header marita’s palace

Mengapa Perlu Mengubah Artikel Ilmiah Menjadi Buku?

Konten [Tampil]
mengubah artikel ilmiah menjadi buku
Bagi seorang peneliti, saat ini tentu perlu mempertimbangkan untuk mengubah artikel ilmiah menjadi buku. Jadi, hasil penelitian yang biasanya dilaporkan dalam bentuk artikel ilmiah dan dipublikasikan di jurnal. Baik jurnal nasional maupun internasional. Kemudian perlu dipertimbangkan untuk diubah menjadi buku.

Beberapa orang menganggap bahwa mengubah artikel ilmiah ke dalam bentuk buku adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Ada kekhawatiran akan mengubah isi dari artikel ilmiah sehingga ikut mengubah isi yang merupakan hasil penelitian. Namun, ada beberapa artikel ilmiah yang kemudian bisa diubah ke dalam bentuk buku.

Misalnya saja ada hasil penelitian di bab inti artikel ilmiah yang bisa dikembangkan. Maka bisa diubah menjadi buku, dan tindakan ini tentu sangat tepat. Kira-kira kenapa seorang peneliti perlu mengubah artikel ilmiah berisi hasil penelitian menjadi buku?

Pentingnya Mengubah Artikel Ilmiah Menjadi Buku

Artikel ilmiah dan buku adalah dua jenis karya tulis yang berbeda. Artikel ilmiah fokus pada data yang didapatkan dan dipaparkan apa adanya. Sementara buku, isi pembahasan perlu diperluas karena dari segi jumlah halaman memang mencapai ratusan lembar. Sehingga ada bab-bab tambahan yang berisi informasi detail yang melengkapi data hasil penelitian.

Proses mengubah artikel ilmiah menjadi buku ini bisa memakan waktu lama, biasanya karena penulis butuh data tambahan untuk menyempurnakan pembahasan. Namun, proses ini penting karena beberapa alasan berikut ini:
menerbitkan artikel ilmiah ke bentuk buku

1. Data Mudah Dipahami oleh Semua Orang

Data hasil penelitian jika ditulis dalam bentuk artikel ilmiah tentu pembacanya dari kalangan terbatas, yang memang paham bahasa ilmiah yang digunakan. Lain halnya jika ditulis menjadi buku dan kemudian diterbitkan. Maka bahasa yang digunakan cenderung lebih umum, sehingga mudah dipahami oleh semua orang.

2. Meningkatkan Jumlah Pembaca

Artikel ilmiah maupun buku sama-sama bisa dipublikasikan, artikel ilmiah diterbitkan ke jurnal. Sedangkan buku diterbitkan oleh penerbit ke berbagai toko buku maupun jaringan marketing dari penerbit tersebut. Sehingga akan mudah diakses oleh pembaca.

Hanya saja, jika diterbitkan dalam bentuk buku maka jumlah pembaca jauh lebih banyak. Mengingat artikel ilmiah hanya untuk pembaca dari kalangan masyarakat ilmiah saja.

Mungkin jumlah pembaca bisa seribu atau dua ribu. Namun jika diterbitkan menjadi buku maka jumlah pembacanya bisa ratusan ribu orang bahkan jutaan orang. Inilah salah satu arti penting mengubah artikel ilmiah menjadi buku, yakni untuk memastikan data di dalamnya dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang.

3. Meningkatkan Pemanfaatan Data Hasil Penelitian

Jumlah pembaca buku yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan artikel ilmiah, sudah tentu membuat pemanfaatan hasil penelitian lebih luas. Maksudnya adalah, setiap pembaca buku berpotensi untuk memanfaatkan data hasil penelitian yang dipaparkan. Sehingga hasil penelitian tersebut bisa dimanfaatkan secara luas.

4. Menambah Angka Kredit

Menulis dan melakukan publikasi menjadi salah satu tugas dosen. Nantinya akan terhitung menjadi angka kredit dosen dan mengantarkan para dosen ini untuk naik jabatan akademik. Jadi, mengubah artikel ilmiah menjadi buku menjadi hal penting agar dosen bisa memenuhi target angka kredit.

Melalui penjelasan di atas maka bisa dipahami bahwa mengubah artikel ilmiah menjadi buku adalah hal penting. Manfaatnya semakin luas, tidak hanya bagi penulis melainkan juga bagi orang banyak yang bisa membaca buku tersebut dengan leluasa. Sebab tidak semua orang bisa mengakses jurnal maupun membaca isi jurnal yang bahasanya sangat ilmiah.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment