MaritaPalace

Seri Bunda Produktif #1: Merancang Hexa House

1 comment
jurnal bunda produktif 1
Petualangan sebagai bunda produktif kini dimulai. Masih tak menyangka sih. Sepertinya baru beberapa waktu lalu meninggalkan hutan kupu-kupu cekatan, eh sekarang sudah berada di Hexagon City. Sebuah kota impian yang hari-harinya begitu produktif. Di mana semua warganya kreatif dan setiap harinya dipenuhi keinginan untuk memberikan solusi.

Hexagon City ini kotanya perempuan. Dibangun oleh dan untuk perempuan. Kota ini hanya cocok bagi mereka yang memiliki semangat belajar tinggi dan berkomitmen untuk berjuang hingga akhir. Tak ada waktu untuk geng rebahan. Duh, tiba-tiba deg-deg ser… padahal kan eike rebahan banget yak, pals?

Penasaran ya, di mana sih Hexagon City ini? The one and only hanya di Institut Ibu Profesional dong. Inilah yang membuatku tak bisa jauh darinya. Selalu ada game-game menarik yang dibuat Ibu Septi. Game yang bukan sekedar game, namun mengajak para perempuan Indonesia untuk melek akan sesuatu hal. Sungguh penasaran ada hikmah apakah di balik Hexagon City.

hexagon city of bunda produktif IIP
Kalau kalian penasaran, ikuti saja jurnal-jurnalku setiap pekan ya. Aku akan ceritakan apa saja keseruan yang kuhadapi dalam menjadi seorang Hexagonia. Fyi, kata tersebut merupakan istilah bagi warga di Hexagon City. Nah, tugas pertama seorang Hexagonia adalah merancang Hexa House berdasarkan passion yang mereka jalani. Hmm, menarik. Mau tahu seperti apa rumah Hexa-ku?

Mengapa Hexagon?

Pasti banyak yang penasaran ya, kenapa sih di antara beragam bentuk yang ada di dunia, justru hexagon yang dipilih. Tentu saja bentuk tersebut tidak dipilih secara acak dan asal kan? Ternyata oh ternyata hal itu terinspirasi dari sarang lebah yang berbentuk hexagonal. Pastinya Allah SWT menciptakan hal ini bukan sebuah kebetulan dong.

Hexagonal merupakan bangun yang terdiri dari 6 sisi dengan panjang yang sama, di mana tiap-tiap sisinya bersudut 60 derajat. Apa arti dari itu semua? Para ahli matematika di zaman modern melakukan penelitian dan mendapatkan kesimpulan bahwasanya;
Heksagon adalah bentuk geometri paling tepat untuk penggunaan maksimum suatu ruang.
Ya, Allah menciptakan sarang lebah sedemikian rupa agar lebah bisa menghasilkan madu lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Sel berbentuk heksagonal membutuhkan jumlah lilin minimum, namun mampu menyimpan madu dalam jumlah maksimum. Maka, jika kita memiliki tanah dengan ukuran minim, namun pengen memaksimalkannya secara pol-polan, bentuklah rumah dengan desain hexagon.

Referensi Hexa House
Awalnya kupikir ini hanyalah impian atau khayalan Ibu Septi. Ternyata oh ternyata, sudah banyak lo rumah berbentu hexa. Desainnya pun unyu-unyu semua. Dan salah satu dari Hexa House yang keren-kerent tersebut adalah milik Lionel Messi. Nggak sepenuhnya berbentuk hexagon sih, karena doi mewujudkan impiannya dalam rumah berbentuk bola.

Namun dari doi, kita bisa belajar bahwasanya jika kita garap impian dengan benar, insya Allah akan terwujud. Dengan catatan ada komitmen dan kesungguhan di dalamnya. Aah, jadi semangat merancang rumah hexa-ku ini.

Memilih Platform Merancang Hexa House

Awalnya aku sudah berniat untuk membuat rancangan Hexa House menggunakan platform Canva. Tahu sendiri kan Canva saat ini sudah menjelma menjadi aplikasi desain grafis instan sejuta umat, wkwk. Bukan desainer grafis, tapi berasa jadi pro kalau utak-atik grafis pakai aplikasi ini.

Apalagi kan barusan belajar Canva dengan lebih dalam dari mbak Efa, jadi pengen mempraktikkan ilmu-ilmu tersebut lewat Hexa House ini. Eh tapi tunggu dulu, lihat hasil rancangan punya peserta lain kok unyu-unyu. Ada yang dibuat versi video juga, kan jadi penasaran bagaimana bikinnya ya.

merancang rumah impian di home by me
Di saat penasaran mencapai puncaknya, bu Septi Peni membagikan jurus ninja rahasia. Ternyata oh ternyata ada sebuah web yang bisa membantu kita menjadi arsitek dadakan. Nama webnya Home by Me. Duh kece banget deh. Mudah pula cara makainya, tapi sepertinya sih hanya bisa via laptop. Atau kalau mau coba pakai HP, mungkin browsernya harus disetting desktop site dulu.

Kalau teman-teman mau coba utak-atik bikin rumah impian, cuzz deh berikut ini langkah-langkahnya:

langkah-langkah merancang rumah via web home by me

1. Buka situs Home by Me

Alamat situsnya ada di home.by.me.

2. Buat akun di sana

Kalau nggak salah ingat bisa login menggunakan facebook atau akun gmail. Ya, intinya bikin aja akun di sana, seperti layaknya saat kita bikin email atau akun media sosial. Isikan saja beberapa info yang dibutuhkan. 

3. Klik New Project

Hmm, sayangnya untuk akun gratisan, kita hanya bisa bikin tiga proyek saja. Bisa diakali dengan bikin akun lagi dengan email lain ya, pals, kalau sudah bikin tiga proyek dan masih gemes pengen nyobain lagi, hehe.

4. Mulai Buat Proyek Rumah Impian

Isikan judul proyek dan tentukan beberapa pilihan, apakah proyek ini berupa renovasi atau bangun dari awal, jenisnya rumah atau apartemen. Ada juga pilihan sudah ada 2D floor plan-nya atau belum, kalau sudah ada kita bisa unggah floor plan tersebut. Yang terpenting kita harus pilih mau langsung bikin room by room atau draw walls.

Sebenarnya bikin room by room ini lebih gampang. Tapi saat aku nyoba, nggak bisa bikin bentuk hexagon. Lalu aku nyoba lagi bikin pakai draw walls, baru deh bisa bikin hexagon, meski lumayan sih mencong-mencong dulu, wkwk. Kalau semua pilihan sudah ditentukan, klik create.

tutorial desain rumah via home by me

5. Saatnya Build, Furnish dan Decorate

Ini ruang gambarnya. Kita bisa mulai dengan gambar dinding-dindingnya, lalu mulai build dan furnish deh maunya ada apa saja di rumah tersebut. Mau ada berapa pintu dan jendela. Mau pintu jenis sliding atau bukaan biasa. Mau bukaannya ke dalam atau ke luar. 

Begitu juga dengan jenis jendelanya, kita bisa memilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Kita juga bisa pilih warna karpet dan dinding. Mau dinding dengan wallpaper atau keramik. Furniture pun bisa pilih sesuai impian. 

Seru deh mainan di web ini. Bahkan ada fitur yang memungkinkan kita dapat real image dari rancangan rumah yang sudah kita buat. Berasa rumahnya sudah beneran jadi, pals.

6. Voila… Welcome to Your Dream House

Gimana puas nggak? Jujur, waktu pertama bikin kemarin aku sudah nyoba 2 kali dan percobaan kedua masih merasa so so. Namun karena pengen segera lega, sudah kusimpan gambar-gambarnya dan ku-screen recorder juga, hasilnya bisa dilihat di video berikut ini:



Setelah kulihat-lihat barulah ngeh kalau bentuk hexagonnya kebalik, wkwk. Tidak sesuai dengan template hexa house di Bunda Produktif. Maka beginilah hasil utak-atikku malam ini, yang sudah sesuai dengan bayanganku sebelumnya. 

versi revisi dari Hexa palace
Di percobaan utak-atik pertama aku sempat bingung kenapa terlalu banyak space, mau ditambah apalagi ya. Akhirnya kutambah ruang tamu, wkwk. Padahal ide awalku ruang tamu itu nggak ada, karena menyatu dengan meja peradaban yang kuletakkan di tengah Hexa House, semacam ruh di dalam ruangan tersebut. Baru deh klik dengan gambar ketiga ini. Memang jam terbang itu diperlukan ya, begitu juga utak-atik kek begini.

Kemarin nguplek Home By Me bisa seharian sampai lupa makan lupa mandi, wkwk. Setelah tahu fungsi dan fitur-fiturnya, satu jam juga udah jadi, hehe. So, cuzz yang penasaran pengen merancang rumah atau ruang impian ala-ala, bisa main-main ke websitenya yaa.

Welcome To My Hexa Palace

Sesuai dengan nama blogku Marita’s Palace, maka rumah hexa-ku pun kunamai Hexa Palace. Waktu lihat beberapa desain dari para warga Hexagon City lainnya, aku terkesima dengan beberapa karya mereka yang rerata mendesain rumah secara keseluruhan. Sementara Hexa Palace hanyalah bagian dari rumahku, merupakan sebuah ruang kerja impianku.

Aku selalu bermimpi punya ruang kerja khusus, di mana di dalamnya ada meja kerja khusus untukku dan juga timku. Ya, aku bermimpi punya tim khusus untuk jasa content writing yang kukelola. Pernah jadi leader untuk beberapa penulis konten milik bosku beberapa tahun lalu, memicuku untuk membangun jasa penulisan konten dengan memberdayakan para perempuan. Entah itu mahasiswi ataupun ibu rumah tangga yang memiliki minat di bidang penulisan. 

my new hexa palace
Hexa Palace ini inginnya kuletakkan di lantai dasar rumahku. Kusebut sebagai ruang publik di rumah impianku. Sementara ruang private yang merupakan kamar tidur anggota keluarga terletak di lantai-lantai atasnya. Aku juga bermimpi memiliki rooftop di mana ada sebuah taman kecil dengan gazebo yang bisa digunakan untuk sholat ataupun berbincang mesra bersama suami dan anak.

Di bawah gazebo ada kolam yang berisi ikan-ikan koi menggemaskan. Ada pula water feature yang mengalirkan air hingga ke kolam dengan suara gemericik yang syahdu. Kayanya asyik menikmati pemandangan malam penuh bintang di rooftop ini.

Namun yang akan kuceritakan kali ini tidak sekomplit itu. Sesuai dengan tema Bunda Produktif, aku hanya akan berbagi tentang sebuah ruangan di mana akan melejitkan produktivitasku sesuai dengan passion yang kumiliki dan telah kujalani hingga detik ini; blogging dan content writing. Inilah beberapa sudut di ruanganku:

1. Meja Peradaban

Jadi rancangan awalku yang berupa coretan di kertas, aku tidak menyediakan ruang tamu khusus di Hexa Palace. Karena semua terpusat di meja peradaban ini. Aku suka interior ala-ala Japanese style, nggak suka terlalu banyak kursi. Bahkan di rumah yang kutempati sekarang, kuhibahkan sofa peninggalan ibu. Aku lebih suka duduk lesehan.

meja peradaban hexa palace
Maka seperti inilah meja peradaban yang kurancang. Sebuah meja bundar dengan material kayu dilapisi sebuah karpet. Pengennya sih karpetnya juga bundar, cuma nggak nemu , ya udah begini aja, wkwk. Lalu ada beberapa bantal yang bisa digunakan untuk duduk ataupun sekedar dipeluk juga boleh.

Di meja peradaban ini, setiap pagi aku akan ajak timku untuk baca dzikir pagi dan tadarus quran minimal selembar. Dilanjut dengan briefing pekerjaan untuk hari itu. Di sini juga tempat makan bersama buatku dan tim, ataupun anak-anak dari anggota tim yang diajak bekerja. Sekaligus juga tempat menerima kehadiran klien.

Kusebut sebagai meja peradaban karena ini adalah pusat kehidupan ruangan ini. Diskusi terkait ide dan imajinasi apapun tercurah di sini.

2. Blogspedia Team Work Area

ruang kerja tim blogspedia
Di sinilah timku akan bekerja. Tidak banyak atribut. Hanya meja dengan komputer yang sudah disediakan. Ada kursi yang nyaman sehingga para penulis bisa mengetik dengan enak dalam postur tubuh yang oke, jadi nggak gampang capek. 

3. Marita’s Corner

Di rumah yang sekarang aku nggak punya meja kerja khusus. Meja kerjaku hanya berupa meja lipat yang dulu kupakai untuk memberikan les privat bahasa Inggris. Jadi meja kerjaku hanya akan terlihat saat digelar. Dulu saat anak-anak masih bayi, aku lebih sering menggelar meja kerjaku di dalam kamar tidur.

Saat anak-anak terbangun dini hari dan ingin menyusu, aku jadi nggak perlu bolak-balik. Namun setelah anak-anak lepas ASI, aku lebih suka menggelar meja kerjaku di ruang tamu. Karena lebih dekat dengan rak-rak buku, sehingga saat aku butuh mencari referensi untuk bahan tulisan, gampang menjangkaunya. Lagipula biar nggak mengganggu tidurnya anak-anak.

ruang kerja maritaningtyas
Nah, aku pengen banget punya meja kerja seperti di gambar ini. Nggak muluk-muluk sih. Pokoknya ada meja dan kursi yang nyaman. Ada beberapa buku yang sedang kubutuhkan untuk membantu penulisan artikel dan laptop. Pastinya meja harus ada space untuk tempat mug kopi dan cemilan, wkwkw. Jadi kalau lagi buntu, bisa minum kopi dan makan kudapan dulu.

Meja kerja yang kuinginkan juga memiliki beberapa space penyimpanan. Aku butuh untuk menyimpan buku catatan, alat tulis dan beberapa file cetak terkait pekerjaan.

4. Entertainment Corner

Aku nggak mau ruang kerja yang kaku. Timku diperbolehkan untuk menonton Youtube atau drama korea, selama itu bisa meningkatkan kinerja mereka. Selain itu di ruang ini, aku ingin me-review video-video yang akan kuunggah ke channel YouTube-ku bersama tim. 

entertainment corner of hexa palace
Kalau anak-anak dari anggota timku ikut bekerja, aku juga perbolehkan mereka untuk menonton tayangan anak-anak di screen time. Seru kan kerja sambil dengerin celoteh anak-anak nyanyi Twinkle-twinkle Little Star atau melihat mereka asyik nonton Nusa ataupun Rico the series?

5. Mini Kitchen

dapur mungil di hexa palace
Aku pengen bisa menyediakan makan siang untuk timku. Jadi mereka nggak perlu mencari makan di luar setiap jam makan siang. Pengennya menyewa ART khusus untuk bagian menyiapkan makanan dan kudapan buat tim. Kalaupun nggak bisa, tim bebas menggunakn dapur ini untuk membuat camilan atau makan siang. 

6. Pojok Baca

Penulis selalu butuh buku bacaan yang banyak. Maka pojok baca pastinya jadi sudut paling penting di Hexa Palace ini. Aku tahu banget saat mengalami kebuntuan menulis, membaca bisa jadi solusi paling ampuh. Maka koleksi buku-bukuku akan kuletakkan di sini. Siapa tahu tim membutuhkan referensi tulisan, mereka bisa mencari di pojok baca ini.

my library and kids corner hexa palace

7. Kids Corner

Aku selalu pengen punya tempat kerja di mana anak-anak diperbolehkan ikut. Pernah di posisi tetap pengen kerja di ruang publik, tapi anak nggak ada yang momong. Bahkan dulu aku pernah punya cita-cita membangun kids corner di beberapa kantor dan instansi.

Pengen para ibu tidak worry meninggalkan anaknya bekerja. Apalagi kalau anaknya ditinggal tak jauh dari ruangan kerja mereka. Pasti merasa lebih aman.

Di kids corner ini kusediakan beberapa mainan. Ada satu rak di pojok ini, khusus untuk menyimpan beberapa mainan lainnya dan juga buku-buku anak. Jika mampu, pengennya sih kusediakan pengasuh khusus untuk anak-anak, biar para ibu bisa bekerja dengan tenang.

Kalaupun belum sanggup menyediakan pengasuh, aku persilakan anggota tim untuk menyediakan waktu menemani anak mereka main di sela-sela jam kerja mereka. Pokoknya target harian terpenuhi, silakan bekerja dengan nyaman di Hexa Palace.

Btw, kalau teman-teman perhatikan rumah hexa yang kubuat tidak memiliki sekat atau dinding pemisah sama sekali. Aku nggak terlalu suka rumah yang punya banyak sekat.  Buatku sekat yang terlalu banyak itu membatasi kreativitas. Bahkan rumah yang kutempati sekarang pun dibuat plong-plongan, jadi anak bisa lebih bebas eksplorasi di dalam rumah.
Tidak adanya sekat di Hexa Palace ini memiliki filosofi bahwasanya sebagai penulis atau content creator, kita harus memiliki kreativitas tanpa batas. Dengan tidak adanya sekat, kita bisa melihat semua penjuru ruangan dengan bebas. Maksudnya adalah sebagai penulis kita harus mampu melihat sudut pandang sebuah masalah dari beragam angle. 
Kalaupun nanti harus ada sekat, mungkin di bagian kids corner agar anak-anak tidak keluar dari sudut tersebut. Bisa juga ditambahi kasur untuk tempat tidur siang mereka. 

Itulah sekelumit ide dasar tentang ruang kerja impianku. Aku akan senang sekali kalau teman-teman ikut mengaminkan impian ini. Aku pun berharap semua impian Hexagonia terwujud dan kita bisa tetap produktif, meski hanya dari rumah. Semangaaat!

Bertemu dengan Para Tetangga

Yang bikin semangat di pekan pertama menempati Hexagon City bukan hanya merancang Hexa House, tetapi juga sesi bertemu para tetangga. Disebut dengan Co-Housing. Di mana di dalam sebuah Co-Housing terdiri dari 10 buah Hexa House. Co-Housing ini terbentuk dari 10 rumah hexa yang penghuninya memiliki passion sama atau saling terkait.

Sewaktu mengisi form pendaftaran aku sedikit gamang memilih passion. Aku suka menulis, tapi jujur untuk penulisan buku dan media cetak bukan lagi menjadi targetku. Aku lebih senang menggeluti penulisan di media digital, terutama blog. Maka kupilih lain-lain, dengan keterangan blogging secara khusus.

Meski sama-sama menulis, menurutku menulis di blog berbeda dengan penulisan buku dan artikel di media cetak. Kita harus paham tidak hanya teknis menulis, namun juga kalau mau go professional, mau tak mau harus belajar tentang SEO dan printilan lainnya. Dan tahun ini sesuai dengan life mapping yang kubuat di Bunda Cekatan, SEO menjadi salah satu target belajarku.

Blogging membuatku berbinar-binar. Bukan hanya saat proses menulis artikelnya, namun juga saat belajar hal-hal baru terkait blogging. Sekaligus juga saat mengajarkan hal-hal terkait blogging kepada para newbie bloggers ataupun orang-orang yang tertarik ngeblog tapi nggak tahu bagaimana memulainya.

im proud to be a hexagonia
Nah, karena waktu mengisi form pendaftaran Hexagonia aku memilih lain-lain, di sini aku justru nggak ketemu teman-teman blogger ataupun penulis lainnya. Kebanyakan mereka memilih kepenulisan sebagai passion-nya. 

Namun aku justru senang berada di Co-Housing Gabungan 2 di mana mbak Mawar menjadi leader-nya. Aku bertemu dengan warga Hexagon City yang memiliki passion beragam. Justru aku bisa belajar banyak dan ngintip-ngintip apakah passion para tetanggaku kubutuhkan dalam mengembangkan passion blogging-ku.

Pastinya bertetangga dengan Hexagonia yang punya beragam passion ini akan membuatku bertemu banyak cerita. Aku sudah nggak sabar sih pengen tahu cerita dan pengalaman seru apalagi yang akan kutemui di Hexagon City. Apakah kalian juga merasakan hal yang sama, pals? Kalau iya, tunggu jurnal bunda produktif seri kedua pekan depan, insya Allah. See you soon dan salam produktif!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Semacam dream house gitu yaa. Benar-benar menarik, kreatif, imaginatif.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email