header marita’s palace

Soft Gandjelrel by Toasty Deli, Roti Jadul Bercita Rasa Kekinian

Konten [Tampil]
soft gandjelrel by toasty deli
Soft Gandjelrel by Toasty Deli membawa ingatanku melayang pada ibu dan yangti. Dari kedua sosok perempuan yang paling kucintai dan kuhormati inilah, aku mengenal apa itu kue ganjel rel. Kue berwarna cokelat gelap dengan taburan wijen di atasnya.

Teksturnya bantat dan kalau memakannya, harus selalu siap segelas air untuk memudahkan menelan. Belum lagi terkadang ada saja sisa-sisa kuenya yang masuk ke sela-sela gigi. Sebagai salah satu jajanan khas Semarang, Ganjel Rel memang punya keunikan sendiri. Meski begitu, jujur saja kue tersebut bukanlah salah satu favoritku.

Hingga kemudian aku ketemu dengan Soft Gandjelrel by Toasty Deli. Semua kenanganku tentang ganjel rel di masa lalu perlahan menguap dan berganti dengan kenangan yang baru. Namun sebelum aku ceritakan lebih lanjut tentang si lembut yang satu ini, aku akan ajak teman-teman kongkow untuk kenalan terlebih dahulu dengan sejarah kue jadul yang satu ini.

Sejarah Ganjel Rel

Selama ini yang kuingat tentang ganjel rel, ya cerita dari ibu dan eyangku. Kata mereka, nama kue jadul itu diambil dari kata ganjel dan rel. Ganjel kalau dalam bahasa Indonesia berarti ganjalan, sementara rel mengacu pada jalan kereta api. Kalau dua kata itu digabungkan, memiliki makna ganjalan untuk jalan kereta.

Konon zaman dulu untuk mencegah agar kereta berjalan sendiri saat diparkir, di rodanya diberikan ganjalan biar tetap tinggal di rel dengan aman. Warna kayu ini coklat gitu kan. Nah, karena kue ini warnanya coklat tua gitu, orang-orang melihatnya seperti ganjalan rel itu tadi.
sejarah ganjel rel
Begitulah asal-muasal nama ganjel rel di Semarang. Nah, yang aku baru tahu, ternyata kue ini sebenarnya hasil akulturasi budaya Belanda dengan Indonesia. Dulu saat Belanda masih bercokol di negeri ini, mereka memiliki kebiasaan makan roti sarapan pagi yang dinamai Ontbijtkoek.

Selain disebut dengan roti sarapan pagi, roti tersebut juga dikenal sebagai roti rempah Belanda. Hal tersebut dikarenakan dalam pembuatannya, tidak hanya menggunakan tepung terigu, tetapi juga beragam rempah, seperti kapulaga, kayu manis dan lainnya.

Nah, pada saat itu tepung terigu dan gula pasir menjadi barang mewah untuk rakyat Indonesia. Akhirnya Ontbijtkoek dibuat versi ekonomisnya. Dengan cara mengganti tepung terigu dengan tepung gaplek (singkong yang dikeringkan) dan gula pasir diganti gula jawa.

Hal itulah yang menyebabkan tekstur ganjel rel keras dan bantat. Tapi ampuh bikin perut kita kenyang hingga berjam-jam. Bahkan konon orang zaman dulu senang mengonsumsi kue ini di waktu sahur, karena bisa bikin lebih kuat puasanya. Hmm, mau coba buktikan, pals?
ganjel rel vs soft gandjelrel
Keyakinan inilah yang membuat ganjel rel selalu bisa ditemui saat dugderan. Tradisi perayaan khas Semarang untuk menyambut ramadhan. Ternyata banyak orang yang berebut kue ini demi bisa kuat puasa. Lucu juga, hehe.

Hal menarik lainnya yang kutemukan dari sejarah kue ganjel rel yaitu ada kue sejenis yang bisa kita dapatkan Jakarta. Bedanya di ibu kota, kue itu dinamai dengan Roti Gambang. Aku baru tahu lo fakta ini. Kupikir ganjel rel itu ya cuma ada di Semarang.

Roti gambang sendiri merupakan nama yang dipakai sejak roti itu diproduksi oleh perusahaan Belanda. Nama gambang diambil dari alat musik Gambang Kromong. Bilah-bilang yang ada di Gambang Kromong menginspirasi orang Belanda membuat roti jadul tersebut.

Keistimewaan Soft Gandjelrel by Toasty Deli

Nah, seperti itu sekilas sejarah tentang ganjel rel. Seperti yang aku ceritakan di awal, aku tak begitu suka kue jadul ini karena teksturnya yang bantat. Namun sejak bertemu dengan Soft Gandjelrel by Toasty Deli, aku jadi ketagihan makan kue jadul tersebut.

Ketika aku melihat kemasannya pertama kali, awalnya aku pikir harganya pasti mahal nih. Soalnya dikemas dengan eksklusif dan manis banget. Kemasan kotaknya berwarna cream dengan model glossy, cakep beud.

Di bagian kanan kiri penutupnya terdapat plastik sehingga kita bisa melihat isi di dalam kotak. Sementara di bagian tengah penutup tercetak tulisan yang berbunyi seperti ini;
Toasted! Soft Gandjelrel Khas Semarang
Cita Rasa Klasik Tempo Doeloe
Sepertinya sengaja ditulis dengan gaya bahasa lama agar sentuhan klasiknya lebih dapat. Selain info tentang produk yang ada di bagian atas penutup kemasan, kita juga bisa menemukan kalimat ini di bagian sisi muka:
Gandjelrel adalah kudapan manis rasa rempah kayu manis, yang dinamakan oleh karena bentuknya yang menyerupakai rel kereta api. Toasted! Gandjelrel dibuat lebih empuk untuk menambah kenikmatan santapan kue klasik tempo dulu ini.
Baiklah, saatnya mencoba!
soft gandjelrel by toasty deli enak
Dan ternyata beneran soft, pals. Nggak ada tuh yang namanya seret saat makan. Teksturnya lembut, nggak bantat, tapi tetap mengenyangkan. Hal yang kusuka lainnya karena Soft Gandjelrel dari Toasty Deli ini manisnya pas. Aroma kayu manisnya juga terasa banget. Semakin menambah cita rasa yang unik dan khas. Disajikan dengan kopi atau teh hangat, cocok banget sih.

Aku jadi penasaran kenapa ganjel rel ala Toasty Deli ini bisa seempuk dan seenak ini. Ternyata bahan yang digunakan memang nggak main-main, semuanya berkualitas oke. Untuk menghasilkan Soft Gandjelrel, Toasty Deli mencampur telur, gula palem, tepung terigu, margarin, gula, tepung pati jagung, kayu manis, rempah, susu dan pengembang. Aah, pantas saja kalau hasilnya se-yummy ini!

Yang lebih mengejutkan adalah harganya yang sangat terjangkau. Kita bisa mendapatkannya hanya dengan merogoh kocek Rp35.000,-/ box. Wah, ini sih bakal bikin aku beli lagi dan lagi.

Hmm, selain ganjel rel, di Toasty Deli ada produk apa lagi ya? Mau tahu nggak, pals?

Kenalan dengan Produk Toasty Deli Lainnya Yuk!

Sebelum aku bisikin produk-produk uenak lainnya, kenalan dulu yuk sama Toasty Deli. Ternyata lokasinya nggak jauh dari rumah omku di daerah Krapyak. Cuzz tinggal masuk aja ke wilayah Graha Padma.

Toasty Deli merupakan sebuah toko bakery yang memiiki tim kecil. Kebersamaan adalah nilai yang dijunjung oleh tim mereka. Bagi Toasty Deli, setiap makanan yang mereka produksi harus mendapat perhatian khusus. Hal ini agar ketulusan dalam proses pembuatan bisa sampai ke hati customer. Duh, so sweet banget nggak sih?
produk toasty deli
Tim Toasty Deli hanya menjual produk kue dan roti yang sehat, aman dan enak. Pokoknya apa yang bisa dikonsumsi oleh keluarga mereka, maka itulah yang akan dipersembahkan bagi customer. Untuk membuktikan keseriusannya, Toasty Deli selalu memperhatikan segala aspek dalam setiap pembuatan produknya, meliputi nutrisi, kualitas, pengemasan, hiegienitas, hingga harganya yang terjangkau.

Nah, seperti janjiku, aku akan mengenalkan produk-produk lainnya dari Toasty Deli, udah siap belum?

1. Bagelen

Ini adalah roti kering favoritku. Roti yang dibuat dari adonan tepung, gula, susu, mentega dan ragi ini selalu mampu membuatku tak berhenti mengunyah. Kalau belum habis, ya nggak bakal berhenti. Rasa kriuk-kriuk dan kressnya itu lo, selalu ngangenin.

Berbeda dengan Bagelen pada umumnya, Toasty Deli menghadirkan sentuhan istimewa pada kue kering renyah yang satu ini. Jika biasanya permukaan Bagelen hanya diberikan mentega dan taburan gula pasir, di Toasty Deli ada beragam varian lo.

Selain rasa original yang sudah banyak kita temui, kita juga bisa menemukan remahan keju kering di atas permukaan Bagelen Toasty Deli. Ada juga yang varian kayu manis alias cinnamon. Kalau aku sih suka yang varian cheese, perpaduan manis dan gurihnya semakin menambah cita rasa!

Menariknya lagi nih, resep Bagelen Toasty Deli merupakan resep keluarga sejak tahun 1967! Untuk membuat Bagelen yang super renyah ini, tim Toasty Deli harus membuat roti tawarnya terlebih dahulu. Resep roti tawarnya diperoleh langsung dari Ibu Nelly, yang merupakan master baker di keluarga mereka.
bagelen toasty deli
Bahkan jauh sebelum ada Toasty Deli, keluarga mereka sudah pernah mengelola kopitiam alias kedai kopi. Wah, berarti benar-benar sudah terbukti ya kelezatannnya.

Btw, kemasan Bagelen juga nggak kalah cantik dari kemasannya Soft Gandjelrel lo. Warna utamanya biru muda dengan sentuhan cokelat pada tulisan dan bagian-bagian yang ingin disorot lebih. Untuk membedakan varian lebih mudah, cukup lihat saja segel di bagian atas kemasan.
  • Segel warna biru untuk Bagelen rasa original (mentaga dan gula)
  • Segel warna kuning untuk Bagelen rasa keju
  • Segel warna merah untuk Bagelen rasa kayu manis alias cinnamon
1 kemasan Bagelen berukuran 122gram. Isinya kalau nggak salah sih 10 keping roti tawar kering gitu deh. Harganya Rp25.000 saja. Untuk kualitas rasanya yang top sih, harga tersebut cukup murah menurutku.

2. Roti Manis

Nah, kalau produk yang ini sering cepat habis kalau ketemu anak-anak. Variannya pun beraneka ragam, ada roti sisir gula, roti sisir pandan kaya, roti sisir pandan meses, roti sisir meses, roti coklat, roti pisang, roti dengan isian smoke beef, roti keju dan masih banyak lagi.

Untuk roti manis, favoritku sih yang pisang dan smoke beef. Untuk harganya juga sangat terjangkau, cuma Rp5.000,- saja!
roti manis by toasty deli
Sebenarnya masih banyak lo varian produk lain dari Toasty Deli, ada Mooncake Jelly, Brownies Kering, Pop Soes, dll. Mereka juga menerima pesanan kue ulang tahun lo.

Buat teman-teman kongkow yang rumahnya di sekitar Semarang Barat, bisa cuzz aja langsung ke lokasi. Atau kalau rumah kalian berjarak hanya 8km, Toasty Deli punya layanan free delivery lo. Syaratnya, beli produk minimal Rp50.000,-.

Cuzz, buat yang mau merapat atau tanya-tanya info lebih lanjut bisa ke sini ya:

Toasty Deli Cake & Bakery
Jl. Padma Boulevard, Ruko B1 No 8 Graha Padma, 
Tambakharjo, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang
No Telepon: (024) 764 32487
WA Toko 0818 0972 1539
WA Custom 087 886 333 006
Buka Senin-Jumat Pukul 07.00-19.00 WIB, 
Sabtu - Minggu hanya melayani pesanan
Instagram: @toastydeli

So, kalian mau borong Soft Gandjelrel by Toasty Deli, Bagelen atau roti manisnya nih, pals? Apapun pilihannya, jangan lupa ya roti enak dengan harga pas ya cuma di Toasty Deli!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

28 comments

  1. Ah aku suka sama roti coklatnya, kelihatan soft banget, apalagi ada wijennya pasti gurih hemm

    ReplyDelete
  2. Hemm lihat tentang gandjel rel ini lewat di beranda apalagi udah banyak temen yang nyobain roti klasik ini jadi pengen juga

    ReplyDelete
  3. Cakep banget mba itu butiran wijennya menutupi hampir seluruh permukaan. Wanginya sampe sini deh :P ngilerrr

    ReplyDelete
  4. Baru tau nih unik juga namanya yah ada sejarah nya. Jadi gak sembarang kasih nama haha.. btw modif ganjel rel kekinian keliatan lebih menggoda ya kak, jadi pengen icip

    ReplyDelete
  5. Kayanya seinget aku nih. Kuenya di jual di warung-warung kecil deh. 500 rupiah harganya 1 potong. Aku suka makan juga. Tapi sekarang udah lama gak makan lagi. Jadi kangen deh.

    ReplyDelete
  6. Banyak bonusnya ya mbak makan Gandjel rel nya Toasty Deli ini… tekstur soft,No kolestrol,terjangkau lagi harganya…kurang apa lagi coba hayo…hehehe

    ReplyDelete
  7. pernah denger sih Gandjelrel, tapi ya baru tau ernyata sejarahnya kek gitu, keren sih yaa.. jadi pengen icip-icip nih mbak :D

    ReplyDelete
  8. Kok harganya murah-murah sih Mbak? Ini ngilerin banget. Btw cabangnya udah ada di mana aja?

    ReplyDelete
  9. Awalnya penasaran apa sih Gandjel rel? ternyata nama roti di Semarang yah. Taunya khas Semarang lunpia yang ngehits. Pantes aja kalo rakyat Indonesia kreatifnya ngga kaleng2, bikin tepung terigu ganti dengan tepung gaplek. Yaiya bikin kenyang sehrian. Jadi penasaran nih varian Gandjel Relnya yang soft.

    ReplyDelete
  10. Mungkin yg duluu bantatt itu karena emang buat ganjel rel ya mba wkkwkw. Becanda.
    Aku baru paham nih asal usul dann kenapa dikasi nama ganjel rel hihi.
    Thankyou mba. Jadi penasaran gimana rasanya ganjel rel akuu.

    ReplyDelete
  11. ya ampun aku baru tau ada roti ini mbaaa :) ini cuma ada di semarang kah? udlu hampir 5 tahun tinggal di semarang kok gak pernah denger yaa.. lucu juga namanyaa, jadi penasaran nih hehe

    ReplyDelete
  12. aku auto mikir dg komunitasnya mbak marita, pertama kali denger kata gandjel rel , eh ternyata ada rotinya heheh sejarahnay unik pula hwakak era penjajahan ya mbak roti ini udah ada

    masya allah aku membayangkan kalo roti ini semacam brownies saat lihat bahannya ada rempahnya aku auto mikir gimna yaa hahaha

    apa saat ke semarang wajibnih ya bawa oleh2 gandjel rel

    ReplyDelete
  13. Oo ternyata yang namanya Gandjel Rel yang beneran itu buat bantalan biar kereta nggak mundur ya Mba. Kukira malah yang kayu di antara rel itu lho, yang buat menjaga jarak antar rel.

    Wah jadi tahu nih kalau ke Semarang, nyari oleh oleh Gandjel Rel yang nggak terlalu bikin seret dan empuk dimana. Makasih ya Mba.

    ReplyDelete
  14. Wah keknya enak banget nih. Coba kalau deket rumah sih ...

    ReplyDelete
  15. Aku kira gandjel rel ini merk mba. Ternyata nama kuenya ya. Amazed dinamakan gandjel rel, karena paham arti "ganjel" (ganjel pintu hihi). Kalau kue gambang pernah tau aku, agak seret pas dimakan sih.

    Tapi kalau ada yg soft kaya gini sih pingin baget. Karena rasa kuenya sebetulnya unik. Dan khas banget gt, jd bikin inget trs. Kalau ke sana mau dong mba hehe.

    ReplyDelete
  16. Banyak juga ya varian kue dari Toasty Deli Cake & Bakery!
    Aku penasaran sama gandjel rel nih...
    semoga bisa nyobain kalau semarang nanti

    ReplyDelete
  17. Wah..ada kue Gandjelrel yang empuk dan gak bikin seret ya mba? wih..mantaab.. patut dicoba nih..

    ReplyDelete
  18. Dulu aku ga doyan banget gandjel rel karena keras tapi pas nyobain soft gandjel rwl nya toasty deli kaget dong, ga nyangka gandjel rel bisa jd lembut gini, apalagi aroma cinamon nya wangii banget. Fixed ni gandjel rel terenak di semarang

    ReplyDelete
  19. Terimakasih kak untuk referensi toko kue oleh2nya. Semoga bisa segera kesemarang, bisa nyobain roti ganjel rel yang paling terkenal di sana

    ReplyDelete
  20. beda banget ya mbak tampilan rotinya, aku nggak dikenalin suami sama roti ini nih hahahaha besok minta jajanin ini aja, roti manis kayaknya juga enak sambil ngeteh, bagelen juga cocok buat nonton netflix nih hahahahaha

    ReplyDelete
  21. Aku pun suka dengan beragam produk dari toasty deli ini terutama roti sisir dan bagelennya. Bagelennya sampe jadi rebutan di kantor

    ReplyDelete
  22. soft gandjelrelnya cocok banget nih buat teman ngopi kalo nglembur. Kadang kan suka laper tp mls makan nasi. Kalo anakku paling doyan sama bagelennya yg gurih renyah. Sebungkus hampir habis sama dia semua.

    ReplyDelete
  23. Udah nyobain nih gandjel rel dan kue-kue manisnya, semuanya enaaakk... jadi pengin pesan lagi deh. Kue sisirnya klasik banget yang isian butter dan gula, jadi serasa terbawa ke masa lalu. :)

    ReplyDelete
  24. Bagi dong bun banyak macemnya jadi bingung diriku mau beli yang mana. Rekomended semua og ya. Moga kapan 2 bisa dolan semarang lagi setelah semuanya aman.

    ReplyDelete
  25. Wah ternyata keras dan padatnya kue original gandjel rel karena tepungnya singkong ya bukan terigu.. Kalau gandjelrel zaman now lebih mudah dicerna hihihi dan enak..

    ReplyDelete
  26. Produk dari Toasty Deli memang juara semuanya. Kreatif banget ya bisa bikin roti gandjelrel berubah jadi soft gandjel rel tapi rasa dan aromanya tetap khas tempo dulu. Recomanded banget ini

    ReplyDelete
  27. Tadi ke mbak Dani juga bahas roti jadul ini.. Eh ke mbak marita juga.. Bisa order online kan mbak?? Pengeeenn... Huhuhuuu

    ReplyDelete

Post a Comment