header marita’s palace

8 Tanda Istri Tidak Bahagia dalam Rumah Tangga, Adakah Pada Dirimu?

1 comment
Konten [Tampil]
tanda istri tidak bahagia dalam rumah tangga
Tanda istri tidak bahagia seringkali disepelekan. Padahal kebahagiaan istri adalah kunci kebahagiaan keluarga. Sayangnya banyak tejardi, istri pontang-panting membahagiakan suami dan anak-anak.

Namun sebaliknya, suami dan anak-anak menganggap ya memang itulah tugas seorang istri dan ibu. That’s why sebagai perempuan, menempatkan kebahagiaan diri sendiri di porsi yang tepat itu perlu lo.

Ketidakbahagiaan yang dirasakan istri tidak muncul begitu saja. Perlu dirunut juga apa sih alasan di balik pernikahan dulunya.

Setiap orang dapat memiliki motif yang berbeda-beda untuk menikah. Sebagian orang menganggap bahwa pernikahan adalah solusi atas beberapa hal, seperti mengakhiri kesepian, ingin segera memiliki anak, dan kehidupan yang terjamin sehingga didefinisikan sebagai gerbang menuju kebahagiaan.

Tentu hal itu tidak salah, namun faktanya, ada banyak rintangan yang harus dihadapi setelah menikah baik faktor ekonomi, anak, maupun faktor luar yang dapat menyebabkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga.

Dari pengalamanku nih, alasan pernikahan bisa sangat mempengaruhi kondisi jiwa istri. Selain untuk menggenapi separuh agama, aku memang menjadikan pernikahan sebagai ‘pelarian’.

Sudah nggak betah di rumah, lalu berpikir kalau tinggal bersama orang yang dicintai pasti terasa indah. Eh ternyata, setelah pernikahan, ada banyak onak dan badai yang siap menantang. Beranikah melewatinya?

Sebab Istri Tidak Bahagia

Sebelum mengulik tanda istri yang tidak bahagia, akan lebih baik jika teman-teman kongkow mengetahui pemicu yang menyebabkannya tidak bahagia.

Disadur dari BetterParent berikut beberapa alasan istri tidak bahagia:
alasan istri tidak bahagia

1. Istri Merasa Terlalu Banyak Berkorban

Pada situasi ini, istri merasa jika dirinya lebih banyak berkorban dalam rumah tangga. Seorang istri memang diharuskan untuk dapat melakukan banyak hal seperti mengurus anak, mengurus suami, dan mengurus rumah. Namun, tidak ada salahnya suami membantu untuk meringankan tugas istri.

2. Suami Minim atau Tidak Memiliki Penghasilan

Sebagai kepala rumah tangga, suami berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, pada situasi tertentu istri lebih dominan secara finansial.

Ini bisa menyebabkan istri membandingkan pernikahannya dengan rumah tangga orang lain sehingga membuatnya tidak bahagia.

3. Adanya Orang Ketiga

Istilah ‘pelakor’ (perebut istri orang) kini marak digaungkan untuk menyebut orang ketiga dalam mahligai rumah tangga.

Kehadiran orang ketiga mengakibatkan istri merasa dikhianati karena sumi yang tidak puas dengan satu orang wanita. Jika terus berlanjut, hal ini dapat menciptakan keretakan pernikahan.

4. Adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

KDRT seolah menjadi isu menyeramkan dalam rumah tangga. KDRT yang dilakukan suami terhadap istri akan menimbulkan luka fisik juga memicu tekanan psikis.

Bagaimanapun permasalahannya, kekerasan bukanlah solusi yang tepat apalagi melakukannya terhadap pendamping hidup.

5. Sering Dibohongi

Atas dasar apapun, kebohongan tidak bisa dibenarkan adanya. Istri akan merasa sakit hati karena tidak dihargai dan ditipu oleh orang tercinta. Pada kasus yang fatal, akan memicu emosi berapi-api dari sang istri.

6. Berselisih dengan Keluarga Suami

Pernikahan bukan hanya penyatuan dua orang, melainkan dua keluarga yang mungkin saling berkebalikan. Bagi pasangan suami istri mertua sama pentingnya dengan orang tua, namun ada saja kondisi di mana istri berselisih paham dengan mertua.

Jika suami tidak bisa memposisikan diri dengan tepat, maka bisa menyebabkan istri merasa disudutkan.

Selain alasan-alasan di atas, ketidakbahagiaan istri bisa jadi muncul karena diri sendiri. Orang yang belum tuntas masa lalunya, akan menemui banyak drama kemudian.

Coba gali lebih dalam jika kamu merasa sering kesepian, merasa nggak puas dengan kehidupan yang dimiliki, semua hal terasa salah, adakah perasaan marah yang belum selesai? Adakah rasa sedih yang belum diluapkan dengan pas?

Bisa jadi ketidakbahagiaan seorang istri hadir karena inner child yang belum dikenali. Jika ini yang jadi alasan, segera kenali dan rangkul inner child tersebut.

Tanda Istri Tidak Bahagia, Apa Saja Ya?

Setelah mengetahui beberapa alasan atau sebab istri tidak bahagia, kini saatnya teman-teman kongkow perlu tahu beberapa tanda istri tidak bahagia.

Khusus buat para suami dan calon suami, hayoo yang peka ya. Coba ditengok di dalam rumah, apakah istrinya menampakkan salah satu dari tanda berikut?
ciri-ciri istri tidak bahagia

1. Seringkali Sakit

Perasaan dan kondisi psikologis seperti stress dan rasa tidak bahagia, dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Orang yang sedang down cenderung menurunkan sistem kekebalan tubuhnya dan mudah lelah.

Belum lagi kewajiban dan tanggung jawab istri yang tidak sedikit, jika tidak dijalankan dengan senang hati, maka akan terasa lebih berat.

2. Mudah Marah dan Tersinggung

Marah adalah hal yang wajar dan dapat dialami siapapun, namun jika sering marah untuk hal-hal sepele, maka patut dipertanyakan.

Karena tidak bahagia, istri biasanya melampiaskan pada apa saja termasuk tersinggung untuk perkataan yang sebetulnya biasa saja. Istri juga sering mengomel dan memarahi suami maupun anak.

3. Tidak Merasa Betah di Rumah

Ada istilah yang mengatakan jika rumahku adalah surgaku. Namun, dalam pernikahan yang tidak harmonis, rumah bukanlah tempat pulang yang nyaman.

Istri lebih senang berada di luar rumah dibanding menetap di rumah. Ini bisa disebabkan karena istri tidak bahagia sehingga ia memilih lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya.

4. Selalu Menilai Suami Salah

Karena rasa jengkelnya pada suami maupun beberapa hal, di matanya semua yang suami lakukan adalah kesalahan.

Istri juga mulai menyalahkan suami akan banyak hal dan mengomentari kesalahan-kesalahan kecil. Hal ini akan membuat hubungan semakin runyam dan tidak bahagia.

5. Lebih Sering Diam

Pada umumnya, wanita lebih banyak berbicara dibandingkan pria. Jika istri lebih banyak diam, enggan berbicara dengan suami, atau lebih jarang tertawa, maka suami perlu mengatasinya.

Seorang wanita seringkali banyak bicara saat dalam mood yang baik, ketika bersedih biasanya ia lebih memilih untuk diam dalam pikirannya sendiri.

6. Tidak Percaya pada Suami dan Memiliki Rahasia

Kepercayaan adalah poin utama dalam membangun pernikahan yang bahagia. Jika istri seringkali menyembunyikan banyak hal, padahal sebelumnya ia sangat terbuka pada apapun, maka bisa jadi ia tidak bahagia.

Selain itu, di sisi lain istri jadi lebih sering mencurigai suami dan memata-matai karena rasa tidak percaya kepada suami.

7. Enggan untuk Melayani Suami

Istri sudah seharusnya melayani suami namun dikarenakan beberapa hal, istri menjadi enggan. Jika istri seringkali mengabaikan atau menolak permintaan suami dapat terlihat jika ia tidak bahagia dalam pernikahan. Menurunnya rasa cinta istri juga menjadikannya sungkan untuk melaksanakan kewajibannya.

8. Istri Berselingkuh

Selain menjadi sebab ketidakbahagiaan dalam rumah tangga, perselingkuhan juga dapat menjadi akibat dari rasa tidak bahagia atau tidak puas terhadap pasangan.

Karena tidak mendapatkan perhatian dan kebahagiaan, maka istri mencari sumber kebahagiaan lain. Apapun alasannya, perselingkuhan bukanlah tindakan yang baik dan bukan solusi atas permasalahan dalam rumah tangga.

Jadi buat para istri, jangan sampai ini dijadikan alasan di balik rasa tidak bahagia. Percaya deh, nantinya yang ada malah makin nggak bahagia.

Kesimpulan

Bermacam permasalahan turut mewarnai perjalanan pernikahan, termasuk ketidakbahagiaan dalam rumah tangga. 

Beberapa solusi untuk mengatasi istri yang tidak bahagia antara lain cobalah berkomunikasi dari hati ke hati untuk menemukan titik terang masalah yang kalian hadapi.

Buat para suami, penting untuk bersikap dewasa dengan menurunkan ego dan tidak menggunakan kekerasan fisik dan mental untuk membahagiakan istri.

Selain itu, cobalah untuk lebih pengertian dan perhatian kepada istri, bantulah istri di rumah, dan berusahalah agar memiliki pendapatan yang lebih tinggi darinya serta jangan terlalu banyak menuntut agar ia tidak merasa terbebani.

Sementara itu, untuk para istri… bersyukurlah. Bersyukurlah berapapun nafkah yang diberikan oleh suami. Di luar sana banyak wanita yang nggak dinafkahi.

Sedangkan kita masih punya suami yang mau berusaha menafkahi. Hargailah kerja kerasanya. Syukur adalah kunci kebahagiaan. Semakin bersyukur, insya Allah makin berlipat kebahagiaan kita.

At last but not leas
t, habiskanlah waktu lebih banyak dengan pasangan. Sering-seringlah ngobrol, agar suami istri dapat lebih memahami satu sama lain serta mengukuhkan perasaan cinta dalam pernikahan.

Jangan gegabah dalam bersikap dan hadapilah dengan kepala dingin sehingga tidak timbul hubungan toxic yang saling menyakiti satu sama lain.

Harapanku sih, semoga di rumah tangga teman-teman kongkow nggak ditemukan 8 tanda istri tidak bahagia di atas ya. Langgeng terus till jannah. Aamiin.

Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

1 comment

  1. Bener banget ini, Kak, sering pastinya yang pertama entah karena badmood ya seperti itulah rumah tangga ada aja rintangannya.

    ReplyDelete

Post a Comment