MaritaPalace

Ridho: Tangga setelah Kesabaran

ridho adalah tangga setelah kesabaran

Allah memasukkan kita ke dalam surga bukan karena ilmu kita yang luas, tetapi karena amal kita yang bermanfaat. Maka sudah sepatutnya bagi kita untuk terus memperbanyak amal-amal sholih.

Hari ini kembali lagi dengan Sapa Pagi seri #5. Setelah kemarin kita berbicara panjang lebar mengenai cara memunculkan kesabaran, yang mana harus dilatih agar menjadi sebuah habit. Kini kita akan menaiki tangga berikutnya. Yaitu tentang ridho. Dikatakan oleh Ustaz Rejoyo Santoso, Lc pada hari Selasa, 21 Juli 2020 yang lalu, ridho adalah tangga setelah kesabaran.

Pondasi Ridho

Ridho sejatinya adalah keyakinan dalam diri kita bahwa takdir Allah selalu baik.
Secara arti bahasa, ridho merupakan lawan kata dari As Sukhtu, yang memiliki makna kekecewaan. Sementara arti ridho yaitu menerima sebuah musibah dengan muka ceria dan hati bahagia.

arti dan makna ridho
Sebuah hadits yang menjadi salah satu pondasi mengapa kita harus menumbuhkan ridho di dalam hati:

Anas bin Malik meriwayatkan, ia berkata tidak akan pernah ada yang membacakan hadits itu selain aku. Dulu kami pernah bersama Rasululllah SAW dan duduk bersama, lalu Rasulullah berkata “Aku kagum pada orang yang beriman, Allah tidak menakdirkan sebuah takdir kecuali takdir itu baik untuknya.”

Pengertian Ridho berdasarkan Hadits Rasulullah SAW

menjalani takdir dengan ridho dan lapang dada
Beberapa hadits yang membahas mengenai pengertian ridho antara lain:

Hadits 1

Ada seseorang bertanya pada Bunda Aisyah, apa yang paling banyak dibicarakan Rasulullah SAW saat di rumah? Yang banyak dibicarakan Rasulullah adalah apabila Allah menakdirkan sesuatu pasti terjadi. Dan semua yang menimpa mukminin adalah baik untuknya.

Hadits 2

Disampaikan oleh Abu Musa, saya pernah mendengar Rasulullah SAW, beliau berkata sabar adalah ridho.

Ulama menjelaskan makna hadits tersebut, sabar itu adalah jalan/ pintu menuju ridho. Kalau kita membiasakan diri untuk sabar, akan ada wasilah yang menuju sifat ridho. Maka belajar ridho dimulai dari belajar bersabar.

Hadits 3

Dari Muslim, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, berilah wasiat kepadaku dan jangan banyak-banyak nasihatnya. Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu menuduh Allah SWT atas segala hal yang telah terjadi/ ditakdirkan kepadamu.”
Cara paling sederhana untuk membiasakan ridho yaitu tidak menuduh/ suuzon kepada Allah, dan selalu yakin bahwa semua takdir itu baik.
Siapapun yang beriman kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan petunjuk kepada hatinya. Manusia yang ditimpa musibah dan tahu bahwa itu adalah takdir Allah, maka ia akan ridho dan menyerahkannya kepada Allah SWT.

Pengertian Ridho Menurut Para Ulama

  • Abu Darda menyampaikan sebuah kalimat pengingat, “Sesungguhnya Allah SWT apabila menakdirkan sesuatu, artinya Allah mencintai hambanya. Tidak mungkin Allah memberikan hal buruk pada hamba yang dicintaiNya.”
  • Di lain kesempatan, Istri Abu Darda menyampaikan hal yang senada, “Sesungguhnya orang-orang yang ridho pada takdir Allah SWT adalah mereka menerima takdir yang telah ditetapkan. Mereka akan memiliki menara di surga yang akan membuat iri para syuhada.”
  • Abdul Wahid menyampaikan ridho adalah pintu Allah yang paling mulia, surganya dunia dan tempat istirahatnya para ahli ibadah. Orang yang memiliki keridhoan di dalam hatinya, ditimpa apapun akan senantiasa bahagia.

Bagaimana Cara Menjalani Ridho?

yakin bahwa takdir Allah selalu baik
1. Orang yang ridho adalah orang yang tidak berharap di atas posisinya. Mensyukuri, menerima dan berbahagia dengan keadaan yang sedang dijalani.

2. Abdullah bin Mubarok ketika istrinya meninggal ditanyai apa itu ridho, beliau menjawab ridho adalah tidak berharap menyelisihi keadaan saat itu.

3. Fudel bin Iyaz ditanya siapa orang yang ridho pada Allah SWT, yaitu orang yang tidak suka berada di tempat yang tidak ditakdirkan oleh Allah. Tidak berangan-angan tempat lain kecuali yang sudah ditakdirkan oleh Allah.

4. Umar bin Abdul Aziz mendatangi laki-laki yang anaknya meninggal, derajat sabar ada di bawah ridho. Ridho itu muncul sebelum musibah terjadi. Mau ada musibah atau tidak, orang yang ridho sudah siap dengan segala takdir Allah. Sedangkan sabar muncul sejak musibah turun pertama kali.

5. Ridholah pada takdir Allah SWT baik itu sulit ataupun mudah. Karena dengan hal tersebut akan jauh lebih sedikit kegundahanmu, hati lebih ringan dan lebih mudah menyampaikan kita ke surga. Tidak akan bisa mencapai ridho sampai ridhonya saat miskin dan terjadi musibah harus seimbang ketika sedang dalam kondisi kaya dan terjadi musibah.

6. Janganlah meminta takdir Allah, dan ketika Allah sudah menakdirkan sesuatu lalu kita menyelisihinya karena tidak sesuai dengan keinginan. Apapun yang kita inginkan belum tentu adalah hal terbaik untuk diri kita. Kalau kita tidak ridho pada takdir Allah, maka kita sebenarnya tidak adil pada diri sendiri karena telah membuat diri kita tidak mendapatkan pintu ridho Allah.

Kisah-kisah Ridho Para Salafush Salih

kisah salafush saleh tentang ridho
Berikut ini adalah beberapa kisah dari orang-orang terdahulu dalam menjalani ridho:

1. Kisah Seorang Laki-laki dari Thaif

Laki-laki dari Thaif itu adalah seorang petani. Saat sudah tiba waktu panen, tanamannya ditimpa penyakit. Laki-laki itu menangis, “Saya menangis bukan karena ladang saya terbakar, tapi karena takut saya telah berbuat dzalim dan Allah sedang menghukumnya.” Laki-laki ini ridho karena tidak suuzon pada Allah dan segera berinstropeksi diri.

2. Kisah Abu Sulaeman

Abu Sulaeman berkata, “Saya berharap telah diberi rizki seujung ridho. Bahkan seandainya saya dimasukkan ke neraka, saya akan ridho pada takdir tersebut.”

3. Kisah Luqman al Hakim

Luqman Al Hakim berkata pada anaknya, “Sungguh akan datang sebuah perkara kepadamu, bisa jadi perkara itu kamu sukai ataupun kamu membencinya. Saat itu terjadi terima dan yakinlah perkara itu sebagai sebuah kebaikan untukmu. Sifat ridho ini tak mampu kuberikan padamu, kamu harus melatihnya sendiri. Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus nabi yang akan membahas tentang bab ridho, maka mari kita temui nabi tersebut.” Lalu Luqman Al Hakim mengajak anaknya menemui sang nabi.

Perjalanan sangat jauh hingga mereka merasa kecapekan, bahkan keledainya juga kecapekan. Bekal juga habis, padahal di tengah padang pasir. Kemudian tiba-tiba anaknya menginjak tulang yang tajam sampai kakinya tertusuk dan tembus ke atas kulitnya.

Sang anak kesakitan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Bahkan anaknya sampai pingsan. Lalu Luqman menarik tulang itu. Lalu di depan mereka melihat ada benda hitam dan asap. Benda hitam adalah pohon, asap artinya ada bangunan yang ada manusia di dalamnya. Luqman pun menangis. Anaknya lalu berkata, “Kenapa menangis, kata ayah tadi harus ridho?”

Lalu saat mereka bercakap-cakap, ada seseorang mendatanginya. Ternyata itu adalah Jibril. Barulah kemudian Luqman dan anaknya tahu kalau hitam dan asap itu adalah kondisi desa yang dibenamkan atas perintah Allah. Jibril berkata bahwa memang keadaan sulit yang dilalui Luqman adalah takdir Allah agar dia tak mencapai desa itu, sehingga tetap selamat. Maka Luqman dan anaknya pun paham bahwa takdir Allah memang selalu baik.

4. Kisah Lelaki yang Sakit Parah

Ada seorang lelaki yang mengalami sakit parah. Lumpuh dan hanya bisa di atas ranjang. Ia hanya mendapat cahaya dari sebuah lubang kecil di atas rumahnya. Ada orang yang datang dan bertanya, “bagaimana takdirmu?” Lelaki yang sakit itu berkata, “Saya adalah rajanya dunia. Karena saya sudah terputus dengan dunia, hanya fokus pada Allah SWT. Dan saya sudah tidak punya hajat apapun, selain dimatikan dalam keadaan Islam.”

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut.

Bagaimana Allah akan Membalas Ridho?

Sebagaimana kesabaran yang akan diganjar pahala tiada batas, Allah pun akan membalas keridhoan para hambanya.

1. Hadits Riwayat Abu Hurairah

Abu Hurairah meriwayatkan “Siapapun yang ditimpa penyakit di saat malam dan ia ridho, maka dosa-dosanya akan dihapuskan oleh Allah SWT.”

2. At Taubah: 72

quran surat at taubah ayat 72
Balasan keridhoan itu melebihi surga. “Allah sudah menjanjikan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dan rumah-rumah yang bagus. Dan ridho dari Allah SWT lebih besar dari surga tersebut. Itulah kemenangan yang sebesar-besarnya.”

Penjelasan ulama mengenai ayat ini yaitu, sesungguhnya Allah menyapa pada penghuni surga dan mereka berkata, “Seluruh kebaikan itu datang dariMU ya Allah.” Allah bertanya, “Apakah kalian ridho?” Para penghuni surga, “Bagaimana kami tidak ridho karena Engkau telah memberikan yang tak pernah terbayangkan.” Allah bertanya, “Maukah Ku berikan yang lebih tinggi dari ini? Yaitu menghalalkan para penghuni surga ridhoKu kepada kalian.”

3. Sebuah Ayat dalam Al Quran

*Maaf, waktu mencatat resume agak ketinggalan ayatnya apa. Insya Allah nanti ditambahkan kalau sudah ketemu ayatnya. Atau jika ada yang tahu, boleh ya komen di bawah.

Siapa makhlukMU yang paling besar dosanya? Allah menjawab, “Orang yang menuduhku. Yang telah beristikharah meminta pilihanKu tapi dia tidak ridho atasnya.”

Cara Mendapat Ridho

doa meminta ridho
Berikut ini adalah beberapa doa yang dicontohkan para salafush saleh dalam meminta keridhoan hati:
  1. Umar bin Abdul Aziz berdoa, “Berilah keberkahanku di dalam takdirMU, tidak menyelisihi segala hal yang Engkau takdirkan.”
  2. Zaid bin Ashr, “Ya Allah siapa umat yang disayangi? Allah menjawab umatnya Nabi. Mereka ridho dengan yang sedikit dan Aku meridhoi dengan sedikit amal mereka, dan memasukkan mereka ke surga karena bisa berkata La illaha illalahu.”
  3. Sufyan Assauri kepada Zubaid yang jatuh sakit, “Wahai zubaid mintalah kesembuhan kepada Allah.” Lalu Zubaid berkata, “Ya Allah pilihkanlah takdir terbaik untukku.”
Perkara ridho sama halnya dengan kesabaran. Perlu dilatih dan dibiasakan. Tidak mudah namun bukan berarti tidak bisa. Semoga Allah mudahkan hati kita untuk selalu lapang atas semua takdir dan ketetapan. Aamiin.

Sampai jumpa di catatan-catatan berikutnya. Semoga bermanfaat.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email