header marita’s palace

Kampanye #KejuAsliCheck, Cara Agar Anak Tetap Sehat Meski Malas Makan Nasi

18 comments
Konten [Tampil]
kampanye #KejuAsliCheck by Keju Cheddar Kraft
Sejak aku mengetahui adanya kampanye #KejuAsliCheck, kekhawatiranku punya anak yang malas makan nasi perlahan mulai menghilang.

Namanya juga orang Indonesia ya, sudah terbangun mindset sejak kecil kalau belum makan nasi itu ya belum bener-bener makan. Namun setelah belajar lebih lanjut tentang bahan substitusi beras dan nasi, kini aku tak khawatir lagi saat anak menolak nasi.

Pusingnya Punya Anak Malas Makan Nasi

Aku lupa-lupa ingat sih mulai kapan tepatnya Affan, anak laki-lakiku, mulai jadi picky eater. Padahal waktu masih mulai MPASI, duh nyenengin banget lihat bocil ini melahap semua makanan yang disodorkan kepadanya.

Berbeda dengan kakaknya yang sejak MPASI sudah picky eater, si adik ini pemakan segala. Dari buah-buahan, sayur, daging dan ikan-ikanan langsung lep.

Hanya saja saat kebanyakan anak bayi memulai MPASI pertama dengan sajian bubur atau puree, anakku menolak semuanya. Sempat dibuat bingung selama dua mingguan karena si bocah kecil ini melepeh semua puree dan bubur yang diberikan.

Dari yang instan sampai homemade nggak ada yang menggugah seleranya. Sampai akhirnya aku mengenal metode BLW (Baby Led Weaning). Sebuah metode MPASI yang child-centered. Anak akan makan saat ia sudah siap.

Dengan metode ini, semua makanan tidak perlu dibuat puree atau bubur. Anak hanya perlu diperkenalkan dengan makanan-makanan yang disajikan dengan konsep finger food, lalu letakkan di piring makannya, dan biarkan anak menikmati sepotong demi sepotong.

Awalnya tentu saja ada ketakutan tersendiri di hatiku, takut tersedak, takut nutrisinya nggak tercukupi dan masih banyak ketakutan lainnya saat itu.

Namun melihat Affan sangat antusias dengan sesi makannya saat kami memulai BLW, ketakutan itu mulai sirna.
mpasi dengan metode BLW (baby led weaning)
Hingga kemudian si adik mulai berkiblat pada semua hal yang dilakukan kakaknya, saat itulah ia mulai pilih-pilih makanan. Sepertinya dimulai saat usianya tiga tahunan.

Sampai sekarang pun aku lebih memilih membiarkan dua anak ini makan dalam sesi yang berbeda, karena tiap kali makan barengan, adiknya selalu menjadikan kakaknya panutan.

Yang awalnya pas makan sendiri, si adik mau melahap brokoli. Begitu makan sama si kakak yang nggak mau makan brokoli, Affan pun jadi ikut-ikutan.

Kini usianya sudah lima tahun dan makin pemilih dengan makanan. Tiap kali diajak makan ke luar rumah pun, jawabannya selalu berkisar pada ayam goreng, pizza atau French fries.

Polahnya membuatku teringat pada salah seorang mantan muridku saat aku masih aktif mengajar. Namanya Endrawan. Aku ingat sekali dengan sosoknya, selain karena memang cerdas, muridku yang satu itu sangat unik.

Ia sama sekali tidak makan nasi. Makanannya ya seperti Affan sekarang ini. Saat mengajarnya, aku belum dikaruniai anak, masih pengantin baru.

Aku berpikir kok bisa ya ada anak nggak suka makan nasi. Eh, sekarang kondisi itu jadi pemandangan sehari-hariku.

Mungkin hal ini tak akan jadi tantangan besar kalau aku punya hobi memasak. Masalahnya nih, dapur adalah hal yang senantiasa kuhindari. Entah kenapa, sejak dulu sampai hari ini, memasak adalah pekerjaan domestik kedua yang sebisa mungkin kuhindari setelah menggosok baju.

Makanya menghadapi anak yang nggak suka makan nasi jadi PR tersendiri buatku.

Cara Menjaga Nutrisi Anak Meski Malas Makan Nasi

Namun tiga tips yang disampaikan oleh Dr. Rita Ramayulis DCN M.Kes ini sedikit membuatku lega. Kekhawatiranku sedikit terobati dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Rita.

Buat teman-teman kongkow yang mengalami hal sama denganku, aku akan menuliskan ulang apa yang disampaikan Dr. Rita di sini ya.

Untuk menjaga imunitas anak, asupan makanannya memang harus diperhatikan dengan seksama, khususnya protein. Protein sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel imunitas dalam tubuhnya. Protein juga merupakan mikronutrien untuk antioksidan yang melindungi sel-sel imunitas mereka.

Oleh karenanya agar nutrisi anak tetap terjaga meski malas makan nasi seperti Affan, ibu harus tetap memperhatikan tiga hal ini:
tips menjaga nutrisi anak meski malas makan nasi

1. Sesuai Waktu

Lambung anak masih sangat kecil, jangan disamakan dengan lambung orang dewasa. Maka sedikit bagi kita bisa jadi memang sudah banyak buat anak-anak.

Lambung yang kecil itu membuatnya tidak bisa menerima makanan dalam jumlah besar. Oleh karenanya, agar protein dan mikronutrien terpenuhi secara optimal, kita harus benar-benar memperhatikan jam makan anak-anak; makan utama di pagi, siang, malam dan selingan pagi, sore dan malam.

2. Sesuai Jumlah

Selain mempehatikan waktu makan, ibu juga harus bisa memilih makanan yang padat gizi. Meski ukurannya kecil, gizi yang ada di dalamnya haruslah seimbang dan bisa memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Di sinilah pentingnya mengecek label pangan pada kemasan bahan makanan yang akan diberikan kepada anak. Label itu yang akan menentukan apakah jumlahnya sesuai dengan kebutuhan anak.

3. Sesuai Jenis

Anak harus dikenalkan dengan beragam jenis makanan yang padat gizi. Terus kalau anaknya nggak doyan nasi seperti Affan gimana dong?

Jangan galau, pals. Kita bisa menggunakan keju cheddar dari KRAFT sebagai campuran beragam olahan sajian lezat.

Dengan menambahkan KRAFT di setiap olahan makanan, anak akan terlengkapi kebutuhan gizinya. Kenapa seperti itu? Nanti aku akan jelaskan lebih lanjut biar kalian penasaran, hehe.

Pengalamanku Berkenalan dengan Keju Cheddar Kraft

Sebelum aku ceritakan lebih lanjut pentingnya memilih keju cheddar KRAFT dan hubungannya dengan kampanye #KejuAsliCheck, aku mau menceritakan pengalaman lucu saat pertama kali mengenal keju.

Waktu aku kecil, keju adalah barang langka di rumah. Seingatku hampir tidak pernah keju berada di meja atau lemari makan kami saat itu.

Lalu suatu hari ketika liburan sekolah tiba, aku berkunjung ke rumah eyangku. Di sana aku melihat eyangku sejak menikmati sebuah makanan berwarna kuning muda, bentuknya kotak mirip sabun.

Melihatku yang keheranan, eyang kakung mengusiliku. “Mau nyobain nggak, enak lo sabunnya,” kata beliau waktu itu.

Antara percaya dan tidak dengan yang diucapkan eyang. Masa iya sih sabun dimakan, pikirku saat itu. Berhubung aku tuh suka pikir ratusan kali saat diminta mencoba hal-hal baru, aku butuh waktu lama untuk mengulurkan tanganku pada eyang.
pegalaman pertamaku mengenal keju cheddar kraft
Ketika keberanianku sudah terkumpul sempurna, barulah aku meminta pada eyang untuk mencicipi ‘sabun’ tersebut. Eyang putri kemudian memotong ‘sabun’ tersebut menjadi bagian kecil dan diulurkan kepadaku.

Aku mengunyahnya pelan-pelan. Gurih. Hmm, enaaak. “Ini bukan sabun yo, yang,” teriakku kegeriangan kala itu.

Eyang kakung dan eyang putri pun terkekeh mendengar ucapanku. “La apa coba itu kalau bukan sabun, tahu nggak?” tanya eyang kakung kepadaku.

Aku yang saat itu masih polos dan tinggal di kota kecil hanya bisa menggeleng sambil tersipu malu. “Ini namanya keju. Banyak kalsium dan vitamin D nya.”

Aku hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan eyang kakung. Setelahnya aku baru tahu kalau keju tersebut didapat dari salah satu parcel yang dikirimkan orang tua murid di sekolah yang dipimpin eyang kakung.

Ya, seperti itulah pengalaman pertamaku berkenalan dengan keju cheddar yang awalnya kupikir sabun, hehe.

Beruntung sejak adik kandungku lahir, keju tidak lagi barang asing di rumah. Adikku maniak banget makan keju. Bahkan bikin mie instan aja dikasih keju, hehe.

Selain itu saat adikku beranjak remaja, hobinya masak kue dan banyak menggunakan keju sebagai bahan dasarnya. Aku sih masih tetap istiqomah jadi tim pencicip hasil karyanya, hehe.

Baik saat pertama kali kenal dengan keju cheddar hingga akhirnya produk keju yang satu itu sudah sering ditemui di rumah, selalu KRAFT yang jadi pilihan.

Kampanye #KejuAsliCheck, Alasan Kenapa Harus Memilih Kraft

Sejujurnya sih awalnya aku juga nggak paham-paham banget kenapa harus memilih keju cheddar KRAFT, padahal sekarang sudah ada banyak brand keju lainnya.

Namun suatu hari, saat lagi pengen bikin brownies kukus, aku coba beli keju cheddar merk lain. Eh ternyata rasanya beda, nggak segurih dan seenak KRAFT. Sejak saat itu aku nggak mau lagi deh pindah ke lain hati.

Namun bukan hanya karena alasan rasa aja lo jika ngobrolin tentang kampanye #KejuAsliCheck. Menurut Dian Ramadianti selaku Senior Marketing Manager Keju KRAFT, kampanye tersebut dibuat sebagai panduan untuk memudahkan para ibu agar lebih waspada saat membaca label pangan pada kemasan keju cheddar.

Jadi nih, pals… saat kalian berencana membeli keju cheddar. Jangan hanya melihat harganya murah atau mahal. Tapi pastikan dua hal ini:
  1. Keju cheddar yang asli di dalam label pangan akan menempatkan keju pada urutan pertama komposisi, bukan air atau tepung. Hayo coba sekarang dicek keju yang ada di rumah masing-masing.
  2. Terdapat klaim nutrisi pada kemasan.
kampanye #KejuAsliCheck pada kemasan Keju Cheddar Kraft
Setelah mengetahui isi dari kampanye #KejuAsliCheck ini, aku langsung buru-buru dong mengecek label pangan yang tertera pada keju cheddar KRAFT. Eh, bener dong… keju ditulis sebagai komposisi pertama di komposisinya.

Lalu bagaimana dengan klaim nutrisi? Ini buktinya, ada kan? Jadi nggak salah deh pilih KRAFT.
klaim nutrisi pada kemasan keju cheddar KRAFT
Fyi, soal pencantuman label pada produk pangan olahan ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Setiap produsen wajib untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk pangan yang dikemas.

Informasi ini hadir untuk membantu masyarakat sebelum membeli dan atau mengonsumsi pangan. Kampanye #KejuAsliCheck seiring sejalan dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) tersebut.

Buat yang belum tahu ini, komposisi bahan baku yang tertera pada label pangan diurutkan berdasarkan jumlah, dari kandungan yang tertinggi ke rendah. Nah, sudah sewajarnya jika produk keju cheddar menempatkan keju cheddar sebagai komponen pertama pada komposisi produknya, bukan air atau malah bahan lainnya.

Selain sudah terbukti orisinalitasnya saat dibuktikan dengan kampanye #KejuAsliCheck, tak bisa dipungkiri berikut ini hal-hal yang membuatku makin nggak bisa move on dari KRAFT.
  • Pertama, bahan utama yang digunakan untuk membuat keju cheddar KRAFT adalah keju asli New Zealand.
  • Kedua, untuk mengoptimalkan nutrisi di dalamnya, KRAFT melengkapi dengan calcimilk yang kaya akan kalsium, sumber protein dan vitamin D. Sebagaimana tertulis pada klaim nutrisi pada kemasan yang aku bagikan tadi kan?
  • Ketiga, KRAFT mampu memenuhi 30 persen kebutuhan kalsium harian, sumber vitamin D dan protein.
  • Keempat, keju cheddar KRAFT punya rasa gurih yang khas. Hal penting lainnya, KRAFT tidak memiliki perisa tambahan, sehingga aman disajikan untuk buah hati dan seluruh anggota keluarga.
So, sekarang udah nggak penasaran lagi kan kenapa sih harus menjatuhkan pilihan kepada keju yang merupakan salah satu produk dari Mondelez Indonesia ini?

Olahan Sederhanaku bersama Keju Cheddar Craft

Seperti yang kuceritakan di atas, memasak bukanlah salah satu skill unggulanku. Sekadar bisa, bukan ahli. Bahkan kalau ada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), keknya skill memasakku ya lulus KKM aja deh, itu juga mungkin mepet atau dikatrol sama gurunya, wkwk.

Meski begitu bukan berarti aku sama sekali nggak pernah menyajikan masakan buat keluarga dari tanganku sendiri ya. Saat bu Happy, catering rumahan yang juga tetanggaku libur memasak, mau tak mau aku turun ke dapur juga kok.

Jika ditanya olahan apa yang bisa kubuat dengan cukup baik, sepertinya tiga menu ini sih. Pastinya ketiga menu ini wajib memasukkan keju cheddar KRAFT sebagai bahan tambahan. Biar makin nyusss.

1. Brownies atau Marmer Kukus

Berhubung sudah nggak punya oven tangkring alias otang, saat aku lagi rajin, biasanya aku suka bikin cake kukus. Kalau nggak brownies ya marmer kukus.
cake kukus with keju cheddar kraft
Biasanya kalau brownies, biar nggak ribet, aku biasanya beli tepung instan sih. Biasanya adonannya kubagi dua.

Saat adonan pertama sudah dikukus kurang lebih 15 – 20 menit, aku akan tambahkan parutan keju cheddar KRAFT di tengahnya baru kutuangkan adonan kedua.

Nggak lupa saat brownies sudah jadi, parutan keju cheddar juga harus ditaburkan di atasnya sebagai topping dong.

Begitu juga saat membuat marmer kukus, aku suka menambahi parutan keju cheddar KRAFT di dalam adonannya, biar makin gurih.

2. Macaroni Schotel

Selain cake kukus, macaroni schotel adalah olahan favorit keluargaku. Sebenarnya mac schotel ini lebih enak saat dipanggang, tetapi sejak otangku nggak lagi bisa dipakai, aku lebih sering bikin mac schotel kukus.
maccaroni schotel with keju cheddar KRAFT
Kata suami, rasanya lebih nampol kalau dipanggang. Sejak saat itu aku jadi ogah-ogahan bikin menu ini. Padahal udah berkali-kali ditanyain sama suami, hehe.

Biasanya untuk isian, aku tambahkan sosis, kornet, telur dan pastinya keju cheddar KRAFT nggak boleh ketinggalan dong.

Dijamin yummy dan nagih.

3. Veggie and Cheese Omelette

Telur adalah bahan makanan yang harus selalu ada di rumahku. Anti ribet, karena bisa diolah jadi aneka masakan. Dari telur mata sapi, telur dadar sampai martabak mie.
veggie cheese omelette with keju cheddar KRAFT
Pernah suatu hari saat Affan lagi kumat picky eaternya, aku iseng bikin telur kocok kucampur dengan daun bawang dan bawang Bombay, lalu kutaburi parutan keju cheddar. Eh, dia makannya lahap banget.

Besoknya nagih lagi dong. Bisa banget deh jadi menu penyelamat yang enak, gurih dan tentu saja tetap menyehatkan.

4. Sandwich Keju dan Meses

Affan tuh hobi banget makan roti tawar. That’s why sandwich adalah menu olahan termudah dan paling sederhana yang bisa dibuat kapan saja di rumah.

Berhubung Affan seneng perpaduan cita rasa manis dan asin, biasanya aku bikinin doi sandwich keju dan mesen.
sandwich cheese and sprinkle with keju cheddar KRAFT
Caranya? Gampil lah. Tinggal oleskan margarin secukupnya di atas roti tawar, lalu taburi meses dan parutan keju cheddar.

Kalau ayahnya lagi rajin, biasanya roti tersebut akan dipanggang di atas wajan Teflon. Hmm, cita rasanya makin top.

Soon pengen juga sih bikin resep sandwich KRAFT cheddar ala Bunga Citra Lestari (BCL). Gampang juga nih bikinnya. Tinggal panggang roti tawarnya, terus kasih telur/ daging asap/ kornet, tambahi selada dan tomat, lalu tidak lupa dong parutan keju cheddar aslinya.

Hmm, kalau ini sih emaknya juga doyan, hehe.

Alhamdulillah, sekarang aku jadi makin semangat menyediakan olahan makanan berbahan keju cheddar KRAFT nih. Apalagi setelah tahu anak nggak makan nasi tetap bisa kok terpenuhi nutrisinya selama jangan lewatkan kampanye #KejuAsliCheck.

Lagian ternyata olahan berbahan dasar keju juga nggak harus yang dibikin susah-susah kok. Menu sederhana asal kita perhatikan label pangan dan klaim nutrisinya, insya Allah anak nggak makan nasi pun tetap terpenuhi gizinya.

So, jangan lupa kampanye #KejuAsliCheck sebelum memborong keju cheddar di mini market kesayangan ya, pals. Karena ibu pintar lengkapi nutrisi!***
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

18 comments

  1. Wih pas banget ini, si kecil memang sulit banget kalau soal makan nasi, tapi kalau diminta makan keju kotak seneng banget gigit-gigit kayak tikus.

    ReplyDelete
  2. keju atau sabun? kok sama banget sih mba? hehehe. thanks to my mom sih mba kalo aku yang udah kenalin aku sama "sabun" merk kraft yaang satu ini, hehe. dari kecil aku udah makan nasi anget+kraft. itu nikmat banget. dan jadi kebiasaan aku dan anak-anaku sekarang apalagi kalau mereka lagi males makan atau GTM. it works sih

    ReplyDelete
  3. Wakakak bener banget nih kalau anak saya malas makan malah nasi+keju pun jadi lahap

    ReplyDelete
  4. Keju kraft emang jadi andalan aku banget. Keju beneran soalnya hahaha

    ReplyDelete
  5. Keju Kraft ini menemani MPASI anakku sejak umur 7 bulan, semua makanan yang dicampur keju kraft pasti lahap banget. Sampai sekarang udah 11 tahun masih doyan banget keju Kraft

    ReplyDelete
  6. Aku juga penyuka keju. Anak-anak juga sejak mpasi sering dikasih keju. Nah mengenai keju asli, menurutku sih, memang kraft beda banget. Istilahnya, terasa kejunya. Apa lagi diolah untuk cake.

    ReplyDelete
  7. Keju Kraft memang enak, kalau bikin kue jadi makin enak

    ReplyDelete
  8. Ini menarik bangat . Zaman kita kecil memang momentnya duka dijahiljn orang dewasa dan kita justru penasaran mencoba. Keju keju keju.. jadi favorit keluarga banget. Anak bungsuku juga gini nih

    ReplyDelete
  9. Ga mau makan nasi gapapa. Asal diganti karbohidrat lain kayak kentang, ubi, jagung dll. Jadi no problemo. Janga lupa asupan protein dan lemak yang masih sangat dibutuhkan oleh anak. Pakai keju tentu juga boleh

    ReplyDelete
  10. Haii Affaan, aku liatin Affan ngunyah jadi ikutan laper. Dan jadi punya ide untuk mengeksekusi menu di atas hihi, lama banget ngga masak pakai keju nih.. jadi kangenn.

    ReplyDelete
  11. Samaan pengalaman makan sabun kita mbak. Hehehe, tapi sabunnya enak dan berfizi. Bener banget, biasanya rasanya suka beda kalau pakai keju lain. Bagus banget artikelnya mba, sukses selalu

    ReplyDelete
  12. Nggak apa-apa nggak suka nasi mbak. Bisa diganti dengan karbo yang lain, ya kan? Di luar negeri aja banyak yg nggak makan nasi, hehe...

    ReplyDelete
  13. olahannya menggoda banget mba apalagi ditambah keju cheddar 😍😍 yummy

    ReplyDelete
  14. karbo di rumah kami juga nggak selalu nasi mbak, meski cukup pedes di kuping karena nggak makan nasi sih hahahha

    ReplyDelete
  15. Wah.. keren Mbak. Ada contoh olahannya juga. Saya ingin coba resep krjunya, anak sehat tanpa harus makan nasi. Pas banget

    ReplyDelete
  16. Anak gak suka nasi gak masalah ya, kan ada sumber karbo lain seperti jagung dan kentang. Makin sedap kalau masaknya dikasih keju Kraft.

    Keju Kraft emang istimewa karena keju asli dan mudah dibeli di minimarket dan pasar tradisional.

    ReplyDelete
  17. KRAFT Cheddar emang gak usah diragukan lagi kualitasnya ya, udah pasti #KejuAsliCheck saya sekeluarga juga konsumsi nih tiap hari

    ReplyDelete
  18. Aku aling suka bikin kreasi Sanwich keju. Sipel buatnya kalau mau sarapan. Lebih suka lagi kalau pakai KRAFT Cheddar

    ReplyDelete

Post a Comment