header marita’s palace

Sudahkah Sehat dan Bersih Saat Menstruasi? Saatnya Ibu Mengedukasi!

Konten [Tampil]
zoominar sehat dan bersih saat menstruasi
Jika bukan karena mengikuti Zoominar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi”, sampai hari ini mungkin aku belum tahu kalau setiap tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi. Setiap tahunnya untuk menyambut hari tersebut selalu diisi dengan aksi yang melibatkan pemerintah, organisasi, pihak swasta dan masyarakat luas.

Beruntung pada tahun ini, aku mendapat kesempatan untuk menghadiri zoominar yang diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Mei 2021 lalu. Diprakarsai oleh Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia, zoominar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan Indonesia akan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Nggak tanggung-tanggung, pals, agar edukasi terkait MKM ini bisa meluas, penyelenggara acara mengajak serta 1000 perempuan Indonesia. Acara yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam tersebut dibawakan oleh Novita Angie, tahu dong artis yang satu ini? Dipilihnya Novita Angie sebagai host tentu saja karena kepeduliannya terhadap dunia perempuan yang tak diragukan lagi.

Novita Angie mampu membawakan acara dengan apik. Apalagi ditambah dengan kehadiran para narasumber yang qualified di bidangnya. Mau tahu siapa sajakah mereka? Cuzz kepoin lebih lanjut postingan ini ya!

Di Balik 28 Mei

Seperti yang sudah aku ceritakan di awal bahwasanya setiap tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi atau bahasa kerennya Menstrual Hygiene Day. Ternyata peringatan ini sudah berlangsung sejak 2014 lo, pals. Duh, berasa cupu banget. Masa aku baru tahu info ini pada 2021? Ke mana saja ya?
hari kebersihan menstruasi
Ternyata nih ada filosofi tersendiri di balik pemilihan tanggal 28 Mei. 28 dipilih mewakili siklus haid perempuan yang biasanya terjadi setiap 28 hari. Sementara Mei, yang merupakan bulan kelima, mengacu pada periode menstruasi yang berlangsung kurang lebih 5 hari.
Mada Shinta Dewi selaku Country Manager Mundipharma Indonesia memberikan sambutannya di awal acara. Bahwa memberikan edukasi yang benar tentang cara membersihkan area kewanitaan, khususnya kepada remaja putri, adalah hal yang sangat penting. Oleh karenanya, Mundipharma Indonesia dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi, turut serta meluncurkan kampanye #YangIdeal.
Yaitu sebuah kampanye edukatif yang mengajak perempuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan.
Agar kampanye edukatif ini bisa berjalan dengan maksimal, diperlukan kerjasama menyeluruh antara orangtua, khususnya ibu, tenaga pengajar (guru), pemerintah, organisasi, pihak swasta dan elemen masyarakat terkait. Caranya bagaimana? Salah satunya melalui zoominar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi”.

Kenal Lebih Dekat dengan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM)

Setelah sambutan singkat dari mbak Mada Shinta Dewi, narasumber pertama Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp. Og (K), MPH, memaparkan secara detail tentang menstruasi dan tata cara menjaga kebersihan yang tepat saat terjadinya haid.
Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, anggota POGI
Menyimak materi yang disampaikan oleh Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini, aku jadi teringat bagaimana paniknya saat mengalami haid pertama. Saat itu sebenarnya aku sudah menunggu-nunggu haid pertamaku. Adik sepupu yang lebih muda setahun dariku sudah mengalami menstruasi terlebih dulu.

Aku merasa khawatir karena belum mengalaminya. Ibu menenangkanku karena memang awal menstruasi bisa berbeda-beda pada setiap perempuan. Seingatku ibu sudah membekali informasi terkait menstruasi. Namun ketika haid pertama itu datang, eeh lumayan kaget.

Kagetnya karena bingung harus ngapain dulu ya. Untungnya haid pertamaku datang saat aku sedang di rumah. Ibu langsung memberikan contoh bagaimana cara memasang pembalut yang benar. Tak lupa cara membersihkan dan membuang pembalut setelah digunakan.

Hanya saja ibu belum mengajarkanku cara membersihkan organ kewanitaan dengan tepat. Aku juga belum diedukasi tentang pentingnya mengganti pembalut setiap 4 jam sekali. Bahkan kebiasaan ini berlangsung sampai sekarang. Berhubung jumlah darah yang keluar tak terlalu banyak, aku merasa mengganti pembalut dua kali dalam sehari masih aman, hehe.
pengalaman haid pertama
Alhamdulillah melalui pemaparan Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp. Og (K), MPH, aku jadi lebih melek terkait hal-hal penting yang terlewat kuketahui sebelumnya. Apalagi anak sulungku saat ini sudah berusia 9 tahun, jadi materi ini pas banget buat membekali doi agar lebih siap saat haid pertamanya datang. Jangan sampai doi panik kek emaknya dulu.

Kebetulan rencananya setelah lulus SD, si anak sulung akan melanjutkan pendidikannya ke pondok pesantren. Jikalau aku nggak bisa mendampinginya saat menstruasi pertamanya terjadi, kuharap dia tak perlu lagi kaget karena sudah kupersiapkan dengan baik.

Mau tahu apa saja hal-hal perlu diketahui oleh para ibu untuk bisa mengedukasi remaja putri terkait menstruasi dengan tepat?

Pengertian Menstruasi

Sejak anak perempuanku berusia 3 tahun dan mulai kepo kenapa setiap bulan ada saja waktu di mana ibunya bolos sholat, aku sudah mulai memberikan edukasi tentang menstruasi. Tentu saja dengan bahasa yang mulai dipahami oleh anak seusianya.

Sekarang saat dia berusia 9 tahun, ia tak lagi kaget mendengar kata mens, menstruasi atau haid. Namun tentu saja mendekati masa pubertasnya, aku harus memberikan edukasi yang lebih lengkap. Hal pertama yang harus diketahui anak-anak terkait menstruasi yaitu bahwa kondisi ini merupakan hal normal pada seorang perempuan. Jadi mereka nggak perlu takut jika hal tersebut terjadi.
apa itu menstruasi
Anak-anak juga perlu tahu bahwa darah haid biasanya akan keluar selama 3 - 7 hari dari area kewanitaan. Siklus menstruasi biasanya berlangsung setiap 21 - 35 hari, berbeda-beda setiap orangnya.

Selanjutnya perlu pula diedukasi fakta bahwa perempuan yang sudah mengalami menstruasi, artinya ia sudah siap untuk bereproduksi atau memiliki anak. Oleh karenanya, ada adab-adab pergaulan yang anak-anak harus tahu agar dapat menjaga dirinya lebih baik.

Haid terjadi karena sel telur yang telah matang tidak dibuahi. Darah yang dikeluarkan pada saat haid adalah lapisan dalam rongga rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi, yang selanjutnya akan berkembang menjadi janin.

Ingatanku kemudian terlempar saat masa-masa menanti kehamilan anak kedua. Setiap kakak tahu aku haid, dia akan berkomentar seperti ini, “Adiknya mlenyet lagi ya Bun? Aku belum jadi punya adik ya?” Yup, sekitar usia 3.5 - 4 tahun, anakku udah cukup paham bahwa ketika bunda haid, artinya belum ada adik bayi di perut bunda.

MKM dan Manfaatnya

Setelah memberikan pemahaman dasar tentang menstruasi, saatnya para remaja putri perlu tahu tentang pengelolaan kebersihan dan kesehatan saat mengalami hal tersebut. Aku sendiri baru mengenal istilah MKM yang merupakan singkatan dari Manajemen Kebersihan Menstruasi di zoominar ini lo.

Terkait hal ini, data-data MKM di Indonesia yang dilansir oleh Unicef pada 2015 cukup memprihatinkan. Berikut ini beberapa datanya:
  • 1 dari 2 anak perempuan belum tahu apa yang harus dilakukan saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.
  • 1 dari 3 anak perempuan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Artinya 2 orang lainnya tidak membersihkan tangan secara layak saat mengganti pembalut.
  • 1 dari 3 anak perempuan mengganti pembalutnya setiap 4 – 12 jam. Sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari.
Data di atas memperlihatkan bahwa edukasi terkait menstruasi belum berlangsung dengan baik di kalangan remaja putri. Nah, biar kita sebagai ibu nggak kecolongan, yuk mulai berikan edukasi yang tepat pada anak-anak.
apa itu manajemen kebersihan menstruasi

Manfaat MKM

Agar kita lebih semangat dalam mengedukasi para remaja putri, kita perlu tahu dulu nih apa sih manfaat MKM?
  • Perempuan jadi tahu cara membersihkan area kewanitaan sehari-hari.
  • Dengan mengetahui tentang tata cara MKM yang tepat, perempuan bisa lebih menjaga kebersihan ekstra selama periode menstruasi.
  • Manfaat berikutnya, kita jadi tahu berbagai kondisi kesehatan yang dapat timbul akibat MKM yang buruk.
  • Mengetahui cara mencegah kanker serviks, infeksi vaginal dan juga ketidaknyamanan (gatal, bau tidak sedap dan keputihan) yang terjadi saat menstruasi. Masalah-masalah kesehatan tersebut disebabkan MKM yang buruk.
Jangan lupa untuk meneruskan info ini secara tepat ke anak-anak ya.

Tata Cara MKM

Nah, sekarang saatnya mencari tahu bagaimana sih manajemen kebersihan menstruasi yang tepat. Apa saja ya?
tata cara MKM
  1. Gunakan air bersih yang mengalir saat membersihkan vagina.
  2. Perhatikan arah saat membersihkan vagina, yaitu dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari agar kotoran dan bakteri di area anus terbawa ke area kewanitaan kita.
  3. Bila menggunakan cairan pembersih vagina, pilihlah produk yang memiliki pH sesuai pH normal vagina. Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi atau kering di area kewanitaan.
  4. Selanjutnya, cuci bersih pembalut yang sudah dipakai dan masukan ke dalam kantong plastik.
  5. Buanglah pembalut yang sudah dipakai ke tempat sampah. Jangan sekali-kali membuang pembalut ke toilet ya.
  6. Apabila menggunakan pembalut cuci ulang/ pembalut kain, cuci pembalut tersebut setelah digunakan. Cuci hingga kering kemudian disetrika agar bakteri-bakteri yang masih menempel bisa mati.
  7. Bagi yang menggunakan menstrual cup, harap memastikan prosedur yang tepat. Saat memasukkan harus hati-hati agar tidak terjadi iritasi. Jika dalam pemakaian mengalami iritasi, sebaiknya dihentikan. Cuci dengan baik dan bersih sebelum digunakan kembali.
  8. Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 – 5 jam sekali. Hal ini untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi pada area kewanitaan.
  9. Mandi 2 kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh.
  10. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah mengganti pembalut.
Gimana pals, setelah membaca hal-hal di atas, selama ini MKM kalian sudah oke belum? Jujur, aku masih punya beberapa PR nih, hehe.

Mitos-mitos Terkait Menstruasi

Sebagai anak zaman old, generasi sebelum kita banyak memberikan edukasi yang salah terkait menstruasi. Mitos-mitos seperti di bawah ini jangan sampai kita teruskan ke anak-anak:
mitos atau fakta terkait menstruasi
  • Dilarang makan daging dan ikan saat menstruasi karena bisa membuat darah menjadi amis. Faktanya daging dan ikan justru bagus dikonsumsi ketika haid karena mengandung zat besi, yang justru diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
  • Tidak boleh minum air es karena bisa menghambat aliran darah. Faktanya air es tidak memberikan efek apapun pada menstruasi. Selama tidak merasa sakit atau perut tidak kembung, boleh-boleh saja kok minum air es.
  • Tidak boleh keramas saat haid. Faktanya keramas dan mandi justru hal yang harus rutin dilakukan saat haid tiba, agar tubuh lebih bersih dan terhindar dari bakteri.
  • Tidak boleh berenang saat haid. Faktanya boleh-boleh saja berenang selama tidak merasa risih dan tetap menjaga kebersihan. Namun berenang pada saat menstruasi bisa memicu otot perut berkontraksi lebih intensif, sehingga bisa memicu terjadinya kram otot. Selama bisa menghindari hal ini, silakan saja berenang.
  • Jangan berolahraga atau beraktivitas berat selama menstruasi. Faktanya, boleh kok tetap berolahraga. Hanya saja karena terjadinya perubahan hormon dan badan bisa jadi terasa lebih capek dari biasanya, sebaiknya pilih olahraga yang lebih ringan. Jangan lupa juga untuk membawa pembalut ganti agar olahraga tetap terasa nyaman.
Hayo siapa yang selama ini masih suka terjerat oleh mitos-mitos di atas? Semoga setelah ini nggak lagi ya.

Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Saat Menstruasi

Hal terakhir yang dipaparkan oleh Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp. Og (K), MPH yaitu terkait masalah-masalah kesehatan yang bisa saja terjadi saat haid. Hal yang paling sering yaitu terjadinya Vaginitis atau infeksi atau iritasi vagina. Hal ini bisa terjadi saat kebersihan area kewanitaan kita tidak terjaga dengan baik saat menstruasi, alias MKM yang buruk. Infeksi vagina ini ada bermacam jenisnya, antara lain:
  • Vaginosis Bakterialis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan jumlah bakteri alami (flora normal) di dalam vagina.Tidak berbahaya, tetapi menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, misal keputihan dan gatal area kewanitaan. Selain itu juga bisa memicu resiko infeksi HIV, HPV (penyebab kanker serviks) dan komplikasi persalinan.
  • Kandidosis Vulvovaginitis, yaitu infeksi saluran reproduksi wanita yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Bisa menyebabkan rasa gatal yang ekstrem, terjadinya pembengkakan di area vagina dan vulva, serta keputihan yang menggumpal. Masalah ini juga bisa memicu resiko infeksi HIV dan HPV.
masalah kesehatan saat menstruasi
Selain iritasi vagina, masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi dikarenakan MKM buruk yaitu Infeksi Saluran Kemih (ISK). Hal ini terjadi saat kondisi organ saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung

kemih, dan uretra, mengalami infeksi. ISK yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kematian lo, pals. Ngeri juga ya?

Dari pemaparan ini, kita jadi tahu bahwa informasi yang selama ini beredar tentang pembalut bisa menyebabkan kanker serviks adalah hal yang salah besar. Kanker serviks terjadi bukan disebabkan oleh pembalut. Lebih tepatnya, pembalut yang tidak diganti selama 4 jam sekali bisa menyebabkan infeksi vagina, yang kemudian bisa meningkatkan resiko terjadinya HPV.
Kanker serviks terjadi bukan masalah pada jenis pembalutnya ya, tapi lebih kepada tata cara MKM yang tidak tepat. Selama kita rutin mengganti pembalut, insya Allah kanker serviks tak akan mendekat.

Edukasi Menstruasi pada Remaja, Mengapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Narasumber kedua pada zoominar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” yaitu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si. Materi kedua juga nggak kalah ciamik lo dengan pemaparan dari narasumber pertama. Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta tersebut banyak membagikan tips penting tentang cara berkomunikasi dengan remaja putri, terutama soal menstruasi.
psikolog anna surti ariani
Pastinya teman-teman kongkow sudah nggak sabar ya pengen tahu isi materinya seperti apa? Kuy, kepoin lebih lanjut!

Mbak Anna Surti menyampaikan bahwa banyak data yang mengungkapkan kondisi remaja dari berbagai negara, antara lain:
  • Di Nigeria dari penelitian Titiloye & Ajuwon tahun 2017 terungkap bahwa pengetahuan reproduksi bagus, namun kualitas komunikasi reproduksi buruk.
  • Sementara itu lewat penelitian Smiles, dkk pada 2017, di Ethiopia kesalahpahaman remaja tentang menstruasi justru mengurangi kualitas hidup, antara lain kesehatan dan kemandiriannya.
  • 2 dari 3 anak perempuan di Pakistan tahu informasi menstruasi dari ibu. Hampir 40% tidak masuk sekolah akibat menarke, hampir 60% tidak mandi ketika menstruasi, 80% tetap basuh vagina dengan air. Data ini didapatkan dari Michael, dkk pada 2020.
  • Di Indonesia menurut data UNICEF tahun 2020, 1 dari 4 anak tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum terjadinya menarke.
bicara menstruasi sulit
Cukup memprihatinkan ya data-data di atas? Data tersebut bisa terjadi dikarenakan pembicaraan terkait menstruasi masih banyak dianggap tabu. Kurangnya pengetahuan para ibu terkait menstruasi juga bisa menjadi penyebabnya. 

Kalaupun ibu tahu biasanya cenderung bingung memulai komunikasi. Hal ini dikarenakan bonding antara ibu dan anak kurang oke. Hal terakhir yang menjadi penyebab dikarenakan anak ragu dengan kemampuan ibunya dalam menjelaskan tentang menstruasi.

Duh, semoga kita djauhkan dari kondisi-kondisi di atas ya, pals.

Pentingnya Komunikasi dengan Remaja Terkait Menstruasi

Setelah tahu betapa memprihatinkan kondisi remaja putri terkait wawasannya tentang menstruasi, sudah saatnya kita sebagai ibu mengubah mindset terkait pentingnya komunikasi dan edukasi menstruasi. Apalagi nih, disampaikan oleh mbak Anna Surti, menurut data DITPSD pada 2017;
90 persen anak remaja masih menganggap orangtua dan guru sebagai sumber informasi terpercaya.
Bahkan dari data UNICEF pada 2015, ibu menempati urutan pertama mengalahkan teman/ saudara perempuan, guru, petugas kesehatan, dan buku/ majalah sebagai sosok yang diharapkan bisa menjadi sumber terpercaya tentang menstruasi. Pertanyaannya sekarang, sesiap apa kita menjadi sumber informasi terpercaya bagi anak-anak?
efek edukasi menstruasi kurang
Fyi, remaja putri yang tidak pernah mendapatkan edukasi secara tepat terkait menstruasi bisa mengalami emosi negatif (malu, marah, khawatir, takut, dsb), tidak siap menghadapi menarke dan kesalahpahaman menghadapi menarke.

Nggak mau dong anak-anak kita mengalami hal tersebut? Makanya sudah saatnya kita banyak ngobrol sama anak. Semakin intens edukasi ke anak terkait menstruasi, kesehatan reproduksi remaja bisa lebih baik, remaja juga lebih hati-hati dalam menjaga pergaulannya sehingga tidak melakukan hubungan seksual di waktu yang belum tepat.

Tak hanya itu, komunikasi yang baik antara ibu dan remaja putri bisa mengurangi resiko kesehatan mental terkait seksualitas. Dan pastinya hubungan ibu dan anak pun jadi lebih dekat.
manfaat edukasi menstruasi
Jika teman-teman kongkow masih bingung apa saja sih yang harus dibicarakan dengan remaja putrinya, mbak Anna Surti sudah memberikan bocoran terkait pertanyaan-pertanyaan yang banyak diajukan oleh anak-anak, yaitu:
  • Bagaimana menstruasi bisa terjadi?
  • Mengapa laki-laki tidak menstruasi?
  • Apa tanda-tanda menstruasi?
  • Berapa lama menstruasi?
  • Apa beda pembalut bersayap dengan yang tidak bersayap?
  • Apakah menstruasi dan keputihan itu sama?
  • Mengapa saat menstruasi badan lebih mudah capek dan kita mudah marah?
  • Kapan perempuan berhenti menstruasi?
Beberapa hal di atas sudah dijelaskan pada pemaparan Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp. Og (K), MPH di atas ya? Tinggal pintar-pintarnya kita nih mengolah kalimat agar mudah dimengerti anak.

Untuk memulai edukasi tentang menstruasi sebaiknya tidak menunggu sampai anak mengalami haid pertama. Akan lebih baik jika sebelum menstruasi anak-anak sudah dibekali wawasan terlebih dahulu. Pada saat belum haid, berikut ini hal-hal yang bisa menjadi bahan obrolan dengan anak:
  • Menstruasi wajar dialami perempuan.
  • Seperti apa menstruasi itu?
  • Apa yang perlu dilakukan saat menstruasi?
  • Bukan hanya mengalami menstruasi, tubuh juga akan berubah sebagai tanda-tanda pubertas.
  • Terkadang ada perubahan mood sebelum dan selama menstruasi.
Sementara itu ketika anak sudah mulai haid, obrolan-obrolan ini harus lebih banyak dibicarakan:
  • Perlunya membawa pembalut cadangan.
  • Apa yang dilakukan jika ‘bocor’?
  • Cara mencatat siklus haid dan mengapa perlu dilakukan.
  • Apa yang bisa dilakukan jika terasa sakit?
  • Bagaimana menjaga kebersihan ekstra saat menstruasi?
  • Apakah keputihan wajar dan bagaimana cara mengatasinya?
Gimana nih teman-teman kongkow sudah siap belum ngobrolin hal-hal di atas bersama anak-anaknya? Kalau aku insya Allah sudah siap. Kebetulan aku bergabung menjadi relawan dalam program KLiK yang diiniasi oleh Ibu Profesional Semarang. Awalnya sih program tersebut lebih ditekankan pada kampanye anti bullying.

Namun dari data yang kami dapat, salah satu penyebab bullying adalah kondisi pubertas yang dialami remaja. Adanya anak-anak cowok yang mengolok-olok bentuk tubuh remaja putri yang mulai berubah, dan ejekan pada remaja putri yang mengalami ‘bocor’ saat haid di sekolah.

Karenanya kemudian kami juga menyisipkan edukasi terkait seksualitas pada anak-anak kelas 5 dan 6. Tentu saja salah satunya terkait menstruasi. Dari pengalaman tersebut, insya Allah aku nggak canggung lagi ngobrolin menstruasi ke anak-anak.

Tips Berkomunikasi tentang Haid dengan Remaja

Buat teman-teman yang masih merasa bingung bagaimana berkomunikasi dengan remaja terkait menstruasi, jangan sedih. Mbak Anna Surti pada event “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” membagikan tips-tips kece berikut ini:
tips bicara menstruasi pada remaja

1. Ibu yang Paling Dipercaya

Seperti yang disampaikan sebelumnya. Data UNICEF telah memaparkan bahwa ibu diharapkan menjadi sumber informasi terpercaya terkait menstruasi. Maka yakinkan pada diri sendiri kalau kita pasti mampu melakukannya.

Oleh karena itu penting bagi kita mengetahui informasi dan wawasan yang tepat tentang menstruasi. Apa itu menstruasi, dan bagaimana MKM yang baik. Pemaparan dari Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp. Og (K), MPH di atas bisa banget kita olah untuk menjadi bahan obrolan yang menarik.

Jangan lupa ibu juga perlu memiliki skill berkomunikasi yang oke. Makanya public speaking itu nggak hanya melulu harus dimiliki pekerja kantoran, para ibu juga harus bisa berkomunikasi dengan baik agar edukasi bisa tersampaikan secara tepat.

2. Mens Tidak Tabu

Buang jauh-jauh mindset lama bahwasanya ngobrolin menstruasi adalah hal yang tabu. Sudah tahu kan tadi membicarakan menstruasi jauh lebih banyak manfaatnya? Anak-anak jadi lebih siap menghadapinya. Kesehatan reproduksi perempuan generasi bangsa juga jadi lebih meningkat.

3. Dilakukan Berulangkali dan Bertahap

Ngobrolin menstruasi nggak bisa cuma sekali, dua kali, pals. Lakukan secara bertahap sesuai kebutuhan usianya. Misalnya saat anakku berusia 3-4 tahun dia mulai tanya kenapa aku nggak sholat, aku sudah mulai memberikan info tentang apa itu menstruasi.

Informasi itu terus aku ulang hingga sekarang dia berumur 9 tahun. Dan tentunya masih akan terus kuulang hingga nanti tanda-tanda pubertas mulai muncul pada dirinya, dan saat nanti haid pertamanya terjadi.
tips edukasi menstruasi

4. Bersikap Positif

Topik terkait pubertas, termasuk menstruasi, bisa menjadi sangat sensitif bagi remaja. Oleh karenanya sebagai ibu kita harus berkepala dingin dan mampu membuka pembicaraan dengan asyik. Buatlah anak nyaman untuk ngobrol dengan kita.

5. Banyak Bertanya dan Diskusi

Anak-anak usia remaja kurang begitu suka diceramahi dan digurui. Daripada kasih ‘kuliah umum’, mending buka obrolan dengan banyak bertanya dan melakukan diskusi. Kita bisa berbagi pengalaman pribadi.

Jika anak bertanya sesuatu dan kita belum memiliki jawaban yang tepat, jangan berbohong dan menghindar. Katakan saja pada anak bahwa kita butuh waktu untuk berpikir dulu. Lalu cari tahu informasi yang ditanyakan anak pada ahlinya. Atau malah ajak anak untuk mencari tahu jawabannya bersama-sama.

6. Jelaskan Secara Konkrit

Agar lebih menarik dan menghindari kesalahpahaman, gunakan alat bantu yang nyata. Misal tunjukkan gambar anatomi tubuh sederhana saat menjelaskan bagian-bagian tubuh. Tunjukkan pembalut dan cara menggunakannya. Atau bisa juga berikan edukasi lewat permainan-permainan tertentu, misal Menstrual Maze.

7. Jelaskan Juga pada Anak Laki-laki

Bukan hanya anak perempuan yang perlu tahu tentang menstruasi. Anak laki-laki pun perlu dibekali edukasi yang tepat. Tujuannya agar mereka lebih menghargai dan memahami perempuan.
Harapannya, anak laki-laki yang tahu tentang menstruasi dan betapa sulitnya perempuan saat mengalami hal tersebut, mereka tak akan mengejek anak perempuan yang sedang ‘bocor’ dan malah bisa membantunya.
edukasi menstruasi untuk remaja pria
Ayah juga perlu terlibat dalam edukasi menstruasi. Misalnya dengan bercerita tentang bagaimana dulu bersikap jika ada teman perempuan yang mengalami menstruasi. Bahkan jika dulu sang ayah pernah melakukan kesalahan, it’s okay untuk menceritakannya. Lalu katakan pada anak kesalahan ayah dikarenakan tidak tahu bagaimana sikap yang seharusnya.

Hal ini agar anak tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan ayah. Misal dulu ayah pernah mengejek anak perempuan yang sedang ‘bocor’, jangan sampai anak laki-laki kita melakukannya.

Ayah juga bisa menceritakan bagaimana membantu sang ibu saat sedang menstruasi, misal dengan membelikan pembalut atau menyediakan minuman hangat saat perut ibu sedang sakit.

Poin yang ketujuh ini jadi PR buatku. So far, anak cowokku belum terlalu kepo saat ibunya haid. Jadi belum banyak diajak ngobrol masalah ini. Kalau teman-teman kongkow yang punya anak cowok remaja sudah mulai dibekali hal-hal penting tersebut kah?

Yuk Dukung Program Pendukung Kesehatan Reproduksi Remaja!

Zoominar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” belum berakhir sampai di sini, pals. Masih ada narasumber lain yang materinya juga nggak kalah penting. Kali ini bersama dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid. Bersama beliau, kita diajak untuk mengetahui program-program pemerintah yang penting banget didukung dalam rangka meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Apa saja ya?
dokter dwi oktavia handayani, m.epid
Sebelum memaparkan program-program tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ini membuka pemaparannya dengan fakta dan data terkait menstruasi, juga informasi MKM sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Dwiana.

Hal menarik dari paparan dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid. yaitu ternyata pemerintah memiliki peraturan terkait kesehatan reproduksi lo. Ada yang tahu soal ini?

Peraturan tersebut termuat pada Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014, yang isinya sebagai berikut:
PP tentang kesehatan reproduksi
Ternyata nih pemberian komunikasi, informasi dan edukasi pada remaja terkait kesehatan reproduksi diatur lo di undang-undang. Nah lo, kalau kita sebagai ibu memberikan informasi yang salah terkait hal tersebut, atau malah tidak pernah memberikan edukasi yang tepat, berarti kita sudah melanggar aturan pemerintah ya?

Untuk mendukung orangtua dalam memberikan edukasi yang tepat terkait kesehatan reproduksi, termasuk menstruasi, pemerintah memiliki beberapa program khusus di antaranya:
program pemerintah untuk kesehatan remaja
  1. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Program ini merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.Kalau program ini insya Allah udah nggak asing lagi ya di telinga kita? Meski belum semua sekolah memiliki UKS yang layak. Biasanya UKS malah lebih mengacu pada tempat untuk istirahat, dan suka dipakai buat anak-anak yang menghindari suatu pelajaran dengan minta izin sakit, wkwk.
  2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Remaja, sebuah wadah Pos Kesehatan Remaja yang memfasilitasi dalam memahami seluk beluk remaja selama masa puber. Wah, aku baru denger sih info ini. Sudah adakah di wilayah teman-teman kongkow?
  3. Aku Bangga Aku Tahu, merupakan kegiatan penyuluhan rutin ke sekolah terkait kesehatan reproduksi dan Penyakit Infeksi Menular Seksual.
  4. Vaksinasi HPV, menjadi salah satu agenda pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks.
dokumentasi kegiatan pemerintah untuk remaja
Sayangnya menurut dr. Dwi Oktavia, program-program di atas belum dilaksanakan secara menyeluruh di semua wilayah Indonesia. Tergantung provinsi masing-masing. Wah, semoga sih ke depannya program-program kece tersebut bisa merata ya, pals? Atau malah ada yang tertarik untuk menjadi pelopor di wilayahnya masing-masih?

Sehat dan Bersih Saat Menstruasi Bersama #YangIdeal

Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dwiana bahwa salah satu hal penting dalam MKM yaitu memilih produk pembersih area kewanitaan yang ber-pH sesuai kelembaban vagina. Oleh karenanya narasumber terakhir, mas Adi Prabowo selaku Head of Marketing Digital E Commerce Mundipharma Indonesia, menginformasikan tentang produk-produk BETADINE™ Feminine Care yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan organ kewanitaan.
head of marketing betadine
Hanya Betadine lo yang memiliki rangkaian lengkap untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, dari yang bisa digunakan harian, saat menstruasi, saat terjadi infeksi dan ketika dalam perjalanan.

Yuk intip produknya satu per satu!

Daily Protection

Produk yang masuk dalam lingkup ini yaitu BETADINE™ Daily Use Feminine Wash Foam dan BETADINE™ Feminine Wash Natural. Ada varian lemon dan daun sirih lo. Suka wangi yang mana nih, pals?
betadine feminine care daily use
Produk yang digunakan untuk menjaga kebersihan area kewanitaan sehari-hari dari BETADINE™ ini memiliki keunggulan dibanding produk sejenis, yaitu pH balanced, mengandung prebiotics, bebas paraben, sudah melalui Hypoallergenic dan Gynaecologically tested. Produk-produk ini juga aman untuk ibu hamil.

Red Days

Produk ini dibuat khusus untuk digunakan saat menstruasi. Seperti yang kita tahu, saat menstruasi risiko infeksi kuman meningkat, maka perlu perlu perlindungan extra untuk mengatasi infeksi kuman.
produk betadine untuk menstruasi
BETADINE® Feminine Hygiene PVPI 10% merupakan antiseptik kewanitaan yang berfungsi sebagai disinfektan vagina. Memiliki kegunaan untuk mengatasi gejala iritasi ringan, gatal-gatal, keputihan yang disebabkan oleh Trichomonas Vaginalis, Candida Albicans, dan Gardnerella Vaginalis.

Infection

produk betadine untuk infeksi vagina
BETADINE™ Vaginal Douche merupakan obat pembersih vaginal yang mengandung Povidone Iodine 10%. Digunakan saat terjadi infeksi di area kewanitaan yang tingkatannya sudah parah. Berbeda dengan produk BETADINE™ Feminine Care lainnya, produk ini hanya bisa digunakan dengan petunjuk dokter.

On The Go

BETADINE™ Feminine Wipes adalah produk wajib yang harus dibawa teman-teman kongkow penyuka travelling. Memberikan perlindungan lembut dan dirancang khusus untuk kebutuhan area kewanitaan.
betadine flushable tissue
Selain itu, produk ini juga menutrisi dan mendukung pertumbuhan bakteri baik, serta memberi perlindungan alami area kewanitaan. Flushable Tissue ini dapat digunakan setiap saat, terutama ketika berada di luar rumah. Tersedia dalam kemasan pack. 1 paknya terdiri dari 10 sheets.

Wah, memang benar-benar lengkap ya produk #YangIdeal dari BETADINE™ Feminine Care ini. Tinggal pilih yang sesuai kebutuhan. Buat teman-teman kongkow yang mau beli produk-produk di atas tanpa ribet, bisa langsung cuzz saja ke marketplace. Pilih nih, mau ke Shopee BETADINE™ Official atau Tokopedia BETADINE™ Official.

Selain memberikan produk-produk berkualitas, BETADINE™ juga mengeluarkan Red Journal yaitu semacam booklet journal yang memberikan edukasi kepada remaja putri terkait menstruasi. Menarik banget lo isinya. Komplit lagi!

Untuk mendapatkannya, teman-teman kongkow bisa DM ke instagram @betadineindonesia. Atau boleh unduh saja di link Red Journal. Berguna banget untuk menambah perbendaharaan wawasan saat ngobrolin menstruasi ke anak-anak.
webinar menstruasi dari betadine
Semoga informasi yang aku sajikan tentang materi zoominar “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” ini bisa memberikan manfaat ya, pals. Sekarang sudah siap kan menjadi ibu yang mengedukasi? Semangaaat untuk para ibu di seluruh Indonesia!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

100 comments

  1. Seneng banget deh baca informasi yang edukatif gini, soalnya masih banyak mitos yang masih dipercayai seputar haid

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan menyampaikan informasi secara bertahap dan terus menerus, anak jadi tidak merasa digurui dan lebih nyaman jadinya ya

      Delete
  2. eh iya lhoo..baru kemarin itu aku tahu ada Hari Kebersihan Menstruasi di 28 Mei! Untung ikut seminar ini, banyak materi bergizi yg kudapatkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun baru tahu kalau 28 Mei itu hari menstruasi
      Untung aja ikut acara ini jadi tahu deh

      Delete
  3. Saya sempat mempercayai mitos mengenai cewek nggak boleh minum air es saat haid. Dan cewek juga nggak boleh keramas selama haid. Saya sempat nggak minum es lho pas haid gegara mitos itu. Juga nggak keramas selama haid.

    Setelah dipikirkan lagi, duh jorok amat yak nggak keramas selama seminggu. Jadi, ya saya masa bodohlah sama mitos itu.

    Lagi pula, emang nggak banyak sih emak-emak yang aware mengenai pentingnya memberi edukasi pada remaja putri mengenai mens. Kebanyakan memilih akan mengedukasi saat masanya tiba. Kadang malah membuat si remaja jadi kelabakan.

    Kayak saya dulu. Mens pertama saat lagi ikut MOS dan tentu saja nggak ada emak disamping saja. Pas lagi nginep di sekolah soalnya. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kak, dulu saya dapat pemahaman seperti itu. Tapi kan saya dapatnya suka lebih dari seminggu lah gatal2 ini kepala hehe

      Delete
    2. Sama banget. Dulu tuh ada yang bilang kalau lagi mens nggak boleh keramas. Rambut juga dikunpulin yang rontok pas lagi mens. Katanya si rambut itu kotor, kalau mau dibuang, harus diajak mandi wajib dulu setelah selesai mens.

      Sejak itu buatku mens itu nyiksa. Nggak boleh ini itu. Sampai urusan rambut rontok aja ribet.

      Sampe di masa aku merasa au ah dan ya udah, keramas aja, bebersih aja.

      Bersyukur itu mitos.

      Delete
  4. Saya juga baru tau Mbak, kalai tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi hehehe
    Saya jadi senyum-senyum waktu tadi pas saya baca bagian "Adiknya mlenyet lagi ya Bun" , mlenyet ... hihihi

    ReplyDelete
  5. Jadi inget pertama kali mesntruasi aku tuh nangis nangins mbak, kirain kenapa gitu ya berdarah. Tapi setelah dijelaskan ibu saya akhirnya paham dan berusaha menjaga pergaulan. Bener nih, setiap datang bulan perempuan harus menjaga kebersihan organ intimnya ya mbak.

    ReplyDelete
  6. skrg aku udah paham betapa pentingnya edukasi mentruasi sejak dini kepada perempuan yang mengalami mens di awal, untuk mengurangi resiko terkena penyakit atau kotoran di sekitar kemaluannya.

    ReplyDelete
  7. Alhamdhulilah nadia mulai mens pas masih SD 6. Sejak kelas 5aku udah sounding ga perlu panik dan kalo itu hal yg natural. Pas mens datang tinggal ngajarin aja gmn cara pakai pembalut dan jaga kebersihan. Yg aku agak kuatir tu di pondok kan kamar mandk buat rame2 udh gitu air mungkin ga sebersih di rumah jd ya ga bosen2 aja ngingetin tuk selalu jaga kebersihan

    ReplyDelete
  8. Punya anak beranjak dewasa, setelah baca ini ternyata masih banyak info seputar menstruasi yg belum sy tau. Good info��

    ReplyDelete
  9. Lengkap banget uraiannya, sungguh webinar yang sangat bermanfaat, Mbak. Aku dan istri pun sudah mengedukasi ke dua anak kami yang cowok agar memahami siklus alami wanita dan menghargai teman mereka yg cewek seandainya mengalami hal serupa kayak tembus yang berpotensi mengundang rasa malu. Manajemen kebersihan menstruasi jangan sampai cuma slogan, harus jadi praktik di semua keluarga, agar ga tabu ngomongin menstruasi. Agar organ intim wanita terbebas dari ancaman infeksi virus, bakteri, dan jamur. Dengan Betadine feminine care, semoga bs bantu ya.

    ReplyDelete
  10. Karena itu meski sedang mendaki gunung. Kalau kebetulan pas datang bulan, saya sangat ekstra menjaga kebersihan dan kesehatan. Serba darurat bukan berarti bisa jorok. Takutnya infeksi apalagi menimbulkan penyakit

    ReplyDelete
  11. Bener banget mba. Ibu kudu bicara menstruasi ke anak2 nya ya. PR banget nih untuk para orang tua. Biar ga tabu lagi dan makin banyak yg teredukasi. Terutama soal manajemen kebersihan menstruasi

    ReplyDelete
  12. Senengnya dapet ilmu yang bergizi gini.. jadi dapet insight baru kalau suatu saat ditodong pertanyaan sama nak gadis

    ReplyDelete
  13. Kalo sejak kecil udah terbiasa diajak komunikasi tentang kegiatan sehari hari, anak-anak jadi tahu juga saat kita menstruasi. Jadi nggak perlu sembunyi sembunyi kalo ingin ganti pembalut ya. Anakku cowok juga ngerti sejak kecil, ketika ibunya tengah menstruasi. Dia kadang bantuin bikin teh panas agar ngurangin rasa gak nyaman di perut

    ReplyDelete
  14. Lengkap banget artikelnya, Mbak Marita. Emang ilmu MKM ini penting banget diajarin ke anak perempuan. Dan bagusnya sambil praktik juga. Soalnya waktu anak saya haid pertama umur 13 tahun itu dia bingung gimana cara cuci pembalut padahal sebelum haid juga udah sering diajarin tapi nggak praktik.

    ReplyDelete
  15. Edukasi soal menstruasi memang perlu banget loh, biar ketika si gadis ngalamin menstruasi pertamanya, dia nggak kaget lagi dan telah siap menghadapinya dengan senyuman, hahaha.

    Sekarang mah nggak perlu tabu lagi, setiap orang tua perlu banget edukasi sejak dini mengenai menstruasi kepada setiap anak gadisnya. Orang tua juga wajib menambah ilmu soal menstruasi, jadi bisa memberikan penjelasan yang komprehensif sekaligus berbagi pengalamannya.

    Penting banget nih menjaga kebersihan saat menstruasi. Untung ada Betadine Feminine Care....

    ReplyDelete
  16. Wiwin | pratiwanggini.net05 June, 2021

    Duluuuu iya, pernah percaya sama mitos haid. Tapi kemudian bisa melupakannya, abisnya suka gak logis sih. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiwin | pratiwanggini.net12 June, 2021

      by the way, paling menyedihkan waktu awal-awal haid dulu (saya kelas 1 SMP kalo ga salah) lalu temen-temen pada bilang kalo "tidak boleh keramas selama haid", dan koq ya dulu percaya saja. Padahal seminggu gak keramas bagi anak perempuan yang aktif bergerak itu duhhhh.. bisa dibayangkanlah rasanya :D

      Delete
  17. Aku tuh udah pakai Betadine sejak lama. Nah, tapi baru tahu dengan produk-produk barunya tuh. Kemasannya juga cantik banget. Memang perlu sih pengetahuan tentang manajemen kebersihan menstruasi, supaya sehat juga reproduksinya.

    ReplyDelete
  18. Allhamdulillah banget ya dengan zoominar macam ini banyak bunda yang teredukasi ya Mba. Hepi banget jadinya, persiapan jadi ibu yang baik nih diriku

    ReplyDelete
  19. Penting banget ibu memberikan edukasi seputar mens kepada anak perempuan, biar anak ad bekal saat menghadapi menstruasi pertama kalinya

    ReplyDelete
  20. Sejak ikutan zoominar ini aku jadi lebih rajin menjaga kebersihan Mba, nggak mau pelihara penyakit harus tegas menjaga.

    ReplyDelete
  21. Fakta dan hal2 valid seputar menstruasi harus kita pahami, dan sebarkan edukasi kpd anak2 ya.
    Jadi, semoga banyak yg paham, bahwa Menggunakan sabun mandi untuk daerah intim dapat merusak perlindungan alami vagina. Karena, pH area miss V adalah kisaran 3-5 yang artinya bersifat asam. Sedangkan sabun mandi mempunya PH diatas 7 yang artinya basa.

    ReplyDelete
  22. Wow, tulisanmu lengkap banget Marita, keren! Ngobrolin tentang menstruasi penting banget ya untuk ibu dan anak agar lebih paham manajemen kebersihan saat mens ini, bukan hal tahu untuk dibicarakan bareng buah hati

    ReplyDelete
  23. Waah iya aku juga baru tau mak kalo tanggal 28 Mei itu hari menstruasi. Sebagai calon emak yg anak pertamanya prempuan kudu banyak belajar lg nih aku

    ReplyDelete
  24. sayangnya saya ga bisa ikutan acaranya ya, padahal pasti banyak banget ilmunya yang didapat dari webinar ini apalagi menyangkut kbersihan area perempuan

    ReplyDelete
  25. Mendadak jadi kepikiran anak2 yang ngga punya akses air bersih mba akuu, gimana bersihinnya yaa. Buat minum aja susah, hikss. Sedih.

    ReplyDelete
  26. Aku bersyukur loh kak ikut acara ini, bukan cuma materinya yang bagus tapi juga mengajari ibu bagaimana berbicara kepada anaknya tentang menstruasi. dan jujur aku baru tahu filosofi 28 Mei disebut sebagai hari kebersihan menstruasi. Iya dari siklus rata-rata yang 28 hari dan juga lamanya menstruasi yang rata-rata 5 hari.

    ReplyDelete
  27. Setuju banget kalau anak laki-laki juga harus tahu tentang menstruasi yang terjadi pada perempuan. Agar anak laki-laki juga bisa menghormati bahwa ada kalanya perempuan mengalami hal-hal menjadi tampak bad mood karena menstruasi.

    Kebersihan menstruasi memang sangat pentingnya. Senengnya sekarang sudah ada Betadine Feminin care yang mengandung pH baik untuk daerah kewanitaan.

    ReplyDelete
  28. Wah komplit dan lengkap banget kak penjelasannya, jujur pengetahuan saya semakin bertambah setelah baca artikel ini. Beberapa hari yg lalu baru ngalamin, berenang disaat datang bulan. Kalau dulu males banget, tapi justru malah gak apa2 (berenangnya di laut lagi).

    Aku dulu pikir kalau datang bulan gak boleh keramas, padahal aku klo ga keramas malah pusing. Terima kasih ya kak atas sharing nya.

    ReplyDelete
  29. Dari webinar ini banyak pengetahuan yang bikin melek kitanya ya kak, karena memang edukasi tentang menstruasi harus sejak dini ya biar menarke nya gak kaget lagi

    ReplyDelete
  30. Aku baru tau kalau tgl 28 Mei irtu diperingati sebagai Hari Kebersihan Mesntruasi, dan pemilihan tanggal serta bulannya unik ya. Perlu banget nih Manajemen kebersihan mesntruasi diajarkan ke anak perempuan sedini mungkin

    ReplyDelete
  31. Beruntung banget bisa ikut webinar yang sangat mengedukasi ini. Well saya pun baru tahu tanggal 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi. Saking pentingnya menjaga kebersihan saat haid ya Mbak sampai ada peringatannya gini. Jadi reminder juga nih bagi ssya sebagai seorang ibu untuk mengedukasi anak terkait hal ini

    ReplyDelete
  32. Banyak banget motos yang beredar di masyarakat ya... dan sebagian besar bertolak belakangg dengan fakta yang harus dilakukan. Memang tabu itu kadang malah tidak mendidik...

    ReplyDelete
  33. Aku punya dua anak perempuan. Jujur, masih suka bingung bagaimana memulai dan menjelaskan ke anak. Apalagi anak pertama usia 8 tahun sudah mulai bertanya kenapa alasan aibunya pernah tidak solat di waktu tertentu.

    Kemarin ikut webinar ini, jadi lumayan terbuka untuk memulai berbicara pada anak perempuanku. Memang jangan lagi dianggap tabu pembicaraan tentang menstruasi karena kan untuk masa depannya juga ya.

    ReplyDelete
  34. Widih, keren lengkap betul informasinya. Jadi makin paham kan soal MKM. Lumayan lah buat persiapan pemantapan jadi Ibu nanti, meskipun calon suaminya belum ada, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kak arai.. kuy dicari hehehe..
      Tapi gak dicari pun nanti kan menghampiri ya kak. Sesuai waktunya kok..

      Delete
  35. dan penting banget buat ngingetin anak2 kita, kalau di tas perlu jaga2 satu pembalut. mungkin bisa utk diri sendiri yg mendadak mens, atau mungkin ada teman perempuan yg membutuhkan

    ReplyDelete
  36. ulasannya super duper komplit
    sangat mencerahkan buanget mba
    makasii makasiii

    ReplyDelete
  37. Sangat menunggu masa saya melihat anak saya mengajak untuk membahas nyeri yang dirasakannya karena haid.
    Semoga sebelum itu, edukasi tentang menstruasi sudah saya jalankan dengan baik untuknya.

    ReplyDelete
  38. Wah mba, ulasannya lengkap banget. Enak banget bacanya. Tips nya oke dan perlu banget diterapkan nih terhadap anak kita. Bahwa bicara mengenai menstruasi ini tidak tabu dan sangat perlu

    ReplyDelete
  39. Keren nih acaranya,, mengingatkan kembali ke kita² pada ibh agar melaksanakan tanggung jawabnya memahamkan anak gadis agar tahu ttg kebersihan menstruasi yaa,, Betadine Feminine Hygiene, noted

    ReplyDelete
  40. Bagus nih materinya. Anak memang harus tahu tentang menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertamanya. Sering juga aku dengar cerita penanganan yang kurang tepat saat menstruasi karena kurangnya pengetahuan anak. Semoga kita semua bisa lebih terbuka tentang hal penting ini.

    ReplyDelete
  41. aku beruntung bisa ikutan webinar ini mbak
    aku jadi tahu banyak informasi seputar menstruasi
    dan tahu bagaimana cara edukasi menstruasi

    ReplyDelete
  42. Webinar kayak gini emang penting banget, jadi untuk mom yang punya anak gadis usia menjelang masa mens bisa terbantu dengan adanya materi ini. Dan dapat ilmu juga kalau menjaga kebersihan area V bisa menggunakan BETADINE® Feminine Hygiene.

    keren...

    ReplyDelete
  43. Jadi ingat dulu jaman pertama kali menstruasi bukan cerita sama mama malah sama yang lain.. Penting banget memang ya pendidikan seksual ke anak tuh..

    ReplyDelete
  44. Eh aku baru tau ada hari peringatan ini mbak dan filosofinya keren banget (relate), btw ini resumenya kok lengkap banget mbak. Kereeeen

    ReplyDelete
  45. Mitos tentang menstruasi, jadi membuat melek kita ya agar lebih menggali lagi informasi yang benar dan tepat seputar menstruasi seperti yang kita dapatkan melalui webinar kemarin

    ReplyDelete
  46. Berbahagialah anak-anak perempuan yang diedukasi ibunya tentang menstruasi dan kebersihan saat menstruasi. Soalnya dulu jamanku gak ada edukasi seperti ini mba.

    ReplyDelete
  47. Woow tulisannya lengkap sekali kakak. Boleh nih dijadikan referensi untuk menjelaskan ke anak nanti

    ReplyDelete
  48. Inget banget pertama kali haid cukup dagdigdug aku tuh. Kurangnya pemahaman tentang haid ini ternyata ngaruh banget. Sekarang aku sebagai orangtua pengen anak aku gak kaya aku dulu.

    ReplyDelete
  49. mungkin buat kita yang akses kebersihannya mudah, penerapan MKM ini gak terlalu PR ya, tp gimana yg akses air bersih aja susah, huhuuu

    ReplyDelete
  50. Pendidikan tentang menstruasi pada anak yang menginjak masa remaja ini penting banget. Terlebih saya sendiri yang memiliki anak perempuan, meski seorang ayah tapi setidaknya tahu bagaimana cara mengedukasi anak pada saat pertama kali mengalami menstruasi agar lebih sehat dan bersih

    ReplyDelete
  51. Loh ada juga mitos yang melarang perempuan makan ikan kalau sedang haid karena bisa bikin darahnya amis.

    Ampun, hubungannya gimana coba? Horang si ikan udah habis dicerna di pencernaan. Lagian beda saluran sik.

    Makin kelihatan penting edukasi soal menstruasi ini. Biar si mitos lekas hilang ditelan jaman lah ya Mba.

    ReplyDelete
  52. Filosofi pemilihan tanggalnya ngena bgt yaa, aku pun pnya siklus haid seperti itu. Smoga suatu saat bsa mengedukasi dgn baik ke anak perempuan ku ketika masa menstruasinya tiba.

    ReplyDelete
  53. Aku salah satunya yg dulu belum terlalu familiar dengan ilmunya saat mens. Rada panik wkwk tapi akhirnya ibu menenangkan. Dan sekolah juga mengadakan seminar reproduksi. Kesiapan2 seperti ini mrmang penting untuk dibagun pada para remaja2. Nggak hanya perempuan, laki2 juga sama. Agar bisa menghadapi tanpa panik dan bergaul dengan sehat :)

    ReplyDelete
  54. Aku juga baru tahu kalau tgl 28 Mei adalah hari menstruasi. Pas banget pengetahuan zoominar ini untuk mengedukasi anak kakak yang berumur 9 tahun. Sehingga anak makin paham untuk menjaga kebersihan dan kesehatan saat haid datang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi sependapat mba, aku jugaa baru tahu kalo tgl 28 mei jadi hari menstruasi lohh.. ikutan webinar ini juga kemarinn :D

      Delete
  55. aku juga baru tahu nih klo ada hari kebersihan mestruasi. pas banget infonya buat anak yang mau mens. bekal buat anakku nanti

    ReplyDelete
  56. Allhamdulillah sejak ikutan zoominar makin sadar akan managemen kebersihan diri.

    ReplyDelete
  57. Lengkap banget ulasannya coach. Ndaging sekali informasinya, persiapan untuk anak perempuan saya yang menjelang gadis, semoga dapat memberi edukasi yang benar tentang siklus menstruasi ini. Terima kasih untuk share ilmunya

    ReplyDelete
  58. Senang sekali ada program-program yang penting banget didukung dalam rangka meningkatkan kesehatan reproduksi remaja seperti acara zoominar Manjemen Kebersihan Menstruasi ini. Lengkap ya bahasannya, bermanfaat pula!

    ReplyDelete
  59. bermanfaat banget ilmu webinarnya mbak, lengkap banget ulasannya. aku jadi dapet insght baru untuk mengedukasi anak2ku kelak seputar menstruasi. Penting banget memang menjaga kebersihan saat menstruasi ya, ngeri penyakit yg diakibatkan jika kita nggak menjaga kebersihan organ intim

    ReplyDelete
  60. Sayangnya nih tips nya khusus vuat cewek, baru saya mau praktekin hihi

    ReplyDelete
  61. Baru tahu pun kalau tanggal 28 Mei hari menstruasi. Dan dari lima mitos tentang haid. Tiga di antaranya Sampai sekarang pun masih dilakonin. Seperti keramas, minum air es, dan kerja berat. Kalau misalnya kerama karena terpaksa, perasaan kayak merasa bersalah gitu heuheu.

    ReplyDelete
  62. Betul Mba, bukan hal tabu membahas tentang menstruasi. Ibu memang perlu mengedukasi anak tentang hal ini terutama pada anak perempuan, agar saat menarke ia tahu apa yang harus dilakukan.

    ReplyDelete
  63. Aku merasakan banget kalau ps menstruasi, mood ini swing bnget jadi memang harus tahu kapan wktuny datang bulan agar bisa terapi moog sendiri biar ga gampang marah2

    ReplyDelete
  64. Alhamdulillah, bisa baca artikel yang mengedukasi banget ini. Selama ini bingung mo nerangin ke anak tentang menstruasi sampe si sulung mengalaminya sendiri. Baru tahu juga, ada produk kewanitaan dari Betadine. Terima kasih infonya, Mbak Marita 🤗

    ReplyDelete
  65. MasyaAllah.. artikel yang sangat lengkap. Edukasi tentang kebersihan menstruasi itu memang penting banget, terutama juga untuk dilakukan guru SD/SMP. Jadi ingat waktu SMP dulu ada teman yang pertama kali menstruasi di sekolah, sampai harus dibawa pulang saking syoknya.

    ReplyDelete
  66. Lengkap banget nih penjelasannya. Mulai dari MKM, program pemerintah, bagaimana peran ibu dalam mengedukasi anak-anak tentang menstruasi sampai ke produk yang tepat untuk area kewanitaan. Setuju banget sama semua poin-poinnya, Mbak! Sepenting itu pengetahuan tentang menstruasi buat perempuan, bahkan laki-laki pun harus tau juga ya..

    ReplyDelete
  67. Lengkap dan puanjaaang. Jadi ikut teredukasi. Nggak boleh makan nanas dan timun itu termasuk mitos juga ya kan mbak.

    ReplyDelete
  68. Beruntung aku juga ikutan webinar ini, jadi tahu lebih banyak tentang menstruasi terutama manajemen kebersiha menstruasi, soalnya dimasyarakat masih beredar mitos seputar menstruasi yang justru menyesatkan. Yess...sejak dini anak perempuan harus diedukasi cara menjaga kebersihan saat menstruasi.

    ReplyDelete
  69. Aku juga masih PR kalau lagi menstruasi. Kayaknya 6 jam sekali aku gantinya deh. Jarang banget 4 jam sekali ganti :")

    ReplyDelete
  70. Tambah lengkap aja ya betadine, ada produk kewanitaanya juga. Jadi gak cuma obat merah doang. Kereen

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener nih ,betadine bisa jadi andalan saat kita terluka, eh sekarang bisa dijadiin andalan wanita :)

      Delete
  71. Walau sudah puluhan tahun menstruasi, ikut acara ini rasanya masih ketabok2. Haha. Kudu lebih apik lagi jalankan MKM

    ReplyDelete
  72. Kuncinya salah satunya adalah komunikasi antara orang tua dan anak. Aku jadi nggak kebayang eh gimana jadinya jika hubungan antara orang tua dan anak renggang. Akhirnya, ilmu kesehatan reproduksi yang penting ini kurang bisa tersampaikan hingga akhirnya dapat memicu kanker serviks.

    ReplyDelete
  73. Sama mbak, akupun kalo bukan karena ikut webinar ini kayaknya gak akan tau kalo tiap 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi. Banyak banget ilmu yang aku dapetin dari webinar ini.

    ReplyDelete
  74. Materi acara ini bisa banget menjadi bekal parenting saat anak perempuan menjelang remaja ya. Kita sbg ortu harus tahu bagaimana menstruasi dari sisi kesehatan, bagaimana efeknya jika tidak menjaga kebersihan, dll.

    ReplyDelete
  75. setelah mendengarkan webinar ini, aku jadi semakin harus banyak berilmu untuk berbicara kepada anak gadisku nanti. tidak sekadar ilmu, cara berkomunikasi jg penting ya mbak marita.

    ReplyDelete
  76. Menarik dan bagus sekali tema yang dibahas yaa..
    Salut sama perhatian yang diberikan Betadine untuk mengedukasi masyarakat.
    Kini, membicarakan mengenai kesehatan menstruasi tidak perlu dianggap tabu lagi yaa..

    ReplyDelete
  77. Wah penting sekali ya edukasi melalui webinar tentang menstruasi supaya semua dapat pengetahuan tentang menstruasi yang baik dan benar

    ReplyDelete
  78. kalau aku dulu dibilangin kalau haid nggak boleh potong kuku atau potong rambut soalnya kalau potong kuku dan potong rambut ntar pas mandi besar bagian tubuh yang dipotong itu nggak kena disucikan. nggak tahu nih mana pendapat yang benar soal ini

    ReplyDelete
  79. Wah lengkap banget artikelnya Mbak Marita ya, jadi lebih aware deh sama kebersihan mensturasi dan jadi lebih bersemangat ngajakin ngobroil anal2 perempuan kami. Yg satu sudah 2 tahun dapat haid, yg 1 lg usia 10 tahun buat persiapan deh. Tfs ya Mbak

    ReplyDelete
  80. Baru tau ada yang namanya Hari Kebersihan Menstruasi. Dan baca informasi dari mba Marita, alu jadi sadar bahwa masih banyak anak-anak perempuan yang belum tahu tentang MKM ini

    ReplyDelete
  81. Nasib tidak hidup bersama Mama, urusan menstruasi saya belajar dari kakak.
    Tapi justru baru paham harus menjaga kebersihan saat menstruasi ketika sudah kuliah. Karena kuliah di kesehatan, melek lah akhirnya.

    ReplyDelete
  82. bagus sekali ya webinarnya, dulu waktu saya remaja jarang sekali penyuluhan kesehatan dan kebersihan saat menstruasi ini, dan ini bagus bisa dilanjutkan menajdi bekal bagi anak remaja dan orangtua juga dalam memberikan edukasi ke anak-anaknya

    ReplyDelete
  83. Sama, Mbak. Sebelum ikut webinar ini aku tu ganti pembalut ya kalau udah penuh aja. Ternyata harus disiplin 3-4 jam sekali ya. Jadi setelah ikutan webinar udah mulai sadar untuk ganti pembalut lebih sering dan ekstra jaga kebersihan.

    ReplyDelete
  84. Baru tahuu aku, tanggal 28 hari menstruasi.. Ada tanggal perayaannya juga ternyata yaa.. Spesial bangett

    ReplyDelete
  85. Wah, sangat manfaat ini infonya. Thank ya

    ReplyDelete
  86. Bagus banget Mbak Marita... Ntar aku suruh keponakan pada baca juga...

    ReplyDelete
  87. Super panjang komplit. Aku suka edukasi ttg perempuan yang masih dianggap tabu buat di bahas padahal penting.

    Maka perlu bahsa serta cara yang bisa dietrima agar yang terdengar "gak nyaman" di telinga bisa mudah dicerna
    Apalagi kalau bicara ma lawan jenis kan ya

    Ulasannya selalu 👌

    ReplyDelete
  88. Banyak yg baru aku tahu ttg motos dan fakta. Makasih mbak marita infonya sangat nermanfaat buka hanya untuk ibuknya tetapi jg untuk ibu² yg memiliki putri yang beranjak remaja.

    ReplyDelete
  89. Informasinya bermanfaat banget, Mba Marita. Bahkan buat ibu2 kyk aku aja baru tau MPMnya kalau haid harusnya kayak gini. Aku tau info soal nyuci pembalut setelah dipakai, bukan dari ortu, tapi dari temen. Terus disisipin cerita serem gitu, kalau ga dicuci nanti darah di pembalutnya dimakan setan heu

    ReplyDelete
  90. MasyaAllah detil banget, lengkap selengkap-lengkapnya. :) Jadi ingat film Pada Man. Film tentang perjuangan seorang suami di India yang membuat pembalut untuk istrinya dan semua wanita India.

    ReplyDelete
  91. Lengkap sekali mb ulasannya. Sangat bermanfaat bagi semua orang, utamanya bagi ornag tua untuk mengenalkan pada anak.

    ReplyDelete
  92. Betadine Feminine Hygiene Red Days enak dipakai aku juga suka

    ReplyDelete

Post a Comment