Alasan Suka Ngedrakor? Sepertinya 9 Hal Ini!

9 alasan suka nonton drama korea

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Ketika ide nulis mulai mentok, biasanya drakor jadi penyelamat. Masalahnya sudah sebulanan ini aku lagi jarang banget ngedrakor, jadilah bingung mau review drakor apaan, wkwk. Bahkan Crash Landing On You yang lagi happening aja, aku pada akhirnya nggak menyelesaikannya. Sempat nonton Parasite sih, tapi kalau mo bikin reviewnya kudu nonton ulang meski sekilas-sekilas deh kayanya. Haha, kebanyakan alasan yaks.

Masih soal drakor… beberapa waktu lalu Mbak Itsnita Husnufardaini alias Mbak Farda pernah bikin status di whatsapp dan facebook beliau tentang alasan emak-emak nonton drakor. Fyi, mbak Farda ini dulu fasilitatorku saat masih di kelas Bunda Sayang Batch #3 Jawa Tengah.

Status itu tidak dibuat dengan asal, namun memang sengaja menjadi bahan penelitian mbak Farda yang saat itu sedang membuat Self-care Project. Akan dipilih 2 jawaban terbaik menurut Mbak Farda untuk bisa ikutan kulwap Self-care Project-nya.

Isenglah aku ikutan menjawab. Sayang belum beruntung, jadi belum dapat kesempatan ikut kulwap Self-care Project deh.

9 Alasanku Suka Ngedrakor

Nah, saat lagi mentok ide tulisan kali ini, aku jadi ingat dengan jawaban di status mbak Farda tersebut. So, inilah 9 alasanku kenapa senang ngedrakor alias nonton drakor.

1. Sinematografinya Sadis

sinematografi drama korea sadis

Drama itu kan kalau di Indonesia sekelas sinetron, tapi nonton drakor tidak seperti sedang nonton sinetron, tapi seperti sedang nonton film. Bayangkan sekelas sinetron membuat drama bertema dokter, benar-benar di rumah sakit sungguhan dengan adegan bedah yang benar-benar terasa nyata. Atau drama bertema detektif di mana kejar-kejaran dengan penjahantnya nggak asa-asalan. Pengambilan gambar, pemilihan baju dan printilan-printilannya diset dengan begitu profesional.Sebagai penonton merasa sangat dimanjakan dengan setiap kualitas episodenya.

Pembuatan setiap episodenya nggak main-main, meski sebenarnya banyak juga yang syutingnya model kejar tayang, alias nggak dibikin dulu hingga selesai 16 episode baru tayang.

Namun syuting satu episode, tayang buat minggu ini, dsb. Namun kualitasnya bisa tetap terjaga. Pastinya yang aku suka adalah mereka berani untuk tidak tayang di waktu tertentu jika syutingnya memang mengalami kendala. Pihak produser akan menginfokan alasannya kenapa dengan jelas. Meski penonton merasa kecewa, namun setidaknya itu lebih baik daripada dipaksakan tetap tayang dengan kualitas asal.

Salah satunya terjadi saat CLOY beberapa waktu lalu. Karena lokasi nggak memungkinkan untuk dilakukan syuting, mereka memberikan info untuk menunda penayangan hingga kondisi cuaca membaik. Buatku ini sangat profesional.

2. Temanya Beragam

tema drama korea beragam

Tema drama korea sangat bermacam-macam. Dari tema medis, olahraga, saeguk/ historical fiction, thriller, detektive, dsb. Nggak melulu romance menye-menye. Bahkan drakor bertema parenting pun banyaaaak. Bisa cek deh di blogku, hehe. Dan banyak tema-tema yang unpredictable. Selama nonton cuma bisa bergumam kok kepikiran ya bikin tema ini. 

3. Aktor-aktornya Nggak Cuma Menang Tampang

aktor drama korea nggak menang tampang

Hampir sebagian besar aktor drakor mengenyam pendidikan teater/ drama/ seni peran ataupun film. That's why aktingnya pun nggak main-main. Bahkan jarang ada aktor di drakor yang nggak melewati proses. Biasanya aktor-aktor besar yang namanya moncer hingga sekarang sudah mengawali karirnya sejak muda.Bahkan aktor-aktor pendatang baru yang sedang naik daun saat ini pun ternyata banyak yang waktu kecil sudah main menjadi pemain figuran. Mantaap!


drama korea kaya hikmah dan wawasan

4. Kaya Hikmah

Selalu ada pesan yang disampaikan di setiap tema drakor yang digarap. Nggak asal bikin.Bahkan meski mengampil tema romance pun, ada saja hikmah yang bisa dianalisa, ditelaah dan dicatat. Itulah kenapa drama Korea selalu meninggalkan kesan mendalam di hati para penikmatnya.

5. Kaya Wawasan

Selain kaya akan hikmah, drama Korea juga sangat kaya akan wawasan. Ada saja ilmu-ilmu baru yang bisa didapat setelah nonton drama Korea. Misal saat nonton Doctor John, aku jadi tahu tentang Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis (CIPA). Yaitu sebuah penyakit yang tidak merasakan sakit. Itu baru dari satu drakor, bayangkan kalau sudah nonton puluhan drakor, wawasan apa saja yang sudah nyanthol di kepala kan?

drama korea disajikan dengan natural dan episode nggak panjang

6. Disajikan dengan Sangat Natural

Dalam menunjang sinematografisnya yang sadis, aku suka dengan penggarapannya yang tetap menggunakan natural dan pada tempatnya. Orang bangun tidur ya beneran seperti nggak pakai make up, bahkan kadang terlihat kaya bangun tidur beneran dengan garis-garis di wajah yang biasanya tercetak gara-gara kena lipatan bantal. Wajahnya juga benar-benar kusut. Nggak kaya di Indonesia, bangun tidur tapi make up tebel.

7. Episodenya Nggak Panjang

Standarnya sih satu drama akan terdiri dari 16 episode untuk durasi 1 jam. Atau 32 episode untuk durasi 30 menit. Itupun 32 episode, setiap dua episode tayang beruntun. 1 jam atau 30 menit ini sudah tanpa iklan lo, pals. Coba bandingkan dengan sinetron indonesia yang bisa beribu-ribu episode, sudah gitu sepertinya durasi 2 jam tapi iklannya bisa 1.5 jam sendiri… wkwk.

8. No Gimmick

drama korea no gimmick

Sekali saja ada skandal, karir bakal anjlok. Bahkan ketahuan pacaran saja bisa dihujat netizen Korea yang jempolnya lebih kejam dari netizen Indonesia. Di Korea Selatan yang gaya hidupnya sudah cukup bebas saja, ketika ada aktor atau penyanyi K-pop yang terpaksa menikah karena hamil duluan, mereka minta maafnya berkali-kali karena merasa tidak bisa memberikan teladan yang baik. Di sini hamil duluan bangga dan koar-koar, pals. Di Indonesia justru artis yang bergimmick semakin laris manis. Prestasi nol, sensasi yesss… Sedih ye.

9. Nonton Drakor Bisa Memicu Produktivitas

Kalau produktivitas ala aku sih, habis nonton drakor, ditulis reviewnya. Dijamin viewer blog bisa naik drastis wkwk. Keyword soal drakor selalu jadi salah satu keyword yang paling banyak dicari. 

drama korea memicu produktivitas

Tapi kalau produktivitas ala emak-emak lain sih, drakor ini layaknya me time. Semacam hadiah buat emak-emak setelah segudang aktivitas domestik yang menguras tenaga, nonton drakor semacam suntikan semangat yang bisa membuat mereka senyum-senyum, sesenggukan sampai habis berlembar-lembar tisu hingga esok paginya siap beraktivitas kembali dengan lebih semangat.

Nah, buat para pecinta drakor… mau tahu juga dong alasannya kenapa sih suka nonton drakor. Ditunggu ya di kolom komentar. See you!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter