Catatan Satu Dekade dan Resolusi Blogging 2020



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hari pertama di tahun cantik, 2020. Sebelum memulai tulisan ini, aku mau transfer semangat dulu untuk teman-teman yang sedang ditimpa bencana banjir dan bencana lainnya. Semoga dikuatkan dan dimampukan dalam melewati bencana tersebut. Tetap sabar ya, pals.

Akhir tahun kemarin, timeline media sosial sedang ramai dengan catatan satu dekade, disusul dengan resolusi awal tahun. Biar dikata nggak kudet, aku mau ikutan juga aaah, wkwk. Sebenarnya sih karena tertantang dengan postingan mbak Widyanti Yuliandari, bu ketua IIDN di Grup IIDN - Interaktif. Boleh lah ya berbagi catatan, sambil melecut semangat agar tahun ini bisa konsisten ngeblog satu hari satu postingan alias one day one post. Doain yaa, pals.

Btw, catatan satu dekade yang aku buat hari ini khusus untuk rekam jejak tulis menulis dan per-bloggingan ya. Meski kayanya kalau diingat-ingat pengalamanku menulis belum selama itu deh, karena sejak lulus kuliah 2007 aku sibuk kerja dan melupakan dunia aksara. Insya Allah catatan satu dekade versi life recap aku buat di postingan tersendiri ya.



Baiklah, kita mulai yuuk napak tilasnya…

Catatan Satu Dekade 


2010 - 2011



Sebenarnya aku mulai berkarya secara serius di dunia menulis sejak dipaksa oleh dosenku pada tahun 2006 untuk ikut kegiatan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) dan Mawapres (Mahasiswa Berprestasi). Meski sudah punya cita-cita menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar, namun aku masih nulis iseng aja dan untuk konsumsi pribadi.

Baru saat kuliah ini aku dipaksa untuk menulis secara serius. Alhamdulillah aku bisa memenangkan lomba di atas di tingkat universitas. Sayangnya saat maju ke tingkat kopertis, aku tertendang cantik dong, hahaha. Begitu lulus kuliah pada 2007 dan sibuk kerja jadi guru honerer, aku masih nulis kok... nulis materi pelajaran dan soal buat murid-murid wkwk. 

Di akhir-akhir masa kuliah aku juga sempat bikin blog, tapi baru terisi satu artikel lalu terlupakan. Alias nggak bisa login karena lupa password. Terus bikin lagi dan kejadian yang sama terulang.

Momen berkesan sih tahun 2008 pernah menyabet juara ketiga lomba penulisan Essay untuk guru SD diadakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah. Setelah event ini aku vakum menulis cukup lama dikarenakan ada badai besar menghadang kehidupanku. Apalagi setelah itu aku pindah kerjaan ngajar dan hampir setiap hari kerja dari jam 8 pagi sampai jam 8 sore. Manalah sempat nulis secara serius. Palingan kalau lagi kangen nulis, aku nulis di Facebook Notes. 

2012



Karena akhir 2011, aku melahirkan anak pertama dan tidak berhasil mendapatkan pihak yang bisa kupercaya untuk mendelegasikan pengasuhan si baby, aku resign dari pekerjaanku. Meski di awal resign, sempat galau tentang banyak hal. Aku justru sekarang merasa bersyukur saat itu resign. 

Inilah awal di mana cita-citaku untuk berkelana di dunia aksara mulai terbuka. Pada 2012, aku mulai mengenal dunia content writing. Diawali dengan diperkenalkan oleh temanku kepada bos terbaik sepanjang masa, aku mulai belajar caranya menulis artikel untuk website. Saat itu manalah aku ngeh soal SEO dan teman-temannya. Pokoknya segala hal yang diajarin bosku dan temanku aku praktekkan. Btw, saat itu minimal sehari aku harus setor 5 artikel berbahasa Inggris.

Lumayan laaah, sebagai sarjana Sastra Inggris, dapat pekerjaan tersebut di rumah terasa sangat berharga. Aku bisa tetap mengaplikasikan ilmuku tanpa meninggalkan anak-anak, dan bisa dapat penghasilan yang cukup bangeeet.

2013



Berkutat dengan keyword ratusan bahkan ribuan ternyata lumayan bikin spaneng lama-lama. Akhirnya aku mulai berselancar di Facebook, dan aku baru sadar betapa banyak grup kepenulisan di sana. Aku mulai kenal IIDN. Saat itu IIDN masih sering mengadakan pelatihan-pelatihan gratis. Aku bersyukur bisa dapat banyak ilmu dari grup ini.

Dari IIDN juga, aku berkesempatan bisa ikutan gabung ke grup Penulis Artikel SEO Indscript Creative.

Di akhir tahun 2013, aku mulai ikut beberapa proyek antologi. Selain proyek antologi di IIDN, aku juga ikutan beberapa proyek yang digelar oleh penerbit-penerbit indie. Aku juga mulai membuat blog baru dan mengompilasi tulisan-tulisan lamaku ke dalam satu blog baru ini. Semua tulisan-tulisan yang dulunya tercecer di multiply dan Facebook notes kujadikan satu di blog ini. 


Baca tulisan pertamaku untuk blog ini: Ngeblog Lagi


Meski akhirnya blognya banyak karatannya sih alias updatenya kadang ingat kadang lupa, hehe.

2014



Rainbow, buku antologi pertama yang kususun bersama teman-teman IIDN angkatan lama terbit. Saat itu kalau nggak salah ingat kami cetak 1000 eksemplar di bawah Rinra Publishing, penerbit indie milik PJ proyek ini.

Selain Rainbow, ada 7 buku antologi lainnya yang juga cetak di tahun ini. 2 diantaranya diterbitkan oleh penerbit mayor; Storycake - Berpikir Positif dan Inspirasi Untaian Nama Bayi. Judul pertama merupakan hasil keroyokan dengan teman-teman IIDN seluruh indonesia setelah melewati seleksi. Sedangkan judul kedua adalah hasil kolaborasi dengan teman-teman IIDN Semarang.

Ada juga satu buku yang istimewa bertajuk Hati Ibu Seluas Samudera. Buku tersebut merupakan hasil keroyokan dari para blogger di bawah arahan Pakdhe Cholik.

2015



Aku mulai mandheg ikut proyek-proyek antologi, karena trauma. 4 dari 7 proyek yang akhirnya bisa menghasilkan buku di tahun 2014 sempat bermasalah. Penerbit Indie yang mengadakan proyek antologi itu memalsukan ISBN. Hasil cetaknya pun jauh dari ekspektasi. Aku mulai fokus kembali ke content writing. 

Teman-teman IIDN Semarang mulai banyak yang banting setir ke ngeblog. Lalu lahirlah Blogger Gandjel Rel yang diinisiasi oleh Mbak Uniek, Mbak Dedew, Mbak Rahmi, Mbak Wuri dan Mbak Tari. Sempat diajakin bergabung tapi aku takut konsentrasiku terpecah lagi. Sementara setoran artikel yang diminta mas bos harus jalan terus. Aku juga jadi supervisor untuk beberapa penulisnya mas bos saat itu.

2016



Namun ternyata di sela-sela menulis artikel pesanan, memang harus tetap menulis artikel original yang benar-benar mencurahkan isi hati, bukan sekedar ngikutin keyword. Akhirnya aku memberanikan diri untuk melangkah lebih profesional; mengganti domain blogku. This is it; Marita’s Palace. Untuk pertama kalinya ikut kopdar Gandjel Rel. Aku juga sempat ikut flash blogging yang memicuku untuk semakin semangat ngeblog.

Blog ini memang semacam escape buatku saat jenuh dengan keyword-keyword. Rasanya lebih happy dan berbinar ketika menulis tentang hal-hal yang kita sukai, bukan asal ngikutin keyword yang sudah disediakan. Namun nggak bisa dipungkiri, emak butuh duit juga buat beli buku-buku kesukaan wkwkw. Jadi ya masih bertahan menjadi content writer.

Sejak hamil anak kedua, aku mulai mengurangi artikel pesanan. Mager banget sih saat itu. Alhamdulillah, rezeki dari blog mulai terlihat. Dari menang giveaway sampai blog competition kecil-kecila.

2017



Awal tahun ini aku semakin mager, semacam shock therapy karena ibu meninggal. Aku mulai males-malesan jadi content writer. Aku minta izin ke suami untuk memutuskan kerjasama dengan mas bos yang luar biasa baiknya. Sayang sih benernya… hiks. 

Tapi saat itu google juga semakin susah ditembus. Rotinya semakin banyak yang memperebutkan jadi penghasilanku pun turun cukup drastis. Aku lebih memilih jadi freelancer, meski penghasilannya nggak bisa ditebak. Kalau pengen nulis ya dapat duit, kalau nggak pengen ya dompet kosong, hehe.

Di tahun ini alhamdulillah bisa menghasilkan 3 buku antologi. Aku juga akhirnya resmi terdaftar matrikulasi IIP batch #4. Blogku jadi mulai ramai pengunjung karena postingan-postingan NHW-ku. 

Setelah lulus matrikulasi, aku langsung lanjut Bunda Sayang dan memutuskan untuk membuat satu blog lagi khusus untuk dunia parenting, portofolio anak dan setoran tantangan 10 hari Bunsay. Awalnya kuberi nama Jejak Pengasuhan, tapi kini diganti menjadi Rumah Kita.

Oh ya, di tahun ini juga aku diamanahi jadi PJ Rumbel Literasi Media Ibu Profesional Semarang. Dan dapat kesempatan untuk jadi model iklan Biznet Home loo. Mau lihat videonya nggak?




2018



Aku membuat blog baru berjudul Yuk Ngeblog! Blog ini kubuat awalnya untuk menyimpan tutorial-tutorial blogging. Aku punya panggilan khas untuk pembaca blogku yang satu ini; Cupuers. Karena memang tutorial blog yang kutulis di blog ini khusus untuk blogger pemula yang pengen bikin blog tapi bingung mulai dari mana. 

Di tahun ini, aku berhasil menyabet juara ketiga Flash Blogging Competition yang diadakan Kemenkominfo. Rasanya luar biasa lo ikutan flash blogging itu! Sudah pernah?

Di akhir tahun aku bergabung dengan komunitas Pejuang Literasi. Sebuah gerbang yang membuatku ingat tentang mengapa aku menulis. Juga membuatku ingat tentang cita-citaku untuk bisa menerbitkan buku solo.

2019



Tahun yang penuh warna. Tiga kali menang blog competition, meski lokalan saja. Namun alhamdulillah hadiahnya memang yang cukup kubutuhkan. Di tahun ini juga aku bisa produktif lahiran buku antologi. Ada 16 judul buku antologi yang terbit. Sebagian besar bersama Pejuang Literasi.

Tahun 2019 aku juga akhirnya bisa bergabung dengan komunitas ODOP. Di sini aku jadi semakin semangat update blog. 

Resolusi Blogging 2020


Belum banyak kan ceritaku pals tentang dunia aksara. Tapi bisa dibilang 2019 ada titik balikku untuk semangat lagi ngeblog dan menulis. That’s why untuk resolusi hidup sih aku nggak mau cerita-cerita, biar jadi rahasiaku sama Sang Kuasa. Namun spesial untuk urusan menulis dan blogging aku pengen lah punya target di 2020. 

Kenapa aku bagikan di sini, biar ada yang njawil dan njewer gitu… Maklum aku orangnya kan mageran, jadi kadang butuh dipecut biar keep on the track. Nggak muluk-muluk sih, tahun ini aku punya 3 target saja.



  1. Rutin One Day One Post
  2. Mulai serius membangun blog-blog lain selain Marita’s Palace. Rencana ada 4 blog lain yang mo kuseriusin.
  3. Nerbitin buku solo tentang Inner Child dan Bad Parenting, atau tentang How to Broken Home Couple Raising Their Kids. Benernya ini resolusi tahun lalu yang belum terjamah, wkwk. Diteruskan saja lah yaaa.

Kelihatannya cuma tiga angka, tapi prakteknya butuh mental baja. Doakan aku konsisten dan istiqomah yaa. Btw, kalau teman-teman punya catatan satu dekade dan resolusi khusus nggak? Ditunggu lo cerita-ceritanya di komentar. Sampai jumpa besok ya, insya Allah. 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

25 comments

  1. Keren banget dirimu, say. Udah banyak antologi. Udah malang melintang di dunia blog dan content writer. Moga sukses buku solonya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Farida pun nggak kalah keren. Apalagi soal urusan lomba blog, ajarin dong mbak.. biar ketularan menangan.. :)

      Makasih doanya ya mbak.. semoga nggak mager nerusinnya, hehe

      Delete
  2. Replies
    1. Nggak salah nih? Mas Suden apalagi... Sudah malang melintang ke Sana sini...

      Delete
  3. Masya Allah, semoga istiqomah berbagi tulisan yang menginspirasi di keempat blog nantinya ya. Itu ada 16 buku antologi, kerennn nya Ririt. Aku malah baru punya 6 buku antologi aja udah bosan duluan. Dan kita dua kali dalam satu buku ya, yang nama bayi sama bukunya Pakdhe, Hati Ibu Seluas Samudera. Udah mulai one day one post? aku belum, hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetep belum nendang kalau belum punya buku solo nih mbak. Doakan semoga tahun ini terwujud ya mbak.

      Alhamdulillah sudah mulai one day one post nya nih. Semoga istiqomah hingga akhir... Hehe.


      Semangaaaat!

      Delete
  4. Welcome to One Day One Post, aku pun yang baru join setahun yang lalu, jadi punya tempat gitu untuk menulis ini itu yang disuka di hati dan khususnya membangun konsistensi walau kalau kualitas aku kyknya asih butuh banget belajar menulis dengan baik. Btw tipsnya sepertinya oke banget untuk ditiru bagi newbie blogger dan writer seperti diriku. Baiklah akan kumulai dengan mengumpulkan FB notesku ke blogku. Btw boleh mba kapan2 kopdar berdua khusus ngomongin ttg blog nih, biar bisa cantik blognya kyk punya mba marita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayook mbak... Agendakan saja. Memang enak offline kalau belajar ngeblog, jadi bisa sambil praktek sekalian :)

      Delete
  5. Rajiiin banget emang Mba Marita ini, sampe masih bisa menuliskan pencapaian selama 10 tahun, semoga tahun ini makin produktif yaa Mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalau urusan di dapur kalah jauh rajinnya sama mbak Nia.. wkwk. Tolong setrumin rajinmu mbak.. hehe.

      Delete
  6. Mbaa...aku angkat jempol utkmu yg mampu menjaga kontinuitas ngeblog dan bertabur prestasi. Oya, klo gak salah kita tergabung di salah satu bk antologi ya mba..yg dikoord Pakde Cholik ☺️
    Semoga di 2020 ini semua resolusimu terwujud. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya ya mbak? Banyak banget itu dulu yang join antologi Pakdhe Cholik sampai gak hafal... Hihi.

      Aamiin aamiin. Doa yang sama untukmu ya mbak.

      Delete
  7. Mendoakan semoga terwujud ya Mba doa-doa kebaikannya hehehe
    keren pokoknya kamu, salah satu idola ngeblog di gandjelrel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Nyi. Doa yang sama untukmu. Aku pun mengidolakan konsistensi Dan kerja kerasamu Nyi.. semangaaat.

      Delete
  8. Perjalanan ngeblognya berliku, salut sama Marita yang produktif, ayo semangat bikin buku solonya, bikin outline, terus dicicil satu-persatu ceritanya jadi seperti bikin antologi, jadi tak berasa beban bikin buku solo..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih kalah produktif dari mbak Dedew lah. Asyiiik dapat tips jitu menulis buku solo dari penulis hits. Doakan Saya nggak mager tahun ini :)

      Delete
  9. Pengin banget bisa nulisin kaleidoskop kayak gini, tapi memoriku nih payaahh.. Kayak otomatis clear chat setelah beberapa saat hahahaa... mau bilang udah tua aja pake muter-muter.

    Duuh istilahnya banting setir hahahaa.. Bukan lah, bukan banting setir. Masih tetap pengin jadi penulis buku, hanya saja kondisi mental belum mendukung. Pengin tetap menulis baik di buku maupun blog. Semoga aja tahun 2020 ini ada ajakan dan kesempatan untuk nulis buku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk.. asline aku pun juga mulai lupa-lupa ingat kok mbak. Kemarin sebelum publish dibaca ulang.. ini bener di tahun ini nggak ya..

      Ayo mbak bikin proyek nulis bareng lagi di Semarang :)

      Delete
  10. Blogger idolaaa....keren banget sih kamu, say. Semangatnya itu lhoo, tulari akuuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kebalik mbak? Dikau itu yang menginspirasiku. Dari awal serius ngeblog karena sering stalking blog mbak Ika. Belajar bikin header Juga dari tulisan mbak Ika. Idolaaa pokokmen.. hehe.

      Delete
  11. Masyaallah semangat terus ya mbak ririt.
    Aku suka baca tulisan-tulisan mu

    ReplyDelete
  12. Wah, sama, mbak! Dulu awal-awal sering banget nulis di facebook notes tapi fb lama dibajak dan tulisan pun hilang :(

    Lalu berpindahlah ke blog, isinya curhatan semua. Rasanya aku ingin mengembalikan blog pada fitrahnya: sarana curhat haha

    ReplyDelete
  13. Halo Mbak Marita, salam kenal.. Tulisannya sangat menginspirasi. Saya jadi semangat untuk ngeblog lagi nih baca tulisan Mbak. Inget ke blog sendiri, umurnya udah sepuluh tahun tapi isinya seperti umur sebulan. Banyak hiatusnya hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com

Subscribe Our Newsletter