SEBUAH FRAGMEN PATAH

  • Friday, November 13, 2009
  • By Marita Ningtyas
  • 0 Comments

Aq merindumu, kecil. meski melihat wujudmu pun aku tak sempat. namun aku tetap saja merindumu. karena kau pernah singgah dalam diriku. lantas kebersamaan singkat itu membuat kita bersinergi dengan dahsyat. kecil, sedang dimana kau sekarang? mungkinkah kau tumbuh sebagai bidadari penghuni nirwana? aku ingn memelukmu meski sekejap, karna tak sempat kulakukan. benar aku merindukan...



..seharusnya kaki-kaki kecilmu mulai menari-nari indah, celotehan-celotehan nakalmu mulai meriuhkan hidupku.. lalu mungkn juga kau mulai merapal kata mama atau ibu untukku.. sungguh benar ku merindumu, kecil..-malam ini ibu akan mengeja lagi tentangmu, anakku-

PASI
Satu lagi,
Seorang kawan menyempurnakan kewanitaannya.
Salahkah ketika kmudian ada iri menyusup di hatiku,
dan air mata tak kuasa ku tahan.
Tuhan, inikah ujian kedua untukku?
dan mampukah ku bertahan,
atau justru rubuh seperti yang lalu.
Gusti, beri ku sedikit kekuatanmu untuk melewatinya..

Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul SEBUAH FRAGMEN PATAH. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com