-->

Asuransi Salam Anugerah Keluarga dari Sun Life Indonesia untuk Perencanaan Hidup yang Lebih Cerah

sun life asuransi salam anugerah keluarga
Covid-19 ini menyadarkanku tentang sesuatu. Bahwa tidak ada yang pasti dalam hidup. Bahkan sesuatu yang sudah direncanakan saja bisa mendadak berubah, apalagi yang tak ada rencana sama sekali. Agenda liburan yang telah kami persiapkan matang-matang mendadak gagal di depan mata. Begitu pula ada sebuah proyek di luar pekerjaan utama pak suami yang batal. Pemasukan bulan ini pun ngedrop, alhamdulillah masih cukup lah untuk bertahan hidup.

Hingga kemudian sebuah tagihan menghampiri. Ah iyaa… semester dua sudah hampir berakhir, itu artinya jadwal membayar iuran tahunan sekolah kakak telah tiba. Aku dan suami sama-sama melirik rekening masing-masing, lalu terkekeh. Sungguh jauh dari nominal yang harus kami bayarkan.

Bisa dibilang aku dan suami memang terlalu santuy urusan keuangan. Investasi baru sekedar rencana, tabungan seringnya terpakai di saat mendesak, tak punya planning B apalagi Z. Hanya mengandalkan Allah dengan kepedean kami yang keterlaluan. Bersyukurnya sejauh ini Allah pun sangat mendukung kepedean kami ini.

memilih proteksi yang tepat tanpa takut riba
Sebenarnya bukan tak pernah mencoba berusaha mempersiapkan kondisi yang lebih well-prepared. Dulu saat Ifa baru lahir, kami pernah berikhtiar dengan mendaftar asuransi pendidikan untuk anak. Lalu saat Ifa menginjak usia tiga tahun, salah seorang teman menawariku brosur asuransi syariah. Dengan informasi yang beliau sampaikan terkait perbedaan asuransi syariah dan konvensional, aku tergiur dan tertarik. Mendaftarlah aku pada asuransi tersebut.

Aku tak banyak berpikir panjang waktu itu. Yang kuinginkan hanyalah melindungi keluarga sebaik-baiknya. Sekaligus mengikuti petuah ibu. Aku ingat ibu pun mendaftarkanku dan adik sebagai penerima polis. Kata beliau saat itu, menabung sendiri itu rintangannya banyak. Namun dengan ikut asuransi, mau tak mau kita dipaksa untuk menyisihkan uang. Berikhtiar untuk berkah keluarga, apa salahnya?

Aku pun setuju dengan wejangan ibu. Aku dan suami adalah pasangan yang susah sekali menabung. Selain karena penghasilan memang sebatas cukup, terkadang saat punya tabungan sepertinya kok ada saja peristiwa yang membuat tabungan itu pada akhirnya harus diambil. Singkat cerita, kami mengikuti dua asuransi. Hingga suatu hari, pendapatanku turun drastis. Mengandalkan pendapatan suami saja ternyata tak cukup mampu untuk membayar kedua premi asuransi tersebut. Didukung pula dengan kampanye anti riba yang sampai ke telinga.

event hijrah finansial bersama event ustaz Hilman fauzi dan Moslem financial planner Bareyn Mochaddin
Duh… ternyata mengerikan sekali dosa riba itu. Meski salah satu asuransi yang kuikuti sudah berbasis syariah, aku tetap khawatir. Saat itu yang aku tahu semua jenis asuransi ya riba. Namun pada Oktober 2019, aku berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara inspiratif bertajuk Hijrah Finansial. Saat itu yang didapuk menjadi narasumber adalah Ustaz muda Hilman Fauzi dan Moslem Financial Planner Bareyn Mochaddin.

Sejak mengikuti event tersebut, mataku yang tadinya tertutup dengan segala produk keuangan saking takutnya sama riba jadi sedikit terbuka. Mulai cari tahu mana ya produk keuangan yang aman dan bisa memberikan manfaat perlindungan secara syar’i. 

Jadi ingat salah satu hal yang disampaikan pada saat event Hijrah Finansial, bahwasanya benar Allah lah Sang Maha Pelindung dan Pengatur. Namun sesuatu dikatakan sebagai takdir ketika hal tersebut telah terjadi. Ketika sesuatu belum terjadi, maka kita masih berhak, bahkan wajib berikhtiar seoptimal mungkin. Bukankah kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah? Bukan saja lemah secara iman, namun juga lemah secara finansial.

Kesadaranku akan pentingnya mengelola keuangan tumbuh perlahan-lahan sejak event tersebut. Lalu datanglah pandemi Covid-19 yang semakin membelalakkan mataku. Bahwa benar tak ada salahnya mempersiapkan keuangan untuk kondisi yang tak terduga. Aku pun mulai melirik kembali beberapa asuransi syariah yang kini semakin banyak ditawarkan.

Perbedaan Asuransi Syariah vs Asuransi Konvensional

Sebelum benar-benar menjatuhkan pilihan pada satu produk, aku mencoba mencari tahu terlebih dahulu beberapa hal terkait perbedaan asuransi syariah vs asuransi konvensional. Istilahnya untuk memantapkan hati biar nggak salah jalan. Bukankah dilarang untuk menjalani sesuatu dengan keragu-raguan?

Dan inilah beberapa hal yang kudapatkan terkait perbedaan dua jenis asuransi tersebut:

perbedaan asuransi syariah vs asuransi konvensional

1. Prinsip Pengelolaan Resiko

Pengelolaan resiko pada asuransi syariah menerapkan prinsip ta’awuni (sharing of risk) di antara peserta. Prinsipnya yaitu dengan menghimpun dana tabarru’ dari seluruh peserta untuk saling tolong-menolong, melindungi dan menjalin tali persaudaraan di antara peserta.

Sementara pada asuransi konvensional menggunakan sistem tabaduli (transfer of risk). Artinya perusahaan asuransi yang akan menanggung resiko nasabah. Sebagai kompensasinya, nasabah harus harus membayar sejumlah uang tertentu (premi) kepada pihak asuransi. Sistem seperti inilah yang diharamkan dalam syariah Islam karena terdapat unsur gharar, riba dan maisir.

2. Sistem Pengelolaan Dana

Pengelolaan dana pada asuransi syariah dibagi ke dalam tiga pos; dana tabarru’, dana investasi peserta, dan dana perusahaan. Pembayaran klaim diambil dari pos dana tabarru’. Pos dana tabarru’ bukan menjadi hak milik perusahaan. Apabila kondisi pos dana tabarru’ mengalami deļ¬sit, perusahaan wajib menalanginya dengan dana perusahaan. Pos dana investasi peserta selamanya menjadi hak peserta. Perusahaan asuransi mengelolanya lewat produk investasi syariah yang telah disepakati bersama. Jika terjadi surplus underwriting dari dana yang dikelola, nasabah akan memperoleh bagian dari surplus sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan yang tertera pada buku polis.

Pada asuransi konvensional, seluruh premi yang disetorkan nasabah untuk produk asuransi jiwa tradisional (non-unit link) menjadi hak milik penuh perusahaan asuransi. Hal tersebut dikarenakan sistem yang digunakan yaitu tabaduli (transfer of risk).

3. Pengelolaan Dana Investasi

gambaran investasi syariah
Perusahaan asuransi syariah wajib melakukan pengelolaan dana investasi peserta sesuai akad tijari yang bebas dari unsur gharar (ketidakjelasan), maisir (perjudian), riba (sistem bunga), dan zhulm (ketidakadilan). Untuk mengawasi pengelolaan dilakukan dengan benar, perusahaan asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

Pengelolaan dana investasi nasabah pada asuransi konvensional dilakukan tanpa memperhatikan halal/haramnya bisnis tersebut. Asuransi konvensional juga tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah sebagai tangan panjang dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Berkenalan dengan Sun Life Indonesia

Setelah cukup paham dengan perbedaan asuransi syariah dan konvensional, aku mulai tertarik dengan beberapa produk yang ditawarkan oleh Sun Life Indonesia. Namun sebelumnya kita gali dulu yuk, sebenarnya apa itu Sun Life Indonesia.

tentang sun life indonesia
Dilansir dari laman resmi Sun Life Indonesia, Sun Life merupakan perusahaan penyedia layanan jasa keuangan yang berasal dari Kanada. Sun Life mulai masuk ke Indonesia sejak 1995 dengan menyediakan berbagai produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, meliputi asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan perencanaan hari tua kepada para nasabah.

Sun Life memiliki tujuan yang sangat jelas dan mulia, yaitu membantu para nasabahnya untuk mencapai kemapanan finansial dan menjalani hidup yang lebih sehat. Saat ini Sun Life Indonesia telah memiliki 132 kantor pemasaran konvensional dan 49 kantor pemasaran syariah di seluruh Indonesia.

Asuransi Sun Life Indonesia

Mendengar track record Sun Life Indonesia yang cukup baik, aku tertarik untuk melihat lebih ke dalamnya. Ternyata ada banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh Sun Life Indonesia. Selain ada produk konvensional, ternyata Sun Life menyediakan banyak jenis asuransi syariah.

Untuk menjalankan produk syariah, sebuah perusahaan keuangan harus memiliki Dewan Pengawas Syariah. Aku mencari tahu apakah Sun Life memiliki dewan tersebut. Ternyata ada!

mengapa sun life financial Indonesia
Tercatat nama Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA dan Dra. Rini Fatma Kartika, MH yang ditunjuk sebagai Dewan Pengawas Syariah dari Sun Life Indonesia. Artinya perusahaan ini benar-benar berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh MUI. Selain itu PT Sun Life Financial Indonesia juga sudah mendapatkan izin usaha untuk unit syariahnya berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-585/KM.10/2010 tanggal 8 Oktober 2010.

Pada bagian asuransi kesehatannya, kutemukan adanya Sun Medical Platinum Syariah dan Sun Medical Executive Syariah. Sementara di bagian Unit Link-nya, kutemukan jauh lebih banyak pilihan produk syariah, antara lain:
  • Asuransi Briliance Hasanah Sejahtera (Syariah)
  • Asurance Briliance Hasanah Fortune Plus (Syariah)
  • Asurance Briliance Hasanah Maxima (Syariah)
  • Asurance Briliance Hasanah Protection Plus (Syariah)
  • Asurance Brilliance Amanah (Syariah)
  • Asuransi Salam Hijrah Investa
  • Asuransi Salam Anugerah Keluarga
Setelah aku membaca satu per satu informasi terkait produk-produk asuransi tersebut di atas, sepertinya aku merasa jatuh hati dan klik pada produk yang berada di nomor paling akhir. Mau tahu kenapa aku merasa klik pada produk itu?

Kenal Lebih Dekat dengan Asuransi Salam Anugerah Keluarga

Ada beberapa alasan mengapa aku tertarik pada asuransi ini. Setelah aku mencoba mempelajari beberapa hal terkait, serta bertanya-tanya pada karyawan Sun Life, kutemukan beberapa keunggulan dari produk asuransi terbaru ini yang tidak bisa ditemukan di produk asuransi lainnya, yaitu:

keunggulan asuransi salam anugerah keluarga sun life indonesia
  1. Kalau biasanya satu polis itu hanya untuk satu orang, satu polis pada asuransi dasar di Salam Anugerah Keluarga memberikan perlindungan asuransi untuk 4 peserta sekaligus; suami, istri, dan dua orang anak. Jadi nggak perlu bingung lagi daftar ke banyak asuransi, cukup satu sudah melindungi seluruh keluarga sekaligus.
  2. Kontribusi pada asuransi ini terjangkau dan memberikan perlindungan yang menyeluruh.
  3. Selain bisa memberikan perlindungan kepada seluruh keluarga, asuransi ini juga dilengkapi asuransi tambahan kesehatan kelas dunia Sun Medical Platinum Syariah yang memiliki manfaat limit booster hingga Rp40 miliar masing-masing untuk seluruh anggota keluarga hingga maksimal 6 Peserta
  4. Selain Sun Medical Platinum Syariah, terdapat 7 asuransi tambahan lainnya yang bisa dipilih untuk melindungi keluarga secara lebih maksimal.
  5. Asuransi Salam Anugerah Keluarga tidak hanya menawarkan proteksi diri, namun juga memberikan kesempatan untuk bersedekah jariyah melalui wakaf. Kesempatan ini insya Allah bisa membawa berkah bagi keluarga.
Selain mengetahui keunggulan produk, ada beberapa hal yang harus kita ketahui lebih dalam terkait asuransi ini agar tidak salah pilih dan bisa memilih dengan penuh kepastian.

1. Manfaat dan Fitur

Berikut ini adalah manfaat yang bisa kita dapatkan saat mengambil asuransi Salam Anugerah Keluarga sebagai produk proteksi:

manfaat dan fitur produk asuransi salam anugerah keluarga sun life

A. Manfaat Meninggal Dunia

  • 100% Santunan Asuransi akan dibayarkan kepada Penerima Manfaat apabila Peserta Pertama meninggal dunia di dalam masa asuransi.
  • 100% Santunan Asuransi akan dibayarkan kepada Penerima Manfaat apabila Peserta Kedua meninggal dunia di dalam masa asuransi.
  • Santunan Asuransi sebesar Rp10 juta untuk setiap Peserta Anak (maksimal 2 Peserta Anak) yang meninggal dunia di dalam masa asuransi.

B. Manfaat Investasi akan dibayarkan apabila:

  • Peserta pertama dan kedua telah meninggal dunia dan polis berakhir.
  • Peserta pertama dan kedua masih hidup hingga tanggal berakhirnya polis.


C. Manfaat Asuransi Tambahan:

  • Asuransi kecelakaan
  • Asuransi kematian akibat kecelakaan
  • Santunan rawat inap dan pembedahan
  • Penyakit kritis
  • Sun Medical Platinum Syariah
  • Manfaat pembebasan kontribusi akibat pemegang polis sakit kritis/ cacat total tetap/ meninggal dunia.
Ada beberapa asuransi di atas yang hanya bisa diperoleh peserta pertama.

D. Fitur Wakaf

Dengan adanya fitur ini, selain menjadi peserta asuransi, kita bisa sekaligus bersedekah dengan cara berwakaf. Ada 3 jenis wakaf yang ditawarkan:
  • Wakaf Berkala: dibayarkan pada saat pembayaran KAB, maksimal 30% dari KAB.
  • Wakaf Manfaat Asuransi: maksimal sebesar 45% dari santunan kematian saat peserta asuransi meninggal dunia.
  • Wakaf Manfaat Investasi: maksimal 30% dari nilai dana investasi yang terbentuk dan dapat dibayarkan pada Pemegang Polis melakukan penarikan dana sebagian atau Peserta Pertama/ Kedua telah meninggal dunia.

2. Karakteristik Produk

Selain memahami manfaat dari produk, kita juga harus tahu karakteristik dari produk ini meliputi:

karakterisitik produk asuransi syariah sun life
  • Usia masuk (ulang tahun terakhir) pemegang polis/ peserta pertama harus berkisar antara 18 - 60 tahun, begitu juga dengan peserta kedua. Sedangkan usia peserta anak harus berkisar antara 30 hari - 17 tahun.
  • Frekuensi pembayaran kontribusi bisa memilih sesuai kebutuhan; bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau tahunan.
  • Masa asuransi berlaku sampai peserta berusia 88 tahun.
  • Menggunakan mata uang rupiah.
  • Masa komitmen selama 5 tahun.

3. Ujrah

ujrah asuransi syariah sun life
Ujrah di sini termasuk hal-hal yang terkait dengan kontribusi asuransi dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Kontribusi asuransi sendiri ada bermacam-macam, yang paling wajib yaitu kontribusi asuransi berkala (KAB) yang dibayarkan sesuai frekuensi bayar dipilih. Minimal KAB yaitu Rp 9 juta per tahun.

paket asuransi salam anugerah keluarga sun life simulasi 1
paket asuransi salam anugerah keluarga simulasi 1

paket asuransi salam anugerah keluarga sun life simulasi 2
paket asuransi salam anugerah keluarga simulasi 2

paket asuransi salam anugerah keluarga sun life simulasi 3
paket asuransi salam anugerah keluarga simulasi 3

Lalu ada juga kontribusi top up berkala dan kontribusi top up tunggal. Sementara itu pembiayaan-pembiayaan yang harus dibayarkan terkait administrasi, akuisi dan lain-lain. Informasi lengkap bisa ditengok pada gambar di atas ya, pals.

4. Resiko Produk

Tidak ada satu pun produk yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Maka setiap hal di dunia pasti memiliki kekurangan dan resiko. Berikut ini adalah beberapa resiko yang bisa kita temukan saat memilih Asuransi Salam Anugerah Keluarga sebagai sarana proteksi diri dan keluarga:

resiko produk asuransi syariah sun life
Selain hal-hal di atas, yang menarik dari Asuransi Sun Life adalah hadirnya aplikasi mobile yang memudahkan peserta untuk mengecek manfaat polis, kinerja investasi, melakukan transaksi polis dan bahkan mengajukan klaim. Sangat membantu sekali ya, pals? Jadi kita nggak perlu datang ke kantor untuk mengurus hal-hal di atas. Lebih hemat waktu dan tenaga nggak sih?


Nah, semua hal terkait Asuransi Salam Anugerah Keluarga telah kujabarkan sesuai informasi yang kudapatkan. Apakah teman-teman tertarik dengan produk ini? Jika ada pertanyaan tentang produk asuransi syariah terbaru dari Sun Life Indonesia, atau ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi. Silakan teman-teman bisa mengakses:
Web official: sunlife.co.id

Instagram: @sunlife_id
Semoga informasi di atas bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari asuransi syariah terpercaya. Ingat, jalani sesuatu dengan penuh keyakinan dan tinggalkan hal-hal yang membuat kita ragu. Jika kalian yakin, please go ahead! Selamat melindungi keluarga dengan cara yang berkah dan diridhoi Allah.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter