-->

Belajar Sehat Berinternet dengan 3M dan BAIK bersama Bunsay #5 Bandung

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Senang tapi juga haru. Senang karena Bunda Sayang batch #5 mencapai akhir perjalanannya. Yippie, level 12 is done! Artinya teman-teman Bunsay harus mulai perjalanan yang sebenarnya. PR besar setelah Bunsay yaitu bisakah mempertahankan konsistensi selama mengerjakan T10 hari? Bisakah yang mulanya dipaksa karena T10 hari, kini rutin menjadi kebiasaan yang mendarah daging?

Hanya para mahasiswi Bunsay yang bisa menjawab.

Level 12 adalah level favoritku sejak zaman masih jadi mahasiswi Bunsay batch #3. Mungkin karena kerjaannya banyak berhubungan sama dunia digital dan multimedia, jadi level ini memang favorit banget. Meski pada akhirnya aku waktu itu juga nggak banyak ngulik aplikasi-aplikasi baru sih, hanya mengulas situs dan aplikasi yang memang kubutuhkan saat bekerja, khususnya terkait urusan blogging.

Membersamai Bunsay #5 Bandung di level ini menyegarkan ingatanku kembali terkait manajemen gadget dan manajemen internet. Dari hasil belajar di level 12, aku murojaah ilmu lagi terkait sehat berinternet secara 3M dan BAIK. Apa sajakah itu?

Berinternet dengan 3M


Gadget dan internet memang asyik, dunia seakan berada di genggaman karenanya. Jika kita tak pandai mengelolanya, bubrah semuanya. 3M adalah cara yang bisa kita lakukan untuk menangkal kecanduan gadget dan internet, apakah itu?

1. Mawas Diri

Ada banyak aplikasi yang dengan mudah kita unduh di playstore, kadang saat kita mendengar info dari teman, rasanya ingin ikut juga menginstallnya di gadget kita. Di sinilah pentingnya kita untuk sadar terhadap kebutuhan. Apakah benar aplikasi tersebut kita butuhkan? Atau hanya karena ikut-ikutan tren?

Misal, ada banyak aplikasi editing gambar dan video, apakah lalu harus punya semuanya di gadget kita? Tentu tidak bukan? Kita hanya cukup memilih yang cara menggunakannya paling nyaman, dan benar-benar mengakomodasi apa yang kita butuhkan.

Mawas diri juga terkait dengan manajemen waktu penggunaan gadget. Bukankah kita tak harus selau 24 jam menggenggamnya? Kita perlu mengelola kapankah kita bekerja dan mencari informasi menggunakan gadget, dan kapan kita harus fokus pada dunia nyata. Gadget seharusnya mendekatkan yang jauh, bukan menjauhkan yang dekat. Jadi, sudah seberapakah mawas dirinya kita? Hanya diri masing-masing yang tahu jawabannya.

2. Mawas Pantau

Sebagai orangtua apakah kita membebaskan anak-anak membuka gadget dan berselancar di internet sesuka hati mereka? Sudahkah kita membekali hal-hal terkait prinsip berinternet kepada anak? Inilah yang dimaksud dengan mawas pantau.

Kalau idealnya memang sebelum 17 tahun sebaiknya anak-anak tak memiliki gadget pribadi. Namun tentu saja setiap keluarga memiliki prinsipnya masing-masing, jadi ya kembali lagi ke aturan di rumah tersebut. Namun apapun pilihan yang kita ambil, mawas pantau adalah hal yang tak boleh ditinggalkan.

Abah Ihsan pernah mengajarkan mengenai 3D terkait penggunaan gadget. D yang pertama yaitu DIBUTUHKAN. Anak dibolehkan menggunakan gadget berinternet selama dibutuhkan, misal untuk kegiatan sekolah, cari PR, apalagi lagi masa pandemic begini kan? Mau tak mau anak-anak membutuhkan gadget untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Yang kedua, DIPINJAMI. Kenapa dipinjami? Karena akan selalu ada bedanya antara diberi secara cuma-cuma dengan sekedar pinjam. Ketiga gadget itu hanya dipinjami, maka orangtua akan lebih mudah memberlakukan syarat dan ketentuan yang berlaku. Ketika gadget diberikan secara cuma-cuma kepada anak sebagai fasilitas, maka biasanya anak akan cenderung memakai tanpa kenal waktu, bahkan bisa jadi kecanduan. Terutama pada keluarga-keluarga yang belum mampu memberikan batasan jelas kepada anak-anaknya terkait penggunaan gadget.

D yang ketiga yaitu DIAWASI. Selama anak-anak masih bersama kita, maka mereka harus menggunakan gadget dalam pengawasan orangtua. Sebaiknya memang menggunakan gadget hanya di ruang publik. Saat masuk ke kamar, gadget dikumpulkan menjadi satu di tempat bersama, termasuk kedua orangtuanya dong ya. Jadi nggak ada tuh ceritanya, sampai ada yang nggak tidur hanya karena mantengin gadgetnya.

3. Mawas Informasi

M yang terakhir adalah mawas informasi, tentunya ini terkait dengan 5 prinsip berinternet ya. Masih ingat atau nggak hayoo? Apa aja tuh prinsipnya? Yang udah lupa bisa cuzz baca lagi 1001 Cara Berinternet Sehat ala Emak Dasteran.

Intinya sih, ada banyak informasi yang bergentayangan di zaman now. Apalagi lagi musim covid begini, lalu lalang deh informasi yang beredar. Saking banyaknya, banyak pula info-info hoax yang menyesatkan. That’s why kita harus mawas informasi, harus pilah-pilih dan menyaring dulu info yang masuk sebelum menyebarkannya. 

Selain itu juga jangan jadi tim FOMO (fear of missing out) yang takut ketinggalan info terbaru. Begitu notif HP berbunyi, langsung cepet-cepet dibuka takut ketinggalan chat di grup. Sesuaikan informasi yang ingin kita dapat sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Kita nggak perlu tahu segala hal di dunia ini kok. Lebih baik tahu sedikit tapi bermanfaat, daripada tahu banyak hal tapi kurang bermanfaat.

Sudahkah Berinternet BAIK?

Selain 3M, kita juga bisa berinternet sehat dengan menggunakan prinsip BAIK. Apaan tuh?


1. Bertanggungjawab


Pastikan saat kita sedang berselancar di internet, kita membuka situs-situs yang bisa dipertanggungjawabkan. Misal, duh nulis ini kok sambil makjleb ya, nonton dan unduh film dari situs-situs yang legal. Begitu juga saat unduh software-software laptop, unduhlah dari situs yang legal. Asli soal ini aku masih jarkoni alias isa ujar ora isa nglakoni. Kalau diartikan dalam bahasa Indonesia, bisa ngomong belum bisa menjalankan. Karena jujur masih susah menghindari situs-situs illegal untuk nonton film. Jangan ditiru yaa. Kalau teman-teman mampu nonton film dari situs-situs legal, maka itu adalah pilihan yang lebih aman.

Bertanggungjawab di sini juga terkait dalam mempublikasikan tulisan atau berbagi informasi, pastikan apa yang kita bagikan bisa dipertanggungjawabkan sumbernya. Pastikan bahwa yang kita bagikan bukanlah hoax.

2. Aman

Saat berselancar di internet kita juga harus senantiasa cek keamanan kita. Jangan sampai tertipu dengan situs-situs yang memang dibuat untuk mencuri data-data kita. Pastikan juga untuk tidak mengirimkan atau mempublikasikan hal-hal pribadi. Salah satu alasan kenapa kita harus nonton atau unduh film/ software di situs legal adalah terkait keamanan ini. Biasanya di situs-situs ilegal sering menjadi sarangnya malware yang bisa membahayakan gadget kita.

3. Inspiratif

Gunakanlah internet untuk bekerja, berkarya dan menebarkan manfaat. Jangan sekedar hanya menjadi pengguna yang konsumtif, artinya menggunakan internet hanya untuk beli-beli barang, berkeluhkesah di status. Ubahlah perilaku itu menjadi lebih produktif, maksudnya jika awalnya hanya nontonin Atta Halilintar dan Ria Ricis, kenapa nggak coba membuat channel youtube juga, tentunya yang bisa memberikan inspirasi kepada para subscriber kita.

4. Kreatif

Masih berhubungan dengan inspiratif, bisa dibilang kreatif adalah teman baiknya si inspiratif. Menjadi inspiratif, membutuhkan kreativitas untuk melahirkan karya. Jadi sudah seBAIK apakah kita membekali anak-anak saat berinternet?

Btw, untuk berpartisipasi dalam aksi #ibubantuibu, buat teman-teman yang butuh narasumber untuk sekolah atau komunitasnya dengan tema Internet Sehat, boleh lo japri aku.

Tetehs Bandung yang Melek Internet

Jujur aku seneng sih, di level ini banyak peningkatan yang cukup signifikan dalam soal setor-menyetor T10 hari. Di level 11 lalu ada 22 orang yang mendapat badge dasar, di level ini naik menjadi 25. Sementara yang sebelumnya ada 5 orang yang meraih badge YE, di level 12 ada 11 orang yang mampu mencapai YE. Yippieee! Sementara untuk OP sendiri masih dipegang oleh 5 nama. Sama atau tidak yaa yang memegang badge OP?

Di level 11 ada sekitar 20an orang yang tak setor T10 hari, alhamdulillah di level 12 berkurang separuhnya. Dan inilah tetehs yang berkemilau di level 12:

1. Aliran Rasa Ter…


Luluk Ulinnuha

Dalam aliran rasanya, Teh Luluk mengingatkan bahwasanya penting untuk menjalankan 3M dalam penggunaan gadget, serta jangan lupa untuk memilah, mempraktekkan dan membagikan aplikasi atau informasi yang bermanfaat lewat multimedia. Gunakan multimedia sebagai sarana berbagi manfaat.
Seringnya akupun merasa nyaman dengan apa yang sudah ada. Rasanya dunia akan begini-begini saja. Tapi karena perubahan adalah suatu keniscayaan jadi ayok diri kita .. keluarlah dari zona nyaman.. sembilu.. yang dulu.

Sisca Monalisa

Tak banyak berbeda dari postingan aliran rasa Teh Luluk, namun ada sentuhan personal yang bisa menyentuh pembaca dengan sangat dalam. Postingan teh Sisca menjadi reminder bahwa seringkali kita menempatkan orang lain yang sudah mengenalkan gadget pada anaknya di posisi yang lebih rendah dari kita, padahal kita tak berada di sepatu mereka. Belum berarti mereka yang sudah mengenalkan gadget jauh lebih buruk dari kita. Bisa jadi karena mereka memang sudah punya ilmunya bagaimana mengelola gadget di dalam keluarga.
Kitalah yang menjadikan teknologi bermanfaat atau merugikan, baik buruknya berdampak bagi diri sendiri.

 Mahasiswi Apresiatif


  • Terdetail
Novya Ekawati

Postingan teh Novya banyak direkomendasikan sebagai postingan inspiratif di level ini. Sebagai blogger yang memang banyak berkecimpung di dunia digital, tak heran jika teh Novya banyak tahu terkait aplikasi-aplikasi di era digital. Sebenarnya aplikasi-aplikasi yang direview teh Novya bukanlah aplikasi yang baru dan unik, hampir sebagian besar orang mungkin sudah mencoba aplikasi-aplikasi yang direview teh Novya.

Namun sebagai seorang blogger, harus diakui cara beliau mengulas aplikasinya memang sangat menarik dan detail, sehingga sangat mudah dipahami oleh pembaca.

  • Terniat
Martalia Wahyu Sukmayanti

Setelah di level 11 teh Martalia berbagi T10 harinya dengan catatan tulisan tangan yang sangat rapi dan cantik. Di level 12 teh Martalia membagikan ulasan aplikasi di T10 harinya menggunakan video screen recorder yang dilengkapi dengan suaranya, sehingga nampak seperti ulasan aplikasi profesional ala youtuber gitu deh. Jadi yang membaca setoran t10 hari nya teh Martalia semakin tercerahkan dengan aplikasi yang diulasnya. 

Mahasiswi Aktif

Fitri Kaniawati

Meski level ini Teh Fitri tak mencapai OP, namun konsistensinya menjalankan perkuliahan bunsay tetap harus diacungi jempol. Terlebih setiap sesi diskusi, Teh Fitri adalah mahasiswi yang selalu ada, selalu aktif sharing dan selalu aktif bertanya terkait hal-hal yang ingin diketahui lebih lanjut. Ulasan-ulasan T10 hari Teh Fitri juga sangat menarik. Begitu juga dengan aliran rasa Teh Fitri yang mengalir dan lengkap.

Penutup aliran rasa Teh Fitri sangat menarik;
Semoga dengan memahami makna keluarga multimedia bisa membuat diri kita, keluarga kita berkembang lebih baik, bijak menggunakan teknologi, menebar manfaat lebih banyak, dan berproses lebih baik. Terakhir, dikala tingginya penggunaan gadget musim ini menyadarkan kita makna dibalik ini. Mengembalikan fitrah pendidikan yakni dari rumah oleh orang tua.

Mahasiswi Teladan

Neni Gustiarini

Jujur, rasanya pengen mencari nama lain untuk posisi ini. Kadang merasa tak adil dengan mahasiswi lainnya ketika sebuah nama mahasiswi terpilih berkali-kali. Namun tak bisa juga dipungkiri teh Neni memang sangat inspiratif. Baik sebagai mahasiswi bunsay yang tak pernah lepas dari badge OP-nya, maupun perannya sebagai sekretaris kelas yang sangat all out.

Saat ketua kelas tak hadir karena sakit, Teh Neni siap back up. Saat korlan butuh bantuan, teh Neni siap back up. Saat tak ada yang bisa menjadi host Jumat Hangat, Teh Neni siap back up. Saat fasil meminta data terkait mahasiswi, Teh Neni langsung gercep mengerjakan. Maka di level terakhir bunsay ini, tak bisa lagi berpaling ke lain hati, mahasiswa teladan memang hanyalah Teh Neni seorang.
Jika ingin tahu makna “berbagi dan melayani”, maka lihatlah Teh Neni. Terima kasih untuk inspirasi dan motivasinya selama 12 level ini. Keep istiqomah for doing the best things in your life! Uhibbuki fillah!

Koordinator Bulanan

Derini Handayani

Memasuki level 12 sempat ketar-ketir karena Teh Derini masih belum bisa dihubungi. Alhamdulillah detik-detik menjelang level 12 dimulai, akhirnya kami mendapat kabar bahwa Teh Derini ganti nomor sebab HP nya sempat hilang. Ya Allah, semoga mendapat ganti yang lebih baik ya Teh.

Menantang sekali sih level ini karena levelnya pas dengan kehidupan nyata yang memang sedang dipaksa keadaan untuk melek multimedia. Jadi baik korlan dan para peserta bunsay benar-benar langsung mempraktekkan level ini dengan baik. Meski tak rutin membagikan laporan rekap T10 hari di kelas, karena mungkin kesibukan selama work from home dan menemani anak belajar meningkat berkali lipat, namun di akhir level kinerja teh Derini cukup baik.

Peserta Jumat Hangat

Eva Dwi Purnamawati

Tamu Jumat Hangat pada 3 April 2020 sangat spesial karena dipilih langsung oleh fasilitator alias eike. Aku memilih Teh Eva sebagai tamu Jumat Hangat karena beliau selalu bisa mempertahankan prestasinya sebagai pemegang badge Outstanding Performance selama kelas Bunda Sayang Bandung batch #5.

Tentu saja semangat tersebut harus ditularkan kepada teman-teman lain, terkait konsistensinya dalam menjalani perkuliahan Bunda Sayang. Karena bisa dikatakan Bunsay ini latihan pembiasaan agar yang awalnya belum terbiasa menjadi terbiasa. Diharapkan saat lulus Bunsay hal-hal yang sudah dibiasakan selama 12 level akan terus dipertahankan.

Sebenarnya sudah sejak lama aku meminta beliau berbagi terkait hal ini, alhamdulillah akhirnya terlaksana. Menurut Teh Eva, yang membuatnya bisa konsisten meraih badge OP adalah dengan mengingat motivasi awal bergabung dengan Bunsay. Beliau juga selalu mengingat pesan dari para panitia pendaftaran Bunsay di awal:
Untuk bisa masuk ke kelas ini tidak mudah ya, trus saya ingat kata-kata teteh panitia pas daftar dulu. "Jangan sampai kita masuk kelas ini teh mondzolimi orang yang benar-benar ingin masuk." Jadi berusaha semax mungkin mudah-mudahan bisa memotivasi orang.
Selain berprestasi selama 12 level di Bunsay, Teh Eva juga jago masak. Di sesi Jumat Hangat terakhir yang lalu, Teh Eva berbagi tips memasak dan kumpulan resep favoritnya.

Quote dari Teh Eva:
Teguhkan hati terhadap apa yang kita miliki, lakukan yang terbaik tanpa letih untuk terus meningkatkan diri, hingga engkau sampai pada sebuah keberhasilan dan prestasi terbaik.
Tak terasa buku harus ditutup. Selamat menempuh perjalanan yang lebih menantang ya tetehs Bunsay #5 Bandung dan juga teman-teman mahasiswi Bunsay #5 di seluruh Indonesia. Ini bukan akhir, tapi awal sebuah langkah baru.

Selamat buat yang sudah berhasil lulus. Dan untuk yang harus mengulang di batch berikutnya, jangan berkecil hati… Itu artinya Allah sedang kasih extra time buat kita belajar lebih dalam. Tetap semangat menjadi ibu pembelajar! 

Tak terhingga rasa terima kasihku juga untuk Teh Noni yang sudah menjadi partner selama semester dua. Aku akan kangen dengan wejangan-wejangan panjangnya yang luar biasa. Dan tentu saja untuk seluruh teman-teman Bunsay #5 Bandung, terima kasih sudah menjadi rumah yang nyaman dalam 6 bulan terakhir. Sampai jumpa di pertemuan-pertemuan berikutnya!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter