Kesabaran dan Ganjaran Bagi Orang-orang yang Bersabar

kesabaran dan ganjarannya
Setelah sebelumnya kita belajar tentang syukur, hari ini kita akan berbincang panjang lebar mengenai kesabaran dan ganjaran bagi-orang-orang yang bersabar. Materi Sapa Pagi pada hari Senin, 20 Juli 2020 yang lalu disampaikan oleh Ustaz Rejoyo Santoso, Lc. Materi kajian masih diambil dari Kitab Ibnu Abi Dunya.

Pengertian Sabar

Sabar bisa bermakna al habsu: mencegah/ menahan.
Siapapun yang telah menahan sesuatu, maka dia telah sabar. Sabar juga bisa diartikan sebagai puncaknya sesuatu.

Sabar juga bisa memiliki arti sebagai sebuah jenis dari batu, atau sesuatu yang keras. Namun yang paling sesuai dengan pembahasan kali ini yaitu sabar yang bermakna al habsu.

Sabar secara Istilah

Menahan nafsu demi apa yang diharuskan oleh akal dan syariat.
  • Ibnu Qoyyim mengartikan sabar sebagai menahan nafsu/ jiwa untuk mengeluh dan mencegah tubuh untuk berbuat hal yang tidak baik/ kerusakan.
  • Menurut Al Jurjani Meninggalkan keluhan dari rasa sakit kepada selain Allah. Mengeluh hanya kepada Allah.
Sesungguhnya ada seseorang dari Anshor meminta sesuatu, lalu Rasulullah SAW memberikan lagi. Lalu orang itu meminta lagi, dan Rasulullah SAW memberikan lagi. Berulang kali sampai Rasulullah tak punya apa-apa lagi. Lalu Rasulullah SAW berkata, “Aku tak menyembunyikan apapun dari diri kalian. Siapa yang menjaga dirinya, Allah akan menjaganya. Siapa pun yang bersabar, maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan tidaklah seseorang itu diberi sebuah pemberian oleh Allah SWT yang lebih baik dan luas.”

kesabaran adalah pemberian Allah karena mampu menahan maksiat
Artinya, kita harus belajar menahan untuk mengeluh, dan meminta-minta, sehingga kita bisa mendapat pemberian terbaik dari Allah berupa kesabaran.
Pahala kesabaran tidak terbatas.
Tidak ada yang lebih luas daripada kesabaran. Kesabaran akan memperluas pengetahuan, terbuka hal-hal lain yang sebelummya tidak kita ketahui.

Kesabaran adalah sebaik-baik pemberian dari Allah. Karena mampu menahan nafsu dari aktivitas yang bisa merugikan.

Sesungguhnya di belakang kalian itu ada hari-hari yang penuh dengan kesabaran. Rasanya seperti memegang bara api. Dan untuk orang-orang yang beramal, mereka akan mendapat pahala 50x lipat.

Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya kalian akan mendapati setelah aku, banyak kaum yang mendahulukan orang lain (dalam materi dunia), maka bersabarlah sampai bertemu Allah.”

Ganjaran Orang Bersabar

Di mana orang-orang yang ahli sabar?

Berdirilah sekelompok manusia berjumlah sedikit dan menuju ke surga dengan cepat. Yang sedikit ini bertemu malaikat, malaikat tanya “Siapakah kalian?” 
Mereka menjawab, “kami adalah para ahli sabar.” 
Malaikat bertanya, “apa kesabaran kalian?”
Mereka menjawab, “kami bersabar dalam ketaatan dan meninggalkan maksiat. 
Lalu malaikat berkata, “Masuklah kalian ke surga.”

Sulaiman bin Al Qosim berkata setiap amal itu diketahui pahalanya, kecuali kesabaran.

al quran surat az zumar ayat 10
Az Zumar: 10. “Sesungguhnya orang-orang sabar akan diberi pahala tanpa hitungan/ tanpa batas.” artinya ganjarannya seperti air mancur, jumlahnya banyak tak terhitung.

Orang-orang yang bersabar akan diganjar dengan sebuah ruangan di surga.

Ada 4 hal, barang siapa yang diberi 4 hal ini akan mendapat kebahagiaan dunia akhirat:

1. Qalbun syakir (Hati yang bersyukur).
2. Lizan yang selalu berdzikir.
3. Orang yang bersabar saat ditimpa ujian.
4. Istri yang tidak berkhianat pada dirinya sendiri dan pada hartanya.

Orang yang bersabar dalam ketaatan, akan mendapat keselamatan tanpa putus dari Allah SWT. Sebaik-baik balasan adalah negeri tanpa kesudahan/ negeri paling baik (surga).

Kesabaran di dunia itu sejatinya sesaat saja. Bersabarlah seperti kalangan Ulul Azmi.

Saat tertimpa musibah, berdoalah seperti yang ada di Al A’raf: 126;

al quran surat al a'raf ayat 126
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".

Rasulullah SAW bersabda sesungguhnya kemenangan/ pertolongan Allah itu bersama dengan kesabaran.

Ketika tertimpa musibah, bersabarlah dan berpikirlah bahwa sesungguhnya itu adalah penghapus dosa-dosa kita. Orang yang dipanggil di surga pertama kali yaitu orang yang selalu memuji Allah dalam ujian dan kesempitan.
  • Ali bin Abi Thalib mensifati sabar seperti ini; “sesungguhnya derajat sabar itu seperti kepala dari tubuh. Seandainya kepala itu terputus, jasad pun akan hilang. Tidak ada keimanan tanpa kesabaran.”
  • Sementara itu menurut Hasan Al Bashari, “Kesabaran adalah simpanan kebaikan-kebaikan.”
  • Dari At Tamimi, “Tidaklah seorang hamba itu diberikan kesabaran di atas penyakit dan ujian, dan musibah-musibah, sungguh dia telah diberi kebaikan yang lebih baik setelah kesabaran.”
  • Menurut Hubaib, “kesantunan adalah hiasan bagi seorang hamba. Ketaqwaan adalah kemuliaan. Kesabaran adalah sebaik-baik tunggangan,”
  • Sofyan As Sauri menjelaskan kesabaran sebagai berikut; “seorang mukmin butuh kesabaran seperti membutuhkan makanan dan minuman.”

Cabang Kesabaran

4 cabang kesabaran
Ali bin Abi Thalib mengatakan “kesabaran itu di atas 4 cabang; kerinduan kepada surga sehingga jika ada syahwat yang memanggil dia lebih memilih rindunya, rasa melas atau tak mau masuk ke neraka jadi nggak mau melakukan hal-hal maksiat, kezuhudan akan membuat kita ringan saat menjalani musibah, pengawasan membuat kita selalu diawasi jadi kita terus bersegera pada kebaikan.”

Ali bin Abi Thalib juga mengatakan, sabar itu ada 3; 
  • sabar di atas musibah, 
  • sabar dalam menjauhi maksiat, 
  • dan sabar dalam ibadah.
Sementara itu Said bin Zubair mengatakan sabar di atas 2 hal;
  1. Sabar untuk menjauhi hal-hal haram dan sabar dalam menjalani ibadah. Dan itulah kesabaran paling afdhol.
  2. Sabar saat tertimpa musibah. Pengakuan jiwa pada Allah SWT bahwa musibah datang dari Allah dan mengharap pahala.
Ada jenis orang yang tetap sabar dalam menjalani musibah, tapi tidak berharap pahala dan ridho Allah. Sedangkan yang diminta Allah adalah ketika menjalani musibah, selain sabar juga mengharap ridho Allah,
Sabar harus dilatih. Agar sabar tidak sia-sia, selalu berharap ridho dan pahala Allah.

Cara Bersabar

niat dan cara bersabar
Manusia tidaklah seharusnya memberikan rasa tidak enak kepada orang lain, tapi kalau kita merasakan kesakitan oleh orang lain, maka bersabarlah.

Sungguh beruntunglah orang-orang yang ketaqwaan dan kesabarannya mengalahkan syahwatnya.

Abdul Wahid bin Zaid berkata “siapapun yang niat bersabar dalam ketaataan pada Allah, Allah akan mendatangkan kesabaran itu. Dan yang niat bersabar dari maksiat, Allah akan menjauhkannya dari maksiat.”

Seseorang yang bersabar untuk mendapatkan cinta Allah SWT, dan ternyata ada di satu titik kita merasa kecewa dengan ketentuan Allah, maka sesungguhnya kita telah suuzon kepada Allah. Sesungguhnya nikmat Allah itu datang di pagi dan sore hari, bahkan nikmatNya pun datang pada orang bermaksiat. Maka sudah sepantasnya orang yang sudah bersabar untuk mendapatkan cinta Allah, tidak akan pernah merasa dikecewakan oleh Allah SWT.

Ibnu Qoyyim mengatakan dua sebab bersabar;
  1. takut dari ancaman Allah SWT untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah,
  2. malu kepada Allah jika menggunakan nikmatNya untuk melakukan maksiat. Dan malu saat nanti ditampakkan dosa-dosa besarnya.
Adapun bersabar memiliki dua faedah sebagai berikut;
  1. Bisa bertahan di atas keimanan,
  2. Terjauhi dari hal-hal haram.
di manakah letak kesabaran
Anas bin Malik mengatakan kepada salah seorang perempuan dalam keluarganya, “Apa kamu kenal fulanah.”
Perempuan itu menjawab. “Ya.”
Anas kemudian melanjutkan, “Rasulullah SAW pernah lewat di samping perempuan itu dan ia sedang menangis di samping kuburan, lalu Rasulullah SAW berkata, bertaqwalah pada Allah dan bersabarlah.
Lalu perempuan itu mengusir Rasulullah, “Kamu kan tidak mengalami musibahku.” Rasulullah berlalu.
Kemudian datang seorang lelaki menghampiri perempuan, “Tahukah kamu siapa yang tadi datang padamu. Tadi Rasulullah SAW.”
Perempuan itu pun lalu menemui Rasulullah. Rasulullah berkata, “Sesungguhnya kesabaran itu hadir di saat pukulan pertama.”
Kesabaran itu sejak awal peristiwa. Karena fitrahnya hati setelah beberapa hari memang akan merasa tenang. Maka kesabaran itu dihitung sejak pertama kali kita tertimpa musibah/ masalah, bukan berhari-hari setelah masalah itu selesai.
Umar bin Said dari ayahnya,

Rasulullah pernah berkata “sungguh ajaib urusan orang mukmin, seandainya ditimpa kebaikan maka dia akan memuji Allah/ mensyukurinya. Seandainya ditimpa musibah, dia akan meminta pahal dan bersabar. Seorang mukmin akan diberi pahala di setiap halnya, sampai suapan makanan yang dimasukkan ke mulutnya.
Kesabaran yang sesungguhnya, tidak ada protes di dalamnya. Mengadu hanya kepada Allah Ta’ala,
Soleh Al Murim berkata “Seandainya sabar itu manis, Allah tak mungkin memerintahkan bersabar. Sabar itu pahit, maka diperintahkan.”

Contoh doa meminta sabar:

Wahai Allah ta’ala, berikanlah rizki kesabaran dalam ketaatan, dan rizki kesabaran dalam menjauhi maksiat, dan rizki kesabaran atas hal-hal yang Engkau cintai dan apa-apa yang kami benci, dan sabar terhadap masalah-masalah pelik.

Contoh sabar kepada anak:

Usman bin Atho’ mengatakan ayahnya berkata kepadanya, sesungguhnya surga itu dihiasi dengan kesabaran dan hal-hal yang dibenci. Maka, surga itu tidak bisa diberikan kecuali dengan kesabaran dan hal-hal yang dibenci. Surga itu dipenuhi syahwat dan kenikmatan-kenikmatan. Neraka tidak didatangi kecuali kita merasakan syahwat dan kenikmatan yang belum seharusnya.

sabar diperintahkan oleh Allah karena pahit
Sabar yang ada di dalam Al Quran adalah sabarnya nabi Ayyub.

Hasan Al Basri mengatakan, Nabi Ayyub AS diletakkan di samping sampah selama 7 tahun. Ketika ada orang yang melewati, mereka selalu menutup hidungnya. Lalu datanglah 2 orang, “Sungguh jika Allah membutuhkan orang ini, tidak mungkin Allah melakukan hal ini kepadanya.”

Nabi Ayyub menjawab, “Sesungguhnya saya mendapat penyakit yang menimpa tubuh.”

Ketika ada belatung yang jatuh dari tubuhnya, nabi Ayyub mengambil belatungnya dan dikembalikan ke tubuhnya, “Makanlah rizki yang telah disediakan oleh Allah Ta’ala.”

Sesabar itu Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian sakitnya. Tidak mengeluh, tidak mempertanyakan kenapa dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Bahkan belatung yang ada di tubuhnya pun malah diizinkan mencari makan dari tubuhnya.

kesabaran sesaat karena dunia itu sementara
Berbicara tentang sabar memang terasa mudah ditulis, namun menantang untuk dilaksanakan, apalagi untukku yang masih harus terus belajar mengelola kemarahan. Sebuah syair tentang sabar dibacakan oleh Ustaz Rejoyo untuk menutup kajian.
Kuncinya pintu jalan keluar adalah kesabaran. Dan setiap kesulitan ada kemudahan. Zaman tetap dalam keadaan tersebut. Masalah akan selalu datang setiap masalah lain selesai. Yang tidak disukai akan dihapus oleh malam-malam. Bagaimana akan bisa menetap? Padahal hari dan bulan berjalan dengan cepat.
Maksud dari syair tersebut; dunia itu sementara, maka bersabarlah sesaat saja. Insya Allah surga menanti.

Demikian catatan Sapa Pagi seri #4. Jika ada kekurangan dalam penyusunan resume ini, mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat menjadi pengingat diri dalam menjalani hari.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email