header marita’s palace

3 Cara Agar Membuatku Disiplin Menulis


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Ketika menulis tidak lagi sekedar menjadi hobi, namun tuntutan pekerjaan, maka mau tidak mau aku harus lebih ketat dalam mengatur waktu. Sebagai seorang content writer, aku harus selalu siap sedia menyelesaikan artikel pesanan sesuai tenggat waktu yang diberikan. Syukur-syukur, aku bisa menyelesaikannya sebelum deadline, jadi bisa segera mengerjakan yang lain.

Membagi waktu antara menulis sebagai content writer, blogger dan mengikuti proyek-proyek antologi seringkali membuatku keteteran. Sebagai content writer, aku memang tidak dituntut untuk menulis sesuatu yang benar-benar baru. 

Namun melakukan riset tentang keyword yang kadang tidak benar-benar aku pahami dan baru untukku cukup memakan waktu, berbeda ketika keyword yang diberikan tidak asing di telinga, aku bisa lebih cepat mengerjakannya. Meski begitu justru di sinilah tantangannya.

Aku selalu menjadikan blogging sebagai hadiah atas keberhasilanku menuntaskan deadline pekerjaan content writing-ku, meski seringkali blogging justru sering kutepikan hingga bahkan tak tersentuh. Begitu satu paket pesanan selesai, biasanya klien akan memberikan pesanan lain. Bisa saja sih ditolak, namun kadang merasa eman, rezeki kok ditolak, hihi. Jadilah aku lebih sering menulis untuk orang lain, dan blog sendiri dibiarkan berdebu.

Belum lagi jika sedang asyik ikutan proyek antologi seperti sekarang. Bulan lalu aku ikut sampai lima proyek, bulan ini tiga proyek dengan deadline di awal November semua. 

Rasanya pengen deh setiap hari bisa di depan laptop 24 jam, wkwk. Tapi kan nggak mungkin.. ada anak yang kudu diurus, juga suami yang bakalan protes kalau dicuekin depan laptop melulu. Padahal dianya kalau sudah di depan laptop juga lupa sama istrinya, hahaha.

3 Cara Disiplin Menulis

Mulai bulan kemarin aku mulai menata kegiatan menulisku agar semakin tertata, agar semua proyek bisa diselesaikan sesuai jadwal tanpa ada yang terdholimi. Ini caraku:

1. Bullet Journaling

Aku suka menggunakan aplikasi notes di HP ku, untuk membuat bullet journaling dalam mencatatkan skala prioritas yang harus aku lakukan secara harian, mingguan, dan bulanan. Aku urutkan mulai dari proyek yang deadlinenya paling awal, sehingga aku tahu mana dulu yang harus aku kerjakan. 

Jika sudah selesai kukerjakan, tidak lupa kuberikan tanda centang, sehingga aku bisa move on ke to do list berikutnya. Selain kucatat di HP, biasanya aku juga menulisnya di notepad laptop dan juga di buku catatanku. 

Kenapa perlu sampai tiga catatan? Biar ingat, melekat, dan tahu diri kalau kerjaan banyak, jadi nggak siwer ngerjain yang nggak penting. Sudah dicatat saja masih sering lupa diri kok. Duh dek.

2. Kandang Waktu


Selain bullet journaling, aku juga menjalankan tips dari ibu Septi Peni, founder Institut ibu Profesional, yaitu dengan membuat kandang waktu. Kalau bu Septi menggunakan tips 7 to 7, kalau aku lebih pas di 9 to 9. 

Jadi semua urusan domestikku harus sudah kelar sebelum jam 9 pagi. Setelah itu dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam adalah flexible time bagiku mengembangkan diri, mengejar deadline, bermain sama anak, sesuai dengan kebutuhan yang paling prioritas di hari itu. 

Menyelesaikan urusan domestik sepagi mungkin memang membuatku jadi lebih produktif di flexible time. Beda ketika aku malas-malasan dan jam 9 baru mulai masak, rasanya kemrungsung dan feel so guilty karena pastinya to do list tidak segera terjamah.

3. Fokus


Nah, ini yang kadang masih susah dilakukan. Sebenarnya asalkan konsen menulis tanpa membuka aplikasi sosial media apapun, amaaaan. Aku bakal bisa terus menulis sampai jari-jari kebas, hehe. Tapi ketika satu sosial media dibuka dan jari mulai scrolling nggak jelas. Bahayaaaaa. 

Baca status onoh, komen di status inih. Sampai nggak sadar udah buang waktu tiga puluh menit. Duh, 30 menit itu sudah bisa jadi artikel 500 - 700 kata lo! 

Seringkali juga moodku bisa langsung drop begitu lagi semangat menulis, eh Affan bangun dengan segala dramanya… mau nggak mau laptop harus ditutup dan ketika malam baru bisa buka laptop lagi, apa yang mau ditulis feelnya udah beda. Rasanyaaa… nikmaaaat. Itulah tantangannya working mom at home yaaah :D :D.

Aku akui sampai hari ini tingkat disiplinku masih rendah. Aku masih terus belajar untuk mencari teknik yang pas agar tetap bisa menjalankan peranku sebagai ibu dan istri, serta tetap produktif dalam menjalani passionku di bidang tulis-menulis. Kalau teman-teman bagaimana cara mendisiplinkan diri dalam rutinitasnya, share dong di kolom komentar :)

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com