header marita’s palace

5 Komik Favorit, Tak Semuanya Dibaca di Masa Kecil

Konten [Tampil]
5 komik favorit
Sebenarnya aku bukan pembaca komik. Suka, tapi nggak terlalu. Kalau ditanyai tentang komik favorit, jawabanku sebenarnya cuma 1, yaitu Topeng Kaca.

Saat tema mengenai komik favorit muncul di daftar ODOP ISB Seri Ramadan, aku sudah berencana mau menuliskan tentang Topeng Kaca. Hingga kemudian aku ingat kalau sudah pernah menulisnya dalam satu postingan tersendiri. Akhirnya aku banting setir dan lahirlah tulisan ini.

5 Komik Favorit yang Paling Berkesan

5 judul komik di bawah ini memiliki kesan tersendiri buatku. Dari 5 judul tersebut, hanya 2 judul yang kubaca di saat kecil. Sisanya kubaca saat duduk di bangku kuliah dan sudah dewasa. Hal ini menandakan bahwasanya komik itu nggak melulu bacaan anak-anak.

Sama halnya dengan film kartun. Banyak yang beranggapan bahwa film kartun itu film khusus untuk anak. Padahal banyak juga film kartun, tapi kontennya dewasa. Sebagai orangtua, kita perlu tahu nih, mana film kartun dan komik yang layak dikonsumsi anak-anak.

Selanjutnya, tanpa perlu panjang lebar lagi, yuk kenalan sama 5 komik favoritku!
topeng kaca, detektif conan dan mari chan

1. Topeng Kaca

Komik yang akhirnya masih menggantung dan bikin penikmatnya penasaran banget. Sayangnya sebagai pembaca komik ini, nggak bisa juga menuntut komiknya dikasih ending. Penulisnya sudah lama meninggal dunia euy.

Aku kenal komik ini saat duduk di bangku kuliah. Ada seorang senior yang mengenalkannya untukku. Saat itu aku masih getol-getolnya main teater. Nah, komik ini menceritakan tentang perjuangan Maya Kitajima bergelut di dunia panggung.

Membaca Topeng Kaca membuat semangatku berteater makin menggebu. Sempat bermimpi bahwa suatu hari aku bisa bermain teater di panggung nasional, wkwk. Apakah mimpi itu masih ada? Sejujurnya masih sih.

Sebelum pandemi saat aku dan suami menonton teater, aku sempat bertanya ke doi, boleh nggak aku ikut teater lagi. Doi bilang, boleh-boleh aja, asal latihannya nggak sampai malam, wkwk.

Maybe one day kalau anak-anak udah remaja kali ya, emaknya bisa menggeluti impiannya lagi, hihi. Btw, aku punya koleksi Topeng Kaca meski nggak lengkap. Selebihnya aku punya versi PDF-nya aja sih. Yang kemudian baru kusadar, file tersebut hilang bersamaan dengan rusaknya laptop lamaku.

Komik ini sempat hits pada zamannya hingga ada versi animasi dan doramanya lo.

2. Detective Conan

Keknya hampir semua anak yang besar di tahun 90an suka sama komik ini deh. Bercerita tentang Shinichi Kudo, anak SMA yang ganteng dan cerdas, punya hobi membantu kepolisian dalam memecahkan kasus kriminal.

Hingga suatu hari, dia diserang oleh dua anggota sindikat misterius yang memberinya racun. Efek dari racun tersebut tak terduga. Tubuhnya mengecil menjadi anak umur 7 tahun. Akhirnya Shinichi hidup dengan identitas baru sebagai Conan Edogawa.

Conan tinggal bersama sahabatnya sejak kecil, Ran Mouri dan ayahnya, Kogoro Mouri, detektif swasta yang nggak pintar-pintar amat.

Hanya kedua orangtua Shinichi dan profesor Agasa yang mengetahui identitas Conan. Ran Mouri beberapa kali mencurigai kalau Conan adalah Shinichi, namun Shinichi selalu punya cara untuk menutupi kecurigaan tersebut.

Dengan bantuan Profesor Agasa, Shinichi memiliki alat yang bisa meniru suara Kogoro Mouri. Biasanya saat ada kasus, Conan alias Shinichi akan membuat Kogoro mengantuk dan tertidur. Setelah itu, Conan akan bersuara menggantikan Kogoro dan mengungkap kasusnya. Karena hal inilah, Kogoro Mouri yang awalnya hanyalah detektif swasta nggak terkenal jadi makin meningkat pamornya.

Untuk mengasah kemampuan memecahkan kasus, Conan Edogawa bersama teman-teman kecilnya membuat tim Detektif Cilik. Komik besutan Gosho Aoyama ini sudah terbit sebanyak 98 Volume dan pastinya sudah difilmkan dalam bentuk animasi.

3. Mari-Chan

Kalau Topeng Kaca kusuka karena temanya tentang teater, Mari-Chan nggak jauh-jauh nih sama dunia panggung juga. Namun kali ini panggung tari balet. Yup, dulu waktu kecil aku suka banget baca komik bertema balet. Sampai hafal istilah-istilahnya.

Dari Mari-Chan ini juga aku kenal sama beberapa judul tarian balet. Tapi paling mengena sih Black Swan, hehe. Sayangnya dulu waktu kecil, balet belum begitu pamor ya di Indonesia. Apalagi aku tinggal di kota kecil, nggak ngerti kudu cari di mana tempat latihan balet.

Jangankan buat latihan, mau nonton pertunjukan balet aja, baru kesampaian saat ada pembukaan galeri seni di Semarang beberapa tahun lalu.

Sejujurnya aku sudah agak lupa sih ceritanya Mari-Chan, ya nggak jauh-jauh kek Topeng Kaca lah. Intrik tentang perebutan pemeran utama di pementasan balet, ada bumbu kisah-kisah cintanya juga. Duh, nulis ini jadi pengen baca komiknya lagi.

Selain Mari-Chan, komik bertema balet lainnya yang kubaca ada juga Lady Love dan Karina kalau nggak salah. Kalau kalian pernah baca komik-komik ini nggak, pals?
Komik Mak Irits dan 99 Pesan Nabi

4. Mak Irits

Komik yang terbit pada tahun 2014 ini berhasil bikin aku ngakak membaca halaman 1 sampai terakhir. Besutan mbak Rahmi Aziza, tulisan-tulisan ringannya relate banget dengan kehidupan emak-emak sehari-hari. Selain dibukukan, Mak Irit juga bisa dibuka di platform online LINE Webtoon, cari aja di kategori challenge komedi.

Menurut cerita penulis, awalnya karakter Mak Irits bernama Miss Hagemaru. Buat yang suka baca komik Jepang mungkin kenal kalau Hagemaru adalah sosok orang yang terkenal super irit bin pelit. Nah, teman-teman penulis sering memanggilnya Hagemaru karena sifatnya katanya 11-12 sama tokoh komik tersebut.

Berhubung pengen bikin Miss Hagemaru dengan kearifan lokal, mbak Rahmi membuatlah Mak Irits. Mak Irits merupakan julukan dari seorang emak yang super duper irit. Punya slogan cinta gratisan, potongan harga, beli satu dapat lima. Selalu melakukan segala cara demi keiritan. Saking ngiritnya, ditambahin huruf "S" di belakangnya, menjadi IRITS.

Oh ya, kalalu mau ngikutin tingkah konyolnya sosok emak yang super irit ini, bisa juga lo tengok instagramnya. Ada juga blog Mak Irits yang berisi tentang tips-tips keuangan.

5. 99 Pesan Nabi

Komik terakhir ini juga tentu saja kubaca setelah dewasa. Aku penikmat dari karya-karya VBI Djenggoten. Senang saja baca materi-materi agama yang disampaikan lewat komik. Jadinya lebih ringan dan mudah dipahami.

Baca 99 Pesan Nabi berasa sedang tidak digurui, namun sunnah-sunnah yang diajarkan Nabi langsung menancap ke dalam ingatan. Ada yang baca komik ini juga?

5 komik favorit di atas sayangnya tidak semua ada di rak bukuku. Detective Conan dan Mari-Chan dulu hanya kupinjam lewat persewaan komik. Gara-gara nulis artikel ini, jadi kepikiran buat mengoleksinya. Mau tahu juga dong komik favorit teman-teman kongkow, bisikin di kolom komentar ya!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment