Perjalanan Si Ulat Gemas #7: Sebuah Refleksi Belajar



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tak terasa sudah minggu ke tujuh aku menjadi ‘ulat gemas’ yang berpetualang dalam hutan ilmu pengetahuan. Segala aneka rupa hal ada di hutan ini. Namun aku belajar untuk tetap on the track dengan hal-hal yang ada di mindmap-ku. Karena jika hanya soal tertarik, rasanya semua hal yang ada di hutan ini sungguh menarik, namun aku harus kembali memikirkan dengan masak-masak mana yang benar-benar kubutuhkan.

Di minggu ini, sang pemandu kami di hutan ilmu pengetahuan, Kak Peni, meminta kami untuk melakukan perenungan yang sangat dalam. Apakah sejauh ini perjalanan kami sebagai ulat gemas sudah sesuai dengan peta belajar yang kami buat, atau justru banyak melenceng dari peta tersebut. Aku pun kembali menengok ke peta yang kupunya. Dan inilah refleksi belajarku…

Makanan yang Kudapatkan


Awalnya dari 6 sub bab mindmap-ku, aku ingin fokus dulu pada manajemen emosi, terutama terkait self healing yang entah kenapa kagak kelar-kelar urusan satu ini. Namun seperti yang sudah kuceritakan di jurnal-jurnalku sebelumnya, begitu mencoba masuk ke keluarga manajemen emosi, aku justru merasa tenggelam karena tsunami informasi. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk merubah sedikit arah petaku menuju sub bab yang sejatinya ingin kucapai di sesi-sesi akhir; menjadi enlightening blogger dan brightening life coach.



Namun rupanya justru dari titik inilah aku kemudian mendapatkan banyak insight. Aku jadi ingat bahwasanya sebelum membahagiakan orang lain, aku harus bahagia terlebih dahulu. Belajar soal blogging terbukti mampu meningkatkan level kebahagiaanku hingga beberapa bar. Yang tentu saja akhirnya berbanding lurus dengan kebahagiaanku dalam membersamai anak-anak dan suami.

Di keluarga WeBS (Web, Blog dan SEO), aku mendapatkan banyak ilmu terkait ngeblog dan segala printilannya yang memang sangat dibutuhkan dalam prosesku menjadi seorang profesional blogger. Terkait menuju sebagai a life coach, aku sering dimintai bantuan teman-teman yang ingin belajar ngeblog, maka dengan bergabung di keluarga WeBS ini, wawasanku terkait ngeblog juga semakin banyak sehingga bisa semakin banyak pula berbagi dengan teman-teman yang membutuhkan.

Makanan vs Cemilan


Jika kukulik kembali peta belajarku, sebenarnya tak banyak cemilan yang kudapatkan. Tema yang kuangkat dalam peta belajarku yaitu The Sparkling Marita, yang artinya aku ingin menjadi Marita yang lebih bersinar luar dan dalam. Untuk menuju sosok yang demikian tentu saja aku harus merasa lengkap. Itulah kenapa aku membagi peta belajarku menjadi 6 sub bab; Obedient Servant, Happy Wife, Lovable Mommy, Shining Writer, Enlightening Blogger dan Brightening Life Coach.



Meski pada akhirnya aku menemukan fokusku di 2 sub bab terakhir, sejujurnya semua ilmu pengetahuan yang kumakan dengan lahap di hutan ini memang masuk pada makanan-makanan utamaku.

Untuk sub bab Obedient Servant, aku makan go live yang disajikan oleh mbak Fathiyatus Sa’adah tentang tips menghafal Al Quran dengan menyenangkan. Juga go live-nya mbak Renny Oceanita terkait penataan hati terkait menuju perbaikan diri.

Go live yang disajikan oleh Bu Peri alias Mbak Yani menjadi makananku di sub bab Happy Wife. Bagaimanapun urusan komunikasi adalah hal yang harus terus diupdate biar obrolan antara suami istri tetap nyambung. Masih terkait dengan sub bab Happy Wife dan juga nyambung dengan sub bab Lovable Mommy, aku makan ilmu dari mbak Farda terkait self care project dan tazkiyatun nafs dari mbak Zaenab Dwi Ujiani.

Sementara untuk sub bab Shining Writer dan Enlightening Blogger, aku jelas sudah makan dengan lahap di keluarga utamaku, WeBS. Yang namanya blogger profesional tentu saja nggak sekedar ngobrolin masalah teknis SEO, tapi juga bagaimana merangkai tulisan agar apik dan enak dibaca.



Nah, kalau untuk sub bab Brightening Life Coach, aku makan dengan lahap video go live dari mbak Fajrina Addien tentang public speaking dan juga go live-nya Mbak Ricca tentang vlogging with smartphone.

Bahkan di detik-detik terakhir perjalanan ulat gemasku, akhirnya aku mendua juga dari keluarga WeBS. Aku nyemplung juga ke keluarga Vloglicious yang merupakan sub keluarga dari Photography dan Videography. Kenapa akhirnya nyemplung di sini? Sekalian basah aja sih… berhubung channel YouTube juga sudah ada sejak kapan tahun. Sebagai blogger juga sekarang dituntut bisa bikin video juga, jadi ya udah deh belajar sekalian aja.

Kalaupun ada cemilan yang sempat membuatku nggak tahan melirik yaitu go live-nya mbak Raida tentang skincare, hehe. Ya, kalau disambung-sambungin masih tetap masuk makanan utama lah… kan merawat diri juga berhubungan dengan self care terus feel happy karena wajah glowing. Bonusnya bikin suami happy kan? Hahaha, intinya maksa untuk nggak nyemil di luar peta.

Kebahagiaanku sebagai Ulat Gemas di Hutan Ilmu Pengetahuan



Nggak bisa dipungkiri, aku senang ketemu dengan banyak sahabat-sahabat baru di hutan yang luas ini. Kalau dulu belajar di Institut Ibu Profesional hanya berkutat di regional atau jika melebar sedikit yaa se-Jawa Tengah, karena Bunda Cekatan aku bisa ketemu dengan banyak teman dari berbagai penjuru Indonesia. Apalagi saat sesi berkenalan hingga bagi-bagi hadiah, duh bahagia tiada tara pokoknya. Sudah dapat teman baru, dapat banyak hadiah pula.

Yang lebih membanggakan lagi adalah ketemu dengan perempuan-perempuan yang semangat belajarnya memang uwow banget. Mau nggak mau kesetrum juga sama semangat mereka. Yang tadinya pengen selow dan santai-santai, melihat teman-teman yang keren jadi termotivasi untuk ikutan keren juga.

Kebahagiaan lainnya sih karena di Bunda Cekatan ini selalu penuh kejutan, heran deh… Kak Peni ini seperti punya banyak kotak kejutan yang nggak bakalan habis. Adaaa saja setiap minggunya. Luar biasaaa! Hmm, jadi di minggu terakhir sebagai ulat gemas bakal dapat kejutan apa lagi ya?

Keberhasilan Strategi Belajarku



Hmm, jujur aku sebenarnya nggak terlalu yakin apakah cara belajarku sudah benar atau belum. Namun jika harus menemukan keberhasilan apa terkait proses belajarku di Bunda Cekatan sejauh ini, mungkin karena aku fokus pada peta yang sudah kususun. Misal, untuk urusan menjadi Lovable Mommy, siapa yang tak tertarik dengan makanan Child Centered Traveling, Yuk Main, Ragam Kegiatan Anak atau Bikin Robot?

Jelas tak bisa kupungkiri aku pun sangat tertarik… namun kembali lagi aku harus tegas berkata, “ya, kalian memang menarik.. tapi saat ini belum kubutuhkan.” Kenapa? Karena sebanyak apapun printilan teori-teori pengasuhan dan ragam kegiatan yang kupelajari, jika aku gagal untuk membahagiakan diri sendiri, lagi-lagi aku hanya akan seperti robot yang bertindak karena diprogram bukan berdasarkan rasa bahagia dan membahagiakan.

Berbeda ketika self healing-ku sudah benar, nemenin main anak sesederhana apapun terasa sangat menggembirakan. Dan memang writing and blogging adalah salah satu sarana self healing terampuh untukku. Jadi ya, lagi-lagi harus kuakui… rencana Allah jauh lebih kece dari strategi belajar yang aku punya. Meski peta belajar sudah kususun, nyatanya Allah yang mengarahkan jalan menuju sub bab-sub bab mana yang lebih kubutuhkan.

Hal yang Harus Kutingkatkan Lagi



Dari 7 minggu perjalananku sebagai ulat gemas, kuakui urusan manajemen waktu adalah hal yang masih menjadi PR besar. Bersamaan dengan agenda-agenda di luar Bunda Cekatan, mengerjakan jurnal agar selesai tepat waktu pada akhirnya menjadi tantangan tersendiri. Semoga saja di minggu-minggu berikutnya aku bisa lebih teratur dan konsisten sehingga apapun aktivitas yang kumiliki, Bunda Cekatan tetap masuk ke skala prioritas utama.

Sekian detik lagi sebelum deadline ditutup dan tulisan ini baru jadi. Entahlah apa bisa setor tepat waktu… benar-benar pekan yang sangat hectic, semoga pekan depan bisa kembali on the track. Sampai jumpa menuju detik-detik si ulat gemas yang akan mulai bermetamoforsa menjadi kepompong.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter