header marita’s palace

Cara Jitu Belajar Coding untuk Anak Tanpa Menatap Layar

5 comments
Konten [Tampil]
belajar coding untuk anak tanpa menatap layar
Dulunya kupikir belajar coding untuk anak tuh ya langsung disodorin modul tentang bikin aplikasi. Lalu kubertanya, apa nggak pusing ya?

Wong aku yang cuma lihat kode CSS dan html aja udah puyeng. Namun setelah membaca buku Unplugged Coding Games yang diterbitkan oleh Rumah Main Anak, aku jadi tercerahkan bahwasanya belajar coding bisa kok dilakukan tanpa harus menatap layar.

Penasaran caranya?

Memahami Dasar Belajar Coding dalam Kegiatan Sehari-hari

Sebelum mencari tahu gimana caranya belajar coding untuk anak tanpa menatap layar, orang tua juga perlu dulu nih dasar-dasar coding.

Dasar-dasar coding ini ternyata bisa lo dipelajari anak lewat kegiatan sehari-hari. Apa saja ya?
mengenal basic coding

1. Algorithm

Algoritma atau sederhananya disebut dengan arahan adalah hal dasar yang harus dipahami anak ketika belajar coding. Di sini anak belajar untuk membuat instruksi yang digunakan dalam mengerjakan tugas tertentu agar memperoleh hasil yang diinginkan.
Mengajarkan algoritma terkesan sangat sulit nggak sih? Padahal sebenarnya konsep ini bisa ditemukan dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya saat anak mengenakan baju.

Ada prosedur tertentu yang harus dilalui anak agar proses mengenakan baju bisa tepat dan cepat. Secara nggak langsung kegiatan sederhana ini mengajarkan algoritma lo ke anak.

2. Sequence

Secara sederhana disebut dengan urutan. Di dalam coding, seorang programmer harus mampu menghasilkan urutan yang tepat untuk menghasilkan sebuah program atau aplikasi agar bisa menyelesaikan tugas dengan baik.
Salah satu kegiatan yang bisa digunakan untuk mengerjakan sequence antara lain mengajak anak membaca cerita. Dalam membaca, anak-anak belajar bahwa agar bisa memahami sebuah cerita, anak harus membacanya secara berurutan, dari awal sampai akhir.

3. Looping

Disebut juga dengan pengulangan. Dalam proses coding, kemungkinan untuk membuat instruksi berulang sangatlah tinggi.
Looping digunakan agar instruksi yang dihasilkan lebih efektif dan efisien. Kegiatan sederhana terkait looping yang bisa diajarkan ke anak yaitu tentang perintah mandi setiap pagi.
Daripada kita bilang ke anak mandi setiap senin, mandi setiap selasa, mandi setiap rabu, dst. Tentu akan lebih ringkas bilang ke anak, mandi setiap pagi kan?

Nah, itu adalah konsep looping secara sederhana.

4. Decomposition

Yaitu sebuah kemampuan untuk memecah tugas-tugas menjadi potongan-potongan yang dapat dipahami oleh komputer.
Dengan belajar konsep dasar ini, anak akan terlatih untuk menyelesaikan tugas lebih mudah, dia perlu membreakdown sebuah arahan ke dalam bagian yang lebih kecil.

Cara sederhananya yaitu saat melatih anak menyikat gigi. Dalam proses menyikat gigi, anak membagi prosesnya menjadi beberapa bagian, antara lain, meletakkan odol ke sikat gigi, menggosokkan sikat yang telah diberi odol ke gigi, menghidupkan keran dan berkumur.

5. Branching

Di sini anak belajar bahwa ada kondisi-kondisi yang berbeda di dalam sebuah rutinitas. Misalnya, jam sekolah berakhir pada 13.00, tetapi karena ada les tambahan maka anak harus pulang jam 14.30. Atau karena hujan turun dengan deras, anak terpaksa dijemput terlambat 30 menit.
Dalam coding, hal ini biasanya diwakili dengan rumus if-then. Yaitu dua atau lebih perintah bercabang karena adanya hubungan sebab akibat.

 

6. Debugging

Pernah menemukan sebuah error di dalam aplikasi? Bisa jadi karena ada bug di dalamnya.

Eits, bukan serangga ya maksudnya, tetapi adanya kesalahan yang membuat sebuah program nggak berjalan sebagaimana mestinya.
Debugging adalah proses memperbaiki masalah yang ditemukan dalam sebuah program. Secara nggak langsung dengan belajar debugging, anak juga belajar untuk menyelesaikan masalah alias bahasa kerennya problem solving.

Proses debugging juga melatih ketelitian dan kesabaran anak lo.

Cara sederhana melatih debugging misalnya, anak menumpahkan air saat sedang membuat segelas susu. Jangan langsung disemprot, Bun. Biarkan anak mencari solusi agar lantai kembali bersih.

Level Belajar Coding untuk Anak di Buku Unplugged Coding Games

Tentu saja belajar coding nggak bisa instan, makanya di buku Unplugged Coding Games ada puluhan game menarik yang dibagi menjadi tiga level. Apa sajakah itu?

Level 1

Pada level ini anak secara tidak langsung akan diajarkan tentang algoritma dan sequence. Dari 20 games yang tersedia, anak-anak akan belajar membuat instruksi atau arahan. Nah, agar sebuah program berhasil dengan baik, instruksi tersebut harus disusun secara urut, nggak acak dan asal-asalan.

Seru lo ternyata mendampingi anak bermain game di level 1. Dari bikin perintah agar pesawat bisa landing dengan selamat, sampai membuat instruksi menjaga bumi dari sampah yang berlebihan.

Penasaran kan pasti gimana caranya?

Level 2

Di level yang kedua, anak juga masih belajar tentang konsep algoritma dan sequence. Bedanya pada level ini anak sudah belajar untuk membuat kode arahan di dalam kolom terpisah.

Looping, branching dan debugging juga mulai dikenalkan pada level ini. 15 games dalam buku ini secara nggak langsung mengajarkan anak mengembangkan imajinasi mereka dan menghasilkan kode-kode untuk memecahkan misi yang diminta.

Dari coding tata surya sampai tema sepeda bisa ditemukan di level ini. Nggak hanya melatih logika, anak-anak juga banyak mendapat info bermanfaat.
belajar pengkodingan lewat buku unplugged coding games

Level 3

Pada level ketiga, 10 games yang tersedia semakin menantang dan membuat penasaran. Basic coding yang dilatihkan semakin meningkat tingkat kesulitannya.

Seorang programmer haruslah mampu menghasilkan kode yang nggak bertele-tele, nah di level ini konsep looping mulai dilatih lebih baik disbanding pada level dua.

Anak-anak yang berhasil menyelesaikan 10 games pada level ini akan belajar untuk berkeasi mencari cara agar kode yang dibuatnya efektif dan efisien.

Papan Alur Coding Games

Nah, di akhir buku anak-anak akan diminta mengerjakan papan alur coding games. Bagian terakhir di dalam buku ini layaknya ujian akhir untuk mengetes apakah mereka telah memahami basic coding yang dipelajari sebelumnya.

Menurutku buku ini sangat menarik dan membuka wawasanku sebagai orangtua. Bahwa untuk mengajarkan coding bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari.
Aku juga mendapat banyak ide permainan untuk melatih logika anak. Apalagi buku ini full colour dan disertai gambar-gambar yang menarik. Bikin anak betah menyelesaikan satu buku dalam sehari!
Nah, kalau anaknya sudah paham basic coding dengan baik, rencananya aku bakal mencarikan  les coding anak. Kelak apakah si anak akan tertarik dengan dunia coding atau tidak, nggak masalah.

Yang penting dikenalkan dulu aja, syukur-syukur bisa meneruskan legacy bapaknya di bidang pemrogaman, hehe. Apalagi dunia pemrograman kan masih bakal terus berkembang di tahun-tahun yang akan datang. Nggak ada salahnya dong menyiapkan anak terlebih dahulu?

Semoga informasi mengenai belajar coding untuk anak ini bermanfaat buat para orang tua. Semangat mendampingi anak-anaknya, sahabat kongkow. See ya!***

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

5 comments

  1. Wih mantep ini belajar coding juga bagus daripada anak main game mulu, kelasnya juga bagus, nih.

    ReplyDelete
  2. Paling gedek kalau lihat adek ngegame, memang ini bisa jadi solusi biar adek lebih produktif kayaknya.

    ReplyDelete
  3. Dulu belajar coding di SMA, menarik aja gitu dan ternyata rumitnya luar biasa. Tapi kalau untuk anak cowok bagus juga ini daripada ngegame mulu.

    ReplyDelete
  4. Tim lebih baik menciptakan game daripada ngegame, lebih asyik deh kayaknya. Apalagi lebih produktif dan gak buang waktu doang.

    ReplyDelete
  5. Basicnya udah ngalahin matkul aja, hehe menarik banget memang coding buat mengasah otak kayaknya juga bagus.

    ReplyDelete

Post a Comment