7 Rahasia Besar di Balik Delight-nya Lunpia Cik Me Me

  • Friday, January 12, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 7 Comments

berkunjung ke lunpia cik me me


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Kalau ngomongin tentang Semarang, pasti nggak bisa jauh-jauh dari kata lunpia or lumpia. Mana sih yang bener? Dua-duanya bener kok, tenang saja. Kalau di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa yang baku digunakan adalah lumpia. Namun jika menengok asal kata, lunpia jauh lebih tepat. So, selanjutnya aku mau pakai kata lunpia aja aah, biar terasa history-nya, hehe. Eits, jangan dibilang sok tahu dong. Aku dapat info ini langsung dari pewaris lunpia Semarang generasi kelima lo.

Nggak cuma jadi belajar soal mana yang benar antara lumpia dan lunpia, hari Sabtu, 6 Januari 2018 yang lalu, aku juga jadi tahu 7 rahasia besar di balik delight-nya Lunpia Cik Me Me. 


Dari Lunpia Delight ke Lunpia Cik Me Me

Lah, baru mau cerita soal rahasia besar, kok sudah ada yang bisik-bisik tanya “Lunpia Cik Me Me ki di mana to?” Weladalah, beneran ada yang belum tahu nih ikon kulinernya Kota Semarang? Itu loh gerai lunpia yang berlokasi di Jalan Gajahmada 107 Semarang. “Itu sih Lunpia Delight, bukan Lunpia Cik Me Me, yang punya memang Cik Me Me namanya.”

Photo by Nyi Penengah, Tampak Muka Gerai Lunpia Cik Me Me
Daripada berantem, sini aku jelasin perjalanan panjang dari kelahiran nama Lunpia Cik Me Me. Bener banget kok awalnya Lunpia Delight dipilih sebagai nama dagang lunpia milik Cik Meliani Sugiarto atau yang akrab dipanggil Cik Me Me. Nama Lunpia Delight yang dapat diartikan sebagai lunpia yang menyenangkan, dianggap mewakili keinginan Cik Me Me yang ingin para customer-nya merasa senang setiap kali menyantap lunpia buatannya.

Hingga suatu hari pada 20 Februari 2015, tepatnya di ulang tahun pertama Lunpia Delight, Bapak Drs. Adi Trihananto, MSi. selaku Setda Kota Semarang mengkritisi nama tersebut. Beliau menyampaikan kenapa harus menggunakan bahasa Inggris sebagai label dagang dari sebuah makanan yang merupakan jajanan khas dan tradisional kota Semarang. Akankah lebih baik jika menggunakan bahasa Indonesia agar lebih terasa kekhasannya.

Cik Me Me menyambut hangat saran tersebut, namun juga tidak mungkin serta merta langsung bisa mengganti logo dan label dagangnya begitu saja. Butuh proses panjang dan perlahan-lahan. Pada tahun 2016, Cik Me Me mulai merombak desain logonya. Awalnya nama Cik Me Me hanya disematkan kecil di bagian atas logo. Yang awalnya logo Lunpia Delight mengandung makna lunpia yang menyenangkan, berkembang menjadi lunpia menyenangkan milik Cik Me Me.



Memasuki tahun 2017, Lunpia Delight yang telah berusia empat tahun resmi berganti nama menjadi Lunpia Cik Me Me. Delight-nya nggak hilang kok, masih tetap ada. Hanya bertukar posisi. Jika sebelumnya nama Cik Me Me nampak kecil di bagian atas logo, kini kata delight yang menggantikan tempatnya. Dengan berubahnya nama dan logo tersebut, tentu saja maknanya pun berubah. Tidak hanya sekedar lumpia menyenangkan atau lunpia menyenangkan milik Cik Me Me, namun jauh lebih dalam; Lunpia Cik Meme sungguh menyenangkan cita rasanya.

Diharapkan dengan adanya perubahan nama dan logo ini semakin memperkuat keberadaan Lunpia Cik Me Me sebagai ikon kuliner kota Semarang. Nah, sudah nggak bingung lagi kan? Lunpia Delight ya Lunpia Cik Me Me, Lunpia Cik Me Me pasti delight banget.


7 Rahasia Besar Lunpia Cik Me Me

Setelah paham proses panjang lahirnya nama Lunpia Cik Me Me, aku mau bocorin 7 rahasia besarnya Cik Me Me kenapa lunpia buatannya ini bisa sangat menyenangkan. Bukan hanya lunpianya saja yang menyenangkan saat disantap, namun ternyata gerainya pun sangat menyenangkan sebagai tempat berkumpul bareng teman dan keluarga. 

Rahasia 1: Cik Me Me Pewaris Asli Lunpia Semarang

Cik Me Me merupakan generasi ke-5 lunpia Semarang dan generasi ke-3 lunpia Mataram. Jadi jangan tanya seberapa besar cintanya Cik Me Me sama lunpia. Saat acara kongkow bareng Cik Me Me beberapa waktu lalu, beliau bercerita sejak masih kecil sudah terbiasa membantu eyang dan ayahnya berjualan lunpia. Mulai dari mendorong gerobak, menggulung lunpia hingga memilih rebung yang baik.

photo by Mas Jo, Cik Me Me menceritakan Silsilah keluarganya
Dengan semua pengalaman yang dimilikinya, Cik Me Me belajar mengembangkan lunpia buatannya agar jajanan tradisional ini bisa naik kelas. Terbukti sekarang Lunpia Cik Me Me telah dinobatkan sebagai pintu gerbang tradisi budaya kuliner kota Semarang.

Rahasia 2: Lunpia Cik Meme Punya 6 Menu Istimewa

Salah satu bentuk naik kelasnya lunpia terlihat dari pilihan menu yang ditawarkan di Lunpia Cik Me  Me. Jika sebelumnya mungkin kita hanya menyantap lunpia rasa original dengan isian rebung, atau sesekali lunpia isi udang. Di sini nggak tanggung-tanggung, ada enam menu istimewa yang bisa kita cicipi. Setiap menu memiliki cita rasa dan keunikannya tersendiri.

Ada Raja Nusantara yang merupakan singkatan dari Raja Jamur Nusantara. Menu ini kalau buatku yang paling endess. Perpaduan jamur, rebung dan kacang mede dikombinasikan dengan saus coklat khas lunpia bener-bener menyenangkan baik di mulut dan di perut.


Ada pula KaJaMu, lunpia kambing jantan muda. Mendengar namanya saja pasti kita sudah tahu dong selain rebung ada apa lagi di dalamnya. Terobosan yang unik ya. Rasanya? Jangan tanya, dijamin nggak bisa kalau cuma makan satu biji. 

Buat yang suka ikan-ikanan, Lunpia Fish Kakap dan Lunpia Crab jadi pilihan yang paling tepat. Yang nggak suka neko-neko, lunpia original dan plain-nya Cik Meme sudah sangat cukup menyenangkan kok. 

Pastikan saat makan enam menu istimewa dari Lunpia Cik Me Me, nikmati bersama daun bawang merah yang telah disediakan ya. Aku pikir dulu daun bawang yang disertakan dalam kemasan hanya semacam garnish, ternyata ada fungsinya. Daun bawang membuat kita makin lahap menikmati lunpianya, coba saja deh sensasi pedes-pedes tapi nggak bisa berhenti makan.

Rahasia 3: Cita Rasa yang Selalu Terjaga

Jangan dikira karena Lunpia Cik Me Me sudah dikenal banyak orang, lalu Cik Me Me asyik ongkang-ongkang kaki menikmati hasilnya. No no no. Cik Me Me dan ayahnya masih turun langsung ke dapur untuk memastikan cita rasanya tetap terjaga.

Salah satu rahasia kenapa banyak pelanggan yang repeat order yaitu lunpia milik Cik Me Me ini nggak bau pesing. Banyak orang malas makan lunpia karena bau pesingnya ini. Belajar dari para pendahulunya, Cik Me Me menemukan cara bagaimana agar lunpia miliknya tetap terasa manis rebungnya tapi nggak ada pesingnya sama sekali.

ngintip dapurnya dari lantai 2
Karena nggak menggunakan bahan pengawet, Cik Me Me membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk menyiapkan isiannya. Setiap bahan yang menjadi isian dimasak dan digoreng sendiri-sendiri, baru kemudian disatukan. Cara ini terbukti selain membuat lebih awet, menghilangkan bau pesing dan rasa lunpianya jadi jauh lebih enak.

Cik Me Me juga memberi bocoran lainnya kenapa lunpia buatannya bisa endes banget. Salah satunya adalah penggunaan jenis rebung yang berbeda untuk tiap menunya. Misal, menu Raja Nusantara menggunakan rebung berbeda dengan menu KaJaMu. Karena ternyata tiap jenis rebung memiliki ciri khasnya masing-masing yang nggak selalu cocok untuk diolah di semua menu. Nah, untuk yang bagian memilih rebung ini, Cik Me Me nggak mau main-main, beliau turun tangan sendiri, langsung megang sendiri. Beliau juga memastikan rebung yang dipakai hanya yang muda dan berkualitas.


Dengan rahasia-rahasia tersebut, nggak heran kalau makan di tempat nggak pernah cukup, selalu pengen bawa pulang juga. Pengen tetap hangat saat disantap di rumah? Kita bisa beli lunpia basah lalu digoreng sendiri. Gorengnya cukup dua menit ya. 

Baik lunpia basah atau goreng, lunpia milik Cik Me Me sama-sama enaknya. Hanya saja kalau mau dibawa buat oleh-oleh, kita perlu tahu bahwa lunpia basah hanya bertahan selama delapan jam di luar freezer. Lunpia goreng jauh lebih aman jika mau dibawa bepergian jauh karena bisa tahan 24 jam di luar freezer.


Rahasia 4: Pelayanan Numero Uno

Aku acungkan empat jempol tanganku untuk kualitas pelayanan di Lunpia Cik Me Me. Ketika gerai lunpia lain baru siap-siap buka, Lunpia Cik Me Me sudah buka dari jam lima pagi! Cocok banget buat yang pengen sarapan atau beli oleh-oleh dadakan di pagi hari.

Selain gerai yang terletak di jalan Gajahmada, Cik Me Me juga membuka outlet di bandara. Jadi buat yang mau bawa lunpia buat oleh-oleh tapi kelupaan mampir ke gerai di Gajahmada, bisa langsung membeli lunpia Cik Me Me di bandara ya. 

Buat yang lagi baper karena mikirin mantan, suami nggak kunjung pulang, rumah diberantakin anak-anak atau harga sembako yang naik-naik ke puncak gunung, pengen makan lunpia buat ngilangin segala baper tersebut tapi kok mager, santai aja pals, Lunpia Cik Me Me sudah bisa dipesan lewat Go Food. Bahkan kalau mau free delivery pun bisa, telepon aja ke (024) 3511006 / 3511007.



Cik Me Me itu sayang banget sama pelanggannya, hampir selalu ada promo tiap tahunnya. Seperti sekarang ini, promo yang sedang berjalan ada diskon 15 % untuk pelanggan yang datang naik Blue Bird. Ada pula promo tahunan yang dinamai TBR (Tradisi Budaya Ramadhan). Saat TBR berlangsung, pelanggan bisa menikmati promo buy one get one. Belum lagi tiap kita beli lunpia di Cik Me Me dengan nominal tertentu, kita bisa dapat kupon yang nantinya akan diundi untuk memperebutkan 3 buah motor gede Suzuki special edition. Beneran mau melewatkan kesempatan ini?

Satu lagi yang aku suka dan aku amati selama nongkrong di gerai Lunpia Cik Me Me, pelanggan dilayani dengan cepat. Pas banget buat aku yang nggak sabaran, apalagi kalau udah kelaparan, hehe. Selain cepat, semua pegawai di Lunpia Cik Me Me juga cukup ramah. Jangankan pegawainya, owner-nya saja ramaaaah banget. Sudah cantik, awet muda, humble pula. 


Photo by Mas Jo, Cik Me Me sangat ramah dan hangat dengan para pelanggannya


Rahasia 5: Ramah Anak

Sejak punya anak, aku selalu cari tempat makan yang ramah anak. Pertama, ada high chair-nya, jadi baby Affan bisa duduk sendiri saat makan. Kedua, ada space yang cukup untuk anak-anak bermain. Dan di Lunpia Cik Me Me, aku menemukan kedua hal tersebut.

Aku langsung berbinar-binar melihat tempat bermain anak yang cukup luas dan komplit di lantai dua. Pikirku saat itu, Ifa dan Affan kalau diajak ke sini bakalan nggak mau pulang nih. Sesampainya di rumah, baru aku tunjukkan fotonya saja, Ifa sudah sangat excited dan langsung komen “main ke sana yuk, bun.”





Cik Me Me bercerita tiap hari Minggu di saat banyak pelanggan yang datang bersama keluarganya, selalu saja ada anak yang menangis. Bukan karena nggak  nyaman, tapi karena terlalu senang dan nggak mau pulang. Cik Me Me bilang, “senang, tapi kasian juga lihat anak-anak itu. Sampai dipaksa-paksa pulang.” 

Rahasia 6: Lunpia Cik Me Me Memberikan Kenyamanan Beribadah

Cik Me Me menyadari bahwa mayoritas pelanggannya beragama Islam, itu artinya ia harus menyajikan lunpia yang halal, sehingga pelanggan muslimnya tidak perlu merasa khawatir dengan apa yang disantapnya.



Untuk memastikan bahwa dalam proses pembuatan lunpianya tidak menggunakan barang-barang yang haram, Cik Me Me berjuang untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Alhamdulillah, sertifikatnya pun sudah di tangan. Lunpia Cik Me Me merupakan pelopor sertifikat halal untuk lunpia. Jadi tenang deh makan lunpianya. 


Selain kehalalannya, aku kagum dengan Cik Me Me yang menyediakan musholla di gerainya. Jadi kalau lagi asyik nongkrong di gerai Lunpia Cik Me Me lalu masuk waktu sholat, nggak perlu bingung cari tempat sholat deh.

Rahasia 7: Setiap Momen pasti Berkesan

Nggak cuma asyik buat nongkrong dan ngobrol santai sambil dengerin tembang-tembang lawas, pengen meeting formal tapi bosan di tempat yang itu-itu saja? Ke Lunpia Cik Me Me dong! Sekarang di gerainya sudah ada fasilitas Meeting Room yang AC-nya dingiiin banget. Meeting bisa sambil menandaskan tiga biji lunpia kalau begini, hehe.



Kalau mau booking meeting room-nya, cukup siapkan Rp 50.000 per pax untuk minimal 15 orang. Kita sudah bisa pakai ruangan tersebut selama tiga jam untuk diskusi cantik sambil menikmati lunpia, wedang uwuh, atau menu lainnya yang tersedia. Cucok kan?

Sekarang aku paham kenapa ‘delight’ merupakan padanan kata yang pas untuk menggambarkan Lunpia Cik Me Me. Bukan hanya rasa lunpianya yang memang menyenangkan saat disantap, namun juga fasilitas yang dimiliki di gerai Lunpia Cik Me Me menyenangkan untuk setiap pelanggannya. Baik pelanggan dewasa, anak-anak, tua muda, tanpa mengenal ras dan agama, semua diterima dan dilayani dengan sangat baik.




Jadi, kalau sekarang sudah tahu 7 rahasia besar di balik delight-nya Lunpia Cik Me Me, ada yang mau makan lunpia bareng aku di sini nggak ya?

Wasalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Lunpia Cik Me Me
Jl. Gajahmada 107 Semarang Telp. 085 100 000 727
FREE DELIVERY : (024) 3511006 / 3511007
Waktu Operasional : 05.00 – 22.00




You Might Also Like

7 comments

  1. Mau lunpianya, Mbak. Tapi jauh sih dari rumah saya :(

    ReplyDelete
  2. Kapan ya Cik Me Me buka di Malang? xD

    ReplyDelete
  3. Udah dua kali diundang cik me me, selalu ramah dan humble, dan tentu saja rasa lunpia cik me me ngangenin 😀

    ReplyDelete
  4. Aku suka banget sama lunpia. Dimakan bareng daun bawangnya sambil dicocol sausnya. Aduuuuh enak e ...

    ReplyDelete
  5. Kapan2 kopdar di Lunpia Cik Me Me yuk, tempatnya nyaman dan yang penting ada fasilitas bermain untuk anak2 ya Rit

    ReplyDelete
  6. Tetiba laper ditengah malem, karena liat postingan ini. T-T

    ReplyDelete
  7. saya juga suka karena halalnya, selain tempat nyaman dan mushola yang luas. jarang jarang ada musola luas di toko lain

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com