MaritaPalace

Bahrul Ilmi: Blogger Pontianak Super Inspiratif

2 comments
profil Bahrul Ilmi, blogger pontianak
Kali ini kita akan ngeghibah coach Bahrul Ilmi. Eh, jangan sewot dong… kita ngobrolin yang baik-baik kok, pals. Masing-masing coach di Kelas Growthing punya hal menarik untuk diulik, namun jika harus memilih satu orang yang paling inspiratif, maka pilihanku akan jatuh pada coach Baim.

Bukan sekedar soal kondisinya fisiknya, namun bagaimana cara dia berpikir dan proses kreatifnya, aku sungguh terkesima. Apakah kalian siap untuk sama terkesimanya denganku? Kuy, ikutin ceritaku selanjutnya.

7 Hal Inspiratif tentang Bahrul Ilmi

Tidak perlu takut orang akan melihatmu sebelah mata ketika hanya melihat dari segi fisik. Sebab, jika dirimu bisa melakukan sesuatu yang berarti untuknya, mereka akan melupakan apa yang kita sebut kekurangan. Teruslah belajar, perbaiki diri, jadilah berguna bagi orang banyak.
Quote di atas kudapatkan dari laman about me blog mas Baim. Inspiratif ya? Katanya doi saja sudah lupa kapan nulis kalimat tersebut, wkwk. Namun sesuatu yang ditulis dari hati akan selalu menancap jleb ke hati.

Sama dengan 5 coach lainnya, aku juga mengajukan 7 pertanyaan kepada coach Bahrul Ilmi. Penasaran apa saja yang kali ini aku ulik?

hal inspiratif dari coach bahrul ilmi

1. Pola Asuh Orangtua Terhadap Anak Disabilitas

Jujur waktu menanyakan hal ini, aku takut mas Baim tersinggung. Alhamdulillah doi welcome sekali. Kondisi spesial yang dialami oleh coach Baim adalah disabilitas daksa (fisik). Karena kekurangannya cuma kelihatan di mata dan kaki, banyak orang tak begitu melihat hal tersebut. Terutama bagi kita yang hanya mengenal mas Baim lewat sosial media.

Pastinya bukan hal yang mudah untuk bisa menerima kondisi berbeda tersebut. Dituturkan oleh mas Baim bahwa proses penerimaan diri baru dijalani setelah duduk di bangku kuliah. Saat itu doi juga tersadar kalau punya potensi di bidang IT. Bisa dikatakan, masa kuliah (sekitar tahun 2013) adalah titik balik bagi coach Baim.

Doi bahkan mempercayai Bahrul Ilmi dan Baim itu dua karakter dengan latar belakang yang berbeda. Nama asli dan nama tenar ini ternyata bukan sekedar untuk membedakan orang-orang yang mengenal dirinya, namun ada arti filosofi yang dalam di balik perbedaan kedua nama tersebut.

Sebagai orangtua, aku juga tertarik terkait pola asuh orang tua mas Baim. Mengasuh anak dengan kondisi yang normal saja penuh tantangan, apalagi orangtua dengan anak istimewa. Aku selalu respect pada orangtua yang mendapat amanah tersebut.

Mas Baim mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung karena almarhum ayah dan ibunya bisa dibilang tidak pernah mengatakan secara langsung mereka kecewa punya anak dengan kondisi istimewa. Kedua orangtua mas Baim membesarkan dirinya sama seperti saudara-saudaranya yang lain.

Orang tua mas Baim sadar bahwa mereka memiliki anak yang berbeda. Mereka tidak menuntut sang anak untuk harus begini-begitu. Mereka mendukung apa yang mas Baim mau dan apa yang telah menjadi pilihannya. Mereka hanya mengarahkan dan memberikan nasehat.

Tidak hanya teruntuk orangtua dengan anak istimewa, aku rasa semua orangtua harus memiliki value yang ada dalam diri ortunya mas Baim. Menyadari bahwa setiap anak unik, memberikan dukungan terbaik kepada anaknya, mengarahkan pada hal-hal baik dan tidak membeda-bedakan perhatian dengan saudaranya yang lain adalah beberapa kunci keberhasilan pengasuhan.

2. Tips Melawan Bullying ala Mas Baim

Sebagai salah satu penggerak KLIK, gerakan sosial anti bullying yang digalakkan oleh Ibu Profesional Semarang, aku selalu kepo dengan orang-orang yang dulunya menjadi korban perisakan. Bagaimana sih cara mereka melalui hal tersebut selalu membuatku penasaran.

Bukan maksud hati membuka luka lama, hanya ingin membagikan kepada orang yang mengalami hal sama, untuk bisa bangkit dan tidak terpuruk dengan keadaan. Nih lo, salah satu contoh orang yang pernah mengalami perundungan dan berhasil bangkit adalah coach Barul Ilmi.

Begini yang dituturkan oleh mas Baim terkait bullying:
Bullying memang masih akrab dengan teman-teman difabel, tak terkecuali saya. Saya cuma bisa bilang, bangun support system yang baik. Terutama di lingkungan keluarga di rumah dan teman terdekat. Jika anak sudah dewasa, dan punya potensi yang bisa dikembangkan, dukung dan arahkan dia ke hal-hal yang produktif dan positif. Saya pribadi bisa seperti ini karna support system dalam keluarga yang menurut saya sudah sangat baik. Ditambah dengan lingkungan pertemanan yang juga mengerti kondisi saya.
Penting buat dicatat nih, pals. Lagi-lagi peran keluarga, khususnya orangtua sangat diperlukan. Pengalamanku saat terjun ke lapangan, banyak orangtua dan guru yang gagal paham terhadap bullying. Bahkan terkadang tanpa sadar melakukan bullying kepada anak atau muridnya sendiri. Dengan dalih hanya candaan dan tidak serius. Namun jika dilakukan berulang dan anak merasa tak nyaman, perilaku tersebut bisa jadi kasus perisakan lo.

Jika orangtua dan guru saja bisa melakukan bullying, apa jadinya dengan teman-teman si anak kan? Maka untuk mengatasi banyaknya kasus bullying, sebagai orangtua perlu banget untuk lebih dahulu memahami pengertian bullying dan jenis-jenisnya. Lalu bangunlah bonding yang baik dengan anak, sehingga anak mau bercerita apa saja yang dialami di sekolah ataupun saat bermain di luar rumah.

3. Tips Menemukan Potensi dan Membangun Cita-cita

Di luar sana banyak anak-anak muda yang merasa punya keterbatasan, dan nggak tahu potensinya apa, jadi akhirnya bingung mau berkarir atau berkarya di mana. Aku rasa mereka perlu belajar dari sosok coach Bahrul Ilmi terkait hal ini.

Diceritakan olehnya, sebenarnya potensi yang dimiliki sudah mulai keliatan sejak SMA (sekitar 2011). Cuma saat itu mas Baim masih merasa itu hanyalah hal biasa.
Saya ditemukan.
Itu yang selalu diutarakan oleh mas Baim saat ditanyai hal terkait potensi diri. Sejujurnya ia tidak pernah menyangka kalau bisa sampai di titik ini. Menurutnya dia dulu ya seperti anak lain pada umumnya, menghabiskan banyak waktu di warnet. Hanya untungnya, mas Baim bisa kenal blog dan mulai mendalami hal tersebut. Ternyata orang yang berjasa membukakan pintu perkenalan dengan blog adalah sepupunya.

Dari sinilah kemudian dia berkenalan dengan teman sesama blogger di Pontianak. Sosok teman ini yang kemudian menawarkan sebuah job untuk menulis artikel. Dari situ mas Baim baru tahu kalau ternyata ada peluang kerja sebagai penulis artikel.

Wah, hampir sama dengan pengalamanku nih. Aku juga awalnya kalau nggak diajak teman nggak tahu ada pekerjaan sebagai penulis artikel. Toss, mas Baim!

4. Cara Mengatasi Kebosanan Sebagai Content Writer

Sejak 2011 berkecimpung di dunia content writing, aku penasaran pada hal yang membuat mas Baim bertahan sampai sekarang. Sebagai orang yang juga bekerja di dunia tersebut, kadang aku merasa jenuh berkutat dengan banyak keyword, wkwk.

Sosok yang sangat rendah hati dan selalu menolak dibilang mastah ini menyampaikan bahwa alasannya bertahan hingga detik ini sebagai content writer karena dia sangat senang dengan dunia IT. sih belum lah ya. Selain itu menurutnya ngeblog dan menulis artikel adalah pekerjaan yang cocok untuk kondisinya yang secara fisik tidak bisa bekerja di kantor dan melakukan pekerjaan berat.

Sebuah kondisi yang wajar kalau seorang penulis mengalami writer’s block. Bahkan kata coach Bahrul Ilmi, semua penulis pasti pernah ada di masa itu. Sebagai orang yang senang sharing, dengan terbuka ia mau membagi tipsnya dalam mengatasi kejenuhan;
Untungnya saya selalu punya hiburan untuk beralih sejenak dari rutinitas itu. Kadang saya belajar hal-hal baru semisal ngedit video dan bikin web untuk orang. Kadang cuma sekedar mutar musik atau video di Youtube. Tapi kalo udah mentok, biasanya lebih milih tidur sih.
Nggak jauh berbeda dari tips yang disampaikan mbak Gilang Maulani ya?

hal inspiratif dari bahrul ilmi

5. Pengalaman Ter-da best Sebagai Content Writer

Karena sudah lama menjalani profesi content writer, ada beberapa pengalaman paling menarik dan tidak terlupakan. Menurut mas Baim, pengalaman paling berkesan ya waktu dapat tawaran menulis artikel pertama kali. Karena hal itulah yang membuatnya pertama kali datang ke bank dan membuat rekening. Pengalaman berkesan lainnya yaitu ketika mendapat tawaran menulis dari beberapa agency dan brand.

Eh, bener juga ya. Aku jadi ingat betapa excited-nya diriku waktu dapat transferan pertama kali dari hasil menulis artikel di rumah. Rasanya bangga pada diri sendiri karena meski di rumah saja tetap masih bisa berkarya dan berdaya.

6. Blogger vs Content Writer

Pertanyaan yang hampir sama kuajukan kepada mbak Monica Anggen dan mbak Gemaulani, jika harus memilih antara menjadi blogger atau content writer, manakah yang akan dipilih mas Baim?

Ternyata mas Baim menjatuhkan pilihannya untuk menjadi seorang blogger. Bahkan katanya, ia sudah mulai berhenti jadi content writer sejak beberapa tahun lalu. Alasan paling jujur, karena mas Baim sudah mulai jenuh menulis banyak artikel setiap hari. Pendapatan untuk saat ini juga lebih banyak dari blog dan bikin web untuk klien.

Nah lo, berarti nggak salah kan kalau aku juga sudah jenuh nulis artikel pesenan orang, wkwk. Meski kalau ada yang japri minta dibikinkan artikel, selama masih mood dan ada waktunya ya tetap dikerjakan sih.

Sejalan dengan alasan lain yang disampaikan oleh mas Baim, bahwasanya bekerja sebagai penulis artikel menguras lebih banyak waktu. Bayangkan saja sehari kita harus menulis minimal lima artikel, besok lima artikel lagi, lama-lama jenuh kan? Kita jadi kekurangan waktu untuk diri sendiri.

Padahal sebagai manusia yang ingin terus berkembang, pastinya juga harus tetap update informasi baru dan terus belajar hal-hal baru yang menarik dan bisa dijadikan pekerjaan. Saat masih menjadi full time content writer, susah sekali meluangkan waktu untuk update dan belajar hal-hal baru.

Kalau gitu, aku juga ikutan memilih jadi blogger seperti coach Baim aaah. Pokoknya, coach Baim inspirasiku, hehe.

7. Impian yang Belum Tercapai

Terkait impian di dunia pekerjaan yang sedang dijalani, coach Baim memiliki harapan untuk bisa selevel dengan para mastah yang sudah bekerja di perusahaan digital. Mas Baim Ingin lebih mendalami kemampuan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, bukan sekadar mengukur diri sendiri.

media sosial mas bahrul ilmi
Seru kan obrolanku dengan coach Bahrul Ilmi, pals? Semoga banyak manfaat dan pelajaran yang bisa kita petik dari sosok inspiratif yang satu ini. Di lain kesempatan aku akan berbagi tentang tokoh-tokoh menarik lainnya. Mau tahu siapa? Jangan lewatkan baca postinganku berikutnya ya! Sampai jumpa…
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

2 comments

  1. Keren banget euy Coach Baim. Makasih mb Marita udah mau sharing ttg sosok luar biasa ini. Smg aku bs nyontoh jejak2 kebaikannya.

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, menginspirasi banget ya mas Baim & jg ilmu parenting dr orang tua nya.. Terasa tertampar saya

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email