-anaknya pun akan mengalami hal sama. Namun jenis makanannya bisa jadi berbeda.

Contoh nih, suamiku alergi seafood, belum tentu anakku juga alergi terhadap seafood. Bisa aja alerginya justru pada susu sapi.

2. Tidak Diberi ASI

Faktor pemicu lainnya yang bisa menyebabkan alergi makanan pada anak adalah tidak diberikan ASI di waktu bayi. Seperti yang kita tahu, ASI mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh anak.

Salah satunya untuk membentuk imunitas tubuh sang anak. Bayi yang diberikan ASI secara eksklusif biasanya memiliki sistem imun yang lebih kuat dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI.

3. Gangguan Kesehatan

Alergi terhadap makanan tertentu juga bisa muncul dikarenakan adanya gangguan kesehatan pada anak.

Apakah salah satu dari penyebab di atas ditemukan pada diri putra-putri temen kongkow? Harapanku sih tidak ya, semoga anak-anak kita senantiasa sehat selalu yaa.

Apa Sajakah Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak?

Nah, sekarang hal terpenting adalah bagaimana sih cara mengatasi alergi makanan pada anak. Berikut ini empat hal yang bisa sohib kongkow praktekkan:
gejala alergi makanan

1. Cari Tahu

Pertama, temen kongkow perlu tahu nih apa yang dimaksud dengan alergi makanan. Tak hanya itu, cari tahu juga makanan apa saja yang bisa menjadi penyebab alergi.

Terpenting adalah mengecek sisi genetiknya. Apakah temen-temen ataupun pasangan memiliki alergi pada makanan tertentu.

Kita juga perlu tahu bahwasanya memiliki alergi makanan tidak akan menghalangi aktivitas. Seseorang dengan alergi tetap bisa berolahraga dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Btw, mencari tahu, termasuk mempelajari penyebab dan gejala alergi adalah cara ampuh sebelum melakukan tahap yang kedua.

2. Cegah

Jika memang secara genetik ada kemungkinan anak-anak bisa mengalami alergi, pastikan untuk melakukan pencegahan saat anak-anak akan dikenalkan dengan jenis makanan tertentu. Kita perlu melakukan beberapa tes sebelum mengambil kesimpulan bahwasanya si anak mengalami alergi susu ataupun lainnya.

Apabila sudah jelas bahwasanya anak kita mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu, pastikan untuk tidak memberikan makanan tersebut. Kecuali saat anak beranjak besar dan imunitasnya semakin meningkat, bisa saja alergi yang dimilikinya berangsur menghilang.

3. Atasi

Apabila kita sudah yakin bahwasanya anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu, mengatasinya dengan tepat adalah hal yang harus dilakukan. Caranya tentu saja dengan menemui dokter dan berkonsultasi dengannya.

Dokter akan memberikan saran yang bisa membantu kita dalam mendampingi anak hidup bersama alergi. Dokter juga biasanya akan memberikan menu diet khusus agar anak tidak sampai kehilangan nutrisi saat mengalami alergi susu sapi ataupun makanan lainnya.

4. Sebar

Kalau sohib kongkow sudah melewati masa-masa sulit membesarkan anak yang memiliki alergi makanan, maka saatnya untuk menyebarkan cerita tersebut. Kenapa perlu disebarkan?

Bisa jadi dengan cerita temen kongkow akan memberikan inspirasi dan solusi bagi orang tua di luar sana yang sedang mengalami masalah sama. So, tuliskan cerita perjalanan kalian dalam menghadapi alergi, entah di blog atau media sosial, sehingga bisa berdampak luas.

Demikianlah cara mengatasi alergi makanan pada anak yang sohib kongkow bisa coba. Jangan lupa untuk memastikan apakah anak-anak memiliki alergi makanan, lakukan cek alergi agar segera mendapat penanganan yang tepat. Selamat mencoba!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

22 comments

  1. Kasihan juga ya kalau anak2 ada alergi makanan 😢

    ReplyDelete
  2. Sayang banget kalau melihat anak alergi apalagi sampai rewel jadi sebagai orang tua harus hati-hati jaga pola makan anak. Ada baiknya lebih dulu mengenali alergi yang dimiliki anak, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  3. Dulu istri saya muntah -muntah setelah makan udang. Sampe sekarang nggak mau makan udang, karena trauma. Ternyata manfaat ASI itu luar biasa ya, salah satunya bisa mencegah masalah timbulnya alergi pada anak-anak. Makasih sharenya

    ReplyDelete
  4. Asi memang tidak tertandingi ya. Perencanaan punya anak sematang mungkin bisa jadi langkah awal dalam pondasi kesehatan anak. Memberikan asi dua tahun fill bagi ibu berkarir kan tantangan juga. Sementara kalau tidak, banyak risikonya
    Termasuk bisa jadi pemicu adanya alergi pada anak ini

    ReplyDelete
  5. nambah lagi ilmu parenting buat saya mba, khususnya dalam urusan makanan untuk anak-anak. dan kalau ada yang mengalami begini seperti keluarga atau teman saya bisa sharing artikel ini mba

    ReplyDelete
  6. Sangat setuju dengan 'sebar' ketika kita mempunyai informasi atau pengalaman dalam menghadapi anak yang alergi pada makanan. Siapa tahu tulisan kita bisa menjadi penyelamat teman-teman yang lain yang mengalami nasib sama dan sedang mencari alternatif solusinya

    ReplyDelete
  7. kalau anak-anak udah alergi pada makanan, pasti jadi cemas ya mba. makanya penting banget buat kita punya pengetahuan soal kandungan bahan makanan.

    ReplyDelete
  8. Sekarang sejujurnya ibu-ibu enak karena mencari informasi itu mudah, jadi gampang cari cara mencegah dan mengatasi suatu alergi makanan pada anak.

    ReplyDelete
  9. Alergian sebutan keluarga aku bun, mulai aku suami anak2 semua alergian tapi ga paham pastinya. Anak2 ketika lahir eeeh DSA ksh sufor langsung bentol2 merah dunk.
    Full ASI hbs itu lagian bayi baru lahir kok lgs di ksh sufor. Nah alergi pd kami ga bisa ditebak yang pasti debu untuk makanan kadang iya kadang tidak.

    ReplyDelete
  10. Alergi pada anak ini harus segera ditangani ya mbak, agar tidak menggangu tumbuh kembang anak
    Makanya kita harus tahu kondisi anak, jika alergi dicari tahu sebabnya
    Agar bisa menemukan solusinya

    ReplyDelete
  11. setuju nih, sharing dari yang punya pengalaman terkait mengatasi alergi makanan pada anak pasti sangat berguna bagi yang sedang mencari info terkait ini, apalagi memang bagi orang tua yang memiliki riwayat alergi, biar bisa punya gambaran ya.

    ReplyDelete
  12. awal punya anak tuh emang deg-degan kalau ada sesuatu yang baru terjadi sama anak ya hehe.. tapi memang sharing dan pengalaman bikin jadi lebih tenang :)

    ReplyDelete
  13. Terimakasih infonya mbak. Meskipun belum pernah menemukan alergi pada anak, tapi ini penting diketahui.

    Entah karena memang anakku tidak punya alergi terhadap makanan atau memang kebetulan tidak pernah menyanyap penicu alergi. pernah sekali si bungsu jadi gatal2 setelah makan tempe. Tapi nggak pernah coba lagi.

    ReplyDelete
  14. wah berarti ASi bisa ngurangi potensi alergi ya. walau belum menikah dan punya anak, suka ikut sedih sih kalau bayi nangis karena alergi. haduh itu kasian

    ReplyDelete
  15. Yang jelas porsi sabar orang tuanya harus dilipat gandakan karena mulai dari mendeteksi, mengurus dan merawat anak yang ada alergi pasti lebih menghabiskan tenaga dan waktu, namun kalau sudah ketauan alerginya akan lebih nyaman

    ReplyDelete
  16. Huhuuuu.... Ga tega liat anak alergi tuh. Rewel tapi ya mreka ga bisa ngungkapin juga. Sabar nya emang kudu luar biasa ini mah.

    ReplyDelete
  17. Pengalaman waktu kecil aku alergi sejumlah makanan. Mulai dari telur, seafood, hingga serbuk sari bunga. Manifestasi alerginya dalam bentuk batuk berkepanjangan dan terus menerus (kadang gatal di kulit juga).

    Memang perjuangan banget sih dulu. Mama pernah cerita memang aku sering batuk panjang, sakit tipes, dll. Aku bisa tahu apa aja yang alergi setelah dites (yg ditusukin alergen ke kulit tangan).

    Alhamdulillah alerginya berangsur membaik seiring usia dan kalau kambuh nggak pernah sampai parah banget.

    Menurutku, kasus alergi di tempat aku tinggal sekarang (di US) yang justru lebih parah. Di sekolah anakku (karena dapet makan dua kali selama di sekolah, jadi harus ngasih tau guru tentang alergi anaknya), ada anak yang alergi strawberry. Ya menurutku ini agak aneh dibanding jenis alergi yang biasanya orang Indonesia alami. Belum lagi penanganan alerginya cukup rumit. Perlu obat2an tertentu

    ReplyDelete
  18. Alergi oh alergi..masalahkuu dari duluuu itu...tp tergantung imunitas jg sihh say...pas fit ya ga kambuh..pas ngedropp...panenn deeh.. hee...thanx sharingnya yaa... bermanfaat sekaliiii... 🤗🙏

    ReplyDelete
  19. Alergi kalo SDH datang memang sangat menyiksa. Kalo saya alergi udara dingin. Agak menderita juga kalo pergi ke tempat2 dingin. Manifestasinya kulit merah2, sangat membantu dengan lotion yg no parfume, atau lotion khusus dri dokter kulit.

    ReplyDelete
  20. Yes sedih banget emang kalo anak mengalami alergi. Apalagi kalo termasuk alergi serius.
    Ada ponakan yang alergi bukan hanya pada susu sapi. Tapi semua produk turunan. Mulai dari keju, es krim sampe biskuit yang dibuat pada pabrik yang sama membuat varian biskuit susu.
    Wajahnya langsung keunguan.
    Makanya ekstra banget menjaganya.

    ReplyDelete
  21. Sering baca artikel edukatif kaya gini bikin nagih, apalagi menambah bekal pengetahuan untuk dijadikan gerakan preventif buat aku yg bakalan jadi calon mama muda 🤩
    Makasi mbaa sharingnya, sangat bermanfaat tulisannya

    ReplyDelete
  22. Memang seenggak nyaman itu sih Mba kalau sedang mengalami alergi. Bahkan aku pun bisa sampai demam dan muntah kalau sedang diserng sama si alergi ini. Kebetulan aku alergi micin jadi kalau kebanyakan bisa demam dan muntah huhu. Rupanya salah satu pemicu alergi pada anak itu, akibat nggak diberi ASI ya. Banyak sekali manfaat ASI ya.

    ReplyDelete

Post a Comment