MaritaPalace

One Day Tour Bersama Dispar Kabupaten Semarang Di Era New Normal

3 comments
one day tour kab semarang di era new normal amankah
Lama tak piknik membuat momen one day tour bersama Dispar Kabupaten Semarang pada 8 Desember 2019 hadir kembali dalam ingatan. Sewaktu aku ikut tour ke Desa Sumogawe bersama rekan-rekan blogger Semarang, pihak Dispar (Dinas Pariwisata) kabupaten Semarang menginformasikan bahwa ada paket wisata murah meriah.

Tak kusia-siakan informasi tersebut. Aku segera membagikan info itu kepada para tetanggaku. Kebetulan sejak setahun lalu aku diamanahi sebagai ketua dawis (dasa wisma) di komplek. Berhubung dawis kami belum pernah sama sekali piknik bareng, ada rencana untuk piknik bersama seluruh keluarga besar dawis Anggrek.

Pembahasan demi pembahasan sudah dilakukan, tetapi belum ada titik temu kapan dan di mana lokasi pikniknya. Sebagai ketua dawis, aku merasa bertanggungjawab untuk segera menuntaskan cita-cita para anggota. Namanya emak-emak yang biasanya sibuk mengurusi anak, keluarga, dan beberapa ada yang juga kerja di ranah publik, piknik jadi sebuah momen yang dinanti.

kangen wisata kabupaten semarang
Mendapat info tentang adanya paket One Day Tour bersama Dispar Kabupaten Semarang seperti mendapat durian runtuh. Sakit dong? Hehe. Bukaaan. Maksudnya kaya dapat rezeki nomplok gitu lo.

Bukan tanpa sebab kalau piknik bersama hanya menjadi pembicaraan semata. Selain karena belum kompak masalah lokasi, urusan biaya juga menjadi pemikiran utama. Nah, paket wisata murah meriah ini menjadi jawaban terbaik yang sayang kalau tak segera dieksekusi.

Paket One Day Tour Dispar Kabupaten Semarang

Dari Mbak Hendras, aku mengetahui kalau paket wisata murah meriah ini sudah berjalan sejak 2017. Paket One Day Tour ini diselenggarakan oleh Dispar Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan tingkat kunjungan ke wilayah Kabupaten Semarang. Sekaligus untuk mengenalkan ragam tempat wisata yang ada di kabupaten berslogan SERASI ini.

Biaya yang dikenakan untuk bisa mengikuti One Day Tour pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp 150.000 per orang. Murah banget lo. Dibandingkan dengan fasilitas yang didapat, harganya benar-benar terjangkau.

Fasilitas yang didapatkan sebagai berikut:
  • Mobil AC (Elf, Super Jet)
  • Snack
  • Makan Siang
  • Tiket Masuk ke 3 Destinasi Pilihan
Untuk tiket masuk memiliki syarat dan ketentuan berlaku. Ada beberapa destinasi yang dikenai biaya tambahan, khususnya beberapa destinasi yang dikelola oleh pihak wisata. Jadi kalau kalian tidak ingin kena biaya tambahan, bisa langsung bertanya kepada narahubung untuk mendapat informasi selengkapnya.

Ada 29 pilihan destinasi wisata yang dijamin bikin kepala nyut-nyutan. Bahkan untuk piknik skala kecil begini, kelompok dawis kami cukup lama memutuskan 3 lokasi yang sesuai dengan keinginan masing-masing. Yang satu pengennya ke sini, yang satu pengennya ke sana. Aku mah senyum doang, ke mana aja juga boleh, wkwk.

wisata kabupaten semarang paket harga one day tour 2019
Oya, paket wisata One Day Tour ini bisa diikuti dengan jumlah peserta minimal 15 orang. Untuk anak-anak usia tiga tahun ke bawah atau yang masih bisa dipangku tidak dikenai biaya. Tentu saja untuk snack dan makan siang anak-anak dengan usia tersebut ndompleng orangtuanya ya.

Lokasi pemberangkatan dimulai dari kantor Dispar Kabupaten Semarang yang terletak di Jalan Diponegoro No 202, Mijen, Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Semarang, Jawa Tengah 50519. Namun jika para peserta tour menghendaki, ada fasilitas antar jemputnya. Kalau tidak salah ingat, untuk antar jemput dikenai biaya sebesar Rp 100.000/ mobil.

Pemesanan paket wisata Kabupaten Semarang ini nggak bisa dadakan ya, pals. Minimal kita harus memastikan 7 hari sebelum tanggal yang dipilih. Hal ini agar Dispar Kabupaten Semarang bisa melakukan booking tiket ke lokasi-lokasi pilihan, serta pemesanan snack dan makan siangnya. Sebagai bukti keseriusan, kita harus membayar uang muka sebesar 20% dari total biaya tour.

Dengan semua fasilitas yang bisa didapat, menurutku harga ini sangat murah. Apalagi kita nggak perlu repot menyusun itinerary. Tinggal mengikuti saja rancangan perjalanan yang sudah dibuat tim Dispar Kabupaten Semarang. Kita tinggal duduk manis menikmati snack dan perjalanan.

Pengalaman Dawis Anggrek Mengikuti One Day Tour

Akhirnya setelah diskusi yang cukup alot, terlaksana juga piknik Dawis Anggrek Blok R Baru Klipang bersama Dispar Kabupaten Semarang pada hari Minggu, 8 Desember 2019. Adapun tiga destinasi wisata yang dipilih yaitu Candi Gedong Songo, Sunrise Hill dan Hortimart.

dawis anggrek wisata kabupaten semarang 2019
Kami dijemput sekitar pukul 07.00 menggunakan mobil berjenis Elf Super Jet. AC-nya cukup dingin, kursinya empuk dan nyaman untuk perjalanan seharian. Pendamping tour kami yaitu Mas Nanang, salah satu Duta Wisata Kabupaten Semarang. Ada satu lagi sih, tapi aku lupa namanya, hehe, maklum ya sudah mulai beruban.

Berhubung aku sudah pernah ketemu Mas Nanang saat mengikuti tur ke Desa Sumogawe, jadi kalau mau tanya sesuatu tidak terlalu sungkan. Sebelum berangkat, Mas Nanang dan temannya membagikan snack kepada para peserta. Ibu-ibu yang paling jago jadi juri segala hal langsung membuka kotak snack dan manggut-manggut melihat isinya. Terlihat kepuasan dari wajah para anggota dawis dengan isi kotak snack tersebut.

Sebelum berangkat, kami sempat mengabadikan kebersamaan kami dulu. Kenang-kenangan dong, piknik pertamanya Dawis Anggrek nih. Apalagi kalau diingat sekarang saat pandemi menyerang, alhamdulillah waktu itu nggak ditunda lagi pikniknya.

Oya, pikniknya nggak cuma ibu-ibunya saja ya, pals. Kami mengajak seluruh anggota keluarga. Ada sih beberapa keluarga yang para suaminya nggak ikut. Awalnya aku pun hanya akan mengajak Ifa, namun mendekati hari H ternyata ada rezeki berlebih sehingga Affan dan ayahnya juga bisa ikut serta.

Candi Gedong Songo

Destinasi wisata pertama yang kami kunjungi adalah Candi Gedong Songo. Seingatku baru dua kali aku ke candi ini. Pertama diajak mantan pacar yang sekarang jadi ayahnya anak-anak, dan kedua ya bareng Dawis Anggrek.

wisata ke candi gedong songo
Berhubung Hari Minggu, lokasi cukup padat dikunjungi wisatawan. Sambil menunggu Mas Nanang dan timnya memvalidasi pemesanan, kami foto-foto dulu dong. Selesai foto-foto, pas Mas Nanang sudah siap untuk mengantar kami ke dalam.

Disampaikan kalau kami diberi waktu kurang lebih 1 atau 2 jam. Kami diminta kembali ke mobil di jam yang ditentukan. Maaf ya aku lupa tepatnya jam berapa, wkwk. Maklum udah hampir sembilan bulan lalu kejadiannya.

Di dalam Gedong Songo, ada yang bergerombol sambil menikmati jajanan yang dibawa dari rumah sambil ngobrol santai. Ada pula yang menemani anak-anaknya masuk ke Ayana. Kalau aku dan suami menemani anak-anak main gelembung di Candi 1. Pengen sih naik sampai ke candi teratas, tapi baru jalan ke candi 3 aja udah ngos-ngosan, wkwk.

Akhirnya aku mengajak Affan untuk naik kuda. Pengennya sih sampai ke puncak tapi berhubung biayanya nggak ramah buat dompetku, aku memilih paket termurah. Cuma keliling-keliling dengan rute paling dekat. Lumayan lah bikin Affan heboh.

Sunrise Hill

Setelah dari Candi Gedong Songo, kami mlipir ke Sunrise Hill yang lokasinya tak jauh dari Candi Gedong Songo. Jalannya lumayan ngeri sih. Ini pertama kalinya aku mengunjungi tempat wisata yang masih lumayan baru di Kabupaten Semarang.

wisata ke sunrise hill bandungan
Sebagaimana Ayana, Sunrise Hill juga menawarkan konsep untuk mengabadikan kenangan di titik-titik spot yang tersedia. Di bagian depan ada area permainan untuk anak-anak. Sayangnya entah kenapa kolam renang yang ada di dalam tidak difungsikan. Bersyukur juga sih, kalau berfungsi, pasti anak-anak heboh minta berenang.

Konsep spot foto yang ditawarkan di Sunrise Hill ini cukup unik. Yaitu mengambil tema horor. Banyak patung setan yang mengerikan gitu deh. Meski cuma buatan, rasanya serem juga. Ifa dan Affan tidak betah berlama-lama di dalamnya.

Untungnya ada fasilitas lain; Rumah Kaca dan Rumah Terbalik. Untuk anak-anak sebaiknya didampingi jika ingin masuk ke Rumah Kaca. Mengusung konsep labirin, orang dewas saja bisa kebingungan saat berada di dalamnya. Pastikan untuk tetap tenang agar bisa menemukan jalan keluar. Seru sih, tapi pusing juga kalau lama-lama ada di dalam.

Sementara Rumah Terbalik adalah spot foto kekinian yang property nya ada di atas. Affan sampai terbengong-bengong melihatnya. Sayang aku nggak jago bikin fotonya, keliatan kalau kurang kekinian, wkwk.

Makan Siang Sederhana yang Maknyus

Sebelum menuju ke lokasi ketiga, kami diajak untuk beristirahat sejenak. Azan Dhuhur sudah berkumandang, saatnya mengisi perut dan sholat dulu. Lokasi restorannya ada di ujung jalan setelah keluar dari gerbang bawah menuju ke Gedong Songo.

Masakan yang disajikan sih khas rumahan nan sederhana, tapi uenak. Kalau nggak ingat yang lain rasanya penen nambah berkali-kali, wkwk. Mungkin juga karena suasananya seru ya, jadi makanan apapun terasa enak di mulut. Sambil makan siang, arisan pun dikocok. Sayangnya aku nggak beruntung. Entah jatah arisanku sudah keluar atau belum, aku pun lupa.

Setelah beristirahat kurang lebih satu jam, perjalanan pun dimulai kembali. Kali ini ke mana hayo, ada yang bisa menebak destinasi ketiganya?

Hortimart

Buatku dan keluarga, Hortimart adalah salah satu destinasi favorit saat berwisata ke Kabupaten Semarang. Entah sudah berapa kali kami main ke sini. Selain pemandangannya yang indah, udaranya yang sejuk, harga makanannya pun cukup terjangkau.

naik kereta di hortimart
Di sini kita bisa naik kereta keliling kebun Hortimart yang sangat luas. Waktu itu para ibu Dawis Anggrek berpikir kalau untuk naik kereta wisatanya akan dikenai biaya lagi, ternyata sudah include dalam biaya tur kami. Asyiiik.

Meski naik kereta wisatanya nggak bisa bareng-bareng satu rombongan Dawis, tapi kami happy sekali. Sambil menanti giliran berkeliling kebun, ibu-ibu memuji pelayanan yang diberikan oleh pihak Dispar Kabupaten Semarang. Jempolan katanya.

Harganya boleh murah meriah, tapi dari segi kualitas snack, makan siang hingga fasilitas lain yang diberikan sangat memuaskan. Katanya boleh lah kapan-kapan One Day Tour lagi ke destinasi yang berbeda. Sayangnya belum juga kesampaian, eeh pandemi datang.

Mampir ke Nissin Cafe & Emporium

Sebenarnya tiga destinasi wisata pilihan kami sudah selesai dikunjungi, namun kami melobby Mas Nanang untuk mampir ke Nissin sebentar. Melihat durasi waktu yang masih memungkinkan, Mas Nanang dan tim menyetujui permintaan kami.

Nggak lama sih mampir ke Nissin, cuma beli beli beberapa camilan buat oleh-oleh para tetangga. Ngobrolin tentang Nissin, aroma rotinya itu lo khas banget. Sampai sekarang wafer Nissin masih jadi favorit keluargaku.

wisata edukasi ke nissin cafe & emporium
Biasanya kalau ke Nissin, sebelum beli camilan kesukaan, kami akan mampir dulu ke museum yang berada tepat di belakang bangunan cafe. Anak-anak suka banget melihat mesin roti yang dipamerkan di lantai pertama. Mereka asyik bertanya apa ini dan apa itu.

Sementara di lantai kedua, kita bisa melihat bahan baku, produk dan sejarah pabrik Nissin. Ada pula beberapa spot foto lucu seperti kaleng Khong Guan. Oya, sepanjang jalan menuju ke lokasi museum ada beberapa spot foto yang menarik. Ifa suka sebel kalau bundanya dikit-dikit berhenti minta foto. Dia suka nggak sabar pengen segera menjelajahi museumnya.

Di lantai paling atas ada sebuah restauran yang menawarkan pemandangan Gunung Ungaran yang begitu indah. Sayang buat kami, harganya nggak terlalu cocok di kantong, wkwk.

Setelah puas belanja di Nissin, kami pun diantarkan pulang ke komplek perumahan. Sekitar jam 19.00 kami sampai di komplek. Ternyata jalan-jalan ke wisata Kabupaten Semarang bisa seharian juga ya. Seru dan memuaskan lagi!

Bisakah One Day Tour di Era New Normal?

Pasti kalian bertanya-tanya ya, kalau di era adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang apakah Dispar Kabupaten Semarang masih membuka layanan One Day Tour?

wisata kabupaten semarang menjalankan gerakan BISA
Saat beberapa tempat wisata di Kabupaten Semarang mulai buka, aku menghubungi Mbak Hendras untuk bertanya-tanya lebih lanjut terkait paket wisata ini. Eh ternyata, Dispar masih melayani lo Paket One Day Tour bagi yang berminat. Tentunya ada beberapa perbedaan mendasar terkait protokol kesehatan.

Biayanya pun tentu saja mengalami kenaikan. Karena kalau sebelum pandemi kan minimal 15 orang bisa ditampung dalam 1 mobil elf. Dengan adanya ketentuan untuk menjaga jarak, setidaknya membutuhkan 2 elf untuk menampung 15 peserta tour. Kebijakan ini dilakukan demi menjaga kesehatan para peserta, pendamping dan sopir.

Selain adanya kenaikan biaya yang disebabkan oleh keharusan saling menjaga jarak, Dispar Kabupaten Semarang juga memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat. Berikut ini beberapa protokol yang harus diikuti.

1. Wajib Mengenakan Masker

Untuk aturan ini sudah sangat jelas ya. Maskerku melindungimu, maskermu pun melindungiku. Jadi jangan malas lah pakai masker demi keselamatan bersama. Kenali dulu jenis masker dan fungsinya agar nggak salah pilih.

2. Mencuci Tangan dengan Sabun atau Hand Sanitizer

Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta wajib membersihkan tangannya menggunakan sabun atau hand sanitizer yang telah disediakan.

pakai masker jaga jarak dan cuci tangan

3. Dicek Suhu Badan

Cek suhu badan agar yakin semua peserta dalam kondisi yang prima. Jika ada peserta yang mengalami demam dan suhunya lebih dari 37.5, peserta itu tidak bisa diikutkan ke dalam tur.

4. Menjalankan Protokol Kesehatan di Tiap Destinasi

Di setiap lokasi wisata yang dikunjungi, protokol kesehatan yang diuraikan pada nomor 1-3 juga akan dijalankan. Peserta tur wajib mengikuti semua protokol yang ada. Pastinya dilarang berkerumun ya. Piknik bareng tapi jaga jarak tetap harus dijalankan.

Nah, jika ada yang sudah kangen piknik bareng keluarga, kerabat atau tetangga, One Day Tour bersama Dispar Kabupaten Semarang bisa jadi pilihan nih. Tentu saja hanya untuk yang yakin ya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
Bidang Pemasaran Dispar Kabupaten Semarang - (024) 6921424
Bapak Bambang - 081227432788
Ibu Hanum - 085695225750
Ibu Hendras - 087712319095
Kalau pun yakinnya piknik bersama keluarga kecil saja, tempat-tempat wisata Kabupaten Semarang juga sudah bisa dikunjungi dengan aman kok insya Allah. Cuzz segera piknik mumpung PSBB belum sampai ke Semarang dan sekitarnya. Semoga sih nggak yaa… sudah bosen banget kalau harus lama-lama di rumah lagi. Btw, meski sudah bisa jalan-jalan, tetap stay safe and healthy ya, pals!



*Catatan:

Semua foto diambil sebelum pandemi. Oleh karenanya tidak ada yang terlihat mengenakan masker.


***

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

3 comments

  1. Sejak lahir sampai sekarang belum pernah menginjakan kaki di Semarang ibu kota provinsi kelahiranku. Ibu kota lain yang ditempati. 😂

    ReplyDelete
  2. Waah baru tahu lho dinas pariwisata menyediakan paket one day tour ini, menarik untuk dicoba nih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email