Jurnal Bunda Cekatan #1 Tahap Kupu-kupu Ke-4: Let’s Check In!

Jurnal Bunda Cekatan #1 Tahap Kupu-kupu Ke-4: Let’s Check In!
Minggu keempat kupu-kupuku semakin banyak bertemu dengan bunga-bunga penuh warna. Ternyata mentorship program ini memang menantang adrenalin, baik sebagai mentor ataupun mentee. Pada pekan ini kami diminta untuk melakukan check in.

Miss Kepo: What’s check in? Emang boleh staycation di masa pandemi begini?
Me: Kan udah new normal, boleh dong staycation tipis-tipis. Lagian staycation yang ini online kok.
Miss Kepo: Maksudnya?
Me: La wong check in dilakukan via FB Messenger, WA ataupun video call kok. Aman kan, tidak berkerumun. Kalau berkerumun bisa disemprit sama netizen kaya dr. Tirta kemarin. Puyeng dah eike, wkwk.
Miss Kepo: Laah, gimana caranya check in kok via online.
Me: Makanya dengerin ceritaku dulu sampai kelar, baru komentar.
Miss Kepo: Oke deh, lanjutin.. jadi kepo apa sih yang dimaksud check in di Bunda Cekatan.

Kaliaan juga sama penasarannya dengan Miss Kepo nggak, pals? Kalau iya, yuk lanjuut!

Pengertian Check-in di Bunda Cekatan

Check in di sini maksudnya bukan pesan kamar di hotel ya, pals. Di tahap kupu-kupu Bunda Cekatan pekan keempat ini, kami diminta untuk saling sharing dari hati ke hati antara mentee dan mentor. Tujuannya adalah untuk melakukan eksplorasi lebih dalam terkait proses yang telah kami jalani sampai pekan keempat ini.

jurnal bunda cekatan: apa itu check in?
Nantinya hasil eksplorasi ini diharapkan bisa merumuskan pemahaman baru dan menyusun action plan yang lebih nyata. Sebagai mentor aku sempat tersipu karena salah satu mentee-ku, mbak Wiwit, justru mengajakku check-in terlebih dahulu. Memang kuakui mbak Wiwit adalah salah satu mentee terajin dan teraktif.

Setelah dicolek oleh mbak Wiwit, aku kemudian segera mengagendakan untuk check in bersama para mentee dan mentorku. Pertanyaan awal yang harus kami ajukan satu sama lain pada saat check in yaitu apakah kami masih saling merasa nyaman untuk meneruskan proses mentorship ini, prioritas ke depan dan tindak lanjut yang akan dicapai.

Alhamdulillah aku besyukur banget bisa mendapat mentor dan mentee yang sangat responsif. Tidak ada banyak kendala yang kurasakan selama proses check in. Justru dari pengalaman ini aku bisa menarik berbagai manfaat. Mau tahu?

Proses Check-in sebagai Mentor

jurnal bunda cekatan tahapan check in sebagai mentor
Seperti yang sudah kuceritakan di jurnal Bunda Cekatan tahap kupu-kupu pekan pertama, aku memiliki 5 orang mentee yang sangat antusias dalam belajar blogging. Setelah melewati 4 pekan, aku tahu bahwa 5 mentee-ku ini punya ciri khas yang berbeda, kemampuan yang berbeda, juga cara belajar yang tak sama.

Untuk proses mentorship, kami sudah sepakat untuk menggunakan FB Messenger Group sebagai area diskusi utama. Biasanya aku gunakan untuk share tutorial-tutorial terkait blogging. Aku persilakan jika ada yang mau bertanya di grup, ataupun mau konsultasi secara pribadi, karena aku tahu setiap mentee punya target yang berbeda.

Ada mentee yang sudah siap terjun jadi blogger profesional, ada yang pengen memperbaiki tampilan blognya dulu biar cantik dipandang, ada pula yang lebih pengen konsisten menulis. Tentu saja beda target beda treatment kan?

Dari 5 orang mentee tersebut, ada 2 orang mentee yang tanpa kupancing sudah selalu aktif berceloteh tentang kebutuhannya. Mereka tak segan-segan berkonsultasi secara pribadi kepadaku tentang kebingungannya, dan sharing hal-hal yang ingin diketahuinya.

jurnal bunda cekatan insight check in sebagai mentor
Sementara 3 orang lainnya lebih pasif. Tentu saja aku tak bisa menyalahkan, la wong sebagai mentee untuk mentorku pun aku sering slow respon. Bagaimanapun prioritas setiap orang kan beda-beda. Kepada mereka yang lebih pasif ini, saat proses check ini aku menanyakan dulu apakah tetap berniat melanjutkan proses mentorship atau tidak. Alhamdulillah meski tak langsung direspon, semuanya menjawab akan terus melanjutkan program ini.

Setelah itu kami saling ngudarasa kalau kata orang Jawa, curhat dari hati ke hati apa saja kendala yang dihadapinya, sehingga bisa saling memetakan program lanjutan. Alhamdulilah, dari lima orang mentee-ku, semuanya cukup bisa menerima caraku mendampingi mereka belajar. Kami hanya harus lebih sering chit-chat biar chemistry-nya lebih terbangun.

Mengenai cara belajar, aku tertantang untuk keluar dari zona nyaman. Sebagai typical yang lebih suka chit-chat by text, dengan salah seorang mentee-ku yang cara belajarnya audio visual, mau tak mau aku harus melayani kebutuhan belajarnya. Meski awalnya ragu-ragu, namun karena mbak April tipe orang yang pintar ngajak ngobrol, akhirnya semua obrolan via video call mengalir tanpa terasa. Tadi pagi kami juga barusan ngobrol lagi nih.

Jadi, mbak April ini lebih bisa memahami tutorial kalau ditunjukkan secara langsung. Sementara doi ada di Qatar, ya kali nggak mungkin kan aku ke sana? Hehe. So, thanks for technology that enables us to do video call and learn together.


jurnal bunda cekatan PR check in sebagai mentor
Selama proses menjadi mentor ini, aku belajar untuk menggali keinginan dan perasaan teman-teman terkait mentorship ini. Aku juga membantu mereka untuk memetakan kebutuhan dan target-target agar tidak terlalu ngawang-ngawang, serta tetap on point.

Well, bagaimanapun being a pro blogger is an instant way. Nggak bisa dalam tiga bulan kita langsung ujug-ujug ‘jadi’. Dari belajar konsisten posting, belajar memperbaiki tampilan, belajar memperbaiki tulisan, semua butuh proses yang tak pendek, belum lagi belajar printilan-printilan terkait blogging. Aku sendiri sampai detik ini terus belajar dan nggak pernah ada selesainya.

Sebagai mentor tentu saja PR-ku juga menjaga semangat mereka agar terus on the track. Wajar sih kalau ada ups and downs, wong aku yang sudah 4 tahun ini menjajaki dunia blogging juga kadang ada masanya malas update postingan kok. Namun yang penting adalah aware terhadap masa-masa downs biar nggak terlalu downs, dan bisa segera ups lagi.

Selain itu sebagai mentor aku juga belajar lagi tentang berbagi dan melayani dengan lebih ikhlas. Menyediakan waktu, telinga, dan hatiku untuk para mentee. Aah, Bunda Cekatan ini membuat mataku berbinar kembali. Apalagi ketika salah satu mentee bilang, “Nanti meski Buncek-nya udah kelar, boleh tetap konsultasi sama mbak Marita kan?”

With my pleasure…

Proses Check-in sebagai Mentee

jurnal bunda cekatan tahapan check in sebagai mentee
Jujur, waktu mau check in sebagai mentee, aku tuh deg-degan banget. Aku sering banget slow respon saat chit chat dengan mbak Puji, sang mentor. Saat aku memulai chat dengan mbak Puji untuk check in, kami malah saling bermaaf-maafan karena sama-sama merasa saling sering slow response.

Mbak Puji pun bercerita kalau pekan-pekan ini mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) sang baby. Bahkan sudah sering konstraksi palsu. Ya Allah, aku jadi terharu…

jurnal bunda cekatan insight check in sebagai mentee
Di saat beliau seharusnya fokus menanti kelahiran sang buah hati, masih sempat mementoriku. Apalagi temanya rada berat pula; manajemen emosi! Karena tema ini kan mau nggak mau Mbak Puji jadi sering mendengar curhat colonganku yang pastinya banyak negative vibes di dalamnya. Namun beliau masih dengan tulus ikhlas membantuku menemukan solusi yang kubutuhkan untuk mengatasi PR-PR dalam hidup.

Mbak Puji menanyakan target ke depannya, dan hal-hal apa saja yang akan kulakukan untuk mencapai target tersebut. Mbak Puji juga membantuku releasing negative emotions. Sungguh luar biasa lo. Belum saling kenal, belum pernah ketemu sama sekali, namun beliau mau menyediakan waktu, telinga dan hatinya untukku.

jurnal bunda cekatan PR check in sebagai mentee
Aku sendiri juga kaget sih bisa langsung curcol dengan santainya pada mbak Puji, padahal biasanya yang kuceritakan masalah-masalah ini hanya orang-orang terdekat. Ya, meski ada beberapa yang sudah kuceritakan di blog, namun bercerita di chat itu lebih hidup. Emosinya terasa saat itu juga.

Pokoknya proses check in di Bunda Cekatan tahap kupu-kupu pekan keempat ini rasanya sungguh nano-nano. Ada senang, sedih, haru… terima kasih untuk semua mentee untuk terus sabar menghadapi mentornya yang kadang suka ‘menghilang’ dan lupa menanyakan kabar. Semoga teman-teman mentee tetap ridho berjalan berdampingan denganku hingga pekan delapan nanti ya.

Dan terima kasih tak terhingga juga buat mbak Puji yang sudah menemaniku empat pekan ini di sela-sela kehamilannya. Aku membayangkan beliau ini sangat adem, lembut, terus kalau bicara menyejukkan gitu. Maklum waktu di pekan ketiga kami skip ber-video call, karena insecurity-ku ngobrol dengan orang yang belum pernah ketemu sama sekali. Mungkin memang one day kudu diagendakan ngobrol langsung sama mbak Puji nih.

jurnal bunda cekatan PR check in bersama suami
Itulah catatan Bunda Cekatanku pekan ini. Btw, ngomongin soal check-in ini juga bisa dipraktekkan dalam kehidupan rumah tangga ataupun dalam proses pengasuhan anak lo. Dalam rumah tangga, kita bisa lakukan check in pekanan atau bulanan dengan suami. Mengapresiasi tentang hal-hal yang terjadi selama sepekan atau sebulan, lalu saling sharing hati ke hati, ditutup dengan membuat program kerja untuk pekan depan atau bulan depannya.

Begitu pula dalam proses pengasuhan anak, apalagi anak-anak lagi SFH gini. Bisa banget check in sama anak-anak usia sekolah untuk memberikan apresiasi kepada mereka atas pencapaiannya selama sepekan. Lalu memberikan beberapa masukan untuk hal-hal yang bisa ditingkatkan. Serta ditutup menyusun agenda di pekan berikutnya.

jurnal bunda cekatan PR check in bersama anak
Waaah… aku jadi semangat nih mau segera check in bersama anak-anak dan suami. Kalau teman-teman mau check-in ke mana? Apaa.. ke hatikuu? Jangaan.. hatiku sudah terisi oleh dia. Hahaha. Sampai jumpa di celoteh-celotehku berikutnya, pals. Thanks for visiting and reading!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter