MaritaPalace

Perjalanan Si Ulat Gemas #5: Menemukan Teman Baru di Camping Ground Terluas

7 comments
perjalanan ulat gemas menemukan teman baru di camping ground

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jumpa lagi di diary ulat gemasku! Minggu kelima ini semakin istimewa. Di minggu ini, para ulat gemas dipandu oleh Kak Peni akan menyelenggarakan perkemahan yang pastinya seru dan menantang. Camping ground terluas yang pernah kuikuti, ada kurang lebih 1700an peserta yang ikut di dalamnya. Bisa bayangkan seberapa luas camping groundnya jika perkemahan ini ada benar-benar di dunia nyata? Kali ini camping ground kami memang hanya di dunia maya, but who knows one day camping ground ini akan sunggu terealisasi kan?


Menemukan Keluarga Terfavorit di Camping Ground

Sebagaimana di minggu-minggu sebelumnya di mana kami diberikan kejutan demi kejutan oleh Kak Peni, minggu ini pun tentu saja ada kejutan lainnya. Di camping ground terluas ini, kami diminta untuk mencari kenalan baru, minimal lima orang. Sebenarnya terlihat sedikit ya jika dibandingkan dengan jumlah peserta yang ada dalam perkemahan ini. Namun untuk orang-orang yang bakat WOO (Winning Others Over)-nya lemah, mengajak kenalan orang baru adalah tantangan yang sangat besar. Dan WOO sebenarnya termasuk bakatku yang paling nyungsep.

Pasti banyak yang nggak percaya ya? Ya mungkin dengan bertambahnya umur dan pengalaman, mulai bisa mengatasi nyungsepnya si WOO, namun sesungguhnya jika disuruh memilih antara mengajak kenalan atau diajak kenalan, aku akan lebih memilih diajak kenalan. Sungguh hal yang bisa membuatku panas dingin jika harus memulai percakapan dengan orang yang benar-benar baru.

Beruntungnya perkemahan ini hanyalah terjadi di dunia maya. Kalau di dunia maya aku masih bisa menggenjot WOO, hehe. Setelah menyimak penjelasan Kak Peni tentang tugas yang harus dilakukan pada minggu kelima, aku langsung berinisiatif melakukan private message lewat messenger facebook ke 25 nama peserta Bunda Cekatan secara acak. Dari 25 nama yang kujapri, hanya 11 orang yang merespon, beberapa melanjutkan obrolan lewat whatsapp.

berkemah dengan 1700an ulat gemas bunda cekatan

Selain berinisiatif menjapri terlebih dahulu, aku juga meninggalkan link nomor whatsapp di kolom komentar thread postingan Kak Peni mengenai petunjuk pencarian teman baru. Selain itu juga meninggalkan komentar di beberapa status teman terkait camp ground dan membuat status di akun facebook sendiri. Dari tiga cara ini, alhamdulillah ada beberapa teman baru yang mengirim pesan pribadi sekaligus juga ada beberapa teman yang jawabannya kudapatkan dari kolom komentar.

Sejujurnya aku menargetkan bisa mendapat minimal 50 teman baru. Namun karena di saat yang bersamaan aku juga harus menyiapkan HEE Level 10 Bunsay #5 Bandung sekaligus diskusi materi level 11, konsentrasiku sedikit terpecah. Kuakui ada beberapa teman baru yang mengajukan pertanyaan dan tidak kujawab secara all out. Aku minta maaf ya untuk teman-teman baru yang mungkin terlalu lama merespon atau menjawab singkat-singkat dan kesannya kurang welcome. Bukan maksud hatiku…

Anyway, pada akhirnya aku berhasil menemukan 43 teman baru. Sebenarnya ada beberapa orang yang sudah kukenal sih; mbak Miradita yang merupakan Sekretaris Regional IP Semarang, mbak Ika Pratidina - Co Fasil Buncek sekaligus Wakil Rektor IIP Bidang Kurikulum, dan mbak Ratih dari IP Jepara yang sempat ketemu sekali di sebuah event offline. Ada juga beberapa teman di Facebook, namun jarang saling menyapa.

Dari proses perkenalan ini, aku mendapatkan data keluarga terfavorit berikut ini:

diagram keluarga favorit bunda cekatan

Jumlah responden kubuat menjadi 44 orang, termasuk diriku sendiri. Dari 44 orang ternyata 13 orang memilih Manajemen Waktu sebagai keluarga favoritnya, 8 orang memilih Manajemen Emosi, dan 3 orang memilih Manajemen Gadget. Lalu Manajemen Finansial, Getar Suara (Public Speaking), Desain dan WeBS (Web, Blog & SEO dipilih menjadi keluarga favorit masing-masing oleh 2 orang. Lalu ada keluarga Temanda (bermain bersama anak), CoCoa (Counseling and Coach), Bahasa, Literasi, Sastra, Pengetahuan Umum, Teknologi, Bisnis, Sustainable Living dan Pecinta Al Quran dipilih menjadi keluarga favorit masing-masing oleh 1 orang.

Jika menengok dari diagram lingkaran yang aku buat di atas, bisa ditemukan keterangan unknown. Unknown ini kudapatkan dari salah seorang teman baruku yang mengaku belum menemukan keluarga favorit setelah 5 minggu menjalani proses sebagai ulat gemas.

Cerita-cerita Seru di Camping Ground-nya Para Ulat Gemas

Berkenalan dengan 40an orang baru jelas banyak tersimpan cerita seru. Namun dalam diary ulat gemas ini, Kak Septi hanya meminta kami menceritakan 5 teman baru yang paling favorit. Jujur, bukan hal yang mudah memilih 5 orang. Aku sampai menghitung kancing, melempar koin hingga membuat kocokan demi menentukan 5 orang favorit untuk kuceritakan di sini. Nggak selebay itu ding, hehe.

5 teman baru favorit di camping ground bunda cekatan


Akhirnya setelah kupikirkan dengan matang, inilah 5 orang teman baru yang kuanggap menarik dan seru untuk diceritakan:

1. Fajrina Addien dari IP Regional Solo

Sejujurnya aku sudah jatuh cinta pada sosok mbak yang satu ini sejak nonton go live nya di Facebook Group, tapi malu buat kenalan lebih dekat. Eh, pucuk dicinta ulam pun tiba. Mbak Addien masuk ke keluarga WeBS karena pengen belajar SEO, khususnya untuk YouTube. Dari situ aku menyapa doi di group dan bilang kalau aku ngefans padanya. Nggak lama kemudian, mbak Addien ngechat aku secara personal dan kami pun asyik ngobrol tentang keluarga favorit masing-masing.

Mbak Addien menceritakan keluarga favoritnya adalah Getar Suara (Public Speaking). Meskipun sempat mendua ke keluarga Fotografi dan Videografi, namun Mbak Addien keukeuh memilih Getar Suara sebagai keluarga favorit karena impiannya untuk memiliki kemampuan public speaking hingga level proficiency. Mantaap, mari kita doakan agar impiannya ini tercapai ya, pals.

kenalan dengan mbak fajrina addien dari IP Solo

Di sela-sela ngobrolin keluarga favorit, kami sempat diskusi soal masang adsense di YouTube, nama channel YouTube masing-masing, aplikasi video editing yang dipakai hingga nggibahin mamak Indah Laras, wkwkwk. Piss yo, mak… Btw, Mbak Addien punya channel YouTube lo, cuzz jangan lupa subscribe biar semangat belajar public speaking dan videonya semakin meningkat ya.

2. Novi dari IP Regional Bandung

Lain Mbak Addien, lain juga cerita seru dengan Mbak Novi. Doi yang pedekate duluan dan memintaku cerita tentang keluarga favorit. Lalu aku cerita deh panjang kali lebar tentang keluarga kesayanganku itu. Mbak Novi lalu menanyakan beberapa hal terkait SEO, Google Search Console, Google Analytics dan sponsored post. Aku menjawab sesuai yang aku tahu. Lalu obrolan kami semakin menarik saat mbak Novi menceritakan tentang wawasannya mengenai instagram marketing.

Meski mengaku belum pernah ikut kelas instagram marketing, mbak Novi cukup tahu tentang hal-hal terkait instagram karena ternyata doi punya olshop. Dari sini aku belajar tentang istilah-istilah dalam dunia per-IG-an; LFL, Polygram, dan LSS. Kalau LFL, aku pernah dengar.. ‘like for like.’ Intinya sih sesama olshoper biasanya ada komunitasnya gitu, lalu saling ngelike postingannya masing-masing. Kalau di blogger, biasanya kami menyebut dengan Instagram Walking. Di mana kami saling share link postingan instagram, lalu nanti saling follow, like dan komen dalam rangka menaikkan engagement rate. 

ngobrolin instagram dengan mbak Novi Ibu Profesional Bandung

Nah, Polygram dan LSS aku baru denger lewat mbak Novi. Menurut doi, polygram adalah membuat postingan yang captionnya berupa polling. Misalnya, posting hijab dengan caption "warna hijab mana sih yang jadi favoritmu?". Sementara kalau LSS yaitu singkatan dari ‘Like Share Save’, jadi di sebuah grup olshopper akan saling Like Share dan Save postingan olshop lain. Waah, jadi dapat ide untuk bikin postingan IG yang sudah beberapa waktu macet nih.

Saking serunya ngobrolin istilah-istilah per-IG-an ini, aku sampai kelupaan menanyakan keluarga favorit dari mbak Novi. Baru setelah tulisan ini diterbitkan, aku mendapat jawaban bahwa keluarga favoritnya doi adalah Sustainable Living. Keluarga ini merupakan satu-satunya keluarga yang diikuti mbak Novi dan memang sesuai dengan mind map yang dibuatnya. Salah satu hal yang ingin dicapai dalam mindmap-nya yaitu mbak Novi ingin hidup minim sampah.

Di keluarga Sustainable Living, mbak Novi merasa bahagia karena bisa berbagi pengalaman dengan anggota lainnya. Selain itu, doi juga senang karena mendapatkan banyak ilmu baru, dan terinspirasi untuk bisa melakukan hal baik yang telah dilakukan oleh anggota lain. Kereeen! Selalu salut dengan orang-orang yang awareness terhadap lingkungannya tinggi, karena aku merasa awareness-ku masih so low.

3. Cicilia Anita dari IP Regional Salatiga


ngobrolin bisnis bersama mbak Cicilia Anita Ibu Profesional Salatiga

Sama halnya dengan mbak Novi, mbak Anita juga mengirim personal chat via whatsapp terlebih dulu kepadaku. Senang sekali ketemu dengan member IP dari Salatiga, sebuah kota kecil yang lama kutinggali sejak usia 3 tahun hingga lulus SMA. Melihat profile picture di whatsapp-nya, aku tak menyangka kalau mbak Anita sudah berusia 50!

Bener-bener awet muda. Lebih dari itu, aku tertampar… dengan usia 50, mbak Anita masih semangat banget ikut Buncek dan belajar banyak hal! Beliau lalu bercerita tentang keluarga favoritnya yaitu bisnis. Menurutnya, bisnis adalah passion. Mbak Anita merasa bahagia sekali bisa bertemu anggota keluarga yang memiliki tantangan hampir sama. Mereka jadi saling menginspirasi dalam menemukan solusi bisnis.

Dari sini, aku jadi tahu kalau Mbak Anita mengelola sebuah cafe bernama Cosmo di Jalan Monginsidi, Salatiga. Semoga kapan-kapan saat main ke Salatiga bisa mapir ke cafe mbak Anita. Selain ngobrolin bisnis, mbak Anita juga menceritakan tentang anak-anaknya. Anak yang besar sudah mulai merintis usaha bersama temannya. Sementara yang kecil sedang duduk di kelas XI di sebuah sekolah asrama. Alasan mbak Anita memilihkan sekolah asrama untuk anak keduanya agar anaknya bisa lebih bersosialisasi dengan baik, tidak egois, siap menghadapi kehidupan, mau berbagi dan semakin cinta kepada Sang Pencipta.

Mbak Anita juga bercerita kalau pernah melihatku di Konferensi Ibu Profesional (KIP). Lalu beliau membagikan sebuah foto dirinya bersama teman-teman pengurus IP Salatiga bersama Pak Dodik dan Mbak Ara. .

4. Wita Maulida dari IP Regional Sulawesi


ngobrolin heat map dengan mbak wita dari Ibu Profesional Sulawesi

Mbak Wita adalah salah satu teman baru yang awalnya kujapri secara acak lewat messenger facebook, namun untuk memudahkan obrolan kami pindah ke whatsapp. Keluarga favorit mbak Wita yaitu Manajemen Waktu. Kebetulan salah satu mindmap-nya adalah belajar tentang Heat Map. Sebuah istilah yang baru buatku. Heat Map adalah kondisi di mana kita harus mengetahui lebih dulu tingkat energi sebelum membuat perencanaan aktivitas harian.

Misal nih ada orang yang Heat Map-nya di pagi hari, jadi mereka akan lebih produktif di pagi hari. Namun ada orang yang Heat Map-nya di dini hari, salah satunya aku, di mana orang-orang seperti aku ini jauh lebih produktif saat dini hari. Semakin sepi situasi, semakin lancar kerja otakku saat mengetikkan huruf demi huruf.

Mbak Wita juga ternyata sedang melakukan survey kepada beberapa teman dan kenalannya yang berprofesi sebagai penulis tentang Heat Map. Jadilah aku termasuk salah satu yang masuk dalam target survey-nya, hehe.

5. Nisa dari IP Regional Tangerang Selatan


mbak Nisa dari Ibu Profesional Tangsel belum dapat keluarga klik

Aku juga sempat berkenalan dengan mbak Nisa. Di antra 40an teman baru, Mbak Nisa ini masuk dalam bagian unknown. Kenapa unknown? Karena sampai detik kami ngobrol, doi merasa belum menemukan kelas yang klik di hatinya. Saat ini sih dia bergabung dengan kelas memasak, namun karena kelasnya sangat besar, mbak Nisa kadang merasa ngos-ngosan untuk mengikuti obrolan. Saat ngomongin tentang memasak, kami berbagi tentang strong why memasak.

Mbak Nisa bercerita kalau strong why-nya memasak yaitu saat suami dan anaknya menghabiskan masakan yang telah disajikannya. Sementara aku bercerita kalau strong why-ku karena ridho Allah kepada istri terletak pada ridho suami, dan suamiku lebih bahagia saat istrinya memasak.

Di tengah badai informasi yang dihadapinya dalam grup cooking, mbak Nisa lalu bergabung juga di kelas Sustainable Living. Maksud hati mau mencari kelas berkebun, karena ingin belajar tentang budidaya kaktus. Namun ternyata di keluarga Sustainable Living yang dibahas lebih banyak mengenai sampah dan printilannya.

Cerita - Cerita yang Tak Kalah Seru dan Sayang Dilewatkan

Selain lima teman baru dengan kisah seru di atas, aku juga menemukan kisah-kisah seru lainnya. Yaitu saat dijapri mbak Ika Pratidina, sang co fasil Bunda Cekatan sekaligus wakil rektor IIP bidang kurikulum. Surprise saja dijapri mbak Ika lewat facebook messenger, soalnya kami kan satu grup di tim selasar. Sok-sokan belum kenal, tapi ya memang belum kenal dekat sih, hehe. Beliau bercerita tentang keluarga favoritnya, CoCoa Family alias Counseling and Coach Family. 

keluarga uluwatu manajemen waktu bunda cekatan

Kami nggak terlalu banyak ngobrol, karena aku langsung memberikan template jawaban yang panjangnya sudah kaya satu artikel blog, wkwk. Maklum saat itu sudah mulai terdistraksi dengan HEE Bunsay dan aktivitas lainnya. Maaf ya mbak Ika. Insya Allah besok saat AFIIP Offline di Yogya kita puas-puasin ngobrol hehe.

Cerita yang lucu lainnya saat tanpa sadar aku mengirimkan pesan di messenger FB ke mbak Aisyah dari IP Samkabar. Saat kami saling bercerita tentang kelas favorit, aku menceritakan kalau awalnya masuk ke manajemen emosi, namun malah jadi emosi sendiri. Dueng, saat ngobrol lebih intense, barulah aku sadar kalau mbak Aisyah ini adalah ketua keluarga manajemen emosi. Duh, jadi malu, pals.

Lalu aku sempat juga berkenalan dengan mbak Widhya dari IP Tangsel yang ternyata pengen belajar juga mengenai SEO. Katanya pas banget ketemu blogger bisa tanya-tanya lebih lanjut, hehe. Mbak Widhya juga cerita katanya pernah melihatku saat menjadi dirigen di KIP. Uwuw, jadi malu. 

keluarga inside out bunda cekatan

Aku juga kemudian sempat ngobrol singkat tapi dalem dengan mbak Ratih dari IP Jepara. Saling bercerita kalau kami punya target di tahun ini untuk menerbitkan buku solo. Lalu mbak Ratih menawari bagaimana kalau kami menjadi polisi satu sama lain biar penulisan buku solo yang sedang dikerjakan bisa berjalan sesuai on the track. Hmm, nice idea ya, pals?

Ada juga mbak Sri Rahayu yang japri aku dan kami sama-sama nggak ngeh kalau ternyata kami berada di keluarga yang sama; WeBS…. wkwk. Parah ya? Memang belum semua kontak kusimpan, jadi ya wajar kalau hal ini terjadi, hehe.

Hal menarik lainnya juga saat bertemu dengan mbak Yetty dari IP Tangkot. Selaras dengan aktivitasnya di ranah publik, mbak Yetty memilih keluarga Pengetahuan Umum sebagai tempat belajar dan keluarga favoritnya. Awalnya Mbak Yetty merasa takut nggak akan bisa menemukan keluarga karena makanan utamanya sangat berat. Alhamdulillah di keluarga Pengetahuan Umum apa yang ingin didapatkan tercapai. Meski hanya berempat orang berempat, namun mereka bisa saling mengisi.

keluarga macam-macam di Bunda Cekatan

Mbak Yetty juga cerita bahwa salah satu misi pada mindmap-nya adalah berbagi pengetahuan dari apa yang telah dipelajari, yaitu tentang metode penilaian kinerja, yaitu SKAL (Skill Knowledge Attitude Leadereship), KPI (Key Performance Indicator), HRSI dan segala hal yang berhubungan dengan formulasi produk. Mbak Yetty juga bercerita bahwa doi adalah sosok yang senang belajar hal baru dan senang berbagi, terutama hal-hal yang ada korelasinya dengan ranah publik. Istilahnya, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Masih banyak lagi cerita seru lainnya. Dari ngobrolin peran yang diambil di komponen regional, keinginan untuk belajar menulis dan ngeblog, hingga ngobrolin skincare. Ada pengalaman menggelikan yaitu ketika ada beberapa teman yang berinisiatif membuat google form untuk memudahkan pengumpulan dan pengolahan data. Saat pertama menemukan teman yang menyodorkan form seperti ini, reflek aku berkata, "kok berasa ketemu tim surveyor ya?" Bahkan hal ini sampai jadi obrolan serius di tim selasar, hehe.

Salah satu maksud dari tugas mencari teman baru oleh Kak Peni adalah mengasah komunikasi interpersonal. Kalau cuma nyodorin form, nantinya tujuan dari tugas ini bisa jadi tak tercapai. Selain model google form, banyak juga teman-teman yang menyodorkan template untuk diisi tanpa obrolan-obrolan pemanis lebih dulu. Seakan hanya ingin menuntaskan keinginan mengumpulkan data dan tak benar-benar mencari teman baru.

keluarga lain-lain di Bunda Cekatan

Meski jujur di saat semakin banyak teman baru yang melakukan personal chat, aku pun merasa mulai kewalahan untuk menulis cerita yang sama berulangkali. Lalu aku mendapat ide dari komen mbak Miradita yang membuat template jawaban sehingga bisa dikirimkan ke beberapa orang sekaligus. Mau tahu template jawabanku seperti apa? Ini juga sekaligus menjawab pertanyaan teman-teman tentang mana keluarga favoritku.

Template Perjalanan Ulat Gemasku

  • Nama: Marita Ningtyas
  • IP Regional: Semarang
  • NIM: 3119451591
  • Kesibukan: blogger of https://www.maritaningtyas.com
❤ Awalnya aku masuk ke manajemen emosi. Karena memang ingin fokus pada Innerchild dan self healing. Ada hal yang perlu  kupelajari lebih dalam di sana. Serta terkait dengan buku solo yang sedang proses penyusunan.

Namun karena grupnya besar sekali, aku merasa tidak nyaman. Meski kemudian di dalam prosesnya dipecah ke kelas-kelas kecil. Sementara di satu sisi, aku sudah cukup kewalahan dengan banyak grup baik di WAG dan telegram.. jadi pengen pilih keluarga dengan satu WAG/ telegram saja tapi fokus. Akhirnya dengan berat hati, aku left.

❤Lalu akhirnya memutuskan kembali ke track yang sedang dijalani saat ini..Aku masuk ke WeBS: Web, Blog & SEO.

perjalanan ulat gemasku menuju keluarga WeBS Bunda Cekatan

❤ Meski suka dan butuh, sebenarnya di Buncek aku tak ingin fokus di sini. Karena ilmu tentang blog dan SEO sudah kudapatkan di grup-grup blogger di luar buncek. Namun ternyata Allah menuntun untuk kembali pada misi utama. Berbagi manfaat lewat menulis, khususnya blog.

❤Aku pilih WeBS karena kelasnya tak terlalu besar sehingga nyaman saat belajar. Kebetulan aku kurang bisa nyaman kalau kelasnya terlalu besar. Selain itu WeBS juga sesuai dengan passion sebagai seorang blogger dan sesuai kebutuhanku sebagai Tim medkom IIP yang diberi amanah untuk mengelola web.

❤Di Keluarga WeBS, kami belajar:

belajar ngeblog di keluarga WeBS Bunda Cekatan

  • Segala hal printilan tentang blog, mengenali fungsi-fungsi dasar dasboard blog, memaksimalkan fungsi-fungsi dashboard.
  • Teknik menulis artikel di blog.
  • SEO on page & off page: SEO on page; menyetting SEO di blog itu sendiri. Terkait dengan kata kunci artikel, pemilihan judul dan url blog, pengisian meta deskripsi blog, pengisian kata kunci pada gambar, menghubungkan blog dengan search console & Google analytics dsb. Sementara SEO off page terkait dengan hal2 di luar blog; ikut komunitas blogger, saling blogwalking, membangun link building yang kuat.
  • Serta printilan-printilan lainnya yang kalau dibuat daftar pasti sangat banyak; meningkatkan DA/ PA, menurunkan spam score, setting template blog. Dan masih banyak lagi.
❤ Dan aku merasa memang inilah kelas favorit, karena di dunia ngeblog kami secara langsung harus belajar sekaligus mempraktekkan:

✅Manajemen waktu, terkait hubungannya dengan konsistensi ngeblog.
✅Literasi terkait dengan teknis menulis di blog.
✅Fotografi, karena blogger juga sebaiknya bisa memproduksi foto berkualitas.
✅Manajemen emosi, dalam kaitannya dengan writing for healing.
✅Porftolio anak, rata-rata blogger perempuan banyak menulis tentang parenting dan Jejak pengasuhan putra-putrinya. Secara nggak langsung kami telah belajar menyusun portfolio anak.
✅ Manajemen gadget agar tahu kapan saat kerja, kapan harus berhenti.
✅Desain, karena blogger juga harus tahu cara membuat infografis yang menarik untuk blog dan medsosnya.
✅Public speaking juga dibutuhkan oleh blogger, khususnya dalam membangun branding, terutama saat datang ke event offline.
✅Teknologi, mau tak mau sebagai blogger kami harus melek teknologi. Setidaknya kami harus mengenal dashboard blog dengan baik dan bagaimana mengkoneksikan blog dengan beberapa tool yang dibutuhkan.

blogger profesional WeBS Bunda Cekatan

Wah, aku baru sadar kalau ternyata BLOGGER itu sebuah pekerjaan yang bila ditekuni membutuhkan banyak keahlian dan ketrampilan. Tiba-tiba aku bangga menjadi blogger.

Oh ya, meski di minggu ini sibuk cari teman, bukan berarti kami nggak belajar lo. Di keluarga WeBS sendiri banyak banget obrolan berfaedah yang sarat ilmu dan rasanya sayang kalau nggak dicatat. Namun berhubung jurnal ini sudah kaya skripsi, aku bakal catat ilmu-ilmu terkait blogging di postingan tersendiri ya. Pastinya akan diupdate di Blogpedia, so jangan lupa main-main juga ke sana!

Minggu ini benar-benar luar biasa. Ada banyak hikmah yang kudapatkan dari tugas yang diberikan Kak Peni, antara lain:

insight bunda cekatan minggu kelima tahap ulat-ulat

  • Membuatku sadar betapa setiap perempuan memiliki keunikan dan potensinya masing-masing. Sungguh amazing bertemu dengan perempuan-perempuan hebat tersebut. Ini saja yang kutemui baru sebagian kecil, belum semuanya. Bisa dibayangkan jika benar-benar ngobrol dengan 1700an perempuan keren di camping ground ini. Sungguh banyak cerita, wawasan dan pengetahuan yang bisa didapatkan.
  • Terkadang kita harus berani keluar dari zona nyaman. WOO lemah adalah tantangan, tapi bukan hambatan. Jika kita mau berusaha sedikit lebih keras, ada banyak hal yang bisa didapatkan. Dan sungguh silaturahmi adalah salah satu rezeki dari Maha Kuasa yang tak ternilai harganya.
  • Kreatif dalam menemukan solusi memang baik, namun dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan adab dan etika. Bagaimana memanusiakan manusia dengan tepat. Bahwa manusia bukanlah robot yang bisa diprogram dengan template tertentu. Setiap manusia itu unik, jadi tidak bisa diseragamkan dalam setiap pendekatannya.
  • Bumi ini begitu luas dengan aneka ragam pengetahuan dan wawasan. Jangan terpaku pada satu sudut pandang. Ada banyak ragam cerita yang menarik untuk didengar dan diambil pelajaran darinya. Meski begitu kita juga harus berani berkata "menarik tapi tidak tertarik" pada hal-hal di luar mindmap.
  • Yang terakhir, aku sangat bangga berada di komunitas perempuan terbesar ini. Berada di antara perempuan-perempuan pembelajar yang selalu ingin meningkatkan kualitas diri, rasanya sungguh membahagiakan!
quote of bunda cekatan jurnal kelima tahap ulat-ulat

Terima kasih yang sudah mau ngobrol lebih dekat denganku, maaf jika ada salah-salah kata dalam menanggapi. Kalian perempuan-perempuan spesial. I love you alll, teman-teman ulatku! Sampai jumpa di jurnal terakhir dalam perjalanan ulat gemas minggu depan. Insya Allah.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

7 comments

  1. Wah....laporan yang sangat niat. Lihat punya Marita jadi punya ide buat mengisi yang form yang 5 orang itu. Iya juga ya, pilih yang jawabannya paling unik saja. Kok ya nggak kepikiran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you mbak. Kadang-kadang BW bikin jadi dapat inspirasi ya mbak.

      Delete
  2. sangat menginspirasi mba, td sempat bingung gimana cara menuliskan nama2 tmn kenalan yg byk itu, apakah ditulis lengkap semua datanya . Izin ATM caranya ya mba 🙏😊 . Utk yg 5 itu, salah satunya pastinya saya pilih mba Marita :)

    ReplyDelete
  3. Masyaallah ...lengkap tenan ceritanya 😍

    ReplyDelete
  4. Seneng ya mbak punya komunitas. Seneng baca blognya mba Marita

    ReplyDelete
  5. Seru sekali campingnya mbak... Senengg bacanya... Salam kenal dari kota Medan yaa ♡♡

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email