Meneladani Istri-istri Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Ketika bertumbuh menjadi seorang istri, ke manakah seharusnya kita berkiblat? Ada banyak teori relationship, tentang menjadi seorang istri yang dicintai suami. Namun sebagai seorang muslimah sudah sepantasnya sebelum belajar ke mana-mana, kita lebih dulu belajar dari para Ummul Mukminin, perempuan-perempuan terpilih yang menjadi istri nabi.

Disampaikan oleh Ustazah Julan Hardiansari atau yang lebih dikenal dengan Ustazah Wulan pada Sekolah Ibu 1440 Hijriyah pada 9 Mei 2019 lalu, setiap Ummul Mukminin memiliki keunggulan masing-masing. Kita bebas memilih mau belajar dari Ummul Mukminin yang mana. Btw, ada berapa hayo istri Rasulullah?

Ada beberapa pendapat mengenai hal ini, namun pendapat yang paling banyak disetujui oleh para ulama adalah 11 orang. Siapa sajakah mereka?




1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam’ah
3. Aisyah binti Abu Bakar Ash Shidiq
4. Hafshah binti Umar bin Khattab
5. Zainab binti Khuzaimah
6. Hindun binti Abi Ummayah (Ummu Salamah)
7. Zainab binti Jahsy
8. Juwairiyah binti Al Harits
9. Ummu Habibah binti Abi Sufyan
10. Shafiyah binti Huyai
11. Maimunah binti Al Harits

Namun di postingan ini aku hanya akan membahas 3 istri nabi teratas ya, pals. Sesuai dengan materi yang disampaikan oleh Ustazah Wulan waktu itu. Sisanya teman-teman bisa jadikan PR yaa, hehe. Soalnya dulu pun kami yang datang ke Sekolah Ibu diberi PR untuk mencari penjelasan mengenai istri-istri nabi lainnya. 

Kenapa sih harus mengenal para ummul mukminin? Iya dong, sebagaimana pepatah mahsyur mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Bagaimana mungkin kita mau meneladani istri nabi kalau kenal saja tidak? Maka, penting sekali untuk kita mengenal para istri Rasulullah. Setelah kenal, diharapkan kita akan semakin mengimani, mencintai dan meneladani mereka.




Belajar dari Sosok Khadijah binti Khuwailid


Khadijah yang kita kenal adalah seorang janda cantik, salehah dan kaya. Beliau adalah salah satu bangsawan Quraisy yang disegani. Menurut jumhur ulama yang terkenal, usia beliau saat dinikahi oleh Rasulullah yaitu 40 tahun, sedangkan Rasulullah berusia 25 tahun.

Beliau memiliki julukan Al kubro yang berarti pembesar/ pemimpin wanita Quraisy. Julukan yang kedua yaitu At Thohiro, perempuan yang amat pandai menjaga pandangannya. 

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah menjanda dua kali. Beliau sosok istri yang taat pada suami sekaligus saudagar hebat yang meneruskan bisnis ayahnya.




Kalau dipikir-pikir Allah bisa saja menikahkan Rasulullah dengan perempuan mana pun, namun mengapa Khadijah? Karena jikalau bukan Khadijah, adakah perempuan yang begitu mempercayai suaminya ketika pulang-pulang menggigil dari Gua Hiro setelah mendapat wahyu? Dengan jarak usia yang panjang, Khadijah bisa menjadi teman yang menenangkan bagi Rasulullah. Khadijah begitu luar biasa, maka tak salah beliau disebut sebagai the true love of Muhammad. 

Sebaik-baik wanita pada zamannya adalah Maryam binti Imran, dan sebaik-baik wanita dari umatnya adalah Khadijah binti Khuwailid. (HR Bukhari Muslim)

Berikut ini beberapa keutamaan Khadijah yang bisa kita teladani:

a. Amat Keibuan dan Memiliki Kehendak untuk Berkhidmat


Apa yang kita lakukan ketika suami tiba-tiba pulang dalam keadaan menggigil, lalu bercerita bahwa ia didatangi oleh sebuah makhluk dan mengatakan mendapat wahyu? 

Mungkin kita akan tertawa, dan merasa suami sedang ‘sakit.’ Khadijah tidak melakukannya. Khadijah langsung memeluk Rasulullah yang menggigil ketakutan dan menyelimutinya, sembari memberikan kalimat yang menenangkan.




Fatimah binti Muhammad adalah bukti betapa Khadijah adalah ibu yang hebat. Bagaimana beliau mendidik Fatimah sehingga hafal apa-apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh ayahandanya. 

Karena sifatnya yang lembut pula, Rasulullah tak pernah bisa melupakan Khadijah, meski setelahnya Rasulullah menikah dengan beberapa perempuan lain. Bahkan Aisyah pun cemburu pada Khadijah, padahal mereka tak pernah saling bertemu. 


b. Kecerdasan dan Ketawakalan


Salah satu kecerdasan Khadijah adalah beliau tidak gampang panik. Saat suaminya pulang dalam keadaan menggigil, beliau tetap tenang. Bahkan beliau bisa memberikan usul, “Mari kita berkunjung ke Waraqah.” Waraqah adalah kerabat Khadijah, seorang pendeta nasrani yang lurus. Sebelum Khadijah menikah dengan Rasulullah, Waraqah pernah mengabarkan pada Khadijah bahwa akan datang seorang utusan Allah dengan ciri-ciri yang ada pada Nabi Muhammad.

c. Walud wal Wadud


Memiliki cinta kasih berlebih pada anak dan keluarganya. Salah satu ciri dari perempuan yang walud wal wadud adalah sosok perempuan yang senang melahirkan. Maksudnya di sini bukan sekedar melahirkan, namun perempuan yang selalu bersyukur dan menerima rezeki berupa anak. 

Terkadang perempuan zaman sekarang tanpa sadar suka mengeluh ketika diberi rezeki hamil oleh Allah saat anaknya sudah 2 atau lebih dari 2. Khadijah tidak pernah mengeluh setiap kali hamil. Beliau selalu mensyukuri rezeki tersebut. 




Istri yang penuh cinta kasih akan bisa menciptakan rumah yang seindah surga; tenang dan nyaman. Hingga kemudian layak disebut sebagai baiti jannati.

Saat menyampaikan poin ini, Ustazah Wulan memberikan nasehat yang indah;

Kita tidak akan pernah bisa hidup tanpa ujian. Alih-alih mengeluh, akan lebih baik jika kita mencintai dan mensyukurinya hingga menjadi rahmat untuk kita.

d. The True Love of Nabi Muhammad


Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menceritakan,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menceritakan Khadijah pasti ia selalu menyanjungnya dengan sanjungan yang indah. Aisyah berkata, “Pada suatu hari aku cemburu.” Ia berkata, “Terlalu sering engkau menyebut-nyebutnya, ia seorang wanita yang sudah tua. Padahal Allah telah menggantikannya buatmu dengan wanita yang lebih baik darinya.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyampaikan, “Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR. Ahmad, 6:117. Syaikh Syuaib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih.)

Dari hadits tersebut kita bisa melihat betapa Rasulullah sangat mencintai Khadijah. Selama ini sebagai seorang istri, kita seringkali disibukkan menuntut kecintaan dari suami, tapi tidak menyibukkan diri untuk berbakti seperti Khadijah. Lihatlah, Khadijah telah membuktikan bahwa ketika seorang istri menyibukkan diri untuk berbakti pada suami, hasilnya suami akan sangat mencintai tanpa harus menuntutnya. 




Ustazah Julan menyematkan nasehat di ujung sub bab ini;
Perempuan yang istimewa adalah mereka yang sibuk dicintai oleh suami.
Semoga kita bisa menjadi perempuan-perempuan istimewa tersebut ya.

e. Tidak Dipoligami


Rasulullah memuliakan Khadijah dengan tidak menikah lagi hingga Khadijah meninggal. Sesungguhnya lelaki akan cukup dengan satu orang perempuan asalkan kebutuhan jiwanya dipenuhi. Rasulullah berpoligami bukan karena nafsu, melainkan karena wahyu. 

Nah, ayo bikin suami cukup dengan diri kita saja sehingga tak perlu doi melirik-lirik perempuan lain, apalah lagi berpikir untuk menikah lagi.

f. Allah Memuliakan Khadijah


Disampaikan oleh Jibril bahwa Khadijah akan mendapat rumah di surga yang terbuat dari emas dan perak. Khadijah juga beberapa kali mendapat salam langsung dari Allah lewat Jibril. Masya Allah, begitu mulianya sosok Ummul Mukminin yang satu ini, sehingga Allah saja menyampaikan salam kepadanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Pada suatu ketika Jibril pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, ini dia Khadijah. Ia datang kepada engkau dengan membawa wadah berisi lauk pauk, atau makanan atau minuman.’ ‘Apabila ia datang kepada engkau, maka sampaikanlah salam dari Allah dan dariku kepadanya. Selain itu, beritahukan pula kepadanya bahwa rumahnya di surga terbuat dari emas dan perak, yang di sana tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya.’” (HR. Bukhari, no. 3820 dan Muslim, no. 2432)

siapa yang sudah pernah baca semuanya?

Tidak akan pernah habis kata untuk menceritakan Khadijah. Bila teman-teman suka membaca novel, wajib banget baca novelnya Sibel Eraslan yang berjudul Khadijah; Ketika Rahasia Mim Tersingkap. Novel terjemahan yang akan membuat kita semakin cinta dan kagum pada sosok istri pertama Rasulullah ini. Selain Khadijah, Sibel Juga menulis novel tentang perempuan-perempuan inspiratif lainnya. 


pic by luckty.wordpress.com, mo foto buku Khadijahku, HP lagi disabotase anak

Kalau yang versi lokal, teman-teman bisa beli novelnya mbak Irfa Hudayati yang berjudul Khadijah; First Love Never Dies. Novel ini juga cakep banget dalam menggambarkan Khadijah. Bahkan aku selesai membacanya dalam sehari saking apiknya.


Belajar dari Sosok Saudah binti Zam’ah


Ayah dari Saudah adalah Zam’ah bin Qois bin Abdi Wud. Sedangkan ibunya adalah As-Syamus bintu Qois bin Amr. Secara nasab, ibunya merupakan sepupu Abdul Muthalib dari jalur ibu. Sehingga Saudah dengan Abdullah (ayah Nabi) adalah sepupu kedua.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Saudah menikahi sepupunya, Sakran bin Amr. Beliau masuk islam bersama suaminya dan ikut hijrah ke habasyah, yang sekarang disebut Ethiopia. Sepeninggal Sakran, Saudah menjadi janda tanpa keluarga yang melindunginya. Sampai akhirnya dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di usia yang sudah cukup tua. Ketika itu, Saudah telah memiliki 6 putra.

Rasulullah juga menikahi Saudah untuk melindungi kehormatannya. Karena Sakran bin Amr saat itu termasuk pembesar di Habasyah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Saudah di bulan Syawal tahun 10 kenabian (sekitar 3 tahun sebelum hijrah), sebulan sepeninggal Khadijah radhiyallahu ‘anha. Tentu bukan tanpa maksud Allah mengutus Nabi untuk menikahi Saudah. 




Sepeninggal Khadijah, Rasulullah memiliki anak-anak yang butuh sosok ibu. Saudah dengan pengalamannya yang mumpuni sebagai ibu dari 6 orang anak tentu sangat pas untuk menjadi ibu sambung bagi anak-anak Rasulullah dari Khadijah.

Ketika sudah cukup tua, Saudah selalu menyerahkan jatah gilir malamnya untuk A’isyah. Meski begitu, Saudah tetap ingin menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai meninggal, agar bisa menemani beliau di surga. Beliau meninggal di Madinah tahun 54 H.

Dari Saudah teman-teman yang ditakdirkan menikah dengan duda beranak bagaimana menjadi ibu sambung yang baik bagi anak-anak suami dari istri sebelumnya. Tidak membedakan antara anak kandung dan anak sambungnya. Selain itu Saudah juga sangat ikhlas mendampingi Rasulullah. Tujuan menikahnya dengan Rasulullah tidak lagi berorientasi dunia, namun akhirat.

Belajar dari Sosok Aisyah binti Abu Bakar


Setelah menikah dengan Saudah, Rasulullah bermimpi berulangkali melihat Aisyah di balik tirai. Mimpi bagi seorang Rasul adalah bagian dari wahyu. Rasulullah kemudian mengkhitbah Aisyah. Beliau adalah satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam keadaan masih gadis. 




Mengenai usia dinikahinya Aisyah ada pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah menikahi Aisyah pada usia 6 tahun dan kemudian kumpul bersama sejak usia 9 tahun. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Aisyah dinikahi saat usianya 13 tahun, dan kumpul bersama Rasulullah lebih dari usia 13 tahun. Wallahu’alam bis showab.

Yang lebih penting dari kapan Aisyah dinikahi oleh Rasulullah, adalah tentang keutamaan dari sosok perempuan cerdas ini.

a. Aisyah dibesarkan dalam lingkungan yang mulia. 

Ayahnya adalah sahabat nabi yang paling dekat. Bahkan sepeninggal Rasulullah, Abu Bakar ash Shidiq lah yang dipilih menjadi khalifah pertama, sesuai mandat Rasulullah.

b. Aisyah dinikahi atas wahyu dari Allah. 

Perintahnya bahkan turun secara langsung lewat mimpi.

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku bermimpi selama tiga malam. Malaikat datang kepadaku dengan membawa gambarmu dalam sepotong kain sutra seraya berkata, ‘Inilah istrimu.’ Lalu, aku buka kain penutup wajahmu, ternyata itu adalah gambarmu. Saat itu aku bergumam, jika ini kehendak Allah, maka pasti terlaksana.” (Muttafaq ‘alaih)
Ibnu Abu Mulaikah menyatakan bahwa Aisyah ra. berkata bahwa Jibril datang kepada Nabi saw. (dalam mimpi) dengan membawa gambarnya dalam sepotong kain sutra hijau seraya berkata, “Inilah istrimu di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi)

c. Aisyah adalah istri yang sangat cerdas. 

Beliau memiliki kemampuan merangkum 1600an hadits Rasulullah, terutama hadits-hadits yang berkaitan dengan pernikahan, rumah tangga, hubungan suami istri. Aisyah memiliki ingatan yang sangat kuat. Mungkin ini adalah salah satu alasan Allah memilih seorang gadis muda sebagai istri Rasulullah. Rasulullah membutuhkan sosok muda yang cerdas untuk mendampingi dakwah beliau.

d. Ahli di bidang silsilah dan kedokteran.

Beberapa riwayat menyatakan kalau Aisyah memiliki kemampuan semacam tabib atau terapis. Aisyah sering ikut ke medan perang untuk ikut mengobati pasukan yang terluka. Disebut pula sebagai Ummul Masakin atau ibunya kaum miskin karena kegemarannya bersedekah, meski yang lebih dikenal dengan julukan ini adalah istri nabi Zainab binti Khuzaimah. Aisyah juga sangat jago dalam amalan fisik seperti berkuda, memanah dan menonton gulat.




e. Sosok yang sangat cantik. 

Menurut beberapa riwayat, Aisyah memiliki rambut sepundak dan menjadi istri kesukaan Rasulullah.

f. Sifatnya begitu rendah hati dan bertanggungjawab.

g. Zuhud dan wara’

Artinya Aisyah sosok yang sangat sederhana dan berlepas diri dari yang sia-sia.

Masya Allah, baru tiga istri nabi yang diceritakan saja sudah banyak hal yang kita pelajari. Apalagi kalau kita belajar secara lengkap ya?

Sebelum menutup kajiannya saat itu, Ustazah Wulan menyampaikan bahwa semua orang masuk surga itu karena rahmat Allah. Maka perbanyaklah melakukan amal baik, karena kita tak pernah tahu mana yang akan bisa menjadi kunci surga. Secuek-cueknya suami, sejengkel-jengkelinnya suami, tetaplah menghadirkan kalimat-kalimat yang lembut. Sejatinya pintu rahmat hadir dari hal-hal yang berat dilakukan. Maka jadikan sabar sebagai perhiasan diri kita.

Semoga bermanfaat, pals. Sampai jumpa…

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Referensi:




Post a Comment

11 Comments

  1. "Sejatinya pintu rahmat hadir dari hal-hal yang berat dilakukan. Maka jadikan sabar sebagai perhiasan diri kita.: => noted, mbak.

    Makasiihhh atas sharingnya :) Terus menulis!

    ReplyDelete
  2. Yang sering didengar istri nabi itu Khadijah dan Aisyah... ternyata Saudah juga hebat...

    ReplyDelete
  3. Terima kasih ka, wawasan ku bertambah ๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
  4. Wa'alaikumussalaam warrohmatulloh wa barokaatuh..

    MasyaAlloh, Mbak.. melted aku bacanya, auranya berasa, Mbak..

    Penyampaiannya keren, bahasannya mantap..

    Semoga dikuatkan untuk meneladani sifat-sifat para istri Nabi shalallahu alaihi wasallam, dalam kondisi apapun..

    Terimakasih sudah share ilmunya, salam kenal dari Valletta ๐Ÿ™๐Ÿ’

    ReplyDelete
  5. Wah sangat menginspirasi๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  6. MaasyaAllah.. Luar biasa tulisanya kak. Semua istri baginda selalu menginspirasi :)
    .
    Salam cinta dari Valetta..

    ReplyDelete
  7. Ketika membaca ini, aku merasa istri-istri Rasulullah sangatsangat luar biasa. Semoga kelak aku dpt menjadi istri yg berakhlak baik untuk suamiku. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih ilmunya kak, terutama untuk para calon-calon istri di dunia ini.

    ReplyDelete
  9. Terima kasih mba, ilmunya bermanfaat sekali ๐Ÿ™

    ReplyDelete
  10. pengen baca buku-bukunya eh

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com