MaritaPalace

Rumbel Literasi Media, Should I Say Goodbye?

1 comment


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Januari 2020, perjalanan New Chapter Ibu Profesional semakin gegap gempita. Perubahan demi perubahan dalam sistem pengelolaan organisasi harus dihadapi. Beberapa hal ada yang membuat kami gagap. Bahkan di Ibu Profesional Semarang sendiri sampai detik ini belum semua posisi yang dibutuhkan terisi secara lengkap.

But it’s okay, perubahan dan adaptasi adalah sebuah proses alami yang harus dijalani. Seperti kata kakak-kakak di Timnas, bergegas itu harus, namun tidak perlu kesusu apalagi kepontal-pontal. Berkomunitas haruslah bahagia.

Dengan adanya sistem yang baru, pengelolaan WAG member dan rumbel regional akan bertemu dengan banyak perubahan. Sambil mengikuti perubahan yang ada, sambil kami mix and match style mana yang paling pas dipakai di regional Semarang. Namun ada satu hal yang menggelisahkanku; tentang pembubaran rumbel, terutama rumbel-rumbel yang sudah tak aktif. 




Hatiku bergejolak mendengar informasi tersebut dari mbak Wawak, koordinator IP Semarang yang sebentar lagi seleh dan mengambil peran menjadi Koordinator HIMA IP Semarang. Aku menengok sebuah rumbel yang menjadi jejak langkah awalku di IP Semarang; Literasi Media. Betapa banyak sawang di dalamnya. Betapa ketika aku mencoba membuka obrolan di grup, aku mulai terasa asing. 

Ke mana teman-teman seperjuanganku dulu? Ke mana mereka yang dulu begitu semangat belajar menulis dan ngeblog? Ke mana celotehan-celotehan riang yang dulu menyemarakkan WAG ini? Aku seperti tersesat… kehilangan arah. Atau aku mungkin yang terlalu lama pergi meninggalkan ruang ini, hingga kini mereka memilih jalan lain yang berbeda. Mungkin hati kami tak lagi saling terpaut seperti dulu. 

Semoga aku nggak harus menyanyikan lagu ini...

You deserve the chance at the kind of love
 I'm not sure I'm worthy of
Losing you is painful to me  
I don't wanna let you down
I don't wanna lead you on
I don't wanna hold you back
From where you might belong 
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say, but goodbye

Kilas Balik Terbentuknya Rumbel Literasi Media


Selepas menuntaskan matrikulasi IIP batch #4, aku diculik oleh Mbak Endah, koordinator IP Semarang waktu itu untuk menjadi bagian dari kepengurusan. “Mbak, bikin rumbel blogging atau nulis, yuk,” kata mbak Endah waktu itu. Antara takjub dan nggak nyangka, apa nggak salah nih Mbak Endah memberikan amanah tersebut. Aku sendiri merasa masih butuh banyak belajar tentang blogging dan nulis. 

kenang-kenangan kelas blogging online

Mbak Endah terus menyemangati hingga akhirnya, bismillah… kuambil tantangan tersebut. Kami mengawalinya dengan offline blogging class secara rutin setiap satu pekan sekali. Alhamdulillah peminatnya cukup banyak waktu itu, meski perlahan seperti biasa, satu per satu berguguran dan meninggalkan nama-nama yang itu lagi, itu lagi.

Aku senang bisa melihat teman-teman yang awalnya nggak punya blog, jadi punya blog sendiri… apalagi kalau melihat sampai sekarang ada yang masih konsisten ngeblog. Menjadi sebuah cambukan semangat tersendiri untukku.

Selain kelas blogging offline, kami juga berdiskusi beberapa materi kepenulisan dan blogging di WAG khusus rumbel Literasi Media. Dulu WAG itu sangat hangat. Setiap bulan aku berusaha mengadakan challenge, lalu kupilih satu member dengan tulisan yang paling inspiratif atau menarik. Hadiahnya sih tak seberapa, biasanya kukirimkan koleksi bukuku sebagai apresiasi dan melecut semangat member untuk terus menulis.





Bahkan kami sudah sempat menelurkan dua buah karya lo. Pertama, Be New Me, merupakan antologi karya dari teman-teman matrikulasi batch #5, yang beberapa di antara mereka juga kemudian menjadi member rumbel LM. Kedua, Wanita dan Pena, antologi karya dari member LM yang terpilih.

Wanita dan Pena menjadi sebuah kenangan menarik buatku. Di antara proyek-proyek antologi yang kuikuti, bisa melihat nama sendiri tercetak di depan nama teman-teman yang lain ternyata bisa membuat senyumku mengembang lebih lebar. Dan lagi proyek tersebut menjadi proyek di akhir jabatanku sebagai penanggungjawab rumbel LM, jadi semakin terasa spesianya.

Pada kepengurusan 2018 - 2019, aku meminta izin pada mbak Endah untuk memilih peran yang lain. Sepertinya Rumbel Literasi Media pantas mendapatkan penanggungjawab yang lebih paham mengenai dunia tulis menulis dibandingkan aku. Saat itu aku merasa terpanggil untuk menjadi tim divisi online karena ingin menata WAG member dengan lebih rapi sehingga semua member bisa nyaman dan mendapat manfaat lebih maksimal.




Alhamdulillah, mbak Ayu Candra mau meneruskan estafet sebagai PJ Rumbel LM. Program yang disusunnya cukup efektif. Dia memilih ketua kelas setiap bulannya yang akan mengawal diskusi pada bulan tersebut. Sayang, di pertengahan jalan mbak Ayu meminta izin cuti karena buah hatinya sedang butuh perhatian khusus. Aaah, kami benar-benar kehilangan sosok PJ yang lemah lembut itu.

Mbak Novika Amelia menyanggupi meneruskan amanah menjadi PJ. Namun suasana rumbel LM sudah kadung sendu. Ditambah aku tahu banget kesibukan mbak Novika juga padat. Sesekali aku menengok dan menyapa WAG Rumbel LM, namun kembali itu lagi dan itu lagi yang nongol… padahal di dalamnya ada 53 member. Hiks.. berasa monolog nggak sih?

Aku tak menyalahkan teman-teman… karena berkomunitas memang harus bahagia. Aku pun tak selalu bisa membahagiakan semua orang. Terkadang pengen semuanya jalan dengan lancar; WAG member, rumbel LM dan juga komunitas-komunitas lain yang aku juga ikut andil di dalamnya. Namun kan nggak mungkin juga semua waktu tercurah ke sana, hehe.

Intinya saat ini aku sedang galau dan sedih, should I say goodbye to Rumbel Literasi Media? That’s why tulisan ini kubuat sebagai jawaban untuk challenge yang kubuat sendiri. Aku menyebutnya #SaveLM challenge. Ya, sebut saja challenge yang berfungsi sebagai misi penyelamatan rumbel LM. Jikalau ada 20 orang dari 53 member yang ada mengikuti challenge ini, maka insya Allah LM bisa dilanjutkan. Namun jika ternyata hanya aku saja yang ikut challenge ini… baiklah mungkin aku harus move on…



My Dream for Rumbel Literasi Media in New Chapter


Tahun ini aku memilih seleh dari kepengurusan regional, karena qodarullah diculik oleh Teh Rektor IIP untuk menjadi bagian IIP pusat. Salah satu syarat yang diberikan suami saat aku menerima tawaran Teh Chika adalah tidak double job. Artinya, kalau aku mengambil tawaran Teh Chika, maka di regional aku harus memilih peran yang santuy.

Dan memang sebaiknya jika sudah menjadi pengurus di salah satu bagian IIP, tidak ambil dua peran agar lebih fokus sekaligus memberi kesempatan yang lain untuk berkiprah. Kecuali benar-benar nggak ada orang sama sekali.

Alhamdulillah posisi-posisi strategis IP Semarang sudah beberapa yang terisi, siapa saja mereka? Tunggu saja pengumuman resminya ya. Meskipun seleh, aku sudah sempat meminta izin kepada sekretaris regional terpilih untuk kembali menghandle Rumbel LM di kepengurusan ini jika tak ada yang menghidupkannya dari mati suri. Sungguh aku tak rela rumbel ini kukut… sungguh aku ingin membayar ketidakbecusanku mengawal teman-teman setahun terakhir. 




Maka kalau masih ada kesempatan untuk kembali mengembangkan LM, ada beberapa hal yang ingin kulakukan bersama teman-teman:

1. Mengaktifkan kembalil kelas blogging offline 2 pekan sekali

2. Mengadakan mini kopdar rumbel LM dengan konsep arisan ilmu dua bulan sekali, bergantian ke rumah-rumah member. Selain untuk silaturahmi, setiap kopdar ada satu member yang harus mau menjadi narasumber berbagi ide-ide atau tips-tips menulis. Tak harus besar, sederhana tapi bermakna. Jujur aku iri melihat rumbel herbal yang rutin kopdar dan semangat memiliki rumbel menjadi semakin besar. Huhuhu, aku baper… 

3. Mengaktifkan kembali jadwal pekanan dan challenge bulanan di WAG rumbel agar virus menulis dan ngeblog kembali semerbak seperti dulu.

Nggak muluk-muluk, aku cuma pengen tiga hal itu bisa berjalan dan rumbel LM kembali bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada anggotanya.




Doakan ya, pals.. semoga masih ada kesempatan untuk belajar bareng rumbel LM. #SaveRumbelLM, Semangat #SemestaKarya, wahai #IbuProfesionalSemarang!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. kopdar itu wajib mba, karna kita jga butuh sharing secara langsung hehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email