Bus Kenang; Ghani-nya Semarang

  • Monday, January 29, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments

Kenang bus pariwisata Semarang


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Siapa yang anak-anaknya penggemar Tayo? Wah, pasti banyak yang angkat tangan nih. Mbak Ifa yang jarang nonton Tayo aja suka banget sama serial kartun tentang bis-bis di Korea tersebut. Doi nonton Tayo itu hanya waktu nemenin Affan rawat inap di Rumah Sakit Wongsonegoro dan beberapa kali di YouTube sebelum gadget time-nya dihapuskan.


Tapi memang serial ini fenomenal banget ya di kalangan anak-anak. Teman-teman mbak Ifa juga tiap hari ngomongin Tayo, jadi ya wajar kalau akhirnya mbak Ifa kena demam Tayo juga. Baru sadar waktu nonton Because This is My First Life dan While You Were Sleeping, bus di Korea emang begitu ya bentuknya, hehe.

Nah, buat yang rajin nemenin anaknya nonton Tayo, pasti kenal dong sama Ghani. Aku sih nggak hafal nama-namanya, hehe. Tahu tentang Ghani juga dibisikin mbak Ifa. Ternyata nggak perlu jauh-jauh ke Korea buat lihat Ghani, karena di Semarang pun ada si Ghani lo. Masa sih? Huum, namanya si Kenang. Itu tuh bus pariwisatanya Semarang, hehe.



Waktu kami berkesempatan ikut city tour bareng Kenang pada akhir bulan November yang lalu, mbak Ifa spontan berteriak “wah, itu bisnya pasti namanya Ghani to bunda?” Bahkan saat kami sudah memberikan informasi ke mbak Ifa kalau nama bus tersebut adalah Kenang, doi tetap aja ngeyel menyebut bus-nya dengan nama Ghani. Yo wes lah, nduk, sakkarepmu, hihi.


Rabu, 29 November 2017 memang sudah kami rencanakan untuk mengajak mbak Ifa dan Affan berkeliling Kota Semarang dengan si Kenang. Awalnya kami sudah pernah datang beberapa minggu sebelumnya, tapi waktu hari Minggu. Ternyata belum juga parkir motor, sudah diusir sama tukang parkirnya, hehe. Katanya pada suami “mau naik bus mas? Udah habis tiketnya sampai yang malam, mending pulang aja.” Saat itu manyun deh mbak Ifa. Alhamdulillah bisa dihibur dengan mengajaknya main ke rumah opapa di Krapyak.

Saat itu si ayah lagi ambil cuti setelah dua hari sebelumnya mengikuti Temu Blogger Kesehatan. Mbak Ifa pun ditawari bolos sekolah juga mau banget, hehe. Padahal di sekolahnya saat itu sedang cooking class membuat bothok telur asin. Tapi doi keukeuh mau naik bus Kenang aja, karena nggak suka bothok katanya. Baiklah mari kita cuzz.

Perkiraan kami saat itu antrian nggak akan ramai karena bukan hari libur dan masih waktunya sekolah. Dugaan kami pun tidak meleset. Sampai di museum Mandhala Bakti, yang merupakan basecamp si Kenang sekitar pukul setengah 10, baru segelintir orang yang datang dan duduk-duduk di beberapa titik. Ada juga yang sedang asyik foto-foto di area museum. Setelah menukarkan KTP dengan tiga ID Card alias tiket yang nanti harus dikenakan selama city tour, kami memutuskan untuk sarapan soto dulu di daerah Puspanjolo. Merayu mbak Ifa untuk keluar makan dulu cukup menguras emosi, dia awalnya nggak mau keluar dari museum. Pengennya stay di situ sampai si Kenang datang. “Di sini aja ah, nanti ketinggalan busnya.” Padahal masih ada waktu sekitar satu setengah jam. Dijamin doi bakal bosen kalau nunggu selama itu.



Alhamdulillah akhirnya mau juga diajak makan dulu, meski mbak Ifa menolak makan saking ngebetnya pengen segera balik ke museum. Hadeh. Ayah bundanya disuruh ngebut makannya. Akhirnya jam 10 lebih kami balik lagi ke museum, eh si Kenang sudah nongkrong di sana. Kesempatan buat foto-foto dong. Setelah bosan ambil beberapa gambar bus merah itu dan di beberapa area museum, kami lalu melipir cari tempat duduk. Kami membiarkan Affan merangkak sesuka hati, mbak Ifa yang beberapa kali berteriak “bunda itu basah lo, ntar Affan kotor.” Setelah tiga puluh menit berlalu, mulai deh mbak Ifa bosan dan bertanya “kok belum berangkat-berangkat sih, ini jam berapa? Berangkatnya kapan?”





Sekitar jam 10:45, petugas memberikan tanda kalau kami boleh masuk ke dalam bus. Asyiiiik. Beruntung kami termasuk yang datang awal, jadi bisa dapat tempat duduk di bagian atas. Buatku ini seperti dreams come true. Jaman dulu kan di Semarang ada ya bus tingkat. Aku kayanya sempat merekam memori melihat bus tingkat deh waktu kecil. Tapi sayangnya aku belum sempet naik bus tingkat itu. Terus waktu kuliah Sastra Inggris dan lihat video tentang double decker bus, jadi mupeng banget naik bus tingkat. Alhamdulillah sekarang kesampaian, hehe.

Setelah semua penumpang naik, petugas membacakan rule yang harus kami patuhi. Salah satunya nggak boleh bawa makanan dan minuman. Sampah juga harus dimasukkan ke tempat yang sudah disediakan. Jika ada penumpang yang mengotori bus, maka nggak akan diperbolehkan turun sampai bertanggungjawab membersihkan apa yang dikotori. Siiip dah. Meski akhirnya tetap pada bawa makanan. Lah iya muterin beberapa lokasi di Semarang tanpa makan dan minum lak yo kaliren cah, hehe. Yang penting jangan bikin kotor deh.

Aku dan Affan duduk terpisah dengan mbak Ifa dan ayah. Pengennya bisa duduk bareng, tapi kan nggak mungkin. Masa mbak Ifa segede itu dipangku? Hehe. Sepanjang perjalanan mbak Ifa sibuk bertanya banyak hal ke ayahnya. Aku cuma senyum-senyum melihat ayahnya yang dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan si anak wedhok. Affan yang awalnya sibuk sendiri, berdiri lalu duduk lalu berdiri lagi, lama-lama kok cranky.


Puncaknya waktu sampai di pemberhentian pertama yakni Taman Srigunting Kota Lama, Affan semakin cranky. Ooh, ternyata dia super haus dan minta mimik susu dot. Setelah habis sebotol susu, Affan pun kembali ceria. Di setiap pemberhentian kami diberi waktu tiga puluh menit. Kalau bunyi telolet sudah terdengar, itu artinya kami harus segera kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Di Taman Srigunting kami menyempatkan untuk mengabadikan kenangan lewat beberapa foto. Di sana juga banyak fotografer yang siap memotret kami di beberapa photo spot yang disediakan, mereka juga menyediakan atribut untuk melengkapi gaya berfoto kami. Nggak perlu bayar mahal, cukup memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak yang disediakan. Asyik ya? Jadi punya foto keluarga deh. Jarang-jarang punya foto komplit barengan berempat gini, hehe.






Setelah asyik foto-foto di Srigunting, kami melanjutkan perjalanan ke pemberhentian kedua yaitu Kampung Pelangi. Saat itu aku memutuskan nggak turun karena Affan sedang menyusu. Mbak Ifa pun akhirnya minta naik lagi ke dalam bus, nggak mau kalau tanpa bunda katanya. Akhirnya setelah Affan bobo pulas, aku menemani mbak Ifa dan ayahnya turun. Namun mbak Ifa tetap nggak mau masuk ke Kampung Pelangi, “udah pernah kok” katanya.

Sembari melihat bunga-bunga indah yang ditawarkan di kios-kios depan Kampung Pelangi, mbak Ifa menemukan fotonya dijajakan oleh pedagang foto. Ternyata waktu di Srigunting, si bapak nge-candid mbak Ifa saat asyik duduk di becak-becakan. Akhirnya kita beli deh fotonya buat kenang-kenangan. Jarang-jarang lo mbak Ifa mau difoto dan hasil fotonya bagus, hihi.


Sesi di pemberhentian kedua usai sudah. Seharusnya sih perjalanan lanjut ke Sam Po Kong, tapi nggak tahu kenapa saat itu langsung cuzz balik ke Stasiun Mandhala Bakti. Sam Po Kong dilewati doang karena kami menuju stasiunnya memutar lewat Pamularsih – Kalibanteng – Siliwangi – Tugu Muda. Mungkin karena jalanan Semarang yang semakin macet, sementara bus Kenang kan sudah dipatok jam-jamnya. Selama di perjalanan pulang, petugas bus menarik ID card dan menukarnya kembali dengan KTP kami.


Tips Muter-muter Semarang Naik Kenang

Jam 13.00 kami mendarat di Stasiun Mandhala Bakti. Mbak Ifa ceria banget, katanya mau lagi kapan-kapan naik si Kenang. Atur waktu dulu deh shayyy. Nah, buat teman-teman yang belum pernah naik Kenang, ada beberapa hal nih yang perlu diketahui;

Si Kenang beroperasi dari hari Selasa – Minggu. Hari Senin, si Kenang istirahat dulu ya biar nggak capek muter-muter Semarang terus. Diservis dan dimandiin dulu, hehe. Selasa – Kamis dibuka tiga trip; jam 08.00, 11.00 dan 15.00. Khusus hari Jum’at, ada tiga trip juga, tapi di jam 08.00, 15.00 dan 19.00. Sedangkan di hari Sabtu – Minggu ada empat trip; 08.00, 11.00, 15.00 dan 19.00.

Credit foto by Mbak Ida Chairunnisa
Loket untuk mendapatkan tiket bus Kenang dibuka sejak jam 07.00. Kita bisa milih mau trip di jam yang mana. Dengan catatan ya, khusus yang mau naik bus Kenang di hari Sabtu dan Minggu, sebaiknya dapatkan tiket sepagi mungkin. Denger-denger ada yang antre sejak subuh lo demi tiket bus Kenang. Kalau mau aman sih memang naik bus Kenang di weekdays, lebih sepi, kecuali weekdays pas liburan sekolah kemarin ya tetep ramai.

Berhubung saat ini Stasiun Mandhala Bakti sedang mengalami proses renovasi. Kayanya bakal dibangun hotel atau semacamnya gitu deh. Kemarin waktu lewat Tugu Muda udah ditutupin tuh museum. Saat lagi on the way ke Omah Herborist hari Selasa, 23 Januari lalu, Bus Kenang sudah nangkring di Museum Ranggawarsita. Setelah sempat tidak beroperasi selama 4 hari di tanggal 9 – 12 Januari, loket dan basecamp si Kenang berpindah lokasi ke Museum Ranggawarsita di Jalan Abdurrahman Saleh sejak Sabtu, 13 Januari. So, buat teman-teman yang mau naik Kenang, cuzz aja ke sana ya. Jangan sampai salah lokasi lo. Dari pihak Dinas Perhubungan belum memastikan apakah perpindahan lokasi ini akan bersifat permanen atau sementara, nanti akan diinformasikan lebih lanjut jika sekiranya ada perubahan kembali mengenai titik pemberangkatan ini.

Credit foto by Mbak Ida Chairunnisa
Untuk bisa menikmati city tour bareng Kenang, kita nggak dipungut biaya alias gratis. Cukup siapkan saja KTP atau SIM. 1 KTP/ SIM bisa ditukar dengan maksimal 2 ID Card.  Kemarin sempat dengar soal kasak-kusuk kalau mulai Januari bakal ditarik biaya untuk naik si Kenang, tapi sejauh ini sih masih gratis kok, pals. Lagipula kan ini salah satu cara pemerintah Kota memanjakan warga dan menarik minat wisatawan untuk bisa muter-muter Semarang. Semoga saja gratis selamanya ya, hihi. Dasar emak-emak pecinta gratisan.

Kalau sudah dapat ID Card alias tiket, datang ke basecamp Kenang setidaknya setengah jam sebelum keberangkatan trip ya. Di dalam bus, jaga kebersihannya dan jangan sempai kehilangan ID Card. Di setiap pemberhentian, kita cuma punya waktu tiga puluh menit. Pasang baik-baik telinga agar nggak terlewat ketika suara telolet membahana, karena itu artinya kita harus segera naik ke bus dan melanjutkan perjalanan.

Semoga bermanfaat ya tips muter-muter Semarang di atas. City tour bersama Kenang berakhir indah. Kami lanjut ke AHASS Gajah Mada untuk nyervis motor, dan petualangan keluarga kami hari itu pun ditutup dengan menikmati Sate Zaji yang endess banget.

Azan subuh sudah berkumandang
Jangan lupa dong ayo sembahyang
Buat kalian yang lagi jalan-jalan ke Semarang
Sempatkan yuk muter-muter Semarang bareng si Kenang

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com