header marita’s palace

Menu Berbuka Terfavorit Keluarga: Bukan Tentang Makanan, Tapi Kebersamaan

menu berbuka terfavorit keluarga

Lagi-lagi kalau tema IIDN Ramadan Challenge berbau makanan, aku mulai oleng, wkwk. Mau ngomongin soal masakan yang kubuat sendiri, tapi kok tiga tahun terakhir aku sudah jarang masak. Mau ngomongin makanan yang beli, kok nggak ada yang benar-benar difavoritkan. Duh, jadi mau cerita apa ya hari ini, hihihi.

Btw, long time ago aku sudah pernah menulis tentang menu favorit berbuka selama Ramadan. Namun tulisan itu tidak mewakili keluargaku, karena sepertinya menu-menu yang kubagikan di situ lebih ke favoritku sendiri sih, hehe.

Jujur, sejak aku mendapatkan wawasan tentang puasa dari Abah Ihsan terkait menyederhanakan berbuka, aku nggak membiasakan anak-anak untuk harus beli takjil. Ya sudah nikmati saja seadanya yang ada di rumah. Adanya air putih, Alhamdulillah. Adanya kolak, alhamdulillah.

wejangan tentang shaum Ramadan dari Abah Ihsan

Lagipula usia makin tambah, soal kesehatan juga jadi perhatian lebih ya. Terlalu banyak konsumsi yang manis-manis setelah puasa seharian justru berbahaya karena bisa memicu lonjakan gula di dalam tubuh. Jadi ya menu berbuka paling aman memang konsumsi kurma, dilanjut air putih.

Aku menekankan ke anak-anak bahwasanya, “Semua makanan itu terasa enak ketika kita lapar.” Dan anak-anak pun menyetujuinya. Nyatanya begitu waktu berbuka datang, apapun menu katering yang datang, mereka melahapnya tanpa banyak protes. Kecuali kalau menunya pedas yaa.. mereka biasanya minta dibuatkan telur goreng sama ayahnya, atau request ayam goreng. So simple.

Kalau hari Ahad, saat aku malas ke dapur, biasanya kita memilih tempat berbuka favorit di Semarang. Namun terpantau sampai hari kedelapan puasa, kita masih berbuka di rumah saja sih. Sebuah prestasi ini, hehe.

Soal menu berbuka semakin nggak jadi prioritas buat kami karena selama dua pekan Ramadan, anak-anak ikut pesantren Ramadan di Musala RT. Salah satu rangkaian kegiatan pesantren adalah berbuka bersama, yang menu berbukanya sudah disediakan oleh pengurus. Jadi yang berbuka di rumah hanya tinggal aku dan ayahnya anak-anak. Dahlah, kalau kami mah nggak repot. Di usia yang udah kepala empat, air putih adalah pilihan yang tepat.

Jadi kalau ngobrolin menu berbuka terfavorit apa yaaa… mungkin ini…

3 Pilihan Menu Berbuka Terfavorit Keluarga

Walau terasa pening, aku coba untuk menyortirnya ya. So, ini dia menu berbuka terfavorit keluarga.

1. Menu yang Dibuat Bersama

Anak-anak paling demen nih diajak masuk dapur, berkreasi membuat olahan sayur ataupun Marmer Kukus kesukaan mereka. Apalagi emaknya makin jarang masuk dapur. Bisa jadi hal ini yang paling ditunggu mereka yaa, hehe.

Hanya saja si bungsu suka menolak diajak masak-masak pas Ramadan. Alasannya, “Aku nanti tambah lapar, Bun…” Wkwkw.

Kalau untuk sayur dan lauk, aku nggak pernah masak yang macam-macam sih. Tahu diri aja bisa masaknya ya cuma menu itu-itu aja. Biasanya aku akan bikin menu yang anak-anak suka, seperti: sop ayam dan sosis, bobor kangkung dengan telur puyuh di dalamnya, tempe tahu goreng, dan ayam ungkep yang nantinya bisa digoreng.

2. Menu yang Disantap Bersama

Part lain tentang menu berbuka terfavorit keluarga adalah menyantap masakan yang udah diolah bersama. Momen makan bersama itu menghangatkan nggak sih?

Momen terbaik masa kecil yang masih kuingat kayanya juga momen makan bareng bapak, ibu dan adik dih. Di antara sekian banyak cerita sedih, momen makan bersama keluarga selalu jadi obat hati.

Pengennya sih, anak-anak juga menikmati ya momen menyantap menu masakan rumah bersama aku dan ayahnya.

3. Menu yang Disukai Bersama

Hal berikutnya adalah tentu saja menyantap menu yang sama-sama disuka. Maklum dua anakku ini agak picky. Sayuran pun maunya cuma wortel, brokoli, kangkung dan bayam. Lainnya, hanya mau makan saat di sekolah, wkwk.

Kalau di rumah ditawari sayur selain yang di atas, jawaban mereka, “Kan aku udah makan itu waktu di sekolah.” Hadeh.

Sementara kalau soal lauk, anak-anakku cukup gampang sih. Telur goreng, ayam goreng, tahu tempe goreng. Dahlah berputar-putar di situ saja. 

Sementara kalau urusan takjil, anak-anak sih senang kalau dibelikan atau dibuatkan kolak setup dan jagung serut. Tapi sampai hari kedelapan puasa, belum ada request kolak nih, wkwk. Kalau jagung serut, beberapa hari lalu, si anak bungsu sudah minta ke ayahnya.

Karena mintanya pas semua sudah berbuka, akhirnya dicarikan setelah kami salat tarawih. Eh, masih ada yang jual dong. Dan ia pun menyantapnya dengan lahap.

daftar menu buka favorit keluarga

Intinya apapun menunya, hal terpenting adalah momen buka bersama keluarga. Saat ini anak-anak masih usia SD - SMP, masih belum jauh di rumah. Masih bisa merasakan momen berbuka sama-sama adalah hal yang terkesan biasa.

Namun jika melihat beberapa tahun ke depan, saat anak udah SMA, kuliah atau malah bekerja, bisa jadi momen berbuka bersama akan jadi hal yang paling dirindukan. Anak-anak bisa jadi sudah sibuk dengan dunianya sendiri, buka bersama teman-temannya.

Jadi selama masih bisa berbuka bersama, apapun menunya, kita sih lets go aja. Nah, kalau sohib kongkow punya cerita menu buka terfavorit apa nih? Ceritain dong di kolom komentar!***

‹ OlderNewest ✓

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com