header marita’s palace

8 Caraku Membunuh Penat, Urutan Terakhir Paling Mujarab!

Konten [Tampil]
Penat. Sebuah kata yang jarang terdengar dalam obrolan sehari-hari. Apa sih yang terlintas di benak teman-teman kongkow saat mendengar kata penat?

Jujur, kalau aku yang terngiang adalah ini….



Yup, sepenggal puisi dari film paling hits di jalannya, Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 1. Hampir semua anak remaja pada zaman tersebut kena demam Rangga dan Cinta. Bukan hanya soal cerita cinta seragam abu-abu, AADC sempat membuat orang-orang yang tadinya alergi sama puisi dan segala hal berbau sastra, menjadi lebih lekat pada hal-hal tersebut.

Kebetulan saat AADC tayang, aku masih berusia 17 tahun. Wow, it was 19 years ago! AADC menguatkan keinginanku untuk memilih jurusan Bahasa. Dan yaah, puisi… baik menulis atau membacakannya, pernah menjadi caraku mengobati penat.

Penat, Siapakah dan Dari Manakah Asalnya?

Sebenarnya apa sih penat? Aah, baru juga mau buka web KBBI, di grup 1 Minggu 1 Cerita, Kak Prima sudah langsung gercep memberikan referensi tentang pengertian penat.

pengertian  penat dari KBBI
Merasa letih sehabis bekerja keras dan sebagainya.
Kalau menurut pendapatku, penat itu lelah dan letih yang sudah sangat bertumpuk. Udah kaya ala-ala wafer yang iklannya gini tuh, berapa lapis… ratusan, wkwk.

Yup, penat semacam ratusan lapis kelelahan. Yang kalau nggak segera diatasi bisa burn out dan bahayanya lagi kalau sampai meledak, bisa-bisa menimbulkan korban jiwa. Etdaah, ngeri sekaliiii.

Maksudnya korban jiwa di sini, bukan berarti ada orang yang meninggal, pals. Maksudnya jiwanya yang jadi korban alias bisa jadi kesehatan mentalnya kemudian terganggu. That’s why penting banget kita paham ketika alarm tubuh sudah berbunyi berkali-kali.
Tubuh, jiwa dan pikiran itu punya ‘satpam’. Ketika mereka merasakan beban yang kapasitasnya terlalu besar untuk ditanggung, ‘satpam’ itu akan membunyikan alarm. Memberikan tanda buat kita agar beristirahat sejenak, rebahan barang sebentar dan nggak ngoyo sama aktivitas pekerjaan.
Rasa lelah berlebihan yang muncul tersebut bisa saja hadir karena kita lupa bahwa tubuh, pikiran dan jiwa punya hak yang harus dipenuhi. Sayangnya seringkali kita melupakan hal itu. Padahal memenuhi hak tubuh, jiwa dan pikiran kita itu salah satu bentuk self love lo. Bukannya memenuhi hak mereka, kita justru lebih sering mengajak mereka kerja rodi. 

Ngajak tubuh kerja rodi itu sesederhana kita begadang dengan alasan update tulisan buat blog, mumpung lagi panen ide di kepala, padahal mata sudah sayup-sayup minta ditutup. Adakah yang sering begitu? Jujur, kalau aku sering, wkwk. Atau jangan-jangan aku doang yang hobi ‘memaksa’ tubuh, jiwa dan pikiran bekerja lembur?

8 Caraku Membunuh Penat

Nah, kalau si penat kadung mendekat, mau tak mau aku harus bergerak cepat agar ia tak menguasaiku terlalu lama. Kalau kuingat-ingat sih, sepertinya 8 hal ini yang biasa kulakukan saat lelah dan letih berkumpul jadi satu;
caraku membunuh penat

1. Coret-coret Nggak Jelas

Coret-coret di sini bisa banyak ragamnya. Aku suka tiba-tiba bikin tulisan-tulisan sok puitis. Terus kalau keliatannya kece, kuposting deh ke media sosial, wkwk. Nggak tahu kenapa, kalau lagi capek tuh malah bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang anti mainstream.

Corat-coret juga bisa berarti bikin coretan dalam pengertian sebenarnya di atas kertas. Entah bikin benang ruwet, atau gambar abstrak yang aku sendiri pun nggak ngerti maksudnya apa. Pokoknya berusaha untuk menyalurkan rasa lelah biar nggak bercokol di tubuh, jiwa dan pikiran.

2. Sing A Long

Singing is my hobby since I was a child. And I love sing a long so much, apalagi kalau lagi bosan, capek dan don’t know what to do. Bersyukurlah di zaman teknologi kek sekarang, karaokean bukan lagi hal yang sulit. Tinggal buka aplikasi Smule, We Sing, The Voice dan masih banyak lagi.

Buatku karaokean di aplikasi semacam ini selain releasing stress, bisa jadi bahan konten, wkwk. Kalau dapat hasil yang lumayan enak didengar, biasanya aku akan unduh versi mp3nya dan kubuatkan video klip ala-ala kek yang kutampilkan sebagai pembuka artikel ini.

Jelek ya biarin aja, yang penting happy, wkwk.

3. Rebahan Sambil Nonton

Selain nyanyi, nonton film buatku bisa membangun mood. Yang tadinya capek, habis nonton film bisa jadi lebih rileks. Syukur-syukur kalau yang ditonton ternyata nancep di hati dan di otak, bisa jadi bahan tulisan buat blog deh.

4. Nonton Talkshow atau Kajian

Kadangkala scrolling di aplikasi layanan nonton bermenit-menit, tak juga menemukan film yang membuatku tertarik. Kalau ketemu kondisi seperti ini, biasanya aku akan mlipir lari ke YouTube. Aku suka cari acara bincang-bincang atau talkshow yang bisa dinikmati sambil rebahan.

Biasanya sih mampirnya ke channelnya Deddy Corbuzier, The Sungkar’s Family, Daniel Mananta, atau akhir-akhir ini lagi sering mlipir ke channelnya Atta dan Aurel, wkwk. Ya Allah, ketahuan kena demam AHHA deh.

Obrolan-obrolan para artis tuh kadang berbobot juga. Salah satu obrolan favoritku baru-baru ini yaitu talkshownya BCL sama Daniel Mananta. Nggak sedikit dari talkshow-talkshow itu yang bisa mencerahkan pikiran. Saking mencerahkannya, kadang ngobrolnya belum kelar, aku udah ketiduran, wkwk.

Kalau talkshow-talkshow yang ada masih belum membuat hatiku tergerak, aku suka cari video kajian dari ustaz favoritku, ustaz Syafiq Riza Basalamah. Nggak ngerti, kalau denger tausiyahnya tuh, hatiku jadi tenang dan adem. Bisa membuatku nggak pecicilan lagi, hihi.

5. Jalan-jalan Tanpa Tujuan

Kalau penatnya muncul gara-gara ketemu tembok lagi dan lagi, aku bakal merajuk ke suami buat motoran barang sejenak. Dengan catatan, tanpa ngajak anak-anak. Ya, untungnya anak pertamaku sudah agak gede, kadang disogok sama jajan, mau deh ditinggal setengah jam sama adiknya di rumah.

Padahal ya paling sama suami diajak ke minimarket, lalu beli minum dan nongkrong di depannya sambil ngobrol ngalor-ngidul. Keluar selama 30 menit atau maksimal satu jam, lihat langit yang semakin nggak kelihatan bintang-bintangnya, sudah cukup bikin kembali waras.

6. Ketemu Sahabat

Kalau udah suntuk banget, mulai seneng ngomel-ngomel nggak jelas, pekerjaan tersendat karena otak nggak mau diajak mikir, biasanya aku akan minta izin ke suami buat ketemu beberapa sahabat dekat. Namanya emak-emak ya mau ke luar rumah tuh mikirnya ratusan kali.

Makanya kalau pas pak suamik ada di rumah dan mau dititipi anak-anak, yuhuuuu, senangnya hatiku. Kek besok Sabtu, rencananya aku bakal meet up sama gank-ku nih. Bayanginnya aja udah seru banget. Jadi nggak sabar nunggu Sabtu deh.

Sebelum ramadhan tiba, otak yang ruwet kudu dibenahi dulu. Salah satunya dengan ketemu teman-teman yang sefrekuensi, untuk saling meluruskan benang-benang kusut yang bundhet di pikiran, wkwk. Biar ntar ramadhan udah fresh dan siap beribadah dengan total.

7. Main dan Bacain Buku Anak

Matiin HP dan laptop, lalu fokus membersamai anak-anak juga bisa jadi obat penat yang mujarab. Lihat tingkah mereka yang menggemaskan, kadang konyol, kadang juga unpredictable, bikin badan dan otak yang tadinya sumpek jadi lebih enteng.

Makanya kalau lagi ngeblog dan buntu nggak ngerti harus nulis apa, biasanya aku mlipir mendekat ke anak-anak dan mendengarkan obrolan mereka. Dijamin perut mules karena ngakak terus-terusan. Ada aja obrolan mereka tuh. Apalagi kalau udah berantem.

Kalau pas aku fokus kerja, mereka berantem, rasanya aku jadi pengen makan batako. Namun kalau lagi nggak pegang HP dan laptop, lihat anak-anak berantem tuh malah bikin pengen ketawa. La ada aja tingkahnya, wkwk.

8. Tidur Berkualitas

Kalau 7 hal di atas nggak mempan, baru deh ambil jalan pintas. Apalagi kalau bukan tidur! Biar bisa segera lelap tidurnya, aku punya trik. Matikan lampu, singkirkan HP dari jangkauan, atau baca buku yang bikin mikir, wkwk.

8 hal di atas hanyalah sebagian kecil dari cara membunuh pekat. Biasanya kalau sudah kadung menahun, saatnya keluarkan ajian pamungkas;
Tidak ada tempat paling tepat untuk meluruhkan penat selain sajadah. Tidak ada kitab yang paling mencerahkan untuk memulihkan lelah selain Al Quran. 
Itu caraku, how about you, pals?

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

2 comments

  1. Setuju coach, nomor 8 mujarab sangat.. wkwk.
    Somehow, Itu puisi AADC-nya bikin flash back ke masa putih abu-abu

    ReplyDelete
  2. Obat penat itu adalah tertawa, jadi kalau buat saya...untuk membunuh rasa penat adalah dengan menonton acara-acara komedi yang mengocok perut.

    ReplyDelete

Post a Comment