MaritaPalace

5 YouTube Channel Favoritku, Tak Hanya Menghibur Namun Juga Ada Sisi Edukasinya

1 comment


Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Hmm, nulis apa ya hari ini? Ada ide buatku? Hari ini kita nulis santai-santai sedikit lah ya. Hari Senin jangan dibuat spaneng, wkwk. Selain drakor, aku suka mengisi waktu luangku dengan menonton beberapa channel Youtube. Ada banyak sih channel yang aku tonton. Dari channelnya Baim Paula karena gemes sama si Kiano Tiger Wong, sampai sesekali kepo sama channelnya Atta Halilintar yang bikin aku penasaran kenapa followers-nya bisa mencapai 20 juta.

Salah satu alasanku sering menikmati Youtube channel adalah mengamati bagaimana si Youtuber mengelola channelnya, memilih tema konten hingga bagaimana mereka memproduksi video-videonya. One day pengen serius mengelola YouTube, tapi mau latihan ngomong depan kamera dulu biar nggak belibet, wkwk. Nunggu ngeblognya konsisten dulu baru mikirin YouTube deh.

Kembali ke tema utama postingan ini, aku mau berbagi 5 youtube channel favorit yang sering aku tonton daripada channel-channel lainnya.

1. Korea Reomit


Dari lima channel yang kusajikan di postingan ini, hanya mas Hansol saja nih satu-satunya channel yang bukan orang Indonesia, wkwk. Bukan karena doi orang Korea, tapi karena keunikannya. Aku termasuk telat sih mengenal channel cowok Korea berumur 25 tahun ini. Banyak yang sudah ngefans sama aksen medhoknya pas ngomong Jawa, aku justru baru ngeh sama dia ketika mencari data tentang sistem pendidikan di Korea Selatan buat menyusun artikel tentang Sky Castle.

Dari situ aku mulai menonton videonya satu per satu. Kagum sih sama ketelatenan doi dalam mengelola channelnya. Dari yang awalnya semua dilakukan sendiri dengan editing seadanya, hingga sekarang sudah punya perlengkapan yang memadai dan punya editor profesional. Mantappu jiwa! Eh itu mah slogannya Jerome Polin yaks, hehe.

Orang Korea yang Medhok” adalah tagline khas dari Jang Hansol. Sadar atau tak sadar tagline itu akan diucapkan oleh para penikmat setianya ketika menonton video-video pada channel Korea Reomit. Tahukah kalian apa arti Reomit? Awalnya kupikir itu ‘rumit’. Ternyata reomit menggunakan bahasa walikan Malang, yang artinya Timoer. Kata ini mengacu pada Jang Hansol yang lama tinggal di Jawa Timur. Dari sinilah kenapa dia bisa jago berbahasa Jawa dengan medhok.


Saking terkenalnya doi sekarang, pulang pergi Korea - Indonesia, Indonesia - Korea sudah semakin sering saja. Banyak event-event di Indonesia yang mengundang doi sebagai bintang tamu atau ambassador-nya. Mana sekarang anak muda Korea satu ini nggak kalah kinclong sama Hyun Bin pula, jelas saja cewek-cewek Indonesia tambah klepek-klepek, ye kan? Emak-emak aja suka khilaf sampai istighfar berkali-kali kok, wkwk.

Ngomongin emak-emak, ibunya Hansol ini lucu dan pintar banget lo. Cari saja di channel doi, ada sebuah video menceritakan tentang buku yang ditulis oleh ibunya. Buku itu bercerita tentang tempat-tempat wisata di Indonesia yang pernah dikunjungi oleh sang ibu. Ditulis dan diterbitkan dalam bahasa Korea. Aku sampai ngiri waktu lihat videonya. Beliau bahkan lebih hafal dengan daerah-daerah di Indonesia dengan segala kekhasannya daripada aku yang notabene lahir dan besar di negara ini!

Di Korea Reomit, kita bisa menikmati banyak jenis video dari mukbang, cerita detektif sampai vlog harian Hansol yang menarik disimak. Selain video yang mengupas informasi tentang sistem pendidikan di Korea vs di Indonesia, ini salah satu video favoritku di channel Korea Reomit:




What do you think about his opinion? Ada benarnya juga ya… terkadang impian anak-anak muda atau saat kita masih mudah seringkali dianggap remeh oleh orangtua. Menjadi sebuah pengingat untukku sebagai orangtua untuk mendengarkan, menerima dan mendukung impan-impian anak-anakku sepanjang tidak keluar dari koridor syariat. Btw, satu yang menarik dari sosok Hansol, doi humble bangeeet! Sopan lagi. Ada yang suka juga sama si Korea Reomit ini? Apa video favorit kalian, pals?

2. Marshed

Channel berikutnya termasuk baru. Tahu dong siapa pemilik channel baru ini? Yap, Andriani Marshanda, atau yang kerap dipanggil dengan nama kesayangan Chacha. Dulu sebelum Marshanda bercerai dengan Ben, doi sudah punya channel youtube yang isinya tentang motivasi dan daily vlognya saat membesarkan putrinya. Aku juga suka menonton channel lamanya itu.

Kini Marshanda kembali, dengan branding yang berbeda. Lebih terbuka, lebih jujur, mengekspresikan sebenar-benarnya dirinya. Soal pilihan hidupnya, bukan kapasitasku untuk setuju atau tidak. Namun jujur, melihat Marshanda seakan melihat sebagian dari diriku. Mungkin itu yang membuatku jadi lebih bisa menghormati pilihan sepatunya yang banyak dicela oleh orang banyak.


Pals, bukan hak kita menghakimi pilihan orang. Bukan hak kita untuk menuding keimanan orang lain. Bahkan jika kita tak bisa mendukungnya dengan kata-kata baik, diam sepertinya jauh lebih elegan. Btw, aku suka channel Marshed karena video-videonya dibuat dengan sangat profesional. Beda lah sama channel-channel lainnya. Idealismenya Marshanda terlihat sekali di sini. Doi nggak mau setengah-setengah.

Selain video yang digarap dengan profesional, aku suka topik-topik yang diangkatnya. Mostly about kesehatan mental. Tentang bipolar yang dia derita, juga pengalaman-pengalaman hidupnya yang penuh ups and downs. Kalimat-kalimat cepat yang terlontar dari bibirnya memperlihatkan betapa cerdasnya perempuan satu ini! Memang kadang susah jadi orang cerdas, susah cari yang bisa mengimbangi pola pikirnya, hehe.

Ini salah satu video favoritku dari channel Marshed:




Menarik banget, karena manajemen hati, manajemen jiwa adalah hal yang menarik buatku. Salah satu makanan yang lagi kucari buat ulat gemasku.

Bagaimana kita sekarang hidup, sehat atau sakit, itu mostly bukan karena takdir, tapi karena pilihan kita. Menyembuhkan penyebab penyakit. Bagaimana cara kita merawat kesehatan? Bagaimana cara kita bekerja? Bagaimana cara kita berhubungan dgn orang lain? Kita tidak perlu bicara teknik healing yang terlalu tingkat tinggi dulu, tapi sesuatu yang bagaimana kita menata hidup kita sekarang. Itu akan diterjemahkan secara langsung menjadi kualitas hidup dan kesehatan kita.
Kalau kita punya luka batin untuk mengingat sepintas saja pasti akan menyakitkan. Mirip seperti kita punya septitank penuh. Kalau kita mau bersihkan pasti rumah jadi bau tinja. Ada beberapa cara untuk membersihkannya, yaitu ada yg membuat seluruh rumah jadi bau sekali dan ada cara yang tidak terlalu bau. Ada trauma healing method yang lebih abrasive (lebih keras, lebih maksa, lebih dramatis). Metode healing pun ada yang lebih gentle dan lebih soft untuk meminimalir trauma.


Praktik yang paling simple untuk penyembuhan luka bathin atau emosi yang tidak enak ialah dengan Expressive Writing. Rumusnya 20 menit 4 kali. Dalam seminggu ada 4 hari kita expressive writing selama 20 menit. Tulis semua yang kita mau tulis mengenai beban masalah terberat yang kita alami. Bisa ditulis ataupun digambar di kertas, di HP atau komputer. Jangan peduli tanda baca, grammar, pemilihan kata karena itu tidak akan ditunjukkan kepada siapa pun. 1. What events? (Peristiwa apa?) 2. How you feeling? (Bagaimana perasaanmu?) Pertama kali hingga kedua kali, kita akan merasa lebih buruk karena ada di dalam jadi keluar dulu. Ketiga lalu selanjutnya akan semakin jernih. Setelah selesai, tulisan bisa dibuang, dibakar, atau disimpan pada tempat yang tidak bisa ditemukan orang lain.

Menarik kan? You should watch the video!

3. Fiersa Besari

Pasti tahu dong ya siapa Fiersa Besari? Seorang musisi sekaligus penulis berbakat. Hmm, jadi ingat kayanya di rumah ada buku si Fiersa, tapi aku cari-cari kok belum ketemu, hehe. Btw, aku baru menemukan channel Fiersa ini sekitar dua minggu lalu. Selain lagu-lagunya yang asyik banget dinikmati, video-videonya dalam seri “Bukan Sudut Pandang” banyak yang menarik hati.

Ini salah satu video yang aku suka:




Because it is okay not to be okay! Di video ini aku seperti merasa dikuatkan bahwa nggak apa-apa kok sesekali merasa sedih dan minta dipeluk. Di video ini juga aku jadi teringat salah satu telur orenku, di mana aku ingin belajar lebih banyak mendengar agar aku bisa memahami orang lain dengan lebih baik.


Btw taglinenya kece ya… “Ini bukan sudut pandang, karena memandang masalah tidak perlu dengan saling menyudutkan.” Cadasss, beda emang ya kalau youtubernya seorang penulis… aseek gitu diksi-diksinya! Aku tunggu video-video pendeknya lagi, Bung!

4. Ussy dan Andhika



Nggak semua video di channel ini aku suka. Teman Tidur dan Basa-basi adalah dua segmen dari channelnya Ussy Andhika yang jadi favoritku. Di Teman Tidur, mereka mewawancarai pasangan-pasangan artis dan bercerita opini mereka tentang pernikahan. Sedangkan di Basa-basi lebih fokus pada tema-tema kehidupan. So far, menurutku bagus yaa.. ada sisi edukasinya.

Di antara banyaknya video dari dua segmen tersebut, ini salah satu favoritku:




Obrolan Ussy bareng teman-temannya yang para pengusaha sukses ini kece banget. Mereka mungkin bukan ustazah, nggak pakai dalil ABC, tapi pesan dari video ini jleb banget. Betapa sebagai seorang istri kita punya kodrat yang nggak boleh dilupakan. Betapa sesukses apapun sebagai istri, kita harus menghormati posisi suami.

Masih banyak insight-insight seru dari video-video Ussy dan Andhika lainnya yang aku suka. Btw, kalian suka nonton channel mereka juga nggak?

5. Deddy Corbuzier


Meski nggak semua pendapat DC aku suka dan setuju, tapi video-video doi cukup bikin mikir dan sering jadi bahan diskusi ke suami sih. Meski tamu-tamu yang diundang di channelnya beberapa bulan terakhir nggak banyak yang kufavoritkan, tapi tetap ada beberapa yang bisa diambil manfaatnya. 




Jujur aku nggak ngerti Dzawin Nur siapa pada awalnya. Baru ngeh kalau ternyata dia salah satu stand up comedian. Nggak banyak stand up comedian yang menarik hati. Tapi kuakui, dia cerdas! Btw, video itu adalah bagian kedua. Ada bagian satu yang nggak kalah kerennya. Yang aku suka, pemikiran Dzawin bebas, tapi dia tahu batas! Dipandu pula oleh DC yang nggak kalah cerdas. Jadi asik banget lah dialog mereka. Btw, gara-gara ini aku jadi nyari channelnya Dzawin deh, hihi.


Anyway kalau lagi nonton video-videonya DC, terutama yang segment podcast ini, jangan nonton pas sama anak-anak ya, hehe. Banyak kata-kata kasar yang tak oke didengar bocah-bocah, kecuali kita siap meluruskan pada anak-anak.

Well, itulah 5 youtube channel favorit yang sering aku singgahi. Bisikin dong channel apa yang teman-teman sering suka lihat? Kenapa kok suka singgah ke channel tersebut? Bagi ceritanya di kolom komen ya, pals.

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Bung Fiersa, tontonan sehari-hariku juga mbak. ehehehe. Hiburannya dapet, edukasinya dapet, referensi jalan2 juga banyak banget

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email