MaritaPalace

8 Tips Menjalani SFH dan WFH Selama Pandemi dan New Normal Covid-19

tips menjalani SFH dan WFH dengan aktivitas seru bersama keluarga selama pandemi
Menjalani school from home (SFH) dan work from home (WFH) tidak semudah yang dibayangkan ataupun diinstrusikan. Perlunya diskusi dan kolaborasi dengan seluruh keluarga agar kondisi tersebut berjalan pada track yang benar. Apalagi untuk orangtua yang sudah mulai work from office (WFO) sementara anaknya masih sekolah dari rumah. Bagaimana ya agar semua berjalan sesuai kendali?

Patuhi rutinitas.
Itulah tips dan nasihat utama dari para ahli parenting di berbagai pelosok dunia, termasuk para ahli di Pusat Studi Anak Yale. Jangan tepis rasa khawatir yang muncul di dalam diri, karena kunci dari sebuah ketenangan hati adalah proses menerima semua perasaan yang hadir lalu mengelolanya. Sebuah hal yang wajar ketika kita menghadapi kondisi baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Namun jangan pula terjebak dalam kekhawatiran tersebut. Kita harus segera bangkit dan berjuang untuk menyeimbangkan tanggung jawab sebagai seorang pekerja atau karyawan serta tanggungjawab sebagai orangtua.

Tidak ada kebiasaan yang instan. Kita harus membangun budaya baru di rumah. Anak-anak perlu diberi rutinitas, ekspektasi yang jelas dan dapat diprediksi oleh mereka, sehingga mereka akan memiliki rasa kendali dan kenyamanan.” Ujar Eli Lebowitz, PhD, direktur Program Pusat Studi Anak untuk Gangguan Kecemasan.

ketiadaan rutinitas membuat anak susah kembali mengikuti aturan
Terganggunya rutinitas dan jadwal dapat memicu stres bagi anak-anak. Kita juga harus membiasakan dan mengajarkan kebiasaan dan protokoler kesehatan terkait Covid-19. Selama SFH dan WFH, anak-anak perlu tahu bahwa ini bukanlah masa liburan. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak bisa tidur suka-suka, berpakaian asal-asalan, atau makan dengan cara yang tidak diatur.

Ketiadaan rutinitas terlihat sepele, namun tahukah pals jika terus-terusan dilakukan justru akan susah bagi kita saat harus kembali pada kehidupan biasa sebelum adanya pandemi. Anak yang jam tidurnya, jam main gadget, jam makannya tidak diatur selama SFH, akan merasa kesusahan beradaptasi kembali ketika waktunya sekolah offline tiba.

Tips Menetapkan Rutinitas Harian Selama SFH dan WFH


Nah, berikut ini adalah tips untuk menetapkan rutinitas dan kebiasaan sehat yang disusun oleh Pakar Pusat Studi Anak Yale:

1. Buat Jadwal

menyusun jadwal pekanan dan harian keluarga
Setiap akhir pekan orangtua bisa melingkar dengan anak-anak dan menyusun jadwal pekanan secara umum untuk pekan berikutnya. Dengan adanya komunikasi terkait jadwal pekanan, anak-anak akan punya bayangan apa yang akan dikerjakan selama satu pekan. Akan lebih baik lagi jika jadwal yang telah disusun tersebut, kemudian ditulis atau dicetak lalu ditempel di masing-masing kamar anak.

Lalu setiap pagi hari, kita bisa memulai aktivitas dengan cara berdiskusi bersama anak dan tanyakan apa saja aktivitas yang ingin mereka lakukan di pagi itu. Terlebih ketika anak kita masih kecil, kita bisa menjelaskan secara spesifik dan bisa disertai gambar agar anak lebih paham.

Misal, di pagi hari setelah sholat subuh ajak anak-anak untuk melakukan peregangan atau jogging untuk menjaga kesehatan tubuh. Lalu dilanjutkan membaca dzikir pagi bersama-sama seluruh keluarga. Ingatkan anak jadwal mandi, sarapan dan membersihkan kamarnya masing-masing. Kemudian lanjut mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah.

Ajak anak-anak untuk mengatur waktunya secara spesifik sehingga mereka bisa belajar bertanggungjawab. Untuk anak-anak yang lebih besar, kita tidak perlu mendikte waktu dengan spesifik, namun tanyakan kepada mereka berapa lama yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Jadi ketika waktunya hampir habis, kita bisa mengkonfirmasi apakah tugasnya sudah selesai atau butuh waktu tambahan.

snack time
Kita juga bisa memberikan snack time di sela-sela sesi belajar, atau ajak mereka bermain sebentar untuk beristirahat dari tumpukan tugas. Jeda ini bisa menjadi mood booster bagi anak agar merasa nyaman menjalani SFH-nya.

Dengan adanya jadwal yang jelas, kita bisa membangun rutinitas baru dan tentunya mengurangi kepala pening, juga teriakan-teriakan setiap harinya. Namun jangan lupa pula, namanya membangun kebiasaan itu tidak satu dua hari, perlu konsistensi khususnya di pihak orangtua sebagai pemegang kendali. Hayo, siapa yang sampai hari ini rutinitas SFH dan WFH-nya masih kacau balau?

Btw, jika kita WFH ataupun sudah mulai WFO, penting untuk mengkolaborasikan jadwal dengan anak. Sampaikan pada anak kapan jam-jam kita bekerja, sampaikan pula mana area yang merupakan wilayah kerja kita. Hal ini agar anak tahu bahwa di jam-jam dan di area tersebut, orangtuanya tidak bisa diganggu. Mereka harus tahu bahwa orangtuanya ada di rumah bukan untuk bermain dan menemani mereka seharian, namun karena kondisi yang mengharuskan mereka bekerja dari rumah.

Jika pasangan kita juga sama-sama WFH, ajak mereka untuk bergantian menemani anak belajar dan bermain, khususnya bagi keluarga yang tidak memiliki asisten rumah tangga (ART). Komunikasi dengan seluruh anggota keluarga adalah kunci dan pondasi dasar dalam menjalani SFH dan WFH selama pandemi.

2. Bangun dan Bergerak

ayo olahraga
Tak sedikit yang bilang kalau masa-masa di rumah saja sangat cocok buat kaum rebahan. Satu-dua hari mungkin terlihat menyenangkan, namun jika sudah memasuki bulan keenam seperti ini, masa iya kita mau rebahan terus?

Sudah fitrahnya tubuh kita juga perlu bergerak. Tanda kehidupan itu adanya gerakan. Jika kita hanya diam di satu titik setiap harinya, akan mudah terjadi gangguan kecemasan dan obesitas. Hayo siapa yang selama WFH berat badannya atau lemak di perutnya naik berkali lipat? Lalu aku ikut tunjuk tangan dong, wkwkwk.

Kita yang orang dewasa saja kalau terlalu banyak rebahan lama-lama bosan dan badan jadi pegal semua. Apalagi anak-anak yang memang masanya lari-larian, apa jadinya kalau saat mereka di rumah tidak diberikan aktivitas untuk mengakomodasi kebutuhannya tersebut?

Maka sangat penting untuk untuk selalu memasukkan agenda berolahraga di setiap aktivitas harian. Tidak perlu lama-lama. Setidaknya 30 menit dalam sehari, kita bisa jogging pagi atau ajak anak untuk menari bersama. Kita juga bisa memadukannya lewat permainan-permainan sederhana, misal main hola hoop, betengan, lompat tali, petak umpet, atau engklek/ sunda manda. Anak-anak bisa tetap bergerak sekaligus dapat jatah main bersama orangtuanya, seru kan?

3. Jadwalkan Quality Time bersama Anak

beraktivitas BERSAMA keluarga
Sekalipun sedang SFH dan WFH tidak berarti anak bisa nempel terus-terusan dengan orangtuanya. Seperti yang sudah disampaikan di nomor pertama, anak-anak perlu paham bahwa orangtuanya juga memiliki jadwal bekerja selama di rumah.

Namun anak-anak pun akan merasa sedih dan teracuhkan ketika kita sebagai orangtua terlalu fokus pada pekerjaan, dan tak meluangkan waktu untuk sekedar ngobrol dengan mereka. Maka penting sekali menjadwalkan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak-anak.

Nanti setelah kakak selesai mengerjakan tugas pertama, kita makan kue sambil nongkrong di teras ya.”

Coba lihat reaksi anak ketika di sela-sela waktu belajarnya kita sisipkan ajakan seperti ini. Pasti anak bagaikan mendapat oase di tengah gurun pasir. Selain itu kita juga harus mengagendakan waktu bersama seluruh anggota keluarga, kalau di rumah kami biasa disebut dengan Program 1821. Artinya dari jam 18.00 - 21.00, seluruh anggota keluarga berkegiatan dan ngobrol bersama. Ingat ya, BERSAMA bukan sekedar DEKAT.

Saat quality time dengan seluruh keluarga pastikan untuk benar-benar fokus bersama mereka. Fokus pada setiap obrolan ataupun benar-benar terlibat dengan semua aktivitas bersama. Jangan disambi-sambi sambil melirik HP, laptop, TV, kompor atau segala benda berbentuk kotak, hehe.

4. Berkonsultasi dengan Sekolah

konsultasi dengan sekolah
Pastikan untuk selalu aktif berkonsultasi dengan pihak sekolah, terutama dengan guru kelasnya untuk mengomunikasikan perkembangan belajar anak. Kita juga bisa berdiskusi dengan guru jika ada kendala ataupun masukan terkait sistem belajar secara daring.

Selama masa pandemi ini kita nggak bisa ngotot bahwa proses kemajuan belajar anak menjadi tanggungjawab sekolah saja. Di momen ini kita harus sadar bahwa orangtua dan sekolah harus berpartner dengan lebih optimal.

5. Berdiskusi dengan Anak Terkait Covid-19

menjelaskan tentang covid dengan bahasa yang mudah dipahami anak
Anak-anak perlu tahu apa yang terjadi, namun kita juga perlu menjelaskan kondisi ini dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Anak juga harus tahu betapa seriusnya situasi sekarang, tapi kita harus memilih cara berbicara yang tidak menakutkan.

Kita bisa menggunakan bantuan buku cerita yang telah disusun beberapa penulis, misal Mbak Watiek Iedo. Buku-buku ini ada yang bisa diunduh secara gratis di internet atau dibaca langsung di aplikasi Let’s Read.

6. Waspadai Kecemasan

anxiety anak
Jika anak mulai menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya, misal jadi cengeng, atau mudah marah, bisa jadi anak mengalami gangguan kecemasan terkait kondisi yang sedang dihadapi.

Alih-alih marah atau jengkel pada anak, tarik napas dan tanyakan apa yang ada di pikiran atau perasaan mereka, Biarkan anak-anak meluapkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya agar kita bisa mendiskusikan solusi yang tepat atas hal tersebut.

7. Fokus pada Kebaikan

fokus pada kebaikan dan berprasangka baik pada Allah
Melihat kurva yang semakin meningkat, SFH yang masih terus berlanjut, dan segala macam protokol kesehatan yang harus dijalankan, mungkin tampak sulit bagi kita untuk melihat manfaat dari semua kondisi ini.

Namun kalau kita mau melihat lebih dalam, sebenarnya ada banyak kebaikan di balik semua ketetapan Allah ini kok, pals. Tanamkan selalu keyakinan untuk ber-husnuzon billah. Bahwasanya semua takdir Allah itu baik.

Salah satu kebaikan yang bisa kita ambil dari masa pandemi ini yaitu keluarga menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Pada akhirnya kita akan menyadari bahwa kondisi sulit ini akan lebih mudah dijalani bersama-sama ketika seluruh anggota keluarga saling mendukung dan berkolaborasi.

8. Gunakan Teknologi dengan Bijak

gunakan teknologi dengan bijak
Mau tidak mau di era pembelajaran jarak jauh seperti ini, teknologi menjadi tangan kanan terbaik. Jika sebelum pandemi kita bisa membatasi screen time pada anak, dalam kondisi seperti ini screen time justru bertambah. Anak-anak harus sekolah via Zoom, Google Meet ataupun menyimak video yang diunggah gurunya di Youtube.

Belum lagi karena kita juga harus WFH yang mengharuskan lebih banyak berhadapan dengan HP dan laptop, anak-anak pun biasanya akan minta jatah tambahan untuk screen time. Di sini dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang tepat.

Selain menambah atau mengkomunikasikan ulang jatah screen time, hal lebih penting pada masa SFH dan WFH sekarang ini adalah memperhatikan kualitas konten yang dinikmati oleh anak-anak. Jangan sampai ketika kita sedang fokus pada pekerjaan, dan jam belajar anak-anak dengan sekolah sudah usai, anak bisa bebas berseluncur via internet tanpa batasan.

Di sinilah pentingnya peran orangtua untuk memilihkan tayangan yang tepat. Bagi orangtua yang sudah mulai WFO sementara anak-anaknya masih SFH, memanfaatkan fasilitas Google Family Link bisa sangat membantu kita memantau aktivitas online anak.

Google Family Link menghubungkan antara email orangtua dan anak. Anak hanya bisa mengunduh dan menginstall aplikasi setelah orangtua mengizinkan. Kita juga bisa memantau screen time anak lewat fasilitas ini.

Rekomendasi Situs Belajar yang Asyik

rekomendasi situs belajar untuk anak
Berikut ini beberapa situs yang bisa kita perkenalkan kepada anak untuk memberikan tambahan pengetahuan di samping pembelajaran dari sekolah:

Khan Academy

Khan Academy merupakan organisasi pendidikan nirlaba yang menawarkan kursus gratis untuk anak-anak dan orang dewasa di semua tingkat pembelajaran. Beberapa tema yang ditawarkan oleh Khan Academy antara lain matematika, tata bahasa, teknik, sejarah hingga seni.Untuk mengaksesnya, kita bisa kunjungi https://www.khanacademy.org/.

CoolMath4Kids

Didesain untuk anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, CoolMath4Kids menampilkan berbagai pelajaran dan game matematika yang dirancang untuk membuat pelajaran tersebut terasa menyenangkan. Anak-anak juga dapat menemukan berbagai kuis, asah otak, dan lainnya pada situs yang bisa diakses di https://www.coolmath4kids.com/.

Funbrain

Situs web ini berisi dengan beragam sumber pendidikan gratis untuk anak-anak prasekolah hingga jenjang SMP. Anak-anak dapat memilih dari ratusan permainan, buku, dan video yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam matematika, pemecahan masalah, dan literasi.Silakan akses di https://www.coolmath4kids.com/.

National Geographic for Kids

Situs web ini menawarkan serangkaian permainan petualangan, kuis, video pendidikan, dan banyak lagi pilihan yang bisa membuat anak terhibur sekaligus menambah wawasan, terutama mengenai alam dan dunia binatang. National Geographic for Kids bisa diakses di https://kids.nationalgeographic.com/.

Eksperimen Sains di Rumah

Buat anak-anak yang bermimpi menjadi ilmuwan dan senang sekali melakukan eksperimen-eksperimen sains, situs https://www.madsciencepromo.com/athomeexperiments mungkin bisa membantu. Di situs tesebut ada beberapa saran dan ide eksperimen sains yang dapat dilakukan di rumah, menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Setiap ide dilengkapi dengan video tutorial dan PDF berisi petunjuk langkah demi langkah.

Itu hanya sebagian kecil situs pendidikan yang ada di belahan dunia ini. Masih banyak lagi kok kalau mau aktif mencari.

Kok luar negeri semua mbak? Nggak ada yang made in anak bangsa gitu? Ooh, tentu adaaa. Kalau yang femes sih ada situs Ruang Guru ya.Tapi kalau mau yang lebih seru, coba deh sediakan Kotak MainSTrEAM sebagai sarana belajar untuk anak-anak.

Apa itu Kotak Rumah MainSTrEAM?

kotak MainSTrEAM belajar jadi lebih asyik
Merupakan singkatan dari Main Science, Technology, Traditional, Engineering, Art dan Mathematics.Diproduksi oleh Rumah MainSTrEAM. Bertujuan sebagai sarana membantu anak untuk mengeksplorasi dunia STrEAM dengan cara yang menyenangkan melalui bermain.

Nah, jika membeli kotak MainSTrEAM akan mendapat bonus kelas online bermain dipandu tutor MainSTrEAM dengan metode ABC; Amati, Bayangkan/ Bertanya dan Cek/ Cari Tahu. Metode ABC ini sangat penting untuk melatih mengembangkan kemampuan anak berpikir kritis.

Kotak MainSTrEAM terdiri dari 2 macam;

  • Untuk usia 3 - 6 tahun
  • Untuk usia 7 - 12 tahun
isi kotak mainstream berbeda tiap serinya
Kotak MainSTrEAM bisa membantu orang tua yang sibuk bekerja hingga tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan alat dan bahan. Dengan membeli kotak ini, anak dan orangtua tinggal mengeluarkan alat bahan sesuai jadwal main online.

Saat jadwal main online, anak tinggal join kelas online-nya via Zoom dan akan dipandu dengan kakak tutor. Kelas online ini sifatnya hanya pilihan, terutama untuk untuk diikuti para orangtua yang jadwal WFO atau WFH-nya super ketat sehingga susah menemani anak bereksplorasi.

Setiap hari hanya ada beberapa jadwal kelas online, kita hanya boleh memilih satu jadwal saja. Kalau misalnya sudah ikut jadwal pagi, maka tidak bisa lagi ikut jadwal yang sore.

jadwal kelas online STreAM batch 4
Setiap tema eksperimen hanya akan dilakukan satu kali, Jika ketinggalan jadwal eksperimen online tema tersebut, maka tidak bisa join di lain waktu. Hanya bisa ikut tema yang lain.

Apabila ada yang berhalangan hadir pada jadwal kelas online-nya, anak-anak tetap bisa kok bermain secara mandiri dengan melihat guidebook yang ada di dalam kotak MainSTrEAM.

Kelas online via zoom juga sangat interaktif. Anak anak bisa bermain bersama-sama dan tetap ada pembelajaran yang lebih bermakna. Nggak terasa kalau sedang belajar, anak-anak merasa sedang bermain, namun ada hal-hal baru yang dipelajarinya.

Tertarik untuk membeli Kotak MainSTrEAM?

Beli Mainan dan Buku Edukatif, ke @zizabunda Aja!

Setelah panjang lebar ngobrolin tips ber-SFH dan ber-WFH bersama anak selama pandemi, saatnya aku mau menginformasikan recommended book and toys counselor yang bakal membantu kita memilihkan produk mainan dan buku edukasi terbaik sebagai sarana bermain sambil belajar anak-anak.

Oey, oey siapa dia…

beli mainan di dokter nurika amalina
Beliau adalah mbak Nurika Amalina. Kami sudah kenal cukup lama, kalau nggak salah sejak 2015 saat mengikuti Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) Abah Ihsan. Ibu dokter yang sedang sibuk belajar lagi ini, nggak pernah lupa meluangkan waktu untuk bermain bersama putra-putrinya.

Mbak Nurika cerita saat sedang WFH atau libur studi/ praktek, beliau punya banyak waktu luang membuat mainan edukatif bersama kedua anaknya. Bahkan tak jarang berkolaborasi dengan mas Zidan dan dik Zahra bebikinan aneka percobaan seru. Aku aja ikutan happy kalau lihat video di instagramnya.

Berhubung sekarang mbak Nurika sudah harus WFO, beliau cari cara nih gimana biar anak-anak tetap bisa bermain dan belajar dengan asyik, seru dan pastinya bermanfaat. Lalu ketemulah dengan Kotak MainSTrEAM. Karena udah merasakan manfaat dari Kotak MainSTrEAM ini, mbak dokter muda ini pengen berbagi dengan keluarga Indonesia lainnya.

Akhirnya mulai bulan Juni 2020, bu dokter Nurika mulai menambah profesi baru yang membuatnya semakin berbinar; berjualan Kotak MainSTrEAM. Yang akhirnya kemudian berkembang berjualanan mainan dan buku edukatif lainnya untuk anak. Alasan utama kenapa beliau memilih usaha tersebut karena menyadari pandemi yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, sementara anak-anak masih harus belajar dari rumah. Agar anak-anak tidak bosan di rumah saja, perlu sarana bermain dan belajar agar tidak terus-terusan bermain dengan gadget.
keseruan Mainstream
Mbak Nurika pengen agar semakin banyak anak-anak yang mempunyai mainan dan buku edukatif agar tumbuh kembangnya optimal. Selain itu beliau juga memiliki impian jangka panjang untuk membangun klinik tumbang (tumbuh kembang) anak. Harapannya klinik tersebut nanti bisa bergandengan dengan toko mainan dan buku edukatif yang saat ini sedang dirintisnya.

Memilih usaha mainan dan buku edukatif bukan tanpa tujuan. Mbak Nurika punya beberapa visi misi mulia di balik pilihannya tersebut;

  • Menularkan virus suka buku ke lebih banyak anak
  • Mengajak banyak orang tua untung mengambil perannya kembali dalam menginstal software-software wajib ke anak
  • Menyebarluaskan metode bermain bermakna yang mengasyikan.

Ada yang menarik nih ketika kuminta mbak Nurika cerita tentang pengalaman paling menarik saat mengembangkan usahanya. Kata beliau, “Pengen punya setiap barang yang mau dijual, agar bisa memberi real testi.”

Aaah, sebagai sesama pedagang buku, I can relate

Ketika barang dagangan yang dijual malah seakan merayu untuk diborong. Alhasil laba jualan akhirnya ya buat beli buku dan mainan anak-anak sendiri, alhamdulillah yaa… setidaknya nggak mengurangi uang belanja, wkwk.

Selain pengen memborong barang yang dijualnya sendiri, mbak Nurika juga merasa happy ketika ada customer yang bercerita bahwa anaknya suka dengan buku dan mainan yang dibeli. Apalagi kalau ada customer yang menyisipkan testimoni betapa manfaat yang didapat berkali lipat.
Memang tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain bisa menebarkan manfaat lebih banyak kepada orang lain
Meski lebih banyak sukanya, namanya usaha tetap aja ada sisi dukanya. Yang mbak Nurika rasakan pada tahap awal belajar usaha ini yaitu rasa deg-degan saat bermasalah dengan kargo pengiriman barang yang tidak sesuai prediksi.

Nah, buat para pembeli buku nih… terutama yang ikut sistem PO alias pre order, yang sabar nungguin produknya ready. Terus kalau masalahnya sama kargo, jangan penjualnya yang dimarahin ya…. sejujurnya para penjual pun deg-degan euy kalau ada kasus begini, hehe.

informasi nurika amalina IG @zizabunda
Nah, buat teman-teman yang mau ngepoin Kotak MainSTrEAM, ataupun mainan dan buku-buku edukatif lainnya yang dijual oleh mbak Nurika... cuzz bisa langsung intip atau tanya-tanya ke:


Instagram: @zizabunda

Kita doakan juga yuk agar Mbak Nurika bisa semakin tertata dan berkembang toko online-nya dan tetap istiqomah. Sampai beneran bisa punya klinik tumbuh kembang anak yang di sebelahnya berdiri toko offline mainan dan buku edukatifnya. Aamiin.

Jangan lupa bermain bisa menjadi sarana belajar untuk anak saat orangtua bisa memilih ragam mainan dan kegiatan yang tepat. Semangat selalu untuk mendampingi anak-anak bermain dan belajar, parents.

***

Referensi:


  • https://www.ctvnews.ca/health/coronavirus/how-to-keep-your-kids-busy-and-learning-during-the-covid-19-pandemic-1.4863397
  • https://www.yalemedicine.org/stories/8-tips-work-at-home-with-kids-covid-19/
  • https://hechingerreport.org/stuck-at-home-with-young-kids-due-to-the-coronavirus-heres-what-to-do-and-not-to-do/
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

15 comments

  1. waaah salut sih sama kerjsama orang tua dan anak di masa pandemi ini :) semoga semuanya lekas membaik :)

    ReplyDelete
  2. Nah ini ak klo lagi selo bisa ajak main anak-anak ya anak-anak ikutan main aktifitas gitu, giliran aku duduk ngadep laptop mereka juga ikutan duduk buka yutub di hp. Huft

    ReplyDelete
  3. Benar banget, waktu dan manajemen waktu menjadi hal utama, sebab jika tak di jadwalkan maka kita malah terlalu banyak menghabiskan waktu yang tidak tidak hehe

    ReplyDelete
  4. Orangtua dan anak anak sebenarnya bisa semakin dekat lekat, sebagai hikmah dari pandemi begini. Kok aku jadi penasaran sama Kotak MainSTrEAM ya.

    ReplyDelete
  5. Selama masa pandemi beneran anak dan ortu punya quality time yang cukup banyak ya Mbak. Alhamdulillah anak-anak bisa menekuni hobi dengan lebih banyak waktu. Makasih ya info situs belajar yang asyik, wajib dicobain satu-satu. Soal Kotak MainSTrEAM, aku jadi inget temenku yang jualan paket mainan edukatif gitu di Bogor. Semoga lancar ya usaha kreatifnya :)

    ReplyDelete
  6. Tulisan yang bagus banget, Mbak. Huuuuf....bener. Satu-dua hari, sampai sebulan masih enak di rumah aja. Tapi kalau sampai selama ini memang jadi rawan konflik. Anak-anak mulai bosen. Ortu pun mulai resah karena dana cadangan mulai menipis.... :(

    ReplyDelete
  7. Mengajak anak bergerak sedikitnya seminggu sekali sangat penting banget untuk menjaga tubuh dan fikiran anak kita supaya tetap sehat.

    ReplyDelete
  8. Saat ini sudah melewati masa jenuh di rumah aja, bahkan sudah cenderung terbiasa untuk melakukan berbagai macam hal dari rumah bersama keluarga.

    ReplyDelete
  9. Aktivitas yang seru dan menarik untuk dilakukan nih. Oh ya, menuju adaotasi kebiasaan baru ini tetap saat keluar selalu pakai masker ya.

    ReplyDelete
  10. Ternyata banyak juga ya Mba, aktivitas seru dan bermanfaat yang dapat dilakukan selama WFH dan SFH ini jadi nggak bosan di rumah terus.

    ReplyDelete
  11. Wah kebetulan ini lagi cari buat anak di rumah karena anak suka kegiatan begini
    Tapi tunggu ada sisa uang dulu baru bisa beli hehe

    ReplyDelete
  12. waaaa pengen beli buat anak saya nih, perlu alat bermain bersama di rumah selama panemi ini, santai tapi penuh ilmu , sukaaa

    ReplyDelete
  13. Seru sekali belajar dengan cara "mainstream" tersebut, anak2 di rumah pastinya jd nggak akan bosan yaa, tentunya perlu jg dijadwal agar seimbang dg kegiatan rumah :D

    ReplyDelete
  14. Walaupun cuma bisa berdiam diri di rumah, bukan berarti tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan. Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa kita praktekkan di dalam rumah, contohnya seperti yang ada di atas.

    ReplyDelete
  15. Wah bagus juga nih, ternyata dengan mainan kotak MianSTrEAM dapat belajar sambil bermain. Seru banget, apalagi masa pandemi saat ini. denagn mainan tersebut, anak-anak akan betah berada di rumah...

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email