Jelajah Nusantara Lebaran Penuh Berkah ke Tanjung Pinang Bersama Skyscanner

  • Friday, April 06, 2018
  • By Marita Ningtyas
  • 3 Comments

Jelajah Nusantara bersama Skyscanner


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Lebaran adalah momen sakral bagi hampir sebagian besar muslim Indonesia. Bukan hanya karena di momen ini kaum muslimin bersuka cita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Namun juga karena momen ini merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu untuk bisa berkumpul seluruh keluarga besar.

Semenjak ibu, bapak dan eyang-eyangku meninggal, aku selalu menghabiskan lebaran bersama keluarga besar dari ibu. Keluarga besar dari ibu memang selalu merayakan momen lebaran dengan berkumpul bersama. Sementara keluarga besar dari suamiku tidak memiliki agenda tersebut. Namun aku tahu jauh di relung hati suami, pasti doi juga ingin sekali suatu saat bisa merayakan lebaran bersama ibu dan adik-adiknya. Itulah kenapa aku ingin sekali bisa mengabulkan impian tak terkatakannya suami untuk bisa berlebaran ke Tanjung Pinang. Kok Tanjung Pinang?

Ya, sejak beberapa tahun lalu mama (panggilan kami untuk ibunda tercinta suami) memang memutuskan untuk tinggal di negeri Singa alias Singapura. Setelah itu beliau membeli rumah di Tanjung Pinang dan meminta putra-putrinya untuk tinggal di sana agar dekat dengan beliau, namun suami memilih tetap tinggal di Semarang karena beberapa alasan. Itulah kenapa meski masih ada keluarga besar di Semarang, suami sudah sangat jarang bertemu dengan ibu dan adik-adiknya, termasuk di momen-momen lebaran. Sepertinya suami bertemu secara komplit dengan mereka sekitar tujuh tahun lalu ketika salah satu adiknya menikah. Beberapa kali mama sempat pulang ke Semarang untuk menengok keluarga besar di sini, namun tidak semua adik suami  turut serta.



Sedangkan aku sendiri terakhir bertemu muka dengan mama dan adik-adik suami secara komplit sekitar 10 tahun lalu, beberapa bulan setelah aku dan suami menikah. Setelah itu aku beberapa kali bertemu dengan mama saat beliau pulang ke Semarang, namun dengan adik-adik suami belum pernah bertemu dalam formasi lengkap.

Tentu saja ada semburat rindu yang membesar untuk bisa berkumpul dengan mereka. Ingin sekali rasanya bisa mempertemukan Ifa dan Affan dengan oma opa, tante – tante, om – om, dan para sepupunya. Nggak lucu kan masa tidak kenal dengan keluarganya sendiri? Namun selama ini suami dan aku punya banyak pertimbangan setiap kali mau berkunjung ke Tanjung Pinang. Selain tentunya masalah biaya yang harus dipersiapkan sematang mungkin, dulu kami tidak mungkin meninggalkan Semarang dalam waktu lama karena kami punya tanggung jawab untuk merawat ibu. Sepeninggal ibu, maka tanggung jawab tersebut telah tuntas, tidak ada alasan lagi bagi kami untuk menunda berlebaran bersama keluarga besar suami di Tanjung Pinang.

Pesona Alam Tanjung Pinang 

Aku belum pernah menginjakkan kaki di Tanjung Pinang. Mendengar suami bercerita tentang indahnya alam Tanjung Pinang tentu saja membuatku penasaran. Kota yang terletak di Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Bintan ini, tidak begitu luas kata suami. Namun pemandangan alamnya indah sekali. “Nggak kalah sama Maldives dan Raja Ampat…” kata suami. Waaah, jadi tambah kepo deh. Akhirnya aku cari-cari informasi tentang Tanjung Pinang. Sebelum menginjakkan kaki ke sana, aku harus tahu dulu dong tempat-tempat mana saja yang wajib aku kunjungi. Mau tahu apa saja?

Pulau Penyengat

sumber: traveler.id

Nggak komplit rasanya kalau sudah sampai ke Tanjung Pinang tidak mengunjungi pulau ini. Konon asal usul bahasa Indonesia diawali dari pulau ini. Jadi bahasa Melayu dan kebudayaannya berasal dari pulau ini, di sini kita bisa mengorek sejarah peninggalan dari kerajaan Riau, kesultanan Pahang, Johor, Lingga dan Siak. Pulau yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari kota Tanjung Pinang ini bisa kita capai menggunakan kapal ferry. 

sumber: tanjungpinangpos.co.id

Setelah sampai di pulau ini, pastikan untuk mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Sebuah bangunan unik yang konon membutuhkan waktu kurang lebih 40 tahun untuk menyelesaikannya. Selain desainnya yang unik, keunikan lainnya dari bangunan ini yaitu dindingnya tidak direkatkan dengan semen, namun dengan putih telur. Amaziiiiing!

Pantai Trikora

sumber: anekatempatwisata.com

Ini pantai yang dibilang suami nggak kalah cantik sama Raja Ampat. Sebenarnya lokasinya tidak termasuk di wilayah Tanjung Pinang, namun masih berada di Pulau Bintan. Jaraknya dengan Tanjung Pinang kurang lebih 45 kilometer. Setidaknya kita butuh waktu satu setengah jam untuk menuju ke pantai ini. Namun sepertinya waktu tempuh tersebut akan terbayar setelah melihat keindahannya. Di sini kita akan banyak menemukan sekumpuan batuan granit yang semakin mempercantik pemandangan. Pasirnya putih dan air yang jernih akan semakin membuat kita ingin berlama-lama di pantai ini. Apalagi di sekitar pantai sudah tersedia pondok-pondok yang disewakan dalam berbagai ukuran sebagai tempat berteduh yang nyaman. 

Masjid Dompak

sumber: wisatalengkap.com

Sering disebut juga dengan Masjid Biru atau Masjid Raya Kepulauan Riau. Karena dibangun di dataran tinggi, maka dari kejauhan menaranya sudah nampak. Dikatakan kalau masjid ini bagaikan oase di tengah gersangnya dataran tersebut. Kalau kita ingin melihat indahnya pemandangan pulau Dompak dan kota  Tanjung Pinang yang dihubungkan dengan sebuah jembatan, pastikan untuk menyempatkan naik ke menara masjid ini.

Tepi Laut



Nggak hanya pantai alami, di Tanjung Pinang pun ada pantai buatan. Tepi Laut ini memang sengaja dibuat sebagai waterfront city alias pemanis kota. Tepi Laut terbentang dari mulai Jalan H.Agus Salim menuju Jalan Hang Tuah hingga ke Jalan SM.Amin atau Jalan Samudera. Saat nongkrong di kawasan ini, kita akan disuguhi pemandangan apik perairan Selat Riau, Pulau Penyengat, Senggarang, Pulau Terkulai, Pulau Paku, Pulau Los dan Kampung Bungis. Jangan khawatir kelaparan saat jalan-jalan ke kawasan ini, karena ada banyak foodcourt yang bisa kita kunjungi. Beberapa tempat penting seperti gedung perpustakan dan kediaman gubernur kepulauan Riau juga terletak di sini. 

Itu hanya beberapa tempat kece yang bisa disinggahi di Tanjung Pinang, tentunya masih banyak lagi yang lainnya. Jadi mikir perlu berapa hari ya untuk bisa tuntas mengunjungi semua tempat kece di sana? 

Bersama Skyscanner Semua Lebih Mudah

Setelah semakin mengenal Tanjung Pinang, hasrat untuk bisa berkunjung ke kota tersebut semakin membesar. Keinginan tanpa action apalah artinya. Aku mulai cari tahu berapa estimasi biaya pulang pergi Semarang – Tanjung Pinang – Semarang untuk dua orang dewasa, satu anak dan satu bayi. Beberapa teman yang sudah biasa traveling menyarankanku untuk membuka situs Skyscanner

Mengapa harus Skyscanner? Wah, pertanyaan kalian sama persis denganku beberapa waktu lalu. Kalau sekarang sih aku sudah tahu jawabannya.



Pertama, Skyscanner gratis diakses dan netral alias tidak memihak brand tertentu. Skyscanner memberikan banyak opsi untuk tiket pesawat, hotel dan sewa mobil. Kita bisa memilih dari opsi dengan harga termurah atau termahal, sesuaikan saja dengan budget yang kita punya.

Kedua, menghemat waktu dan uang. Untuk bisa survey harga yang kita butuhkan, kita nggak perlu lagi menghubungi call centre dari satu agen perjalanan ke agen lainnya. Repot buka situs ini, situs itu. Cukup dengan satu klik di situs Skyscanner kita akan mendapat informasi komplit tentang apa yang kita butuhkan. Contohnya ini, aku mencoba untuk mencari tahu tiket pesawat PP Semarang – Tanjung Pinang – Semarang untuk dua orang dewasa, satu anak, dan satu bayi. Taraaa…. beberapa pilihan pun tersedia tanpa perlu waktu lama.




Ketiga, Skyscanner merupakan agen perjalanan wisata terpercaya di seluruh dunia. Buktinya apa? Nih, aku kutipkan sejarahnya dari Wikipedia;

Skyscanner adalah situs web pengumpul tarif perjalanan dan mesin metasearch perjalanan yang berbasis di Edinburgh, Skotlandia. Situs ini pertama kali dikembangkan dan dirilis pada tahun 2002. Pada tahun 2003, karyawan pertama dipekerjakan untuk membantu pengembangan situs. Namun secara resmi, perusahaan ini dibentuk pada tahun 2004 oleh tiga profesional teknologi informasi, Gareth Williams, Barry Smith dan Bonamy Grimes. Awal mula Skyscanner sendiri setelah salah satu dari mereka frustrasi karena kesulitan menemukan penerbangan murah ke resor ski. Pada tahun 2004 pula kantor di Edinburgh dibuka. 
Pada tahun 2011, Skyscanner mengakuisisi situs perjalanan door-to-door Zoombu. Kemudian Skyscanner membuka kantor di Singapura pada bulan September 2011, yang merupakan markas untuk operasi Asia-Pasifik. Pada 2012, kantor Beijing didirikan, karena Skyscanner memulai kemitraan dengan Baidu, mesin pencari terbesar China.  
Sejarah masih terus berlanjut. Pada Juni 2014, Skyscanner mengakuisisi Youbibi, perusahaan mesin pencari perjalanan yang berbasis di Shenzhen, China. Sebuah studi penelitian pasar pada bulan Agustus 2014 menemukan bahwa dibandingkan dengan situs web perjalanan lainnya, Skyscanner cenderung memiliki lebih banyak pengguna berusia 16–34 tahun. Studi yang sama menemukan bahwa 64% dari mereka yang telah menggunakan Skyscanner mempercayai platform tersebut.  
Pada bulan Oktober 2014, Skyscanner mengakuisisi Distinction pengembang aplikasi seluler yang berbasis di Budapest. Pada Februari 2015, perusahaan tersebut telah mempekerjakan 600 orang. Hingga akhirnya pada November 2016, Ctrip, perusahaan perjalanan terbesar di China, membeli Skyscanner seharga $ 1,75 miliar. 
Hingga saat ini Skyscanner telah tersedia dalam lebih dari 30 bahasa dan digunakan oleh 60 juta orang per bulan. Bagian berita dari situs web tersebut meliputi berita reguler dari industri perjalanan dan penerbangan serta tips perjalanan untuk pelanggan. Situs web tersebut juga telah memenangkan adalah banyak penghargaan.

Wow, sejarahnya lumayan panjang ya? Tapi aku akui sih dibandingkan situs sejenis, Skyscanner ini begitu ringan saat diakses, loading halamannya cepat sehingga sangat nyaman ketika mencari informasi demi informasi. Dengan keunggulannya tersebut, nggak heran kalau penggunanya mencapai 60 juta orang per bulan. Skyscanner juga bekerja sama dengan banyak provider tiket yang terpercaya, jadi selain mengetahui estimasi harga terbaik, kita bisa langsung terkoneksi dengan situs pembelian tiket seperti via.com, tiket.com dan sebagainya.



Keempat, tersedia aplikasi mobile sehingga semakin mempermudah kita untuk searching tiket pesawat, sewa hotel dan mobil. Aku sudah coba aplikasi mobile dari Skyscanner. Sama cepatnya kok dengan situsnya. Review dari para penggunanya juga hampir semua menyatakan kalau aplikasinya sangat mudah dan nyaman digunakan.





Kita juga bisa memilih untuk login pakai akun Facebook atau Gmail. Jangan lupa setting dulu mata uang dan lokasi kita berada biar nggak lieur pilih harga yang sesuai.







Kelima, Skyscanner menawarkan informasi tentang harga terkini dari destinasi wisata impian kita. Jadi kalau ada harga terbaru, kita bakal dapat update-nya langsung lewat email.



Dengan kelima keunggulan tersebut, tentunya nggak perlu ragu lagi kan cari informasi harga terbaik di Skyscanner? Doakan semoga liburan lebaran impianku untuk jelajah Nusantara ke Tanjung Pinang bisa terlaksana ya, pals. Menyenangkan pasti bisa berkumpul dengan mama dan adik-adiknya suami. Membayangkannya saja sudah sangat membahagiakan, apalagi bila benar-benar kesampaian.

Btw, sudah dulu ya ceritanya. Mumpung anak-anak sudah lelap, aku mau searching lagi aaah. Kayanya mo cari tiket pesawat Garuda Indonesia saja deh. Bawa anak-anak traveling cukup jauh lebih asyik pilih yang paling nyaman kan?

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.



Referensi:

  • Artikel "Kota Tanjungpinang" di situs Wikipedia
  • Artikel "Skyscanner" di situs Wikipedia
  • Artikel “16 Tempat Wisata Di Tanjung Pinang Terbaru Yang Wajib Dikunjungi” di situs wisatalengkap.com
  • Artikel “10 Tempat Wisata di Tanjungpinang, Kota Gurindam yang Selalu Terkenang” di situs travelingyuk.com
  • Artikel “7 Tempat Wisata Di Pulau Bintan Yang Harus Anda Kunjungi” di situs yuktravel.com




Author:

Menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang eksistensi diri, namun terapi bagi diri untuk menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih memahami hidup. Lewat tulisan berharap bisa lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga orang lain. Terima kasih telah membaca artikel berjudul Jelajah Nusantara Lebaran Penuh Berkah ke Tanjung Pinang Bersama Skyscanner. Jika ingin menyebarluaskan artikel ini, atau menjadikan artikel ini sebagai referensi tulisan, mohon sertakan sumber link asli.

www.maritaningtyas.com

You Might Also Like

3 comments

  1. Tepi Lautnya bagus tuh mbak, buat wisata, meski buatan, dari ketinggian cukup mengesankan pemandangannya ^_^
    Semoga lebaran ini bisa ke Tanjung Pinang ya mbak
    ^_^

    ReplyDelete
  2. Jaman sekarang ingin kemana saja menjelajah nusantara memang lebih gampang dengan aplikasi online ya mba. Check harga tiket dan hotel bisa dari hp saja.

    ReplyDelete
  3. cantik banget Tanjung Pinang destinasi wisatanya y mba 👍 pengen bisa kesana xixi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, pals. Ditunggu komentarnya .... tapi jangan ninggalin link hidup ya.. :)


Salam,


maritaningtyas.com