header marita’s palace

Blogging Era 2016 vs 2026, Progress atau Malah Kemunduran Ya?

blogging era 2016 vs 2026

Ya Allah, baru sadar bulan Januari 2026 sama sekali tak ada update-an di blog ini. Sungguh, makin merana nasib blogku ini… kalau nggak karena challenge, lomba atau job review, hampir dipastikan lebih sering kosong melompong. Jangan ditiru, pals!!!

Yup, sejak ‘mengganti daster to blazer’ harus kuakui ngeblog jadi nomor sekian. Hiks. Sudah masuk tahun ketiga, aku masih belum menemukan ritme yang pas untuk memulai ngeblog sembari jadi WFO Mom. 

Btw, sebulan ini sebenarnya aku rajin menulis sih. Hanya saja ‘tempat mainku’ sedang beralih. Bukan lagi di blog, tapi aku sedang mulai menulis di KBM App. Kalian boleh lo mampir di debut pertamaku; Kukira Istriku Cupu, Ternyata Suhu.

Nggak hanya itu di bulan ini, aku juga nekat ikut dua challenge menulis secara bersamaan. 

Challenge pertama diadakan oleh Sint Publishing. Tajuknya “Nabung Karya 30 Hari”. Goalnya adalah karya-karya yang dikumpulkan selama sebulan ke depan akan dibukukan. Kalau challenge ini lancar sampai akhir Februari nanti, akan jadi debut buku solo pertamaku. Doain ya, pals

Sedikit spoiler niih… belum tentu nanti covernya seperti ini ya. Ini kemarin iseng minta dibikinin Gemini, hehe. 

kumcer Perempuan-perempuan yang Menyimpan Api

Selain challenge tersebut, aku juga sedang mengikuti challenge dari Indscript Creative; “Tantangan Menulis 20 Hari Jadi Buku.” Lagi-lagi jika berhasil dan beruntung, aku bisa dapat hadiah terbit buku solo. Hohoho, menggiurkan sekali. 

Aku langsung cari ide, kira-kira apalagi yang bisa jadi bahan untuk buku solo, wkwk. Voila… insyaAllah seperti ini. Isinya kumpulan cerita memoar tentangku dan dirinya, eaaa. Anggap aja ini wishlist yang tertunda. 

memoar Selamanya Memilihmu

Dulu waktu nikahan, aku pengen banget souvenirnya tuh berupa buku cerita perjalanan cintaku dengan suami. Namun berhubung budget dan lain-lain, tidak kesampaian dong. Mari realisasikan sekarang, pas emang mau wedding anniversary bulan depan. 

Mungkin sohib kongkow penasaran ya, kok kayanya ngebet banget pengen punya buku solo. Emang iya, wkwk. Sudah jadi cita-citaku sejak kuliah, pengen banget jadi penulis. Okelah, jadi penulisnya udah terealisasikan lewat ngeblog dan gabung dalam beberapa proyek antologi. 

Namun pada 2016, aku punya goal yang lebih tinggi; nerbitin buku solo. Alhamdulillah, per hari ini sudah terbit 30 buku antologi bareng temen-temen. Boleh dong kalau aku naikin lagi mimpiku? 

Nah, ngomong-ngomong soal 2016, aku jadi teringat tahun itu bisa dibilang tonggak pertama aku memulai ngeblog secara profesional. Mau baca nggak dongengku tentang era-era ngeblog di tahun tersebut, pals?

Throwback to 2016: Menjadi Professional Blogger

2016 bisa dibilang tahun terpenting dalam perjalananku as a blogger. Blog yang kalian baca ini kubangun sejak 2013 sebagai selingan saat ngerjain artikel pesanan terasa membosankan. Updatenya suka-suka, alias seingatnya aja, wkwk. 

Pada Februari 2015, beberapa anggota IIDN Semarang menginisiasi lahirnya komunitas blogger Semarang khusus perempuan. Dari tangan Mbak Rahmi, Mbak Uniek, Mbak Dedew, Mbak Wuri dan Mbak Tari, Gandjel Rel - nama komunitas itu tercipta. 

Aku tidak langsung bergabung saat itu. Masih minder karena merasa ngeblognya begitu-begitu aja. Sampai di satu titik, aku tergiur juga untuk gabung, hehe. Kayanya seru lihat kegiatan mbak-mbak Gandjel Rel. 

Kopdar pertamaku secara resmi dengan Gandjel Rel berlangsung pada hari Sabtu, 13 Februari 2016. Bertempat di Kantor Bluebird. Wah, saat itu rasanya nano-nano. Takut salah kostum, takut ketemu orang baru, wkwk.. maklum introvert, kalau nggak dijawil, suka kagok kalau harus memulai obrolan terlebih dahulu. 

Alhamdulillah semua yang ditakutkan, nggak terjadi kok. Member Gandjel Rel semuanya ramaaaaah. Sejak hari itu, gathering demi gathering pun kuikuti. Apalagi saat itu belum ngantor seperti sekarang, masih freeeeee, bebas ke mana-mana. 

Saat itu blogku masih pakai sub domain blogspot. Dengan motivasi yang selalu dihembuskan oleh mbak-mbak founder Gandjel Rel, aku jadi semangat untuk menggunakan domain TLD. 

tahun ke tahun bersama Gandjel Rel

Secara resmi maritaningtyas.com meluncur pada bulan Maret 2016. Bertepatan dengan event “Fun Blogging bersama iM3: Dari Hobi Jadi Profesi”. Saat itu pematerinya ada Teh Ani Berta, Mbak Shintaries dan Mbak Haya. 

Makin menyala semangat ngeblogku usai mengikuti workshop hari itu. Bahkan sampai sekarang pun materinya masih kusimpan lo. 

Aku semakin rajin update blog. Setidaknya sepekan selalu ada 2 - 3 postingan baru. Bahkan kalau lagi rajin, bisa setiap hari update, hehe. 

Segala macam gathering, lomba dan tantangan ngeblog selalu rajin aku ikuti. Blogwalking jadi hal yang membahagiakan kala itu. Masih ramai para blogger yang saling blogwalking. Yang diikutkan blogwalking, rerata postingan organik, aku banyak belajar dari tulisan-tulisan sesama blogger. 

Walau sudah tahu tentang teknik SEO, tapi aku masih menerapkannya suka-suka di blog sendiri. Blogging jadi hal yang membebaskan jiwa raga. Sebagaimana tagline Gandjel Rel; Ngeblog ben rak ngganjel. Masa-masa 2016 adalah era ngeblog dengan sepenuh hati, yang hasilnya tentu saja bikin hepi. 

Lalu sepuluh tahun berlalu, apakah ngeblog masih semembahagiakan itu?

Blogging Era di 2026: Saatnya Bangkit Yuk!

Sebagaimana kuceritakan pada postingan Perjalanan Ngeblog Satu Dasawarsa bersama Gandjel Rel, masa-masa emas ngeblogku ada di tahun 2016 - 2022. Cukup lama yaa? Selama enam tahun itu, ada banyak cerita tak terlupa. Bahkan aku sempat membidani lahirnya Blogspedia Coaching hingga sampai 5 batch. Alhamdulillah ada banyak prestasi pula yang terukir. 

Namun pada 2023, sebuah keputusan besar kuambil. Ngeblog tidak lagi menjadi prioritas utama. Seiring dengan itu, aku mulai ketinggalan info-info gathering dan blog challenge. Blog mulai jadi sarang laba-laba. 

Bahkan aku terpaksa ‘mematikan’ beberapa blog karena sudah nggak punya cukup waktu dan tenaga untuk mengurusnya. Tersisa blog ini dan empat blog lain yang masih kujaga, karena punya makna tersendiri untukku. 

Entah aku yang ketinggalan informasi, karena udah nggak banyak update dengan dunia perbloggingan, atau memang era blogging udah menurun ya? Blog gathering udah nggak seramai dulu. Job untuk blogger juga sepertinya mulai sepi yaaa… Tahu sendiri kan, sekarang zamannya TikTok. Banyak yang mulai mlipir ke arah sana. 

Blogwalking juga mulai sepi. Seringnya yang ikut itu lagi, itu lagi. Bahkan banyak yang ikut blogwalking hanya sekadar butuh komentar untuk job review, aku salah satunya. Rasanya blogging jadi tak setulus dulu. 

Namun kalau dipikir-pikir, momen ini justru seharusnya jadi titik balik nggak sih? At least, buat diriku sendiri. Ya, titik balik untuk kembali membangkitkan semangat ngeblog secara tulus

Ngeblog yang tidak hanya sekadar saat lagi ada job, tapi bisa kembali cerita apa saja seperti di awal dulu blog ini dibangun. 

Sejak akhir tahun lalu, aku mengganti tagline blog ini. Perubahan tagline blog tentunya ada cerita di baliknya. Sudah ada beberapa mindmap yang siap tertuang. Namun lagi-lagi aku dikalahkan oleh waktu. 

perubahan tagline blog

Semoga dengan seiring meningkatnya semangat menulis dan membacaku, apa yang sudah kurancang untuk blog ini sejak akhir tahun lalu bisa benar-benar terwujud. Aamiin.  

Blogging Era 2016 vs 2026: Sebuah Perjalanan yang Tetap Perlu Diapresiasi

Kalau ngomongin masalah progress, ditilik dari mana dulu niih... Kalau masalah kuantitas postingan, tentu saja berbeda jauh. Di era 2016, aku berhasil posting 80an artikel dalam kurun waktu setahun. Pada tahun-tahun berikutnya, bisa lebih dari 100an artikel. Bahkan di tahun 2022, aku bisa mencapai 200an artikel dalam setahun. Ngueriiih. 

Sementara pada 2025, aku hanya posting 40 artikel dalam setahun. Menyedihkan yaa? Bahkan sudah masuk bulan kedua di 2026, tulisan yang sedang kalian baca ini jadi postingan pembuka lo. Hmm, sungguh terlalu.

Namun kalau dilihat dari sisi "bertahan", boleh lah yaa kita apresiasi semua blogger yang masih mempertahankan blognya sampai detik ini. Karena nggak sedikit lo yang domainnya hangus, bahkan blognya hilang karena lupa perpanjangan. 

Jadi, kalau aku - kamu - kita, masih berada di pusaran yang sama, meski tertatih update blognya.. cuma mau bilang, kita kereeeen euy! Semoga kerennya nggak berhenti di sini, tapi terus berlangsung sampai tahun-tahun berikutnya. Biar blog ini jadi salah satu warisan digital untuk anak cucu. 

gandjel rel, rumah tumbuhku as a blogger

Aaah, tiba-tiba hatiku rasanya membuncah. Thanks to Komunitas Gandjel Rel yang nggak pernah bosan untuk mengingatkan membernya untuk keep blogging. Kalau nggak ada Gandjel Rel, aku nggak akan ngeblog sejauh ini. Dan kalau nggak ada Gandjel Rel pula, bisa jadi sampai tanggal sekian pun aku nggak akan nerbitin tulisan di blog ini. 

Perjalanan ngeblogku nggak akan pernah bisa terpisah dari Gandjel Rel. Sepanjang Gandjel Rel tumbuh, selama itu pula proses blogging-ku berjalan. Terima kasih yaa komunitas blogger kesayangan… selamat bertambah usia ke-11. Semoga senantiasa langgeng jadi rumah bagi para blogger perempuan di Semarang. Luv selamanyaaa…***

‹ OlderNewest ✓

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com