header marita’s palace

Apa Itu Copywriting, Bagian, Manfaat dan Kemampuan Dasar

Konten [Tampil]
apa itu copywriting
Mempromosikan sebuah produk atau jasa tidak bisa dilakukan asal-asalan. Ada beragam teknik untuk melakukannya. Copywriting dikenal sebagai teknik promosi yang bisa mempengaruhi aspek psikologis. Copywriters harus memiliki kemampuan untuk membuat pembaca tertarik membeli produk/ jasa yang dipromosikannya.

Pada bulan April 2020, aku mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang apa itu copywriting, jenis-jenis media yang digunakan, bagian-bagian copywriting, manfaat, serta pengetahuan dan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang copywriter.

Materi super komplit tersebut disampaikan oleh Nabila Aidid yang merupakan UX Writer dari Gojek lewat platform Skill Academy. Bersyukur saat itu aku mendapatkan voucher dari salah seorang teman, sehingga aku bisa mengikuti kelas tersebut tanpa membayar sepeser pun.

Pasti teman-teman kongkow sudah nggak sabar ya pengen tahu lebih lanjut tentang copywriting? Yuuk, cekidot!
pengertian copywriting

Apa Itu Copywriting?

Secara isilah, copywriting terdiri dari dua kata, yaitu copy yang bermakna teks promosi dan writing yang berarti kegiatan menulis. Maka sederhananya, copywriting adalah kegiatan menulis yang ditujukan sebagai agenda promosi.

Bahasa kerennya, copywriting yaitu seni menjual dengan kata-kata. Copywriter bisa dikatakan sebagai salesman atau penjual kata yang mempunyai kemampuan mempengaruhi psikologis orang untuk membeli.

Bagian-bagian Copywriting

Sebuah teks promosi memiliki 4 bagian utama, yaitu:
bagian copywriting
  • Headline, berfungsi sebagai attention grabber alias penarik perhatian. Jika berbentuk artikel, maka bentuknya berupa judul yang clickbait.
  • Sub heading, memiliki fungsi untuk menjelaskan headline. Biasanya berisi tagline dan slogan. Tagline adalah kalimat yang mewakili suatu brand, sementara slogan adalah kata-kata yang mewakili sebuah produk.
  • Body, merupakan bagian isi dari teks promosi. Tujuannya untuk menjabarkan value produk yang dipromosikan.
  • CTA (Call To Action), kata penutup yang memiliki unsur mempengaruhi pembaca agar melakukan tindak lanjut, entah itu berupa klik website atau langsung diarahkan ke pembelian produk.

Manfaat Copywriting

Sudah banyak yang merasakan kekuatan dari copywriting. Teks promosi yang baik mampu menarik pembaca untuk terlibat sejak pertama kali melihat teks tersebut. Copywriting juga memiliki kekuatan dalam membujuk konsumen melakukan tindak lanjut. Hal itu dikarenakan di dalam teks promosi dijabarkan apa saja keunggulan dari sebuah produk.

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa copywriting memiliki beberapa manfaat, seperti:
  • Meningkatkan penjualan
  • Membangun branding
  • Memberikan edukasi
  • Menaikkan engagement

Jenis Media Copywriting

Kak Nabila Aidid menjelaskan bahwa prospek kerja bagi seorang copywriter masih sangat tinggi. Hal itu dikarenakan ada banyak media membutuhkan orang-orang yang jago membuat teks promosi.

Secara garis besar, ada dua jenis media yang membutuhkan sentuhan copywriters, yaitu:
media copywriting

1. Tradisional

Media tradisional dibagi lagi menjadi tiga jenis; cetak, broadcast dan media luar ruangan. Ciri-ciri teks promosi di media cetak yaitu bersifat KISS (Keep Information Short and Simple). Jenis-jenis copywriting yang bisa ditemukan di media cetak antara lain berupa display ads, banner dan advertorial. Sering kan melihat teks-teks promosi seperti itu majalah, koran, ataupun booklet?

Sementara itu copywriting yang ditayangkan lewat media broadcast, seperti TV dan radio, memiliki karakteristik story telling yang kuat dan mampu menggugah emosi.

Untuk teks promosi di media luar ruangan, seperti billboard dan spanduk, harus memiliki sifat selintas, ringkas (biasanya hanya terdiri dari 5-6 kata), memiliki headline yang catchy dan didukung dengan visual yang menarik.

2. Digital

Media promosi digital saat ini sedang moncer. Jenisnya beragam dan memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda, antara lain:
  • Website, biasanya berupa display ads dan advertorial post. Teks promosi di website sebaiknya 50% lebih ringkas dari media cetak. Copywriter yang mengerjakan teks promosi untuk website juga perlu mempelajari teknik SEO agar tulisan yang dihasilkan nggak hanya menarik buat pembaca, tapi juga bisa nangkring di halaman pertama mesin pencari.
  • Media sosial, biasanya berupa display ads. Teks promosi di medsos bercirikan memiliki desain yang enak dipandang, headline singkat, kurang lebih terdiri 25 karakter headline, bagian body sebaiknya tak lebih dari 90 karakter, dan dilengkapi dengan caption yang menggugah.
  • Video digital, biasanya ditayangkan di youtube. Berdurasi antara 3 - 5 menit. Menggunakan pilihan kata yang unik dan mudah diingat.
  • Email marketing, bertujuan untuk memberikan edukasi dan awareness. Email marketing berbeda dengan newsletter ya, pals. Biasanya ditulis dengan subject/ judul yang jumlah hurufnya nggak lebih dari 40 karakter. Isi teks promosi di dalam body maksimal 200 kata. Di akhir email biasanya mengandung CTR (Click to Read) menuju link website/ kontak person bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut.
  • Mobile apps, berupa banner dan push notification. Teks promosi pada mobile apps bersifat singkat, padat, dan jelas. Biasanya hanya terdiri dari 10-15 kata.
Meski digital marketing sekarang semakin moncer, tetapi pemasaran dengan media tradisional masih dianggap menjadi cara paling efektif untuk berpromosi. Namun keduanya jelas saling melengkapi.

Jika kita ingin membuat teks promosi yang bisa menumbuhkan awareness, gunakanlah media iklan luar ruangan. Sementara jika tujuan dari teks promosi untuk membuat penjualan, maka media cetak, TV, dan media sosial adalah opsi terbaik.

Bagaimanapun beda media, beda pula karakter copywriting-nya. Copywriter nggak bisa milih-milih. Penulis teks promosi yang handal harus siap menulis untuk segala media.

Pengetahuan dan Kemampuan Dasar Terkait Copywriting

Sebelum kita belajar cara menulis copywriting yang oke, ada pengetahuan dan kemampuan dasar yang harus diketahui dan dikuasai oleh copywriters. Apa saja ya? Yuk, cari tahu lebih dekat!
formula copywriting

1. Jenis-jenis Formula Copywriting

Ada banyak formula copywriting yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan, antara lain:
  • AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) - sebuah formula yang memiliki headline catchy untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat pembelian dengan cara menawarkan sesuatu yang berbeda, berupa informasi, edukasi, keunggulan dan manfaat produk yang dipromosikan. Selain itu di dalam teks promosi yang memiliki formula ini harus menggerakkan konsumen tertarget untuk suka dan merasa butuh produk tersebut. Caranya yaitu dengan menginformasikan benefit yang didapat dan menyentuh sisi emosi konsumen, dengan memberikan penawaran dalam waktu terbatas. Di akhir teks promosi ada kalimat berupa ajakan untuk melakukan pembelian atau tindak lanjutan.
  • AIDCA (Attention, Interest, Desire, Conviction, Action) - formula ini merupakan pengembangan dari AIDA. Hanya saja teknik ini ditambahi bumbu-bumbu agar kekhawatiran konsumen sirna. Dilakukan dengan cara memberikan garansi atau jaminan. Biasanya formula ini berlaku untuk produk atau brand baru.
  • PAS (Problem - Agitate - Solution) - formula ini memadukan antara masalah dengan emosi konsumen. Biasanya masalah akan didramatisasi agar lebih menyentuh psikologis konsumen. Lalu di akhir teks promosi akan diberikan solusi jitu. Contoh: Capek telat ke kantor dan gaji dipotong? Naik ojek online dong!
  • FAB (Feature - Advantage - Benefit) - biasanya digunakan pada ruang terbatas, kurang lebih hanya 2-3 baris saja. Teks promosi ini menuturkan fitur produk, kelebihan atau keunggulannya dan manfaat yang bisa didapat jika membeli produk tersebut.

2. Kemampuan untuk Memicu Efek Psikologis

Selain mengetahui formula copywriting yang ternyata beraneka-ragam, copywriters juga perlu menguasai kemampuan untuk menyentil sisi psikologis konsumen.

Teks promosi mampu menyentuh emosi konsumen tertarget lewat pengalaman membeli, misal karena kemasannya unik, brand ambassadornya merupakan idola masa kini dan adanya pemberian diskon. Berikut ini cara-cara untuk menyentuh sisi psikologis konsumen:
  • Curiosity - meningkatkan keingintahuan atau menumbuhkan rasa penasaran.
  • Promises - meyakinkan konsumen lewat tagline ataupun pemberian garansi.
  • Social Proof - testimoni dari pengguna lainnya bisa menghadirkan fear missing out (takut ketinggalan tren).
  • Halo Effect - menceritakan tentang pengalaman positif yang dirasakan oleh pengguna. Bisa juga dengan menggunakan brand ambassador yang sedang tren dan banyak disukai. Contoh: Tokopedia menggaet BTS dan Shopee menggaet Blackpink.
  • Mirror Neurons - cara ini biasa digunakan oleh iklan-iklan Thailand yang seringkali promosinya diceritakan dengan implicit. Biasanya isi iklan nggak nyambung dengan brand, tapi mampu menumbuhkan empati dan membuat target mengikuti apa yang dilihatnya.
  • Reciprocity - menawarkan manfaat lebih lanjut. Yang paling umum yaitu tawaran untuk beralih dari akun gratis menjadi akun pro/ premium/ berbayar.
  • Scarcity - menggunakan kelangkaan sebagai senjata. Biasanya dengan memberikan waktu terbatas, contoh: Diskon hanya berlaku hari ini, terbatas untuk 5 pembelian pertama.
  • Emoji - biasanya digunakan pada email marketing dan push notification untuk menyentuh sisi personal konsumen tertarget.

3. Kemampuan Menulis

Perbedaan copywriter dengan penulis artikel lainnya yaitu ia nggak hanya harus bisa menulis dengan baik, tetapi juga harus mampu mengolah kata-kata dengan cara yang menarik. Terutama harus mampu mempengaruhi pembaca/ target konsumen untuk melakukan CTA.

Adapun kemampuan menulis yang harus dimiliki oleh copywriters, meliputi:
kemampuan menulis copywriter
  • Kemampuan Berbahasa - Menguasai beragam kosa kata, EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) yang baik dan tata bahasa. Bahasa yang digunakan nggak harus kaku. Gaya bahasa harus menyesuaikan target pasar.
  • Menulis Efektif - KISS, powerful dan tepat sasaran.
  • Benefit More Than Features - lebih banyak menuliskan manfaat/ nilai produk yang ditawarkan kepada masyarakat dibandingkan menyebutkan keunggulannya saja. Misal, daripada menuliskan “Laptop ASUS xxx memiliki RAM 8GB, SSD 512, dan prosesor i5 generasi 11”, lebih baik menjelaskan “Laptop ASUS xxx anti ngelag dan bisa loading lebih cepat karena ia didukung dengan RAM, SSD dan prosesor yang mumpuni.
  • Story Telling - Berfungsi untuk menaikkan engagement. Selain itu hubungan antara brand dengan costumer akan meningkat. Bisa melalui cerita yang relatable dengan keseharian target konsumen. Atau cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai yang menggugah dan memprovokasi.
  • Empati - agar powerful, kita harus memosikan diri sebagai pembaca, kurangi hard selling dan cari ikatan emosional yang berhubungan dengan produk.
  • Proofreading - Check before posting. Lakukan self editing dan pastikan tidak ada typo.

4. Creative Thinking

Seorang copywriter harus memiliki kemampuan melihat suatu hal atau masalah secara berbeda. Tujuannya untuk menemukan ide yang lebih segar. Kreativitas tidak datang dengan sendirinya, tidak juga hadir dengan serta merta, namun bisa diasah bersama dengan jam terbang yang semakin tinggi.

Untuk menghasilkan pemikiran yang kreatif, seorang copywriter harus melakukan beberapa hal berikut:
skill copywriter
  • Berpikir lateral - nggak harus selalu berupa ide baru, namun bagaimana caranya mengembangkan ide lama dengan inovasi yang berbeda.
  • Perbanyak referensi - banyak baca buku, blogwalking, ngobrol dengan rekan dan kerabat. Referensi terbaik berasal dari luar bidang kita dan di luar comfort zone kita.
  • Jangan abaikan ide-ide sederhana - ide besar bisa jadi berawal dari ide sederhana. Oleh karenanya jangan menghakimi dan meremehkan ide sederhana yang muncul di kepala. Bisa jadi justru ide itu yang akan disukai oleh brand.
  • Brainstorming - ketika ide sudah didapat, obrolkan itu dengan partner atau rekan kerja. Minta pendapat atau masukan dari mereka agar kita bisa melihat sisi-sisi lain dari ide tersebut.
Wuih, ternyata ngobrolin copywriting bisa sepanjang ini ya, pals. Next, aku akan membagikan tahapan menulis copywriting. Namun artikel kali ini aku cukupkan sampai di sini dulu ya.

Terima kasih buat teman-teman kongkow yang sudah menyimak celotehku tentang apa itu copywriting dan segala printilannya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di celoteh-celotehku berikutnya!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment