15 Hal yang Ingin Aku Lakukan Jika Covid-19 Berakhir

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Beberapa waktu lalu aku pernah menuliskan apa yang akan terjadi pada dunia ini after covid-19. Saat itu aku menulis cukup serius. Konon katanya setelah covid-19 berakhir, keadaan tidak akan benar-benar kembali normal seperti sebelum ada covid. Akan ada the new normal. Seperti apakah new normal itu? Apakah lebih baik atau justru lebih buruk? Semuanya tergantung pada kita saat ini. Untuk memastikannya, just wait and see.

Setelah kemarin berserius-serius, sekarang aku mau ngobrol sedikit receh tentang 15 hal yang ingin kulakukan jika covid-19 berakhir. Mau tahu apa sajakah itu? Check this out!

15 Hal After Covid-19

Tentu saja hal utama dan terpenting yang harus dilakukan ketika covid-19 diumumkan telah selesai masa penyebarannya adalah BERSYUKUR! Tidak ada yang lebih penting dari hal itu. Bahkan sebenarnya tak perlu menanti covid-19 pergi pun, bersyukur harus tetap diucap setiap detiknya. Bukankah di tengah kesulitan dan kesempitan yang saat ini sedang kita hadapi, masih ada banyak kemudahan dan keindahan yang kita dapatkan?

Namun bersyukur saat covid-19 usai pastinya jadi momentum sukaria, dan semoga juga jadi momentum yang akan membuat kita semakin dekat denganNya setelah berpekan-pekan dilatih dalam tantangan. Dan setelah bersyukur, inilah 15 hal yang ingin kulakukan:


1. Silaturahmi ke Keluarga Besar

Sebelum covid-19 terjadi, silaturahmi ke rumah bulik dan om kadang kuanggap hal sepele. Bahkan meski tak butuh berjam-jam untuk sampai ke lokasi, selalu saja ada alasan untuk menunda, “ah besok kan bisa.” Karena covid-19, aku jadi sadar betapa sempitnya waktu. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Bukankah para bulik dan om adalah anggota keluarga besar yang masih kumiliki?

Meski aku tak lagi dalam tanggungjawab mereka, bagaimana pun mereka adalah pengganti kedua orangtua yang telah tiada. Lebaran kali ini kesempatan bersilaturahmi sangat tipis sekali jika covid belum juga pergi. Maka ketika keadaan sudah aman, hal pertama yang kulakukan adalah berkunjung ke rumah para kerabat. Menghantarkan cinta dan taklim kepada mereka. Sehat-sehat selalu ya om, bulik, juga para sepupu dan keponakan. Semoga Allah masih izinkan kita bersua dalam canda tawa.

2. Motoran Malam-malam Sambil Meninabobokan Affan

Affan itu jago begadang kaya emak bapaknya. Mungkin efek sejak hamil doi aku sering insomnia dan melek sampai pagi sambil nonton drama korea, wkwk. Biasanya biar Affan cepat tidur, aku dan ayahnya suka ngajak anak-anak motoran. Kena angin sepoi-sepoi, lama-lama Affan pun tidur terlelap. Nah, hal itu yang tak lagi kami lakukan. Sempat sih pas gabut dan bosen banget, kami nekat muter-muter. Kirain jalanan bakal sepi selama covid, ternyata masih ramai. Akhirnya nggak lagi-lagi deh, hehe.

3. Berangkat Liqo’

Sebenarnya sebelum covid-19 pun aku udah lama nggak gabung sama kelompok liqo-ku, dan memilih kelas bahasa Arab di sekolah Kak Ifa. Namun akhirnya nggak konsisten karena lebih banyak magernya. Pengennya setelah covid usai, aku mau gabung ke liqo lagi. Kangen silaturahmi dengan teman-teman yang selalu mengingatkan beribadah, hafalan quran dan hal-hal positif lainnya.


4. Main ke Salatiga

Dua hari sebelum diumumkan adanya physical distancing dan sekolah di rumah, aku sempat sih ke Salatiga menemani pak suami yang ada sedikit urusan di sana. Bahkan sempat diajak makan bakso ABC yang ternyata masih murah meriah. Kubilang murah, karena kayanya di Semarang udah jarang dapat semangkuk bakso enak dengan harga yang sama dengan Bakso ABC.

Kami juga sempat mampir ke rumah Mbak Sum untuk menengok cucu ketiganya yang baru lahir. Dan sudah hampir dua bulan berlalu, kok sudah kangen ya sama Salatiga. Pengennya sih bisa meet up juga dengan teman-teman masa sekolah, tapi susahnyaaaa. Maklum orang sibuk semua, hehe.

5. Berenang

Nah, ini juga jadi hal yang paling kurindukan selama masa pandemi. Meski nggak jago-jago amat berenangnya, tapi aku bisa tuh betah berjam-jam di kolam renang. Buatku renang itu mengasyikkan. Olahraga yang tak bikin badan kita bau karena keringat, wkwk. Yang ada badan jadi segar karena kungkum di dalam air.

6. Potong Rambut & Hair Spa

Sudah punya niat potong sejak sebelum lahiran Affan, dan sampai detik ini belum kesampaian. Sudah mulai gerah berambut panjang. Sebenarnya suami lebih suka istrinya punya rambut panjang, tapi doi ikhlas kok kalau tetap mau dipotong. Pengen perawatan rambut dan tubuh juga di salon & spa kesayangan. Terbersit juga pengen mewarnai rambut dengan warna merah atau biru, wkwk. Ngapain pakai kerudung diwarnai? Ih, emang ada yang larang.. asal bukan warna hitam kan boleh hahaha. Lagian aku kan mewarnai rambut buat bikin diri sendiri happy, bukan buat dipamerin ke orang lain. Nggak papa to?

7. Main di Taman Tirto Agung

Berwisata bareng keluarga murah meriah ya ke Tirto Agung. Palingan siap uang jajan dan uang buat bayar mainan. Eh nggak palingan sih ini, lumayan juga kalau mainannya berkali-kali, haha. Pokoknya kangen lihat anak-anak have fun perosotan, ayunan di sini. Semoga nggak lama lagi ya, nak.


8. Wisata ke Yogyakarta

Itinerary sudah disiapkan. Seharusnya tanggal 23-24 Maret yang lalu aku dan keluarga pergi ke Yogya. Untung saja hotel belum jadi dibooking, baru sempat lihat-lihat saja mana yang kayanya cocok buat menginap semalam. Anak-anak sudah excited banget waktu tahu akan diajak ke Yogyakarta dan mengunjungi Gembira Loka, kebun binatang besar tempat ayah bundanya honeymoon 12 tahun yang lalu. Wkwk, honeymoon kok ke kebun binatang…

9. Naik Kereta Api bersama Keluarga

Kak Ifa sudah berkali-kali nagih pengen merasakan naik kereta api lagi. Namun aku dan ayahnya belum fix dengan ke mana dan kapan. Aah, covid membuat kami sadar akan waktu yang begitu berharga. Kuy lah nak, kalau covid sudah pulang ke asalnya, kita naik kereta tut tut ya, insya Allah.

10. Jalan-jalan ke Gramedia

Duh, kangen berat jalan-jalan melihat buku dari ujung ke ujung. Melihat banyak nama-nama penulis baru dengan karya-karya kerennya. Sambil berimajinasi semoga one day karyaku ada lagi yang masuk ke sana. Tapi tentu saja pengennya buku solo yang nangkring di sana.

11. Jalan-jalan ke Taman Indonesia Kaya

Kangen lihat anak-anak seseruan bermain air di Taman Indonesia Kaya. Kalau udah main air di sana, selalu susah diajak pulang. Ini juga salah satu wisata murah meriah. Cuma mainan air mancur aja bisa happy banget lo mereka. Dan happy-nya mereka pun menular ke kami, orangtuanya. Setelah puas main-main air, biasanya mereka pun terlelap dalam perjalanan pulang, wkwk.


12. Ngajak Anak-anak Main ke Fun and Play

Sejak Fun and Play mulai viral, sudah ada niatan pengen ajak anak-anak ke sana. Sudah terbayang betapa happy-nya mereka main salju dan bermain di playground yang sangat luas. Namun karena harganya nggak murah buat keluarga kami, kami menjanjikan ke Ifa untuk main ke Fun and Play kalau dia menyelesaikan hafalan juz 30 nya. Kurang 3 surat lagi, apakah Ifa bisa menyelesaikannya ketika pandemi ini berakhir? Doakan ya pals, semoga Ifa segera menyelesaikan hafalan juz 30 nya dan kami bisa kasih hadiah main di Fun and Play buat anak-anak.

13. Nonton Bioskop

Pokoknya setelah covid-19 pergi, aku mau request ke suami untuk nonton film di biokop dengan atau tanpa dia. Maklum dia suka susah diajak nonton, sementara istrinya ini suka banget nonton film. Ada sensasi yang berbeda ketika nonton di layar lebar dibanding nonton di TV apalagi di HP, wkwk.

14. Ketemu Teman - teman Ibu Profesional Semarang

Kumpul-kumpul terakhir kami sebelum diberlakukannya physical distancing waktu itu masih terasa hangat. Bahkan sudah sempat berencana mau kumpul lagi sebelum Ramadhan di rumah mbak Rovan. Namun karena kondisi yang semakin serius, rencana tinggallah rencana. Dan sekarang sudah kangen dengan keriuhan saat berjumpa. Pastinya juga kangen kumpul sama KLIK Squad dan kampanye anti bullying ke sekolah-sekolah lagi.

15. Ketemu Teman - teman Blogger Gandjel Rel

Kangen event blogger, bukan cuma karena kangen duit atau seru-seruan acaranya. Tapi karena kangen teman-teman blogger yang selalu ramai, ceria dan positive. Kangen banget guyonan bareng mbak Ika Puspita, mbak Wati, Mbak Uniek, Mbak Dedew, Mbak Rahmi, Mara, Erina, Tina, dan masih banyaaak lagi. Ketemuan terakhir kayanya pas ultahnya Gandjel Rel bulan Februari lalu ya? Harusnya Maret kami ada event, namun terpaksa dibatalkan karena covid. Soon, semoga segera bisa ketemuan ya Gres!

Ternyata nulis hal-hal yang ingin dilakukan jika covid berakhir bisa cukup panjang juga ya. Btw, kalau kalian mau melakukan apa setelah covid pergi, pals? Apapun itu, semoga terwujud dan sehat selalu ya.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter