header marita’s palace

17 Jajanan Khas Semarang Wajib Dicoba, Bakal Ketagihan!

Konten [Tampil]
jajanan khas semarang wajib dicoba
Ada rencana untuk mampir ke Venetie van Java alias kota Venesia di Pulau Jawa? Jangan ketinggalan untuk cicipi 17 jajanan khas Semarang berikut ini. Sebagai kota yang memiliki perpaduan kultur beraneka ragam, tak heran jika kota ini punya banyak makanan khas istimewa.

Pastinya ketika bertandang ke kota ini tanpa mencoba setidaknya salah satu makanan yang ada di daftar ini, kalian bakal menyesal. Fyi, pada 2015, Semarang dinobatkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu kota dengan destinasi wisata kuliner unggulan. Mau makanan ringan, berat, manis atau asin, semuanya deh ada di sini!
lumpia khas semarang enak dan halal

1. Lumpia Khas Semarang

Kalau ditanya makanan khas Semarang yang wajib banget dibeli dan dicicipi, maka Lumpia jawabannya. Ada yang menyebutnya sebagai Lumpia, ada pula yang menyebutnya dengan Lunpia. Jajanan ini perpaduan dari dua budaya berbeda, antara Tionghoa dan Jawa.

Isian utama dari Lumpia adalah rebung alias bambu muda. Namun ada isian lain bermacam-macam tergantung pembuatnya. Lumpia dulunya banyak dibuat dengan bahan yang tak halal, tetapi dalam perkembangannya sudah mulai dikembangkan lumpia halal bahkan sudah mendapat sertifikasi dari MUI. Salah satunya Lunpia Cik Meme.

Jangan lupa nikmati dengan dicocol dengan saos coklat yang khas dan daun bawang. Bakalan ada yang kurang kalau nggak pakai dua hal ini. Lumpia ini juga biasanya tersedia dengan dua pilihan; sudah digoreng atau lumpia basah. Kalau aku sih suka yang digoreng, how about you, pals?

2. Roti Ganjel Rel

Disebut sebagai roti pengganjal rel/ jalur kereta api, dikarenakan tekstur rotinya yang bantat dan alot. Ditambah warnanya kecoklatan. Bentuk roti ini mengingatkan masyarakat dengan kayu pengganjal rel kereta api. Siapa sangka nama itu tetap melegenda sampai sekarang. Bahkan kini juga diabadikan sebagai nama komunitas blogger perempuan di Semarang. And I’m proud to be one of its members.

Oh ya dalam perkembangannya, roti ganjel rel kini sudah banyak yang dibuat versi nggak bantat. Kalau istilah musik, udah diremake mengikuti perkembangan zaman biar tetap sesuai dengan lidah orang-orang zaman now. Salah satunya ganjel rel bikinan Toasty Deli yang soft banget. Kapan-kapan kuceritain lebih lanjut deh soal ganjel rel spesial ini ya.

3. Wingko Babat

Kue ini konon aslinya nggak benar-benar dari Semarang, melainkan dari Babat. Sebuah wilayah dari Lamongan, Jawa Timur. Namun oleh salah seorang penduduk Babat, makanan ini dibawa ke Semarang dan malah lebih populer di kota ini. Makanya nggak heran kalau banyak yang salah kira jajanan ini sebagai salah satu makanan khas Semarang.

Terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan gula dan parutan kelapa. Menghasilkan perpaduan rasa yang unik, empuk, manis sekaligus gurih. Kini sudah tersedia banyak varian rasa. Namun aku tetap lebih suka rasa original sih.

4. Moci

Kue ini juga nggak benar-benar asli dari Semarang. Di beberapa kota lain, terutama yang memiliki pengaruh budaya Tionghoa biasanya juga memiliki kue yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang yang telah dilembutkan. Rasanya manis dan kenyal.

Ada yang berbeda antara moci atau moaci asal Semarang dengan kota lain, yaitu kehadiran wijen sebagai topping di kulit moci. Sudah pernah menjajal jajanan khas Semarang yang satu ini, pals?

5. Wedang Tahu

Awalnya aku ragu-ragu lo mau mencoba minuman ini. Aku bayangkan bagaimana ya rasanya tahu dicampur air jahe. Ternyata setelah mencicipinya sekali, aku ketagihan. Apalagi kalau habis hujan deras, duh rasanya hangat banget di badan.

Tahunya tuh tak seperti yang kubayangkan. Bukan seperti tahu yang digoreng biasanya, pals. Melainkan kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai. Lalu dicampur dalam air yang diolah dari gula jawa dan jahe.

Menghasilkan rasa manis dan sedikit pedas-pedas hangat dari jahenya. Selain memiliki fungsi menghangatkan, wedang tahu juga punya banyak manfaat lo, antara lain menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi, melancarkan ASI dan memperbaiki metabolisme. Pastinya nih, harganya murah banget, pals!

6. Jamu Jun

Nggak cuma wedang tahu yang bisa menghangatkan hatimu, eh badanmu. Wedang Jun yang sudah mulai susah ditemukan ini juga bakal bisa bikin hangat di saat gerimis atau hujan deras. Gimana nggak bikin hangat, minuman ini dibuat dari campuran tepung beras dan 12 jenis rempah! Ada cengkeh, kapulaga, jahe, merica, kayu manis, merica hitam dan masih banyak lainnya.

Oh ya, sebenarnya minuman ini tuh aslinya dari Demak. Kenapa dinamakan Jun? Nama itu mengacu pada wadah air yang terbuat dari tanah liat. Nah, zaman dulu jamu ini dijual menggunakan wadah tersebut. Jun sendiri digunakan karena punya fungsi untuk membuat suhu minuman tetap hangat. Wah, istimewa ya?
makanan khas semarang lezat

7. Bandeng Presto

Nasi hangat, bandeng presto goreng, sambal dan lalapan adalah sebuah kenikmatan tiada tara. Bahkan tanpa digoreng pun bandeng presto yang sudah dikemas dalam plastik kedap udara ini sudah enak lo. Sambalnya pun khas dan istimewa!

Nggak perlu takut dengan duri ikan bandeng yang cukup banyak. Karena diolah dengan cara presto, duri dan tulang-tulangnya tak lagi mengganggu. Ada banyak tempat produksi bandeng presto, namun yang pamornya paling dikenal adalah Bandeng Juwana. Menurutku memang rasanya paling top sih.

8. Mie Kopyok

Makanan sederhana yang dulunya dijajakan lewat gerobak dari kampung ke kampung. Sayangnya kini sudah nggak ada lagi. Masih ada yang menjual tapi biasanya di warung-warung, itu pun entah kenapa rasanya beda waktu zaman masih kecil.

Sebenarnya bikin mie kopyok ini gampang kok. Cuma tinggal siapin mie kuning yang sudah direbus. Siapkan tambahannya seperti tahu dan taoge. Lalu siram dengan air bawang, remahan krupuk dan kecap. Ada beberapa pula yang mengguyurnya dengan sambal kacang. Hmm, jadi lapar nih.

9. Tahu Gimbal

Makanan khas Semarang berikutnya yaitu kolaborasi antara tahu goreng, gimbal (udang yang digoreng dengan tepung), irisan kol, taoge dan disiram dengan sambal kacang. Sedaaap!

10. Tahu Petis

Makanan berbahan tahu lainnya yang juga dikenal sebagai jajanan khas Semarang adalah tahu petis. Tahu putih yang digoreng lalu dibelah tengahnya. Kemudian diberi isian petis yang terbuat dari rebusan udang atau ikan yang dicampur dengan tepung kanji dan gula. Dimakan hangat-hangat dengan cabe rawit, uenak pol!

11. Gandos

Biasa dijajankan di pinggir jalan. Aku ngidam jajanan ini waktu hamil anak pertama, dan nggak keturutan dong. Untung anaknya nggak ngecesan, wkwk. Kenapa nggak keturutan? Karena udah musim hujan, jadi kadang yang jual susah ditemukan gitu, padahal biasanya di dekat rumah tu ada yang jual lo.

Oya, gandos dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan santang dan garam. Cetakannya khas seperti kue pukis gitu. Biasanya disajikan dengan topping parutan kelapa dan gula. Hmm, enak banget dimakan saat hangat.

12. Nasi Ayam

Jangan pernah ketinggalan buat nyobain nasi ayam khas Semarang, terutama yang dijual oleh Mbak Tum. Beneran bikin nagih! Nasi ayam adalah perpaduan nasi putih dengan kuah opor, sayur labu manis, dan diberi topping suwiran ayam kampung, tahu, telur dan krecek pedas. Jika yang nggak mau makan nasi, biasanya ada pilihan lontong juga.
kuliner khas semarang enak

13. Lontong Spekkoek

Sejenis kue lapis, tetapi uniknya tidak berbentuk kotak. Kue lapis peninggalan Belanda ini dikemas seperti lontong, makanya disebut sebagai Lontong Spekkoek. Nggak cuma bisa menikmati rasanya, kalian juga bisa melihat proses pembuatannya langsung di pabrik. Seru kan?

14. Tahu Pong

Ada lagi nih makanan khas Semarang yang terbuat dari tahu. Dinamakan tahu pong karena tengahnya kek kosong gitu lo. Rasanya renyah dan asin-asin gurih. Dicocol dengan sambal petis udang atau pakai cabai rawit, hmm satu aja pastinya kurang sih, pals.

15. Tumpi

Pernah dengar makanan ini? Semacam keripik, tapi bedanya tidak menggunakan kacang atau teri. Tumpi adalah keripik kacang hijau. Bisa dicemil atau dimakan dengan nasi hangat.

16. Kue Sarang Madu


Bentuknya seperti sarang burung yang tak beraturan, dibuat dari perpaduan tepung beras, santan dan bumbu khas. Kue tradisional ini sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Rasanya gurih dan renyah di mulut.

17. Roti Brilian

Toko roti yang usianya sudah puluhan tahun ini masih awet sampai sekarang. Yang istimewa roti ini dibuat tanpa bahan pengawet. Rasanya manis tapi nggak eneg. Jangan lupa bawa jajanan ini sebagai oleh-oleh.

Di Mana Bisa Mendapatkan Jajanan Khas Semarang?

Pertanyaan selanjutnya pasti, di manakah bisa mendapatkan 17 jenis makanan istimewa asal Semarang tadi? Nih, kukasih bocorannya:
  • Sepanjang Jalan Pandanaran - Jika dari arah bandara Ahmad Yani, jalan ini akan dilalui sebelum menuju Simpang Lima, pusat kotanya Semarang. Terkenal sebagai pusat oleh-oleh. Wingko Babat, Bandeng Presto, Moci dan masih banyak lagi bisa didapat di sini.
  • Pujasera Simpang Lima - Setelah puas memborong oleh-oleh di Jalan Pandanaran, cuzz langsung aja ke Simpang Lima. Di sisi Simpang Lima tergelar pujasera yang menjajakan aneka makanan khas. Cuzz lah dipilih mau makan di mana.
  • Pujasera Taman Indonesia Kaya - Nggak jauh dari Simpang Lima, kita juga bisa mlipir ke Taman Indonesia Kaya yang dulunya terkenal sebagai Taman KB. Di sekitar taman ini, kita juga akan menemukan pujasera yang biasanya menjual Tahu Gimbal dan Jagung Bakar.
  • Pasar Johar, Kawasan Kota Lama dan Pecinan - Cari Lumpia atau oleh-oleh non makanan? Cuzz aja ke tempat-tempat ini.
  • Dekranasda - telah difungsikan sebagai pusat oleh-oleh. Lokasinya dekat dengan Taman Indonesia Kaya, tepatnya di Jalan Pahlawan No 8. Segala macam jajanan khas Venetia van Java bisa ditemukan di sini. Dengan membeli di lokasi ini, kita sekaligus mendukung UMKM lo.
  • Kampoeng Semarang- Nikmati kuliner khas Semarang dan borong aneka oleh-oleh yang dijual dengan harga terjangkau. Bertempat di Jalan Raya Kaligawe No 96. 
Semoga informasi mengenai jajanan khas Semarang ini membantu teman-teman kongkow saat berkunjung ke kota kelahiranku ini ya. Jangan lupa calling-calling aku, siapa tahu bisa meet up tipis-tipis. See ya, kutunggu kedatangan kalian di kotaku, pals.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment