Duh, PR banget kalau ditanya punya ide menu sahur nggak?
Jujur, nggak punya! Sudah beberapa tahun terakhir, kami menjalani frugal Ramadan living, wkwk. Jadi ya soal menu sahur dan buka puasa itu nggak yang gimana-gimana. Seadanya aja.
Adanya telur ya makan telur, adanya ayam ungkep ya ayam ungkep. Benar-benar nggak diada-adain gitu loh. Ya kaya makan sehari-hari aja.
Aku mulai ingin membiasakan ke anak-anak bahwa Ramadan itu perlu dimaknai lebih dari makanan yang lebih istimewa dari hari-hari biasa. Ramadan ini istimewa karena keutamaan yang dimilikinya. Dengan atau makanan yang beda dari hari-hari biasa, Ramadan akan tetap istimewa.
Sesekali diberikan kejutan makanan yang berbeda, oke lah. Tapi tidak setiap hari, hehe. Nah, terus masa celotehku bakal berakhir di sini aja sih?
Okee, aku bakal berbagi ‘ide menu sahur’ yang biasa aku lakukan aja yaa…
‘Ide Menu Sahur’ yang Bikin Ramadanmu Lebih Bermakna
Karena aku bener-bener blank kalau ditanyain menu sahur yang korelasinya adalah makanan, aku akan berbagi ‘ide menu sahur’ yang bisa menguatkan ruhiyah selama bulan Ramadan ya. Sejalan dengan target Ramadan tahun ini, aku ingin bisa lebih memaknai ibadah, maka inilah ‘menu sahur’ yang coba kujalankan secara rutin sejak hari pertama:
1. Awali dengan Salat Sunnah
Aku usahakan untuk bangun 1-2 jam sebelum waktu makan sahur tiba. Karena saat itu anak-anak dan suami masih terlelap, jadi suasananya tuh tenang bangeeeet. Jadi aku bisa fokus untuk ‘ngobrol’ sama Allah.
Seperti tidak ada jeda. Seperti semua doa akan langsung sampai dan didengar oleh-Nya. Biasanya sih Salat Tahajud - Salat Tobat - Salat Hajat kulakukan beriringan. Namun kalau terlalu mepet sama waktu makan sahur, ya pilih salah satunya aja.
Intinya sih mencoba untuk konsisten menjalankan. Syukur-syukur tidak hanya berhenti di Ramadan, tapi bisa istiqomah sampai di luar bulan Ramadan.
2. Quran Journaling
‘Menu Sahur’ berikutnya yang kucoba rutinkan adalah melakukan Quran Journaling. Aku menggunakan buku diary yang kubeli sejak 2024, tapi sampai sekarang nggak habis-habis, wkwk. Biasanya aku pakai metode garpu tala.
Teknik spiritual ini dipopulerkan dalam ilmu Magnet Rezeki untuk "menyetem" diri agar sefrekuensi dengan pertolongan Allah, serupa cara kerja garpu tala yang menghasilkan nada.
Caranya yaitu, membuka Al-Qur'an secara acak (boleh menggunakan mushaf atau aplikasi) dengan niat mencari petunjuk untuk permasalahan yang sedang dihadapi, atau petunjuk untuk menjalani hari ini. Pastikan baca Bismillah dulu sebelum menemukan ayat yang acak ya.
Selain menggunakan metode garpu tala, kalian juga bisa mencoba menggunakan alat bantu yang namanya the Living Quran (TLQ) Jar. Jadi dalam satu stoples terdiri dari 100 ayat yang sudah dikurasi oleh para ahli Quran, sesuai dengan tema yang kita pilih.
Fyi, TLQ Jar ini punya lima seri; Miracle, Healing, Marriage, Parenting dan Huffadz. Aku sendiri baru merasakan jar yang Miracle.
Secara konsep sama seperti melakukan garpu tala, bedanya setelah mengucapkan bismillah, kita ambil satu kertas yang ada dalam stoples. Di dalam kertas itu ada arti satua ayat Quran pilihan, dilengkapi dengan insight dan what to do-nya.
Qodarullah ya, kalau kita benar-benar niatkan untuk mendapat petunjuk, bisa selalu pas banget ayat yang didapat.
Dahlah, tinggal dicatat aja tuh di diary ayat apa yang kita dapat, insight setelah mendapat ayat itu, dan what to do setelah mendapat pencerahan ini. Kalau pakai metode garpu tala, kita perlu menarik kesimpulan sendiri untuk insight dan what to do nya. Sementara dengan TLQ Jar, kita akan lebih terbantu karena udah dikasih tahu insight dan what to do nya.
Buatku sih sangat membantu ya TLQ Jar ini. Jadi semangat untuk membuka “pesan cinta harian” dari Allah apa yaa…
Btw, Sohib Kongkow sudah pernah dengar soal TLQ Jar ini? Atau baru dengar sekarang nih? Kalau mau punya juga di rumah, bisa DM aku aja ya, hehe.
3. Writing your Ideas
Next, ‘menu’ ketiga yang biasa aku lakukan menjelang sahur adalah menulis. Karena kan suasana tenang banget, mana habis salat dan Quran Journaling juga, mental state lagi oke-okenya lah. Kaya sayang aja kalau otak yang masih fresh ini disia-siakan.
Ide juga rasanya lebih berlimpah di jam-jam segini. Jadilah, aku selalu mengusahakan minimal dapat satu tulisan sebelum sahur. Kalau masih ada challenge seperti sekarang, di mana aku nekat ikut tiga writing challenge bersamaan, biasanya aku akan lanjut menulis setelah tilawah pagi dan sebelum berbuka. Kalau kamu gimana jadwal menulisnya, pals?
4. Jalani Sunnah-sunnah Sahur
Nah, ini yang penting sih. Jangan sampai kita disibukkan dengan mempersiapkan menu sahur secara fisik, malah lupa menjalankan sunnah-sunnah sahur yang penting untuk menguatkan ruhiyah kita. Apa saja sih sunnah-sunnah sahur? Sudah pada tahukah?
Kalau belum, yuk belajar bareng…
a. Hukum Sahur Sunnah Muakkad
Sefrugal-frugal livingnya keluargaku selama Ramadan, kami tetap mengusahakan untuk makan dan minum saat sahur karena keutaman dari momen ini. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
“Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan” (HR. Bukhari no. 1922 dan Muslim no. 1095).
Makanya kalau sampai kelewat sahur tuh, sayaaaang banget. Hiks. Alhamdulillah sampai hari keempat masih aman sih. Semoga bisa aman terus sampai akhir Ramadan. Begitu juga denganmu dan keluarga ya, pals.
b. Akhirkan Waktu Sahur
Sejak aku tahu afdholnya sahur itu mendekati Subuh, aku agak lebih santai membangunkan anak-anak. Pokoknya 5 menit sebelum subuh udah kelar lah makannya.
Sesuai dengan hadits berikut;
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma bertanya kepada Zaid bin Tsabit radhiyallahu ’anhu, “Berapa biasanya jarak sahur Rasulullah dengan azan (subuh)? Zaid menjawab: sekitar 50 ayat” (HR. Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097).
Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan, “Perkataan Zaid [sekitar 50 ayat] maksudnya dengan kecepatan bacaan yang pertengahan. Tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat” (Fathul Bari, 1: 367).
“Yang sedang-sedang aja…” kalau kata Bang Rhoma. Hayo siapa yang bacanya sambil dinyanyiin, wkwk.
c. Disunnahkan Makan Kurma
Lagi biasain banget nih, sebelum kemasukan nasi, sayur dan buah, kurma harus lebih masuk ke perut. Sebagaimana disampaikan pada hadits berikut:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering)” (HR. Abu Daud no. 2345, disahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).
Disebutkan Mausu’ah Haditsiyyah Durar Saniyyah dalam syarah hadis ini, “Makanan terbaik bagi seorang mukmin ketika sahur adalah kurma, sebagai persiapan dirinya untuk berpuasa. Karena waktu sahur dan kurma, dua-duanya memiliki keberkahan yang membantu seorang yang berpuasa di siang hari.”
Jadi siapa nih yang sudah istiqomah makan kurma setiap sahur?
d. Banyak Beristighfar
Sebagaimana tercantum di poin A, bahwa waktu sahur adalah waktu yang penuh keberkahan. Pastikan mengisinya dengan banyak mengucapkan istighfar, memohon ampunan Allah atas segala dosa yang kita miliki.
Sebagaimana tercantum dalam QS. Adz Dzariyat: 18, “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan.”
e. Banyak Berdoa
Selain banyak meminta ampunan, pergunakanlah waktu sahur untuk banyak-banyak bermunajat karena waktu ini adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Orang yang meminta sesuatu kepada-Ku, akan Kuberikan. Orang yang meminta ampunan dari-Ku, akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
f. Banyak Membaca Al Qur’an
Sunnah terakhir menjelang berakhirnya waktu Sahur, sambil menunggu Subuh tiba, kita bisa mengisinya dengan membaca Al Qur’an.
“Sesungguhnya, bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (QS. Al Muzammil: 6).
Nah, gimana apakah selama empat hari ini sunnah-sunnah di atas sudah masuk dalam ‘menu sahur’ di rumahmu, pals?
5. Salat Subuh Jamaah bersama Keluarga
‘Menu penutup’ sahur yang biasa kulakukan tentu saja Salat Subuh berjamaah. Sebagai anak yang lahir dari keluarga tidak sempurna, aku dan suami selalu mendambakan suasana salat berjamaah dengan keluarga yang waktu kecil tidak kami dapatkan.
Aku sih mayan ya punya kenangan salat Subuh berjamaah bersama eyang kangkung dan eyang putri di waktu kuliah. Dan itu ngena banget di hatiku. Aku pengen momen Salat Subuh berjamaah ini juga jadi waktu bermakna buat anak-anak kami kelak.
Demikianlah celotehku hari ini tentang ‘ide menu sahur’ yang nggak membahas soal makanan sama sekali. Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa menjaga keistiqomahan dalam beribadah selama bulan suci ini, bahkan di luar bulan istimewa ini. Aamiin. See you besok di celoteh-celoteh berikutnya ya, pals!***
Sumber:
- https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6640819/5-sunnah-sahur-sesuai-anjuran-rasulullah
- https://muslim.or.id/62251-beberapa-sunnah-ketika-makan-sahur.html
- https://yatimmandiri.org/blog/inspirasi/amalan-saat-sahur/





Post a Comment
Salam,
maritaningtyas.com