header marita’s palace

Cloud Kitchen Indonesia; Cara Mudah Memulai Bisnis Kuliner

Konten [Tampil]
cloud kitchen Indonesia
Ada yang sudah pernah mendengar istilah cloud kitchen Indonesia? Awalnya waktu melihat istilah ini, keningku berkerut. Cloud itu kan biasanya mengacu pada sebuah sistem komputasi yang terpusat. Lalu apa hubungannya dengan dapur? Masa dapurnya dikelola dengan komputer? Ada yang sama bingungnya denganku?

Bisnis kuliner dianggap sebagai salah satu usaha paling menjanjikan bagi para pemula. Makanan adalah salah satu kebutuhan hidup yang tidak bisa ditolak oleh manusia. Apalagi zaman now di mana makanan bukan soal rasa, tetapi juga soal bentuk dan keunikan. Semakin instagrammable sebuah produk makanan, semakin mudah dipasarkan.

Maka tak heran jika selama Covid-19 menyerang, bisnis kuliner adalah salah satu usaha yang paling menjamur. Banyak karyawan restoran dan katering besar dirumahkan, pada akhirnya memulai bisnis kuliner mereka sendiri di rumah. Namun bukankah membangun bisnis kuliner juga membutuhkan biaya yang tak sedikit?

Hmm, siapa bilang? Dengan adanya konsep cloud kitchen, memulai bisnis kuliner bisa jadi lebih mudah dan membutuhkan modal yang cukup terjangkau.

Pengertian Cloud Kitchen

Kalau co-working space pastinya teman-teman kongkow sudah pernah dengar dong ya? Nah, cloud kitchen adalah semacam co-working space yang diperuntukkan bagi para pebisnis kuliner, atau bahasa kerennya pebisnis F&B (food and beverage).

Sederhananya, cloud kitchen adalah sebuah ruangan berukuran besar berisi banyak dapur yang disewakan kepada para pemilik bisnis kuliner yang membutuhkan tempat kerja/ tempat mengolah menu makanan. Daripada membangun kantor alias dapur sendiri yang tentunya butuh biaya tak sedikit, mending menyewa saja kan?
cloud kitchen adalah
Bisa dikatakan cloud kitchen itu semacam pujasera. Ada banyak merk atau brand makanan yang berada di dapur tersebut. Bedanya, kalau pujasera atau food court kan melayani makan di tempat. Cloud kitchen hanya melayani pembelian secara delivery atau pesan antar.

Fyi, meski istilah cloud kitchen atau yang biasa disebut juga dengan istilah ghost kitchen ini terdengar masih asing di telinga kita, ternyata konsep ini sudah ada sejak 2003 lo. Pertama kali diperkenalkan oleh sebuah perusahaan makanan di India bernama Rebel Foods. Bersama dengan partnernya, Sequoia, mereka memulai bisnis bernama Faasos yang menjual aneka kebab. Dalam perkembangannya, Rebel Foods telah mempunyai lebih dari 9 merk.

Di Indonesia, konsep cloud kitchen alias dapur satelit ini mulai diperkenalkan sejak 2019. Semenjak pandemi datang, semakin banyak orang mulai melirik peluang bisnis kuliner yang menjanjikan ini.

Keuntungan Cloud Kitchen

Pasti teman-teman kongkow penasaran ya, semenjanjikan apa sih memulai bisnis dengan menggunakan konsep cloud kitchen ini? Kuy, kita tengok apa saja keuntungannya!
keuntungan dapur satelit

1. Modal Kecil

Daripada membangun warung atau restoran dari 0, di mana kita perlu membeli peralatan masak, menyiapkan tempat, maka cloud kitchen adalah pilihan paling tepat. Terutama untuk pebisnis pemula yang modalnya terbatas.

2. Menekan Biaya

Selain modal yang terbatas, banyak biaya yang bisa ditekan saat menjalankan bisnis kuliner dengan sistem cloud kitchen. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan dapur, membayar iuran listrik dan air, tidak perlu membeli meja kursi untuk tamu, tak perlu pusing memikirkan desain interior dan biaya gaji karyawan pun bisa ditekan karena tidak membutuhkan banyak SDM untuk mengelola dapur tersebut.

3. Higienitas Terjamin

Konsep dapur satelit sangat cocok dijalankan pada masa pandemi seperti sekarang. Di mana social distancing menjadi program utama dari pemerintah dalam rangka menurunkan penyebaran virus covid-19, secara tak langsung cloud kitchen telah membantu berjalannya program tersebut.

Cloud kitchen adalah sebuah sistem bisnis kuliner yang hanya menerima layanan pesan antar, sehingga tidak akan ada aktivitas berkerumun kan? Selain itu staf atau karyawan bisa fokus dalam menjaga kebersihan makanan dengan lebih maksimal.

4. Risiko Kecil

Dikarenakan konsepnya adalah pesan antar, maka tidak akan ada yang namanya makanan basi karena belum laku dijual. Dengan konsep cloud kitchen, makanan hanya akan dibuat saat ada pesanan, hal ini bisa meminimalisir terjadinya kerugian karena makanan tidak laku.

5. Menjangkau Banyak Pelanggan

Berbeda dengan bisnis kuliner konvensional yang menyediakan layanan makan di tempat, biasanya mereka hanya bisa menjangkau pelanggan yang berada di wilayah resto atau warung itu berada. Dengan konsep cloud kitchen, bisnis kuliner bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Tidak harus yang berjarak dekat dengan warung atau resto, semua orang bisa memesan makanan yang diinginkan, asalkan terjangkau jarak antarnya.

Tantangan Berbisnis Kuliner dengan Konsep Cloud Kitchen

Walaupun sangat menjanjikan dengan semua keuntungan hebatnya, bukan berarti memulai bisnis cloud kitchen tidak memiliki tantangan. Sebagaimana bisnis lainnya, dapur satelit pun memiliki tantangannya tersendiri. Setidaknya ada 2 tantangan utama yang akan ditemui, yaitu:
tantangan ghost kitchen

1. Menjaga Resep Rahasia dari Kompetitor

Dikarenakan ada banyak restoran/ warung yang berada dalam satu dapur besar, artinya kita harus benar-benar menjaga resep rahasia dari para kompetitor. Apalagi jika ada brand yang menjual produk makanan sejenis dengan yang kita jual.

2. Berani Tampil Beda

Oleh karenanya, selain berhati-hati menjaga resep rahasia, PR besarnya adalah bagaimana kita mampu memproduksi jenis makanan yang unik, berbeda dan mudah diingat oleh pelanggan. Bisa jadi produk yang dijual sejenis, tetapi jika nama produk, kemasan, dan cita rasa yang kita miliki lebih unik dan enak di lidah, pastilah brand kita lebih diingat oleh pelanggan kan?

Bagaimana Memulai Bisnis Kuliner dengan Konsep Cloud Kitchen?

Tantangan berbisnis kuliner dengan konsep cloud kitchen ternyata tak sebanyak keuntungan yang ditawarkannya. Tentunya semakin membuat teman-teman kongkow penasaran kan untuk mencari tahu bagaimana memulai bisnis tersebut ya?

1. Perekrutan SDM yang Berkualitas

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah merekrut staf dan koki yang mumpuni. Cita rasa dan kemasan adalah persaingan yang paling utama dalam menjalani bisnis ini. Maka penting sekali mencari staf dan koki yang bisa menyesuaikan dengan visi misi brand kita. Lebih baik jika kita memilih staf dan koki yang berpengalaman.

2. Kebersihan adalah Kunci

Kebersihan dan higienitas adalah kunci sukses menjalankan bisnis kuliner dengan konsep cloud kitchen. Jangan merasa karena pelanggan tak bisa melihat langsung dapur kita, lalu seenaknya dalam menyajikan, memroses dan mengemas produk yang kita jual. Justru karena pelanggan percaya pada produk yang kita jual, kita harus buktikan kepercayaan tersebut dengan memberikan kualitas terbaik. Apalagi di zaman pandemi seperti sekarang, di mana orang-orang semakin aware terhadap kebersihan suatu produk.
konsep cloud kitchen

3. Pantau Stok Bahan Baku

Berhubung kita menggunakan area dapur bersama-sama dengan brand lain, maka memantau stok bahan makanan harus menjadi rutinitas yang tak bisa dihindari. Pastikan stok kita tidak tercampur dengan brand lain. Cek pula kualitasnya, apakah ada yang busuk dan perlu segera diganti atau dibeli lagi. Itulah pentingnya memilih staf dapur yang berkualitas dan bisa dipercaya.

4. Pilih Partner Terpercaya

At last but not least, memilih jasa penyewaan cloud kitchen yang bisa dipercaya dan sudah jelas kredibilitasnya. Penasaran ya apakah di Indonesia sudah ada perusahaan yang menawarkan jasa cloud kitchen?

Rekomendasi Cloud Kitchen Indonesia

Meskipun konsep cloud kitchen adalah istilah yang masih cukup baru di kalangan kita, ternyata pemainnya sudah cukup banyak lo. Di antara pemain-pemain tersebut, ada satu cloud kitchen Indonesia yang sudah banyak direkomendasikan oleh pebisnis kuliner; Telepot Co-Kitchen.

Dapur satelit pertama milik Telepot Co-Kitchen berada di Kemang, Jakarta Selatan. Sebuah lokasi yang strategis, dekat dengan banyak tempat yang memiliki daya beli makanan tinggi karena dekat dengan banyak apartemen, kantor dan perumahan. Sebuah alasan sempurna untuk menyewa salah satu ruang dapur yang dimilikinya bukan?

Saat ini sudah ada 90 dapur yang dimiliki Telepot, dan masih akan terus bertambah mengingat semakin banyaknya permintaan.

Selain lokasinya yang oke punya, berikut ini keunggulan lain yang dimiliki oleh Telepot Co-Kitchen:
keunggulan telepot co-kitchen

1. Dapur Berfasilitas Lengkap

Sebagaimana sebuah restoran bintang lima, dapur yang ada di Telepot memiliki fasilitas yang lengkap dan berkualitas. Kita nggak perlu bingung membawa dan mencari peralatan dapur, karena Telepot telah dan akan menyediakan apa saja yang kita butuhkan.

2. Dukungan Pengembangan Bisnis

Nggak hanya urusan operasional dapur saja yang disiapkan, Telepot Co-Kitchen juga membantu para pebisnis dalam mengembangkan usahanya. Ada banyak fasilitas kece yang disediakan, seperti studio foto untuk membuat gambar promosi produk makanan dan minuman yang kece, dapur dengan desain estetis untuk kebutuhan marketing, data analisis performa usaha dan bahkan Telepot pun memberikan strategi bisnis yang dibutuhkan oleh semua penyewa. Duh dimanjakan banget nggak sih?

3. Simpel dan Praktis

Proses memulai usaha jadi sangat mudah dan praktis, bahkan hanya butuh waktu kurang dari 30 hari untuk memulai bisnis kuliner kita lo, pals.

Sekarang sudah punya bayangan cloud kitchen adalah hal seperti apa kan? Pastinya jadi nggak sabar ya untuk segera memulai usaha makanan dengan konsep cloud kitchen Indonesia? Cuzz langsung hubungi Telepot-Co Kitchen aja.
kontak dan media sosial telepot

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment