MaritaPalace

Barakallah Fii Umrik, Zauji

9 comments
barakallah fii umrik, zauji
Barakallah fii umrik, zauji. 40 tahun sudah usiamu. Mengenalmu di usia 24, aku bersyukur kamu tak banyak berubah sejak 16 tahun lalu. Kalaupun ada perubahan, alhamdulillah menuju hal-hal positif. Sayangnya aku bukan lagi perempuan yang pandai merangkai kata-kata puitis seperti dulu… jadi maaf ya kalau begini saja ucapan dariku.

Arti Kata Barakallah Fii Umrik

Sudah lama kita tak lagi memakai ucapan selamat ulang tahun ya untuk memperingati hari kelahiran anggota keluarga. Sebenarnya buatmu bukan masalah besar, karena memang tidak pernah menjadi kebiasaan. Kuyakin aku yang justru membuatmu berubah terkait hal ini.

Dibesarkan oleh ibu yang selalu menjadikan hari lahir sebagai momentum spesial. Aku pun selalu menganggap hari lahir menjadi momentum istimewa yang pantas untuk dikenang dan dirayakan. Pernah di satu titik aku belajar bahwa merayakan hari lahir dianggap sebagai salah satu hal yang sebaiknya tak dilakukan, karena dianggap sebagai meniru perbuatan suatu kaum di luar Islam. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits hasan;
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031).
Meski begitu tak sedikit pula ulama yang menghukumi mengucapkan selamat ulang tahun sebagai hal yang mubah. Artinya, jika dilakukan tidak berdosa namun juga tidak mendapatkan pahala. Walllaahu a’lam.

Khilafiyah adalah hal biasa. Tidak perlu dipertentangkan dan diperdebatkan mana yang paling benar. Semua kembali pada keyakinan masing-masing. Dan aku sendiri sekarang lebih memilih untuk tetap mengingat hari lahir sebagai moment spesial bagi seseorang. Bukan untuk merayakan, karena sejatinya setiap hari adalah perayaan.

Buatku hari lahir selalu jadi momentum terbaik untuk instropeksi diri. Sudah melakukan apa saja aku sepanjang usiaku ini. Hal-hal buruk apa yang masih setia kulakukan dan seharusnya kuperbaiki. Sekaligus mengingat bagaimana perjuangan ibunda melahirkan dan membesarkanku.

Sepanjang tidak mengkultuskan hari lahir sebagai sebuah ritual peribadatan dan tidak melakukan hal sia-sia seperti berpesta sepanjang malam, serta mengisinya dengan kegiatan yang positif, kenapa tidak?

arti barakallah fii umrik
Hanya saja aku memang tak lagi mengucapkan selamat ulang tahun ataupun mendoakan semoga panjang umur. Apalah artinya umur yang panjang jika kita jauh dari ketaatan dan kebaikan. Itulah kenapa kini aku lebih senang mengucapkan sebuah kalimat yang sebagian orang bilang kearab-araban. Bukan sok religius, tapi karena kalimat ini mengandung untaian doa yang begitu dalam.
بارك الله في عمرك

Barakallah fii umrik, memiliki arti “semoga Allah memberkahi dalam usiamu.”
Kata “berkah” mampu membalut semua doa dalam satu kesatuan. Tidak perlu lagi banyak-banyak doa sepanjang rel kereta. Satu kata ini saja artinya sudah mewakili banyak hal.
Menurut Imam Al-Ghazali, berkah adalah bertambahnya kebaikan. Sementara para ulama mendefinisikan berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, meliputi berkah secara material dan spiritual, seperti kesehatan, ketenangan, keamanan, harta, usia, dan anak. Jadi, pada intinya berkah adalah langgengnya kebaikan atau bertambahnya kebaikan.
Barakallah fii umrik bukan hanya mendoakan seseorang agar panjang usia, tetapi mendoakan agar jikalau Allah memberikan usia yang panjang, semoga usia itu selalu bertambah dalam kebaikan dan ketaatan.

Nah, kalau ada yang mengucapkan doa ini untuk kita, bagaimana cara kita membalasnya?

Jika laki-laki yang mengucapkannya kepada kita, jawablah dengan “wa fiika barakallah''. Sedangkan apabila perempuan yang menyampaikan ucapan tersebut kepada kita, ''wa fiiki barakallah'' adalah jawaban yang tepat.

Jangan khawatir, meski terlihat berbeda, dua doa itu memiliki arti yang sama kok. Hanya saja di bahasa Arab memang kata ganti untuk perempuan dan lelaki berbeda, sebagaimana di Inggris ada she, he, his dan her. Adapun arti dari “Wa fiika/ fiiki barakallah” yaitu ''semoga Allah juga memberkahimu''.

Hukum Memberikan Hadiah di Hari Ulang Tahun

Siapa yang tak suka hadiah? Sepertinya hampir semua orang suka deh diberi hadiah. Bahkan Rasulullah pun menganjurkan agar kita saling bertukar hadiah.

Menurut H.R. Bukhori, No.2585:
''Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.''
Memberi hadiah bisa menjadi cara untuk mempererat persaudaraan. Merekatkan yang tadinya renggang. Menguatkan yang sudah dekat. 

hukum memberi hadiah ulang tahun
Maka buatku, memberikan hadiah di hari ulang tahun adalah sesuatu yang kuusahakan. Selama tidak memberatkan, aku selalu berusaha untuk memberi hadiah ulang tahun terbaik sesuai kemampuan diri.

Toh, hadiah itu tak selalu berupa benda yang dibeli. Tak juga harus selalu mahal. Aku jadi ingat suami yang kala itu masih jadi pacar pernah memberiku hadiah yang dibuatnya sendiri. Sebuah kotak pensil dari barang-barang yang tak lagi dipakai, lalu diberi compact disc bekas yang didesain sebagai frame. Di dalamnya ada foto kami berdua. So sweet nggak sih?

Sekarang manalah ia sempat buat begituan, wkwk. Masih ingat hari ulang tahun istrinya saja alhamdulillah.

Nah, ngomongin soal hadiah, sejujurnya tahun ini aku tak mempersiapkan sesuatu yang besar dan spesial untuk laki-laki kesayangan. Cuma video sederhana ini saja yang sempat kubuat. Ini juga bikinnya membajak laptop my birthday man yang lagi bobok pulas, wkwk. Selamat menikmati, semoga suka dengan hadiahnya…


Doa-doa Terbaik Untukmu

Sebagaimana kutulis di atas bahwa “barakallah fii umrik” sudah mewakili semua doa terbaik. Biasanya aku akan menambahkan kalimat, “semoga sukses dan bahagia dunia akhirat.”

Apalah artinya sukses dan bahagia di dunia, jika di akhirat nanti kita habiskan untuk menangis menyesali perbuatan-perbuatan dosa? Maka semoga kesuksesan dan kebahagiaan selalu mengiringimu sepanjang waktu, baik di sini ataupun kelak di masa yang abadi.

Dan kala itu tiba, aku berharap selalu bisa menjadi teman perjalanan bagimu.

Hmmm…

Terima kasih telah menjadi the best version of yourself hingga di angka 40 ini. Terima kasih telah berjuang sejauh ini. Kamu hebat.

Aku tahu sekali lika-liku hidup yang kau jalani tidaklah mudah. Memilih untuk tetap mengusahakan yang terbaik, meski tak selamanya hatimu baik-baik saja adalah hal terhebat. Kamu berhak bangga atas semua pencapaianmu hingga detik ini.

Kamu bisa saja memilih untuk acuh. Namun aku bangga karena kamu menjatuhkan pilihan untuk tetap “menjadi aneh.” Kok aneh dibanggakan?

Betapa budaya patriarki di negara ini masih mengotakkan mana yang pantas dilakukan oleh pria dan mana yang tidak. Namun kamu tak mau ambil pusing. Buatmu rumah tangga adalah kerjasama dan kolaborasi.

Maka jadilah kau ‘orang aneh’ bagi orang lain, namun buatku keanehanmulah yang selalu bisa membuatku tetap waras. Terima kasih untuk senantiasa mengambil gagang pel dari tanganku dan memintaku rebahan di kamar saja, Terima kasih untuk tak jijik menceboki anak-anak. 

Terima kasih untuk bersedia memantaskan peran sebagai kepala sekolah di madrasah utama bernama keluarga. Terima kasih karena berusaha mencari arti di balik qowammah sebenar-benarnya.

berubah menjadi lebih baik
Aaah, tentu saja kau sangat jauh dari kata sempurna. Kamu masih belum menepati janji untuk tak lagi merokok. Masih lebih ingat absen dari game favorit dibanding memperbanyak hafalan. Masih jago bikin rumah berantakan dan anak-anak pun ikut-ikutan.

Namun apa hakku menuntutmu untuk menjadi sempurna, sedangkan aku pun jauh dari kata istri dan ibu ideal. Buatku kamu sudah cukup sempurna melengkapi kekuranganku.

Kamu tak pernah ngomel meski jenis masakanku tak pernah berkembang dari 12 tahun lalu. Ucapan terima kasih yang tulus setiap kali aku selesai menghidangkan masakan yang itu-itu aja, sudah cukup buatku untuk merasa tak enak untuk pesan katering terus-terusan, wkwk.

Menghabiskan setiap masakan yang kubuat, meski kadang terlalu asin atau malah hambar, merupakan apresiasi terindah. Meski… maaf ya.. belum bisa melecutku untuk belajar masak lebih baik lagi, wkwk.

Terima kasih untuk tak banyak bicara ketika melihat mataku lebih berbinar merajut kata hingga lupa makan. Tanpa babibu, kau ambil sepiring nasi dan menyuapi sendok demi sendok ke mulutku.

Terima kasih sudah jadi cinta pertama bagi Ifa dan idola sepanjang masa bagi Affan. Makasih untuk selalu menyunggingkan senyum terbaik, selelah apapun dirimu usai mencari nafkah. Lihatlah bagaimana anak-anak selalu berebut perhatian saat kau datang?

Uhibbukafillah, zauji…
Jangan pernah berubah, kecuali jika perubahan itu lebih baik dari yang sudah.
Usia 40, sebuah fase hidup yang baru… Rasulullah sholallahu alaihi wassalam menerima wahyu pertama di usia ini. Kata ustaz Harry Santosa, usia 40 adalah fase penting dalam kehidupan setiap pria.

Usia di mana seorang pria semakin mantap dengan misi hidupnya. Semoga engkau pun telah menemukan kemantapan pada misi hidupmu. Misi yang kemudian berkolaborasi dengan misiku, yang lantas dirumuskan menjadi misi bersama; RUMAH KITA.

Semoga aku bisa selamanya menjadi teman bercengkrama yang asyik buatmu. Bergandengtangan menuju masa tua yang gemilang. Menatap anak-anak tumbuh dewasa bersama-sama. Menutup usia dalam keberkahan dan dipertemukan kembali di jannah-Nya.

Zauji, barakallah fii umrik. Terima kasih karena kamu sudah meyakinkanku bahwa cinta itu ada.  Aah, jika bukan denganmu... apa jadinya aku?

***

Sumber:
  • https://wahdah.or.id/hukum-mengucapkan-selamat-dan-merayakan-ulang-tahun/
  • https://blog.kitabisa.com/makna-berkah-dan-cara-meraihnya
  • https://umma.id/post/barakallah-fii-umrik-makna-dan-hukumnya-di-dalam-islam-484981?lang=id

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

9 comments

  1. Dibuat dari hati, sampainya juga langsung ke hati yaaa aaaaa aku baperrrrrrr;)
    Semoga menjadi pasangan Duni akhirat ya kakak:)

    ReplyDelete
  2. Hehehe... Makasih, jadi ada ide buat yang spesial di hati.

    Semoga senantiasa menjadi keluarga pejuang, berjuang mengikuti jejak para rasul.

    ReplyDelete
  3. mbak...manis syekaliiiiiii. semoga senantiasa dilimpahkan kebahgiaan dan keberkahan..aaamiin

    ReplyDelete
  4. Uhukkkkk. Barakallah utk kalian, smg sekeluarga terus bersama hingga ke jannah amin

    ReplyDelete
  5. Informatif sekali mbak tulisannya,

    ReplyDelete
  6. Terika kasih cintaku, sayangku, indonesiaku, matahariku, perempuan hujanku dll. Luph you so much

    ReplyDelete
  7. Terima kasih cintaku, sayangku, indonesiaku, matahariku, perempuan hujanku dll. Luph you so much

    ReplyDelete
  8. So sweet... It`s more than a happy birthday

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email