5 Cara Menjemput Solusi dari Allah di Masa-masa Sulit

kesulitan setelah kemudahan
Ustaz Abdul Khoir, Lc menjadi penyampai materi pada Sapa Pagi, hari Senin, 27 Juli 2020. Materi yang disampaikan sangat relate dengan kondisi kita saat ini. Yaitu di tengah kondisi sulit bernama covid dan sedang menanti solusi terbaik yang akan Allah hadirkan.


Materi kajian masih diambil dari Kitab Imam Abi Dunya. Kali ini berjudul Al Faraj Bada Siddah, yaitu solusi/ kelapangan atau kemudahan setelah kesulitan yang menimpa kita.
Kelapangan setelah kesulitan bagaikan hujan setelah kemarau.
Kita hanya perlu yakin bahwa setiap kesulitan sudah memuncak, saat malam sudah semakin gelap, maka akan ada fajar yang segera datang. Begitu juga dengan kondisi saat ini. Yakinlah bahwa di balik setiap kesulitan yang kita hadapi saat ini, Allah pasti akan hadirkan solusi dan kemudahan.

Pertanyaannya hanya satu; bagaimana kita seharusnya menjalani kondisi sulit ini sehingga Allah ridho membukakan pintu solusi dan kelapangan?

Definisi Al Faraj

solusi dan kemenangan didapat hanya dengan kesabaran
Al Faraj bermakna terbukanya jalan. Maksudnya tentu saja terbukanya jalan setelah kesulitan menghadang dan menutupi kehidupan kita.

Terbukanya jalan bisa juga diartikan sebagai kemenangan. Nah, kemenangan hanya ada setelah kesabaran. Solusi hadir jika ada kesulitan dulu sebelumnya. Solusi dan kemenangan hanya akan dihadirkan ketika kita sabar dalam menjalani kesulitan yang ada di depan mata.

Jadi, selama covid ini, sudah seberapa sabar kita melewati hari-hari ini? Atau jangan-jangan bibir kita terlalu penuh dengan keluh-kesah? Mengeluhkan covid yang tak kunjung pergi? Mengeluhkan susahnya mendampingi anak-anak menjalani pembelajaran jarak jauh?

Kaidah Kehidupan

Sebenarnya kalau kita mau mendalami benar-benar arti ayat demi ayat yang ada dalam Al Quran, kita pastinya tahu benar bahwa kaidah kehidupan begitu mudah dan dekat.

Termaktub dalam Quran Al Insyiroh: 5 - 6;

quran surat al insyiroh ayat 5
quran surat al insyiroh ayat 6
Bahkan Allah ulang sampai dua kali sebagai pengingat diri bahwasanya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Apa maksudnya? Tentu saja agar kita tak terlampau banyak mengeluh dalam setiap masa sulit yang sedang dijalani. Yakin saja bahwa di depan sana, kemudahan sedang menanti.
Menunggu kapan solusi akan hadir atau kapan dibukanya jalan setelah kesulitan juga termasuk ibadah. Barangsiapa yang ridho atas rezeki yang sedikit pada hari ini, Allah akan ridho pada amalan kita yang sedikit. (HR At Tirmidzi)
Masya Allah ya… begitu mudahnya agama kita ini. Segala hal menjadi ibadah. Belajar dan menuntut ilmu jadi ibadah, bersabar dalam menunggu solusi pun ibadah.

Tapi capek tahu mbak, sudah jatuh bangun terus, bisnis gagal melulu.

Capek tahu mbak, kuota jadi boros, bayar sekolah anak tetap full, di rumah masih harus ngajarin anak, nggak mudheng-mudheng lagi. 

Hayolooh, sekarang masih pada mau nyinyirin guru kerjanya nggak becus? Ngajarin satu anak aja udah pusing, wkwk.

Aku tahu kondisi saat ini sangat sulit, bahkan beberapa dari kita ada yang harus berhenti bekerja. Membayar iuran sekolah anak mungkin jadi terasa berat. Daripada mengeluh, kenapa tidak konsultasikan dengan pihak sekolah untuk meminta keringanan.

Karena pihak sekolah pun juga sama pusingnya kok dengan para orangtua. Apalagi sekolah-sekolah swasta yang memang bergantung dari SPP bulanan siswanya. Kalau SPP nggak dibayar, bagaimana para guru akan dibayar?

Kalau buatku sih ini simbiosis mutualisme. Toh, meski pembelajaran jarak jauh, sekolah juga nggak lepas tanggung jawab begitu saja kan. Para guru tetap menyiapkan materi belajar, memantau proses belajar para siswanya, bahkan ada beberapa yang rela mengunjungi rumah siswanya satu per satu.

ikhtiar dan berdoa
Terkadang kita perlu melihat semua kondisi dari banyak sudut pandang, pals. Biar kesulitan yang awalnya terasa berat bisa dijalani lebih ringan, dengan melihat betapa di luar sana banyak yang mengalami kesulitan sama atau malah lebih berat dari milik kita.

Ngajarin anak nggak paham-paham? Kuncinya cuma SABAR. Bersyukurlah karena pada pandemi ini kita diberi kesempatan untuk menjadi sebenar-benarnya guru utama bagi anak. Bersyukurlah karena masa ini kita diberi kesadaran lebih bahwa anak itu hanya titipan. 

Masa ya titipan mau kita cubit, tampar, omelin sepanjang gerbong kereta hanya karena nggak paham saat diajari paragapit?

Buah dari kesabaran kita hari ini mungkin tak langsung bisa kita lihat hari ini, besok atau pekan depan. Namun yakinlah… buah dari kesabaran selalu manis.

Pals, kita nggak pernah dituntut sukses. Jalan Allah teramat panjang. Kita hanya diminta untuk tetap pada jalurnya dan berikhtiar sebaik mungkin. Kita hanya diminta berjuang, tanpa harus melihat hasilnya. Bisa jadi kelak kita akan mendapatkan passive income saat sudah tutup usia.

Bagaimana Agar Solusi/ Kelapangan Hadir setelah Kesulitan?

Agar solusi atau kelapangan hadir, maka selama masa sulit kita harus melakukan 5 hal berikut ini:

1. Perbanyak Istighfar

istighfar pembuka kemudahan dan rezeki
Rasulullah SAW adalah manusia yang paling banyak istighfarnya, minimal 7000 kali dalam sehari. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikan baginya dari setiap kesulitan dan kegundahannya jalan keluar. Dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tak disangka-sangka.”

Melalui hadits itu kita bisa mengetahui bahwa istighfar merupakan salah satu kunci terbukanya solusi, kemudahan, dan rizki. Jadi sudah beristighfar berapa kali hari ini, pals?

2. Tingkatkan Ketaqwaan

pengertian taqwa
Pada masa sulit ini bukan saatnya kita memperbanyak maksiat, bukannya mengundang solusi malah bisa jadi mendatangkan murka Allah. Lebih baik di masa sulit ini, kita fokus mengerjakan hal-hal yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang.

Taqwa itu berarti kita bergerak di jalan penuh duri, namun kita berhati-hati agar tak terkena duri. Taqwa juga bermakna memberi diri kita batas terhadap hadirnya azab.
Allah berfirman, “Barangsiapa yang bertaqwa, maka engkau akan mendapat hasilnya.”
Maka daripada kita pusing-pusing berdebat apakah covid ini konspirasi atau nggak, ini saatnya kita kembalilah kepada Allah. Menggantungkan solusi segala permasalahan hanya kepada Allah SWT.
Barangsiapa yang bersandar kepada harta, harta bisa habis. Barangsiapa yang bersandar kepada jabatan, jabatan bisa selesai. Barangsiapa yang bersandar kepada Allah, dia tak akan pernah kekurangan dan tersesat.

3. Sabar

sabar adalah kunci dibukanya solusi setelah kesulitan

Imam Husain bin Ali berkata bahwa sabar itu kunci dari dibukanya solusi.
Ada sebuah ungkapan Arab yang berbunyi; sabar itu seperti buah shobir/ buah yang pahit. Tapi nanti setelah kesabaran, Allah akan berikan yang lebih manis dari madu. 
Pahala untuk sabar itu unlimited, pals. Wifi dan kuota unlimited dari para provider yang ada di bumi ini kalah jauh sama pahala sabar dari Allah.

4. Mengakui Kezhaliman Diri

Kalau lagi masa sulit begini, sudah deh nggak usah saling menunjuk diri paling benar, nggak perlu juga saling menganggap yang lain lebih rendah. Bukan saatnya lagi buat gontok-gontokan, pals.

Ini saat di mana kita harus tersungkur di hadapan Illahi Robbi untuk mengakui kezhaliman diri sendiri. Betapa selama ini jauh dari tuntunanNya, hidup seenaknya, nggak mikirin kebersihan dan kesehatan dengan benar. Pantas saja kalau Allah turunkan corona agar kita lebih sadar artinya hidup sehat.

Setiap anak Adam itu sering salah. Dan sebaik-baiknya orang yang sering salah adalah memperbanyak taubat. Kalau bukan karena rahmat Allah, manalah bisa kita masuk surga dengan amal yang compang-camping ini.

5. Memperbanyak Doa

quote doa dari ustazah julan hardiansari
Doa itu bisa menjadi tabungan pahala bagi kita. Jangan berdoa hanya ketika sedang butuh. Jangan berdoa hanya untuk diri sendiri. Berdoalah juga untuk orang lain.

Tahapan doa yaitu;
  • Minta didoakan oleh orang lain
  • Berdoa untuk diri sendiri
  • Mendoakan orang lain
Kita tidak pernah tahu doa siapa yang akan diijabah. Jangan pernah lupa berdoa untuk Allah turunkan hujan setelah kemarau panjang. Jangan hanya berdoa untuk hal-hal besar, namun juga untuk hal-hal kecil di dalam hidup.

Selain doa Dzun Nuun yang bisa kita baca di poin keempat, beberapa doa yang diajarkan Rasullullah Shalallahu Alaihi Wassalam untuk meminta kelapangan antara lain:

La haula wala quwwata illa billah.

Imam at-Thabrani dalam al-Awsath, menjelaskan riwayat dari Abu Hurairah. Bahwa, Rasul pernah bersabda bahwa membaca hauwqalah adalah salah satu obat dari 99 kegundahan hati dan penyakit ringan.

 Doa Memohon Pertolongan


“Aku berharap kasih sayangmu. Jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata tanpa pertolonganMu. Perbaiki segala urusanku. Tidak ada Illah yang haq selain Engkau.” (HR Daud)

Ya Hayyu Ya Qoyyum

Siapa yang berdoa dengan dua kalimat Allah ini, doanya tak akan ditolak Allah. (HR Tirmidzi)
doa ya hayyu ya qoyyum

doa saat dirundung dukaSalah Satu Istighfar Terbaik

Sering disebut juga dengan Sayyidul Istighfar. Cocok dibaca pada kondisi seperti ini.

istighfar terbaik
Tentunya doa-doa di atas hanya sebagian kecil. Masih ada banyak sekali doa yang bisa kita temukan di Al Quran dan hadits. Namun yang perlu diingat yaitu, salah satu cara berdoa agar Allah segera turunkan solusi dan kemudahan adalah dengan bertawassul kepadaNya.

Bertawassul yaitu meminta pertolongan dengan menyebutkan 99 nama Allah. Berdoa dengan penuh penghambaan untuk memohon turunnya rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu.

doa adalah cara memohon pertolongan
Pals, kesedihan atau kesulitan yang kita hadapi saat ini bisa menjadi penghapus dosa, tentu saja jika kita tetap pada syariat. Yaitu ketika pada saat-saat kita merasa sulit dan susah hati, kita bersabar. Hal itu mampu menghapus kesalahan-kesalahan yang telah lalu.

Sebuah kisah salafush saleh bernama Ibrahim bin Adham. Ia pernah ketemu singa, lalu beliau bertawakal kepada Allah, singa itu pun berpaling. Ditanyai oleh temannya waktu didekati singa apa yang dipikirkan, Ibrahim bin Adham menjawab, “Aku hanya berpiikir apakah jilatan singa itu najis atau tidak ya?”

Masya Allah ya, ketemu singa lo diambang hidup dan mati, sekelas salafush saleh masih mikir najis atau tidak. Kalau kita mungkin sudah pingsan duluan sebelum berdoa dan bertawakal ya?

Apapun kondisinya, selalu dahulukan untuk mengingat Allah terlebih dahulu. Misal, saat anak sakit, sebelum ambil obat, ingat Allah dulu. “Ya Allah, anak yang Kau amanahkan kepadaku ini sedang Kau uji dengan sakit. Hanya kepadaMu lah kami memohon kesembuhan.” Baru deh setelah itu berikan obatnya.
Allah lagi, Allah terus dan hanya Allah.
PR terbesar adalah mengamalkan teori yang telah dipelajari. Semoga catatan ini bermanfaat dan bisa kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, ya pals. Agar kondisi saat ini segera Allah bukakan solusi. Aamiin.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email