MaritaPalace

Pengalaman Flek Saat Hamil, Ini Caraku Menanganinya!

27 comments
pengalaman tak terlupakan flek saat hamil

Siapa yang pernah mengalami flek saat hamil? Bersyukurlah jika belum pernah merasakannya. Selama empat kali hamil, flek tidak pernah alpa menemaniku. Entahlah hobi banget tuh flek dekat-dekat sama aku, hehe. Mau tahu bagaimana pengalamanku mengalami flek dan cara menanganinya?

4 Pengalaman Hamil yang Mendebarkan

Anak adalah anugerah Allah yang selalu dinanti-nanti kehadirannya. Beruntung buat teman-teman yang dianugerahi buah hati tak lama setelah menikah. Perjalananku mendapatkan buah hati tak terlalu mulus. Ada banyak kisah yang menjadi kenangan dan pelajaran berharga.

Meski kalau diingat-ingat masih ngilu, aku yakin setiap pengalaman kehamilan tersebut mampu mendewasakanku dan suami. Mungkin begitulah cara Allah untuk memperkuat jalinan kasihku dengan suami. Dulu sempat sih aku merasa marah pada Allah, kenapa membuatku lama menunggu sang buah hati. Rasanya sakit sekali kalau ada tetangga atau kerabat yang nyinyir menanyakan kapan hamil.

Namun setelah melalui lika-liku hidup, aku menyadari bahwa anak itu adalah rezeki. Kita tidak bisa menunda atau mempercepat kehadirannya sesuai keinginan kita. Allah yang paling tahu kapan kita siap dianugerahi buah hati.

Menikah pada usia 23, aku menyadari jika saat itu emosiku belum cukup matang untuk menjadi ibu. Allah ingin menempaku terlebih dahulu hingga cukup kuat mentalnya, cukup banyak amunisi sabarnya dan cukup layak untuk dipanggil sebagai ibu. Walaupun pada perjalanannya, bekal ilmu, mental dan kesabaran harus terus di-upgrade sepanjang waktu.

Kehamilan Pertama

2 bulan setelah janji suci diucapkan, dua garis muncul di alat tes kehamilan. Senang, kaget, haru dan segala macam rasa menjadi satu. Sebagai pasangan muda, saat itu kami merasa santuy. Tidak langsung konsultasi ke dokter ataupun bidan. Pikir kami saat itu, nanti-nanti sajalah.
kehamilan pertama berujung kuretase
Eeeh belum juga sempat ke dokter, aku merasakan ada sesuatu yang membasahi celanaku. Aku masih ingat waktu itu aku sedang berkunjung ke rumah kerabat. Jantungku berdegup gencang. Mengingat sebuah peristiwa yang kusaksikan pada waktu kecil.

Aku pernah melihat ibu mengalami perdarahan di saat mengandung adikku. Tanpa kusadari peristiwa itu terekam dalam memoriku. Aku ketakutan setengah mati, takut ini dan itu.

Berhubung saat pulang dari rumah kerabat hari sudah malam. Klinik dan dokter kandungan sudah tutup semua. Aku dan suami memutuskan untuk mengunjungi dokter keesokan harinya.

Malam itu aku tak bisa menutup mata. Tak sabar menunggu pagi tiba. Setiap masuk kamar mandi dan menemukan flek di celana, rasanya jantung mau copot.

Singkat cerita, setelah beberapa kali konsultasi ke dokter, kehamilanku didiagnosa sebagai blighted ovum (BO). Hanya kantung rahim yang terus membesar, sedangkan janin tidak berkembang dengan baik. Kuretase menjadi akhir dari kehamilan pertama.

Kehamilan Kedua

Setelah kuret, dokter berpesan untuk ‘kosong’ dulu selama tiga bulan. Katanya sih biar rahim bisa recovery dengan baik. Karena kami tak mau ada BO yang terulang, pesan dokter tersebut kami jalankan. 
kehamilan kedua berujung kuretase lagi
Namun ‘kosong’nya malah kelamaan. Aku mulai panik karena tak kunjung hamil. Setahun, dua tahun, dan akhirnya menginjak tahun ketiga, Allah mengizinkanku melihat kembali testpack bergaris dua.

Di kehamilan kedua ini, aku dan suami nggak mau kecolongan. Begitu tahu positif, suami langsung sigap membawaku ke dokter. Masih terlalu kecil, janin belum terlihat, tetapi kantung rahim sudah tampak.

Dokter menenangkanku agar tak terlalu khawatir. Kata beliau wajar saja jika janin belum terlihat di minggu-minggu pertama kehamilan. Aku pun sedikit tenang. Mengetahui riwayat kehamilanku, dokter pun memberiku penguat, asam folat dan beberapa vitamin. Serta memintaku untuk datang kembali untuk konsultasi dua minggu ke depan.

Belum juga sampai dua minggu, lagi-lagi flek datang menghampiri. Flek pertama muncul saat aku sedang mengajar di kelas. Aku segera mengabari suami. Dia lalu memintaku untuk izin pulang awal dari kantor setelah menyelesaikan sesi mengajar siang itu.

Untuk kedua kalinya, kehamilanku harus berujung dengan kuretase. Rasanya hancur berkeping-keping hatiku saat itu. Apalagi sebelum kuretase, aku harus melepas kepergian eyang putri tercinta untuk selama-lamanya, disusul juga dengan kepergian bapak. Sungguh, awal tahun 2011 adalah salah satu momen terberat dalam hidupku.

Kehamilan Ketiga

Seperti biasa, dokter berpesan agar ‘kosong’ selama tiga bulan sebelum diperbolehkan program hamil lagi. Kali ini berbeda, aku dan suami sengaja tak mengindahkan petuah dokter. Kami langsung bablas saja. Takut saja kalau nanti ‘kosong’ lagi bertahun-tahun.
kehamilan ketiga dan anak sulung
Alhamdulillah, kenekatan tersebut membuahkan hasil. Sebulan setelah kuretase, aku kembali positif hamil. Seperti biasa, kehamilan ketiga ini juga dilengkapi dengan flek-flek yang bikin deg-degan.

Bahkan nggak hanya flek, kali ini aku juga sempat mengalami perdarahan cukup banyak. Lagi-lagi hanya kantung rahim yang terlihat, janin masih belum muncul juga. Was-was berlipat, masa iya harus kuret lagi. Mengingat pengalaman kuret kedua yang traumatis, aku rasanya belum siap jika harus menghadapi meja kuret untuk ketiga kalinya.

Minggu kesepuluh adalah minggu penentuan. Jika janin tak juga terlihat, mau tak mau kuretase menjadi pilihan. “Nah, itu dia!” Ucapan dokter memberiku harapan. Alhamdulillah, akhirnya aku mendapat kesempatan untuk merasakan hamil yang sesungguhnya.

Setelah minggu kesepuluh, kehamilan berjalan cukup lancar. Tidak ada kendala yang berarti. Hingga suatu hari, flek kembali datang. Saat itu aku sudah hamil tua. Aku dan suami buru-buru konsultasi ke dokter.

Dokter hanya senyum dan mengajukan pertanyaan, “Habis berhubungan badankah semalam?” Aku dan suami saling berpandangan. Bisa kutebak saat itu pipi kami pasti merona merah.

Sejak hari itu tak ada lagi flek yang menghampiri di kehamilan ketiga sampai 28 Desember 2011, sang gadis hujan datang ke dunia dengan tangisannya yang membahana.

Kehamilan Keempat

Ketika anak pertama berusia 4 tahun, alhamdulillah aku diberi rezeki untuk hamil lagi. Kehamilan keempat ini cukup santuy dibandingkan kehamilan-kehamilan sebelumnya. Tidak mengalami flek di awal kehamilan, tidak ada mual, dan tidak ada keluhan tertentu. 
kehamilan keempat dan bujang cilik
Hanya perutku lebih sering kencang di kehamilan ini. Badanku juga lebih cepat capek. Maklum usia tak bisa menipu. Aku sudah kepala tiga saat hamil keempat.

Di penghujung kehamilan, aku merasakan ada cairan seperti ingus keluar sesaat setelah aku buang air kecil. Disusul dengan flek kecoklatan. Cukup membuatku kaget, karena sebelumnya tak pernah mengalami hal ini.

Aku ingat sempat menuliskan kondisi ini di status Facebook dan mendapat banyak respon dari teman-teman. Banyak yang berkomentar kalau kondisi tersebut adalah salah satu ciri mendekati kelahiran. Tambah deg-degan dong. Soalnya jadwal sesar baru akan dilakukan setidaknya dua pekan lagi.

Ternyata oh ternyata komen teman-teman itu benar adanya. Tiga hari setelah kejadian itu, si bujang cilik sudah nggak sabar untuk melihat dunia.

Sekarang si kakak sudah 9 tahun dan si adik sudah 4 tahun. Jujur kangen ada suara bayi di rumah. Namun dengan empat pengalaman kehamilan yang sungguh luar biasa, terkadang pikir-pikir juga untuk menambah pasukan. Berhubung sudah punya anak cewek dan cowok, kalaupun dikasih rezeki untuk hamil lagi alhamdulillah, enggak pun tak mengapa.

Hanya berharap kalau one day dikasih kesempatan bisa hamil lagi, semoga diberi kesehatan dan nggak mengalami flek yang bikin cenat-cenut.

Penyebab Flek Saat Hamil

Ngobrolin soal flek, sebenarnya nggak semua flek itu membahayakan kok. Flek adalah sebuah kondisi yang wajar terjadi pada saat kehamilan. Agar kita nggak was-was saat mengalami flek, yuk cari tahu apa saja sih sebenarnya penyebab flek.

1. Terjadinya Implantasi

Aku sendiri nggak pernah mengalaminya sih untuk poin pertama ini. Namun ada beberapa perempuan yang mengalami flek 6-10 hari setelah terjadinya implantasi alias pembuahan. Banyak yang mengira flek tersebut datang bulan. 
terjadinya implantasi di rahim
Hal yang membedakan adalah flek ini biasanya hanya terjadi singkat. Jika biasanya menstruasi berlangsung selama 5-7 hari, flek yang disebabkan oleh implantasi ini hanya terjadi selama 2-3 hari, atau bahkan hanya beberapa jam. Ada yang pernah mengalami flek seperti ini, pals?

2. Blighted Ovum

Flek di awal kehamilan seperti yang kualami bisa menjadi sinyal terjadinya blighted ovum. Secara sederhananya, blighted ovum adalah sebuah kondisi di mana janin gagal berkembang karena kelainan kromosom. 
pengertian blighted ovum
Dokter kandungan yang menanganiku pernah kutanyai tentang penyebab blighted ovum sebenarnya. Namun beliau tidak memberikan jawaban yang pasti. Terkait kromosom memang cukup banyak hal-hal yang mempengaruhi. Kesehatan sel sperma dan sel telur biasanya menjadi permasalahan utama.

Oleh karenanya selalu disarankan oleh dokter, jika ingin program hamil pastikan untuk menjaga pola hidup kita. Akan lebih baik jika melakukan tes TORCH dan tes-tes terkait kesehatan kandungan lainnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

3. Keguguran

tanda-tanda keguguran pada kehamilan awal
Flek yang disertai dengan kram perut, keluarnya jaringan atau gumpalan darah, biasanya penanda adanya gangguan yang terjadi pada kandungan. Bisa terjadi karena kelelahan, terlalu sering mengangkat benda berat atau terpeleset hingga jatuh. Jika mengalami flek semacam ini, jangan tunda-tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

4. Plasenta Previa

Meski aku sempat mengalami plasenta previa, alhamdulillah tak sampai terjadi flek. Namun aku pernah diberi tahu kalau ibuku beberapa kali mengalami plasenta previa. 
placenta previa pada ibu hamil
Dari flek hingga perdarahan pernah beliau lalui karena kondisi tersebut. Bahkan saat hamil adik bungsuku, ibu diharuskan untuk bed rest total sejak usia kandungannya masuk bulan ketiga. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena setiap kali beraktivitas, ibu selalu mengalami flek yang berujung perdarahan.

Fyi, plasenta previa adalah kondisi saat ari-ari menutup jalan lahir. Baik itu menutupi sebagian atau seluruhnya.

5. Iritasi pada Serviks

Flek juga bisa terjadi dikarenakan munculnya iritasi pada leher rahim. Pada saat hamil, hormon dan aliran darah ke serviks meningkat dan melonjak tajam, oleh karenanya serviks menjadi lebih sensitif dari biasanya. 
iritasi pada serviks saat kehamilan
Kondisi sensitif ini bisa memunculkan iritasi dan menyebabkan flek. Iritasi pada serviks biasanya terjadi setelah berhubungan badan saat hamil. Aah, jadi ingat pengalamanku pas hamil tua anak pertama. Ternyata fleknya karena ini to, hehe.

6. Kehamilan di Luar Rahim

Konon kehamilan di luar rahim atau yang biasa disebut dengan kehamilan ektopik terasa sangat menyakitkan. Flek yang terjadi biasanya ditandai dengan pusing yang hebat, sakit perut, panggul dan bahu. Bahkan beberapa pasien ada yang sampai pingsan saking sakitnya. 
pengertian kehamilan ektopik
Alhamdulillah aku belum pernah mengalaminya. Duh, jangan sampai juga deh. Namun aku punya teman yang dua kali mengalami kehamilan ektopik dan dia menceritakan betapa sakitnya kondisi tersebut.

7. Tanda-tanda Melahirkan

Selain 6 hal di atas, flek juga ternyata bisa menjadi penanda kelahiran. Seperti yang kualami pada kehamilan keempat. Ketika tubuh sudah siap melahirkan, leher rahim akan menjadi lebih lunak dan mengeluarkan sumbatan berupa lendir.

Nah, lendir yang dinamai mucus plug ini bermacam-macam jenisnya. Ada yang bening, ada yang kecoklatan bercampur dengan flek, bahkan ada yang kehijauan.
tanda-tanda ibu bersalin
Buat yang sedang hamil dan sudah memasuki minggu ke 36 - 40, mulai waspada ya jika mengalami hal tersebut. Bisa jadi dalam waktu dekat sang jabang bayi akan segera hadir ke dunia.

Cara Menangani Flek

Siapa yang saat ini sedang hamil atau bersiap-siap untuk hamil? Pasti campur aduk ya rasanya. Apalagi kalau mendengar cerita orang mengalami flek saat hami sepertiku, pasti semakin dag dig dug ser kan?

Nah, biar nggak semakin was-was, aku mau berbagi tips menangani flek:

1. Jangan Panik

Pastinya kaget ya kalau tiba-tiba menemukan ada bercak merah atau kecoklatan di celana? Apalagi jika ini kehamilan pertama. Dari pengalamanku, panik justru bikin kita nggak tenang. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah tarik nafas panjang, ambil segelas air dan minumlah, tenangkan dirimu, cerita pada suami atau orang yang kamu percaya.

Berdzikir dan membaca kitab suci juga bisa menjadi cara menenangkan hati kita. Pokoknya jangan biarkan pikiran negatif semakin membuat kemrungsung. Semakin kita panik, semakin kita akan bingung menentukan langkah berikutnya.

Membekali diri kita dengan ilmu yang cukup mengenai penyebab flek juga bisa mengurangi kepanikan. Flek tidak selalu berefek buruk kok. Be calm, pals.

2. Konsultasi ke Dokter

Jangan tunda-tunda untuk konsultasi ke dokter. Bagaimanapun dokter lebih tahu kondisi di dalam rahim. Daripada kepikiran dan spaneng, cuzz segera jadwalkan ketemu dokter begitu flek datang menghampiri. 
penanganan flek saat hamil

3. Perbanyak Istirahat

Segera hentikan aktivitas fisik yang berlebihan dan perbanyaklah istirahat. Flek bisa terjadi karena kelelahan. Meski kadang kita merasa tubuh baik-baik saja, kita nggak tahu apa yang terjadi di dalam rahim. Jadi lebih baik kurangi saja aktivitas yang tidak perlu, jangan mengangkat barang-barang yang terlalu berat dan ganti dengan kegiatan-kegiatan yang lebih santai, misal membaca buku, mendengarkan musik atau murottal dan merajut baju bayi.

4. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi

Ibu hamil tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk the baby. Maka, pantau terus asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jangan sampai saat hamil kita mengalami malnutrisi dan berefek buruk pada kehamilan dan sang bayi.

5. Hindari Dehidrasi

Aku masih ingat sekali pesan dokter kandunganku untuk lebih banyak minum air putih. Ibu hamil harus terhidrasi dengan baik karena rahim memerlukan cukup cairan. Dalam sehari ibu hamil harus minum minimal tiga liter air. Jika ibu hamil mengalami dehidrasi bisa berakibat dengan kurangnya air ketuban di dalam rahim, yang bisa membahayakan bayi.

Semoga ceritaku tentang pengalaman kehamilan ini bisa memberikan manfaat ya, pals. Terutama buat kalian yang mengalami flek saat hamil. Sehat-sehat semuanya baik yang sedang hamil, sedang program hamil, ataupun yang sedang menikmati masa-masa sendirinya. Apapun kondisinya, jangan lupa selalu jaga protokol kesehatan ya!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

27 comments

  1. Ya Allah perjuangan Ibu memang luar biasa ya mba, dari hamil sampai melahirkan aja udah antara hidup mati. Alhamdulillah sekarang dikaruniai anak yang sehat dan sholih sholihah mba Marita, insyAllah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. alhamdulillah. Banyak cerita di balik kehamilan.

      Delete
  2. Ya Allah rapi banget foto foto juga tulisannya.
    Cakep banget nih infonya. Dan sangat bermanfaat. Thank for sharing ya

    ReplyDelete
  3. Aku mbak, flek pas hamil. Bed rest total gaboleh ngapa2in. Sedih banget. Mood turun dll deh. Takut dan pinginnya nangis mulu. Bener kalo harusnya gaboleh panik dan ikutin nasehat dokter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess mbak.. udah kalut dan pikiran aneka rupa pasti ya mbak. Alhamdulillah saat bisa terlewati semuanya.

      Delete
  4. Hadduuuhhh, ngiluuuu bacanyaaaa hehehe.
    Ternyata, semua wanita itu punya ceritanya sendiri-sendiri ya.
    Jujur nih, sejak hamil pertama itu, hal yang paling saya takuti itu adalah pendarahan dan kuret.

    Saking sejak kecil, banyak ibu hamil ke rumah, kebetulan mama saya sering nolong orang lahiran, dan dengerin obrolan mereka tentang kuret, haduuuhhh ngilu rasanya persendian.

    Terus, kakak ipar saya dulu hamil anggur, pas hamil pertama saya ke dokter, belom keliatan kan janinnya, terus tuh dokter bocor aja mulutnya.

    "belom keliatan ya Bu, datang lagi sekitar 2 minggu ke depan, takutnya hamilnya BO atau semacamnya"

    langsung hampir ngesot saya pulangnya, saking takut dan kepikiran, esoknya cari dokter paling enak, biar kata mihil, tapi Alhamdulillah menenangkan.

    Hamil kedua saya sempat flek, tapi pink sih, kayaknya Implantasi, mana pas minggu ke berapa gitu, ketauan bahwa placenta previa, udah deh saya nggak mau goyang sedikitpun, takut pendarahan.

    Sampai udah lahiran, terus keluar nifas agak lancar, udah jerit-jerit panggil bidan, takut pendarahan, sungguhhhh ku lebay hahahaha.

    Kebayang Mba yang berkali-kali ngeflek sampai kuret, udah trauma deh kayaknya kalau saya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak... Kuret dan perdarahan itu paling saya takuti soalnya ibu saya berkali2 mengalaminya. Jadi kek ketakutan tersendiri. Eh qodarullah harus mengalami juga.. bisa jadi cerita buat anak cucu hehe.

      Delete
  5. kudu telaten sih menghilangkannnya, dan bisa dilakukan dengan cara alami ya kak, asal utin dan serius akan hilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau cara alami malah aku belum denger mas. Bisa dibagi dong infonya?

      Delete
  6. Lengkap sekali pembahasannya, Bunda. Kebetulan aku belum menikah. Tapi selalu penasaran soal seperti ini, karena barangkali, suatu saat, aku akan mengalami hamil juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan jadi ketakutan ya mbak. Insya Allah dengan tahu ilmunya bisa lebih tenang saat hamil nanti.

      Delete
  7. Eh ya ampun mba marita kita kok sama yaaa menikah di usia 23 hihi.
    Aku dlu jg pernah flek, kupikir jg hamil ternyata ada myoma uteri gituu huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Ji.. peluuuk... Itu sakit banget ya. Tanteku ada yang kena myoma juga.. ya Allah tiap bulan pas menstruasi sampai guling2 dan pucat karena HB drop.. akhirnya diultimatum dokter harus operasi. 😭😭😭

      Delete
  8. Terkesan dengan runutnya mbak Marita kisahkan semua momen.
    Kalau aku, menulis jenis yang begini, seringnya sambil perut keplintir. Saking berjuang ngatasi baper.
    Semangat sehat selalu yaaa

    ReplyDelete
  9. ya Allah sempat mengalami kuretase ya mbak..noted nih ibu hamil hrs byk minum air putih ya ternyata, bisa buat pengalaman anak2 sy nt...scr sekrg pabrik sy udh tutup hehe

    ReplyDelete
  10. Alhamdulillah selama 4 kali hamil (janin pertama keguguran) aku ga punya keluhan yg berarti, palingan cuma sakit gigi sm mual2 yg berkepanjangan. Selain itu lancar2 aja. By the way, akhir-akhir ini aku pun kangen banget pengen hamil lagi, tapi inget umur yg udah masuk usia cantik jadi mikir2 lagi, wkwkwk. Sampe berkali-kali mimpi punya bayi lagi (saking pengennya). Yg setuju punya adek bayi lagi cuma Rara masak , wkwk

    ReplyDelete
  11. Terimakasih banyak infonya mba.. kebetulan aku juga lagi hamil saat ini, jadi tambah pengetahuan deh..😊🤗

    ReplyDelete
  12. Aku kok bacanya merinding ya mbak. Dulu pas hamil Keumala juga sempet si ngeflek katanya dokter ada iritasi tp Alhamdhulilah ga lama trs sehat.

    ReplyDelete
  13. Iya ya. Flek bisa karena placenta previa.
    Waktu hamil pertama saya mendapatkan flek ini mbak. agak gemes jadinya, tapi kehamilan pertama ya belum pengalaman.

    ReplyDelete
  14. Ngilu membayangkan berkali-kali flek gitu sih Rit. Alhamdulillah dua kali hamil tak pernah mengalami hal ini. Pastinya was-was terus ya ketika mengalami hal tersebut.

    ReplyDelete
  15. Ternyata ada temannya nih aku, nunggu buah hati juga lama �� mbak infonya bagus banget, ak jadi tau nih tentang jenia flek dan gimana ngatasinnya. Ak jg dlu sempat flek dan galau pas hadapi. Tp alhamdulillaah waktu itu aman. Thanks for sharing ya, mbak

    ReplyDelete
  16. Bisa belajar langsung dari yang berpengalaman ini. Kebetulan saya belum pernah hamil dan penasaran sama flek itu mirip haid ya? Dan bedain antara darah flek dg ternyata haid itu gimana mba?

    ReplyDelete
  17. Gag kebayang gmn sedihnya kehilangan calon baby smpai 2x, alhamdulillah skrg udh ada 2 kiddos yang sehat dan pintar2 ya mba...

    ReplyDelete
  18. Baru tau ternyata cukup dasyat jg pengalaman kehamilannya. Yg penting sekarang ga ada efek dari kuretase kan ya?

    ReplyDelete
  19. Ah memang bener, setiap ibu punya cerita perjuangannya masing-masing. Jik tidak bisa berempati, maka jangan menghakimi - buku 267 Hari

    Baca tulisan ini, aku jadi pengen hamil lagi tapi, eh btw aku 23 juga dah nikah mbak hehe

    ReplyDelete
  20. Pernah ngalamin flek saat hamil anak pertama dan akhirnya kuret sedih banget itu smpe ga mau makan aku 😭😭

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email