header marita’s palace

7 Tips Meningkatkan Produktivitas, Awali dari Tidur Berkualitas

Konten [Tampil]
tips meningkatkan produktivitas blogger
Tips meningkatkan produktivitas sejatinya hanya akan sekadar menjadi tips, kalau setelah membaca tak langsung dipraktekkan. Bener nggak sih, pals? Kunci produktivitas sejatinya kan terletak pada diri sendiri. Mau banyak orang kasih kita tips, kalau dari dasar diri kita maunya gegoleran melulu, ya gitu deh.

Terlebih standar produktivitas antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda banget. Ada yang menilai produktivitas jika berhasil mendulang materi sekian rupiah. Ada pula yang menilai produktivitas dari seberapa banyak aktivitas yang dilakukan hari itu. Ada pula yang punya standar, aktivitas nggak perlu banyak, tapi manfaat berlimpah. Teman-teman kongkow tim yang mana nih?

7 Tips Meningkatkan Produktivitas untuk Momblogger

Sejujurnya kalau boleh ngaku, aku pun masih jauh dari kata bunda produktif. Nyatanya aku belum lulus dari kelas bunda produktifnya Ibu Profesional, wkwkw. Melihat fakta bahwa akhir-akhir ini aku semakin jauh dari kata produktif, aku menulis artikel tentang meningkatkan produktivitas ini.

Syukur jika nantinya bisa membawa manfaat buat pembaca. Namun kudedikasikan tulisan ini sebagai self reminder bagi diri sendiri.

Dari kacamataku, 7 hal ini bisa meningkatkan kualitas kinerjaku sebagai momblogger:
menjadi blogger produktif

1. Skala Prioritas dan Kandang Waktu

Bekerja dari rumah memiliki tantangannya sendiri. Kita harus bisa mengelola waktu dengan baik. Tidak ada bos yang memantau kalau kita asyik main HP atau berselancar di media sosial berjam-jam. Kita adalah tuan bagi diri sendiri.

Maka, mau tak mau kita harus tahu diri. Kapan sih jam yang pas buat menyelesaikan urusan domestik, kapan sih momen yang pas buat update blog tanpa mengorbankan waktu bersama anak-anak.

Oleh karenanya penting untuk menentukan skala prioritas harian. Ada kalanya jam main bersama anak-anak bisa lebih banyak. Namun saat ada kondisi-kondisi tertentu, misal ada webinar yang harus dihadiri, mau tak mau harus mengondisikan anak untuk tenang dan bermain sendiri.

Ada kalanya bisa masak komplit aneka sayur dan lauk pauk, ada kalanya pilih menu frozen yang siap disajikan dalam beberapa menit.

Setiap pagi biasanya aku akan membuat list hal-hal apa saja yang akan kukerjakan hari itu. Memilah mana yang paling prioritas dilakukan. Selain itu aku juga membuat kandang waktu untuk memisahkan kapan menyelesaikan urusan domestik, dan urusan lain-lain. Termasuk juga mengalokasikan waktu untuk me time.

2. Perbanyak Wawasan

Terkadang produktivitas sebagai blogger mentok karena kehabisan ide nulis. Atau idenya aja, tapi kesulitan mengembangkan ide tersebut. Jika ini yang menjadi masalah, biasanya aku akan membaca buku, blogwalking ataupun menonton film. Biasanya dari tiga kegiatan ini, bisa memantik inspirasi.

Selain itu mengikuti kelas-kelas, baik blogging ataupun kelas lainnya juga bisa menjadi jalan keluar. Materi yang disampaikan dari kuliah whatsapp, kuliah telegram ataupun zoominar bisa menjadi bahan tulisan untuk blog, kan?

3. Buat Blog Plan

Sudah setahun ini aku selalu membuat blog plan. Cukup membantu untuk menyusun tema artikel yang ingin ditulis dalam satu bulan ke depan. Aku jadi bisa menghemat waktu untuk memikirkan mau nulis apa ya hari ini, karena aku sudah punya bank tema.

Selain blog plan bulanan, aku juga biasa membuat kerangka tulisan terlebih dahulu sebelum memulai menyusun artikel. Buatku hal tersebut membantu agar artikel yang akan disusun tidak keluar dari jalurnya. Maklum, aku kalau udah nulis suka sampai mana-mana, jadi kudu dipagarin, wkwk.
tips agar blogging productively

4. Melawan Kemalasan

Ini yang menjadi salah satu PR; kebiasaan mager, menunda-nunda dan rebahan. Meski sudah punya skala prioritas dan blog plan, kalau dari dalam diri belum bisa melawan kemalasan, produktivitas hanya tinggal impian.

Kalau sudah super parah, memang harus niatkan diri untuk segera berdiri, ambil wudhu dan ucapkan doa ini deh:
Allahumma inni a’udzubika minal kasali wa a’udzubika minal jubni wa a’udzubika minal harami wa a’udzubika minal bukhil.
Artinya : “Ya Allah aku aku berlindung kepadamu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit.

5. Makan Teratur dan Bergizi

Ada yang punya kebiasaan sepertiku nggak ya? Kalau sudah kadung kerja, suka lupa makan dan minum? Lalu tiba-tiba maag kumat, kepala berkunang-kunang, baru deh sadar kalau seharian belum makan.

Yup, aku typical yang paling nggak bisa nyentuh makanan kalau belum kelar mengerjakan tugas-tugasku. Kebiasaan buruk banget sih. Makanya aku sedang berusaha mengubahnya menjadi habit yang lebih baik. Makan di jam yang teratur dan tentu saja asupan gizinya juga harus diperhatikan.

6. Alokasikan Waktu untuk Olahraga

Badan yang bugar tentu saja mendukung produktivitas kinerja dong. Makanya aku sedang berusaha untuk merutinkan kembali workout. Sebenarnya saat bulan ramadhan lalu, aku sudah sempat melakukan senam secara rutin setiap pagi. Hampir nggak pernah bolong.

Sayangnya setelah lebaran, rutinitas itu bubar jalan. Alhasil sebulan ini, badanku memang nggak sebugar pas bulan ramadhan. Gampang capek dan pusing-pusing. Hmm, kode keras buat rajin senam lagi nih. Ada rekomendasi channel senam yang oke dan gampang diikuti, pals?
tidur berkualitas untuk meningkatkan produktivitas

7. Tidur Berkualitas

At last but not least, tidur berkualitas!

Banyak yang mengira kerjaannya momblogger asyik dan menyenangkan. Ya, nggak salah juga sih. Sayangnya hanya sedikit yang tahu terkadang kita harus mengorbankan waktu tidur demi bisa mojok dengan laptop. 

Pengennya sih punya jam kerja normal seperti kebanyakan orang. Namun entah kenapa ide menulis jauh lebih lancar saat langit semakin gelap, ketika anak-anak masih tertidur lelap. Semakin sunyi, semakin lancar deh ide-idenya keluar.

Masalahnya kualitas dan kuantitas tidur pun memengaruhi produktivitas. Bagaimana bisa gesit mengerjakan domestic stuff saat tubuh kita lunglai, letih dan lesu usai begadang karena kudu riset dan mempersiapkan konten?

Antara Momblogger dan Tidur Berkualitas

Pas banget saat mau memperbaiki produktivitas kinerja sebagai momblogger, aku dapat kesempatan untuk menghadiri webinar yang bertajuk “Kesehatan dan Produktivitas Dimulai dari Tidur Berkualitas” pada hari Jumat, 18 Juni 2021 lalu. Dari webinar kece yang diadakan oleh PT Deltomed Laboratories bekerjasama dengan IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis), aku jadi tahu kalau yang punya masalah dengan kualitas tidur nggak cuma diri ini seorang, hehe.

Jika diingat-ingat, jam tidurku mulai berantakan sejak kuliah. Terutama saat mulai menyusun skripsi. Berhubung saat itu belum punya laptop ataupun PC sendiri, aku harus ngungsi ke rumah bulik untuk mengetik skripsi. Tentunya hanya bisa mengetik saat malam hari.

Kebiasaan itu kok lama-lama berlanjut sampai saat sudah nikah. Kebetulan punya suami yang punya hobi begadang. Namanya pengantin baru ya, kami suka keasyikan ngobrol sampai dini hari. Emang ngobrol sama pujaan hati tuh suka bikin lupa waktu, wkwk.
a day of momblogger life
Begitu anak pertama lahir dan suami pindah kerja ke luar kota, begadang semakin menjadi rutinitas. Apalagi saat itu aku sudah mulai kerja jadi content writer buat web orang. Mau nggak mau bisa kerjanya kalau malam dong, karena siangnya si anak bayi pasti nggak bisa ditinggal kerja. Belum lagi masih harus bersih-bersih rumah, dan segudang pekerjaan domestik lainnya.

Kalaupun si bayi bisa ditinggal kerja karena lagi tidur, aku yang malah mentok nggak bisa nulis. Bener-bener tipe nocturnal gitu deh. Semakin malam justru semakin banyak idenya. Masalahnya semakin usia bertambah, vitalitas tubuh nggak bisa disamakan saat masih zaman kuliah atau masih berkepala dua.

Dulu nggak tidur semalaman, paginya lanjut nemenin anak main masih cukup kuat. Sekarang? Loyo dong! Yang ada begitu kurang tidur, keluarlah momzilla-nya. Alias jadi gampang baper, gampang marah. Senggol bacok kalau istilah anak zaman now.

Jenis-jenis Gangguan Tidur

Ternyata bukan hanya aku yang mengalami hal tersebut. Hampir sebagian besar momblogger menceritakan hal yang sama. Kalau siang disibukkan dengan aktivitas sebagai ibu dan istri, malamnya baru bisa mulai kencan dengan laptop.

Faktanya nih, menurut Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.(Herbal) yang menjadi narasumber dalam webinar hari Jumat lalu, 2/3 masyarakat Indonesia mengalami jam tidur yang kurang. Apalagi sejak Covid-19 menyerang, semakin banyak orang insomnia.
Insomnia adalah ketidakmampuan dalam menjaga atau mempertahankan kuantitas dan kualitas tidur yang baik. Disebut insomnia jika selama tiga bulan berturut-turut, kita mengalami masalah tidur sekurang-kurangnya tiga hari dalam satu pekan.
gangguan tidur dan kesehatan tubuh

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tidur kita terganggu yaitu:

  • Gangguan Fisik: mengalami sakit kepala, nyeri sendi, nyeri perut, dll.
  • Isu Medis: sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur), dll.
  • Gangguan Psikologik/ Psikiatrik: stress, depresi, anxiety/ kekhawatiran berlebih. Nah, ini yang sedang banyak dialami orang di masa pandemi.
  • Gangguan Lingkungan: lampu kamar terlalu terang, suara berisik, dll.
  • Genetik: Narkolepsi (rasa kantuk berlebih di siang hari).
  • Penuaan/ Faktor Usia: sebagian lansia yang berumur 65 tahun atau lebih mengalami masalah tidur.
  • Obat-obatan: obat hipertensi, antidepresi, obat mengandung kafein.
  • Bekerja di malam hari: aktivitasnya berlawanan dengan biological clock.
Teman-teman kongkow ada yang mengalami masalah tidur juga, mana nih gangguan yang jadi musuh terberat?

Manfaat Tidur Berkualitas bagi Tubuh

Membicarakan masalah tidur, tidak bisa lepas dari dua faktornya, yaitu kualitas dan kuantitas. Dilihat dari faktor kuantitas, orang dewasa membutuhkan 7 - 9 jam waktu tidur di malam hari. Kuantitas ini berbeda-beda tergantung usia dan kondisi tubuh. Ada yang butuh 6 jam, ada pula yang butuh 10-11 jam tidur di malam hari. Jam tidur malam ini tidak bisa digantikan dengan jam tidur di siang hari.

Maksudnya begini, misal untuk memenuhi tidur selama 7 jam, kita tidur 2 jam di siang hari dan 5 jam di malam hari. Menurut dr. Inggrid, nggak bisa gitu, pals. Nggak ada yang namanya penggantian jam tidur. 7 jam tidur itu ya total waktu tidur yang dibutuhkan di malam hari.
kualitas vs kuantitas tidur untuk kesehatan
Selain kuantitas, faktor lain yang tak kalah penting adalah kualitas tidur. Tidur yang berkualitas artinya tidur yang lelap dan tidak mudah terbangun. US National Sleep Foundation menyatakan bahwa kualitas tidur lebih dominan dalam mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan dibandingkan kuantitas tidur. Bahkan tidur yang berkualitas menjadi indikator terhadap mood dan kepuasan hidup seseorang.

Jadi nih, tidur mana yang lebih berkualitas dari dua kondisi di bawah?
  • Tidur selama 9 jam, tetapi dalam prosesnya kita sering terbangun dan tidak pernah mencapai deep sleep/ lelap, lalu ketika pagi hari badan masih terasa lelah dan tidak bugar.
  • Atau tidur hanya 7 jam, tetapi bisa mencapai deep sleep dan tidak terbangun sama sekali, saat pagi harinya bangun dengan bugar dan segar.
Yup, bener banget, pals. Kondisi yang kedua jauh lebih bagus. Jadi bukan hanya soal seberapa lama kita tidur, tetapi sudah berkualitas belum tidur kita?

Memang kenapa sih tubuh kita perlu tidur yang berkualitas?
manfaat tidur bagi kesehatan

1. Meningkatkan Sistem Imun

Tidur yang berkualitas bisa meningkatkan imunitas tubuh. Pada jam 00.00 - 03.00, tubuh secara alami melakukan detoksifikasi. Ia akan mengeluarkan racun-racun dan sel-sel mati dari dalam tubuh. Bayangkan kalau jam segitu kita belum tidur, berarti tubuh gagal melakukan detoksifikasi kan? Padahal proses ini hanya bisa terjadi saat kondisi kita sedang tidur.

Bayangkan kalau hal tersebut terjadi secara berkelanjutan, lama-lama tubuh kita rusak dong. Yuk, diingat-ingat pesan Bang Rhoma, “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya…” Eh malah ikutan nyanyi, wkwk.

Terutama di masa pandemi ini, penting banget buat kita tetap menjaga kualitas tidur. Karena jika imun tubuh kita baik, virus Covid-19 pun tidak akan mudah menyerang, kan?

2. Menjaga Mood

Tak hanya meningkatkan sistem imun, tidur yang berkualitas juga berpengaruh pada mood. Saat kita kurang tidur, pasti badan jadi capek dan secara nggak langsung menyebabkan kita jadi lebih sensitif kan? Bahkan kalau sudah akut, kurang tidur juga bisa mengarah ke kondisi depresi lo, pals.

3. Menguatkan Daya Ingat

Jam tidur yang kurang ditambah kualitas tidur yang kurang baik bisa menurunkan fungsi kognitif otak sebesar 38%. Akibatnya kinerja memori jadi berkurang, mudah lupa dan bisa berakibat pada kepikunan. Hmm, pantesan kok aku sekarang jadi dikit-dikit lupa… bahkan kacamata udah kupakai aja kucariin, parah banget kan?

4. Menjaga Kebiasaan Makan

Biasanya orang-orang yang suka begadang akan menjadi lebih obsesif soal makan. Untuk mencegah ngantuk saat tidur, tak jarang sepiring mie instan menjadi teman begadang. Selain nggak sehat buat tubuh, lama-lama timbangan bisa nganan terus lo, pals.  Nah, kalau jam tidur kita jaga, nggak ada tuh yang namanya ngemil makanan nggak sehat berlebihan. 

5. Keselamatan dan Keamanan Diri

Tubuh pastinya punya alarm saat dirinya kelelahan. Nggak bisa dipungkiri, terlalu memforsir tubuh di malam hari, tubuh akan jauh lebih letih di pagi harinya. Alhasil kita jadi kurang fokus dan bisa mengalami kecelakaan.

Bukan hanya bisa mengakibatkan kecelakaan besar seperti tabrakan, saking ngantuknya bisa jadi kita kena air panas saat membuat minuman, atau malah masakan gosong saat sedang dipanasi karena kita ketiduran. Nah lho, bahaya kan?

6. Kesehatan Kulit Terjaga

Pengen kulit sehat, tapi rajin begadang adalah sebuah mission impossible. Penuaan dini akan cepat terjadi saat jam dan kualitas tidur kita berkurang.

Tips Tidur Berkualitas untuk Meningkatkan Kinerja

Nah, setelah tahu ternyata manfaat tidur bagi tubuh sangat beragam, masih mau terus-terusan begadang? Udah niat tobat begadang, tapi nggak tahu bagaimana caranya agar bisa tidur berkualitas?

Bersyukur saat webinar bersama Deltomed dan IIDN, dr. Inggrid membagikan tips tidur berkualitas. Mau tahu?
cara agar cepat tidur

1. Hindari Tidur Siang

Salah satu alasan kenapa kita susah memejamkan mata saat jam tidur malam tiba biasanya karena kita belum ngantuk. Bisa jadi karena siang atau sore harinya sudah sempat tidur terlebih dahulu. Nah, biar mata bisa lekas mengantuk, coba deh untuk tetap stay awake di siang dan sore hari.

Kalaupun sudah terbiasa tidur siang, karena emak-emak biasanya ngelonin anak ikut ketiduran nggak sih? Ya, jangan lama-lama tidurnya. Mending saat anak tidur dipakai ngurusin kerjaan lain. Jadi pas jam tidur malam datang, bisa langsung tidur, bukannya mengerjakan urusan domestik yang belum kelar.

2. Hindari Kafein di Jam-jam Tidur

Kafein bisa mengusir kantuk. Makanya di jam-jam tidur hindari minuman yang mengandung kafein. Daripada minum kafein, mungkin bisa kita ganti dengan susu hangat. Studi menyebutkan bahwa susu mengandung asam amino triptofan, meski jumlahnya sangat kecil.

Nah, triptofan tersebut bisa membantu kita lebih mudah tidur dikarenakan asam amino ini adalah bahan baku zat kimia otak, serotonin. Zat tersebut memiliki fungsi untuk mengatur mood, menimbulkan rasa tenang, rileks, dan memicu rasa kantuk. Ada yang punya kebiasaan minum susu sebelum tidur?

3. Kondisikan Kamar

Kondisi kamar juga sangat berpengaruh dalam proses menuju tidur. Lampu yang terlalu terang bisa membuat kita tak mudah terpejam. Para ahli juga berpendapat, kondisi kamar dengan lampu dimatikan jauh lebih baik. Kalaupun nggak bisa tidur gelap-gelapan, kita bisa menggunakan lampu kamar yang temaram.

Jangan lupa untuk membersihkan kasur terlebih dahulu. Nggak mau kan terbangun hanya gara-gara ada kotoran di kasur. Apalagi kalau yang masih tidur sama anak-anak, biasanya mainan pun dibawa ke kamar. Lagi asyik-asyiknya tidur, eh kepentok mainan anak.

Atur suhu kipas angin atau AC sesuai kebutuhan. Kondisi yang terlalu panas atau dingin bisa menyebabkan kita terbangun berkali-kali saat sudah tidur. Hal tersebut membuat tidur kita jadi nggak berkualitas kan?
tips agar tidur berkualitas

4. Jauhkan atau Matikan Perangkat Elektronik

Satu hal yang biasanya bikin kita susah tidur adalah TV masih menyala, atau tangan masih scrolling medsos. Alasannya sih biar cepat ngantuk. Padahal justru hal itu bakal bikin kita lebih awet terjaga. Kalaupun akhirnya ketiduran, biasanya tidurnya nggak bakalan nyenyak dan tidak mencapai deep sleep. So, jangan lupa matikan segala perangkat elektronik sebelum tidur ya, pals.

5. Relaksasi

Lupakan semua masalah pekerjaan dan biarkan tubuh rileks. Jika terasa susah sekali memejamkan mata, kita bisa melakukan beberapa cara untuk relaksasi, misalnya mandi air hangat, baca buku, workout ringan, meditasi atau memasang essential oil. Tubuh dan jiwa yang rilesk didukung dengan kondisi yang tenang akan mendatangkan kantuk lebih cepat.

6. Mengonsumi Makanan Kaya Magnesium dan Zinc

Makanan yang mengandung magnesium dan Zinc seperti bayam ternyata bisa membantu kita lebih cepat tidur lo. Mineral ini bisa membantu memproduksi energi dan mengatur kadar gula dalam darah serta reaksi kimiawi lainnya dalam tubuh. 

Agar kita bisa mulai tertidur dan tetap terlelap, otak dan tubuh harus tetap rileks. Nah, magnesium bisa membantu proses ini dengan cara mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Tubuh yang kadar magnesiumnya rendah, akan mudah mengalami gangguan tidur yang mengarah pada insomnia.

7. Konsumsi Minuman Herbal

Jika 6 tips di atas sudah berusaha kita lakukan, tapi masih belum mencapai hasil maksimal, tips pamungkas ini mungkin akan membantu. Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si.(Herbal) selaku Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia) membagikan beberapa tanaman herbal yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur. Apa sajakah itu?
herbal untuk tidur berkualitas
  • Passion Flower
Tumbuhan yang memiliki habitat asli di Amerika Serikat bagian Tenggara (Florida – Texas) ini memiliki kandungan Alkaloids (harman, harmoline), flavonoids (vitexin, saponarin, luteolin, rutin, kaempferol, quercitin), fatty acids (linoleic, linolenic, palmitic, oleic, myristic), acids (formic & butyric), sugar, gum, coumarins, cyanogenic glycosides, volatile oil, dan chrysin.

Manfaat dari tumbuhan ini antara lain:
  • Menekan aktivitas Sistem Saraf Pusat dengan cara meningkatkan kadar GABA (gamma-aminobutyric) dalam otak. Alhasil, otak jadi lebih tenang dan siap untuk tidur.
  • Mempunyai sifat sedatif dan antinyeri (analgetik) sehinggga bisa membantu mengatasi ketegangan saraf, spasme otot, sakit kepala, neuralgia, gangguancemas/ ansietas dan insomnia.
  • Menurunkan tekanan darah dan denyut jantung.
Dari hasil uji klinis, terjadi peningkatan pada durasi waktu tidur (total sleep time) dan penurunan frekuensi terbangun (wakefulness). Sehingga disimpulkan jika tumbuhan ini memiliki fungsi sebagia sleep inducer.

  • Valerian
Tanaman yang satu ini banyak tumbuh di wilayah Eropa dan Asia Barat. Memiliki kandungan berupa Volatile oil (camp hene, borneol), sesquiterpene alkaloids (valerenic acid), Iridoid esters (valepotriates), dan alkaloids (actinidine, valerine, valerianine, chatinine).

Bagian akar valerian memiliki manfaat yang tak jauh berbeda dengan Passion Flower. Dari uji klinis yang sudah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Valerian mampu memperbaiki kualitas tidur tanpa efek samping.

  • Jahe
Nah, kalau tanaman yang satu ini pastinya udah nggak asing lagi kan buat kita? Banyak tumbuh di Asia Tenggara, Cina, India, dan Kepulauan Pasifik. Rempah yang satu ini mengandung beberapa zat berikut ini; Volatile oil (zingiberene), sesquiterpenes, oleo-resins (gingerols, shogaols), starch, proteins, lipids, nutrients, dan amino acids.

Zat-zat tersebut membawa manfaat yang baik bagi tubuh, di antaranya:
  • Memberikan efek antispasmodik, yaitu melemaskan otot yang spasme/ tegang
  • Sebagai antinyeri (analgetik) dan antiradang.
  • Sebagai termogenik, yaitu mampu memproduksi kalor dengan meningkatkan laju metabolisme basal.
  • Sebagai diaforetik, untuk merangsang pengeluaran keringat.
  • Sebagai karminatif, yaitu mengurangi gas dalam saluran cerna.
  • Mencegah muntah (antiemetik).
  • Membantu mengatasi gejala masuk angin seperti meriang/ demam, kembung, mual/ muntah, nyeri kepala, pegal linu/ kaku otot, ketegangan saraf, dan batuk - pilek.
Hasil uji in-vitro terhadap kandungan senyama yang ada di dalam jahe, rempah ini memiliki aktivitas antirhinovirus penyebab selesma/ common cold/ masuk angin. Selain itu, ekstrak jahe juga memiliki aktivitas proteksi selama tidur pemulihan (recovery sleep) terhadap efek-efek yang terjadi akibat kurang tidur (sleep deprivation), karena bersifat anti-oksidan dan antiradang.
passion flower, valerian dan jahe
Nah, ketiga tanaman penuh manfaat di atas dapat dikombinasikan untuk mendapatkan efek yang padu dalam menginduksi tidur, meningkatkan total sleep time, memperbaiki kualitas tidur serta membantu mencegah dan mengatasi efek buruk akibat kurang tidur seperti masuk angin dan penurunan imunitas.

Hmm, tapi cari Passion Flower dan Valerian di mana ya. Terus diolahnya bagaimana? Pasti begitu kan pertanyaan yang muncul di kepala teman-teman kongkow?

Wkwk, nggak perlu ribet-ribet nyari tanaman-tanaman tersebut, pals. Karena sekarang sudah ada Antangin Good Night yang diformulasikan untuk membantu kita meningkatkan kualitas tidur.

Antangin Good Night, Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tidur demi Produktivitas Kerja Lebih Baik

Antangin Good Night merupakan produk terbaru dari PT Deltomed Laboratories. Fyi, Deltomed sudah hadir di Indonesia sejak 1976. Awalnya perusahaan farmasi tersebut berdiri di Banjarmasin. Namun sejak 1978 dipindahkan ke Wonogiri hingga sekarang.

Pada tahun 2000, Antangin yang kemudian menjadi produk unggulan diproduksi. Deltomed terus memperbaiki kualitas produksinya dengan menggunakan teknologi-teknologi terbaru dan juga sistem pengemasan berstandar internasional.

Deltomed yang memiliki tagline We Believe in Nature ingin tumbuh bersama karyawan, mitra dan masyarakat dengan memaksimalkan kekayaan alam sebaik-baiknya. Tidak hanya menggunakan kekayaannya, Deltomed juga turut serta dalam restorasi alam karena sadar bahwasanya alam menggantungkan kelanjutan hidupnya kepada manusia.

Dalam perkembangannya, Antangin kemudian memiliki banyak varian lainnya, seperti Antangin JRG, Antangin JRG + Jahe Merah, Antangin Habbatussauda, dan Antangin Junior yang dibuat khusus untuk anak-anak. Kini Antangin Good Night sudah mulai bisa didapatkan di pasaran.
antangin good night dengan ekstrak herbal
Produk ini muncul karena melihat fakta di lapangan bahwa di masa pandemi semakin banyak orang yang mengidap insomnia. Disampaikan oleh apt. Drs. Victor S. Ringoringo, S.E., M.Sc., selaku Chief Business Development and R&D PT. Deltomed Laboratories, kurang tidur dapat menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit karena berkaitan dengan daya tahan tubuh.

Pada saat kita berada dalam kondisi tidur lelap (deep sleep), Interleukin-1, Tumor Necrosis Factor (TNF) dan Natural Killer Cells (NKC) akan tinggi di dalam darah dan menurun ketika bangun. Hal ini menunjukkan bahwa tidur yang berkualitas dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh.

Sebagai produsen obat herbal yang telah berpengalaman, tentunya dalam memproduksi Antangin Good Night, Deltomed telah memenuhi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik) sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 Tahun 2011.
CPOTB adalah petunjuk yang menyangkut aspek produksi dan pengendalian mutu obat tradisional. Meliputi seluruh rangkaian pembuatan obat tradisional dengan tujuan agar produk obat tradisional yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaan.
Oleh karenanya, teman-teman kongkow nggak perlu khawatir untuk mengonsumsi produk anyar dari Deltomed ini ya. Selain sudah terdaftar dengan no POM TR 142 576 701, Antangin Good Night telah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI dengan no 00130013631000.

Kandungan

Tiap tablet 650 mg mengandung ekstrak yang setara dengan;
  • Zingiber officinale Rhizoma (Jahe) - 743 mg
  • Blumea balsamifera Folium (Daun Sembung) - 247,6 mg
  • Mentha arvensis Folium (Daun Mint) - 495 mg
  • Alstonia scholaris Cortex (Kulit Pulai) - 124 mg
  • Myristica fragrans Semen (Biji Pala) - 124 mg
  • Passiflora incarnite Flos Extract (Passion Flower) - 100 mg
  • Valeriana officinalis var. Latifolia Radix Extract (Akar Valerian) - 100 mg
  • Potasium sorbat
manfaat antangin good night

Manfaat

Produk ini memiliki khasiat untuk membantu meringankan gangguan sulit tidur dan meredakan gejala masuk angin serta mampu menghangatkan badan. Wah, 1 produk bisa punya banyak fungsi ya, pals.

Cocok dikonsumsi saat badan sedang pating greges, batuk pilek, hidung tersumbat, kan biasanya susah tidur. Nah, minum Antangin Good Night bisa mengatasi semua keluhan deh.

Aturan pakainya yaitu 2 - 4 tablet sehari sebelum tidur. Jumlah tablet disesuaikan dengan usia, berat badan dan kebutuhan tubuh.

Meski memiliki manfaat yang hebat, bagi teman-teman kongkow yang saat ini sedang mengonsumsi obat-obatan kategori sedatif (CNS Depressants) seperti pentobarbital, phenobarbital, secobarbital, clonazepam, lorazepam, zolpidem dan lainnya, bisa menimbulkan efek senergisme dan additif sehingga menyebabkan tidur yang kuat dan lebih lama. So, sebaiknya sih jangan diminum bersamaan ya, pals.

Meski termasuk kategori jamu, namun produk ini baru bisa dikonsumsi untuk usia 12 tahun ke atas. Wanita hamil dan menyusui juga dilarang mengonsumsi produk ini. Oh ya, buat yang akan menjalankan operasi, sebaiknya menghentikan produk ini sejak dua minggu sebelum jadwal operasi dilakukan.
harga antangin good night

Harga dan Pembelian

Produk gres keluaran PT Deltomed Laboratories ini bisa didapatkan dengan mudah di toko obat, apotek, dan supermarket terdekat. Mau beli online juga bisa, cari aja Deltomed Official Store di Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada dan JD.ID. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp5.000,00/ strip. 1 stripnya berisi 4 tablet.

Untuk info lebih lanjut tentang Antangin Good Night dan produk-produk Antangin lainnya, bisa langsung cuzz ke Instagram Antangin ya, pals. Siapa tahu nanti ada info promo, atau kuis-kuis keren.   

Nah, sekarang sudah nggak bingung lagi kan bagaimana biar bisa tidur berkualitas? Sedia saja Antangin Good Night di kotak obat, dan gunakan saat gangguan tidur menyerang. Dengan tidur berkualitas, produktivitas kinerja baik sebagai ibu, istri dan blogger bisa maksimal deh.

Semoga artikel tentang tips meningkatkan produktivitas ini bermanfaat. Salam produktif, tetap semangat dan jaga protokol kesehatannya, pals!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Bener banget dah kualitas tidur mempengaruhi produtivitas.

    Auto teringat satu kalimat menarik dan relate banget: Tidur adalah mesin waktu terbaik yang pernah diciptakan.

    ReplyDelete

Post a Comment