Mengevaluasi 2021 Wish List, Perlukah Membuat Second Plan?

mengevaluasi 2021 wish list
Ada yang sudah pernah membaca 2021 Wish List-ku? Dalam artikel tersebut kutuliskan ada 7 hal yang ingin bisa kurealisasikan pada 2021, yaitu:
  1. Kasus Covid-19 di Indonesia usai
  2. Rutin ngeblog dan sharing medsos
  3. Buku solo terbit
  4. Mengembangkan Blogspedia Group
  5. Renovasi rumah dan ganti ‘gerobak’
  6. Menurunkan berat badan
  7. Meningkatkan kualitas ibadah
Nah, di kesempatan kali ini aku mau mengevaluasi 2021 Wish List tersebut. Sudah berapa persen yang tercapai, dan apakah aku membutuhkan rencana cadangan.

Bukan tanpa sebab kenapa aku melakukan hal ini. Bulan April sebentar lagi berakhir. Artinya sudah 4 bulan berjalan di 2021. Seharusnya sudah ada progress yang bisa dilihat, kan?

Mengevaluasi 2021 Wish List: Hal-hal yang Sudah Dilakukan

Melakukan evaluasi pada resolusi tahunan secara berkala kalau dipikir-pikir memang perlu dilakukan ya, pals. Jika menengok ke belakang, kusadari kalau resolusiku jarang tercapai karena aku cuma bikin aja di awal tahun. Namun tidak ada evaluasi di dalam perjalanannya.

Padahal resolusi itu kan dibuat bukan sekadar sebagai catatan, tetapi juga sebagai harapan dan target. Nah, kalau nggak ada evaluasi, nggak ada kontrol, ya sudah cuma jadi impian doang. Belajar dari kesalahan-kesalahan yang lalu, aku berusaha untuk mengevaluasi hal-hal apa saja yang sudah kulakukan dan mengamati progress yang kudapatkan.

Selama 4 bulan, alhamdulillah aku sudah melakukan 6 hal ini:
mencapai resolusi 2021

1. Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Kasus covid-19 usai adalah resolusi 2021-ku yang nomor satu. Bisa dibilang ini lebih seperti doa, bukan hanya target pribadi. Namun dalam rangka berikhtiar agar pandemi ini lekas berakhir, sebagai seorang individu, aku hanya bisa berusaha untuk selalu menjaga protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Di bulan ramadan ini, kasus covid-19 di Semarang meningkat lagi. Hal tersebut dikarenakan mulai banyaknya agenda buka bersama. Sebenarnya pemerintah kota tidak melarang kok adanya buka bersama, dengan catatan protokol kesehatan harus dijaga dengan benar. Masalahnya, mulai banyak yang mulai selow nih. Kumpul-kumpul tanpa mengenakan masker, lupa nggak cuci tangan dan jaga jarak.

Sayangnya mengatur orang lain itu kan sulit ya. Jadi ya udah lah, cuma bisa memulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau nggak penting-penting banget, ya nggak usah ke luar rumah. Kalaupun harus banget ke luar rumah, pakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan sudah jadi hal wajib bagiku dan keluarga.

Bahkan saat kepengen staycation pun, aku pilih-pilih banget hotelnya. Harus hotel yang sudah bersertifikasi CHSE.

Anak sulungku pun sudah mulai tatap muka di sekolahnya. Alhamdulillah protokol kesehatan yang dijalankan di sekolahnya juga oke banget. Semoga anak-anak dan para ustaz-ustazah senantiasa sehat dan dalam lindungan Allah.

2. Membuat Content Plan

Dalam rangka mencapai resolusi nomor 2, aku merutinkan membuat content plan setiap akhir bulan. Sebenarnya kebiasaan ini sudah kulakukan sejak akhir tahun lalu sih. Melihat manfaatnya yang oks banget, aku meneruskan dong kebiasaan ini.

Alhamdulillah content plan membantuku untuk memilah ide, mencatat fee yang kudapatkan dari ngeblog, dan menyusun jadwal postingan pada 4 blog yang kukelola. Belum benar-benar sempurna, tapi setidaknya dalam 1 bulan target postingan minimal sudah terlampaui.

3. Pendampingan Tim

Blogspedia awalnya hanyalah blog khusus yang kubuat untuk mencatat tutorial-tutorial blogging. Namun karena namanya kece, akhirnya kukembangkan saja jadi brand bisnisku. Jasa penulisan konten yang awalnya kukerjakan sendiri, kini alhamdulillah sudah memiliki tim berjumlah 13 orang.

Nggak hanya itu aku juga mendapat beberapa klien baru yang sepakat dengan harga yang kutetapkan. Senang sekali sih bisa berbagi dengan tim.

Melihat kualitas artikel bikinan tim Blogspedia juga membuatku bangga pada mereka. Alhamdulillah semua arahan diperhatikan dengan baik.

Harapanku sih tahun ini bisa lolos adsense, biar bisa nambahin uang jajan timku dari penghasilan adsense. Aamiin.

4. Membuat Rekening Khusus

Salah satu target yang kucapai tahun ini adalah renovasi rumah dan beli mobil. Hmm, paling urgen sih renovasi rumah dulu. Atap rumah mulai lapuk dan sudah saatnya diganti. Umur si kakak juga sudah hampir 10 tahun sehingga butuh kamar sendiri yang nyaman ditempati.

Mengandalkan gaji suami untuk merenovasi rumah tentunya akan berat dan lama mencapai target tersebut. Makanya dikit-dikit aku juga mau membantu suami mengumpulkan biaya renovasi. Untuk menuju hal tersebut, aku sudah membuat rekening khusus yang nggak bisa diutak-atik.

Maklum tangan suka gatel belanja buku, makanya biar nggak kepakai terus, perlu dikandangin di sebuah rekening yang nggak ada ATM dan nggak bisa bebas ditransfer ke sana ke mari, hehe. Alhamdulillah, belum banyak, tapi mayan lah tiap bulan sudah berhasil menyisihkan fee ngeblog ke rekening itu.

5. Memulai Olahraga

Belum rutin, namun aku sudah mulai rajin olahraga lo. Ya, meski berat badan juga belum banyak bergeser. Masih turun sekilo, besoknya naik sekilo lagi, wkwk.

6. Evaluasi Ibadah Harian

Dulu waktu masih rutin liqo’, murrobiyahku pernah memberikan buku mutabaah. Buku ini berfungsi untuk mengevaluasi ibadah secara harian. Semacam checklist gitu. Melakukan evaluasi harian ini membantu banget sih untuk melihat peningkatan ibadah tiap harinya.Nah, aku mulai merutinkan nih melakukannya lagi di tahun ini.

Dari 7 resolusi, kupantau baru 6 resolusi yang terlihat ada progressnya. 1 resolusi belum nampak hilalnya sama sekali, yaitu terbit buku solo. Sempat sih bikin quote-quote yang nantinya jadi bagian dari buku solo tersebut, tapi sejujurnya mulai menulis pun belum.

Kemarin aku baru sempat bikin rancangan cover dan sub-sub bab. Setelah itu mandheg karena bingung, wkwk.

Hal-hal yang Perlu Dilakukan Agar 2021 Wish List Tercapai Maksimal

Melihat dan memantau perjalanan resolusiku, aku merasa perlu menambahkan beberapa langkah agar 2021 wish list bisa tercapai secara maksimal. Apa saja ya?
plan lanjutan untuk resolusi 2021

1. Membuat Catatan Kemajuan Buku Solo

Sama halnya dengan catatan evaluasi ibadah harian, sepertinya agar lebih terpantau aku juga bakal bikin catatan kemajuan buku solo. Bagaimanapun jangan sampai buku solo jadi sekadar impian lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Bismillah, tahun ini bisa terwujud!

2. Mencari Pengawas

Sebenarnya aku sudah punya grup yang isinya teman-teman dengan resolusi sama. Yaitu pengen terbit buku solo di tahun ini. Sayangnya grupnya lebih sering sepi, wkwk. Keknya aku bakal ambil tawaran dari salah satu seniorku deh.

Doi sempat nawarin jadi ‘anjing galak’ yang bakal memantau progress buku soloku. Kemarin waktu dia nawarin hal tersebut, aku udah panik sendiri. Doi galak banget soalnya. Tapi sepertinya aku memang butuh digalakkin sih, wkwk.

3. Menambah Jam Olahraga

Meski sudah memulai olahraga, sayangnya jamnya masih nggak teratur. Makanya hasilnya belum optimal. Mulai bulan Mei 2021, rencananya aku mau nambahain jadwal senam yang tadinya minimal sepekan 1x, kutambah jadi 3x sepekan.

4. Memperbaiki Pola Makan

Olahraga nggak akan ada efeknya kalau pola makan belum diatur dengan baik. PR selanjutnya di PR ini adalah bagaimana caranya memperbaiki pola makan jadi lebih sehat. Huhuhu, bener-bener PR deh ini. Bingung harus mulai dari mana. Sini-sini yang jago makan sehat, aku dibantuin dong.

5. Meningkatkan Konsistensi

Di antara sedemikian catatan, konsistensi adalah hal yang masih menjadi PR utama. Content plan sudah dibikin, tapi kalau aku nggak konsisten dengan jadwal, ya tetap amburadul. Begitu juga terkait olahraga dan buku solo.

Jadi gimana dong biar konsistennya terjaga, kembali ke menumbuhkan habit ‘tidak menunda-nunda pekerjaan’ dan disiplin sama kandang waktu yang udah dibuat.

Alhamdulillah, selesai sudah mengevaluasi 2021 Wish List. 4 bulan ke depan insya Allah kita pantau lagi, pals. Semoga saja buku solonya sudah kelihatan hilalnya ya, hihi. Teman-teman kongkow, gimana nih sama resolusinya tahun ini? Aman kan?
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email